See u?
Komentar turis Inggris asal Somalia
Hati-hati
nanya harga dan tanpa banyak menawar langsung deh closing. Waktu mau saya masukin ke kantong abayanya, eh ternyata udah langsung dipake.
"mau dimasukin ke plastik?" tanya saya.
"engga, dipake aja," jawabnya.
Setelah beres transaksi dan sebelum mereka pergi, saya bilang gini ke mereka: "Kalian harus hati-hati sama cowo turki."
"Iya, makanya saya langsung pake abayanya karena kudu nutupin ini," katanya sambil nunjukkin dressnya yang ketat.
"Emangnya cowo turki berbahaya?" tanya mereka.
"Ya... banyak yang berbahaya," jawab saya. "Kalau misalnya ada yang nawarin mau jadi guide, bilang aja kalian udah tahu."
Mereka berterima kasih atas nasihat saya ini. mereka pun keluar dari toko dan pergi sambil terus-terusan mengucapkan terima kasih. Sampe saya kelupaan melepaskan brand tag yang masih menggantung di abaya.
pantas saja mereka masuk ke toko saya terburu-buru seperti sedang menghindari sesuatu. lalu abaya yang dibeli langsung dipakai untuk menutupi dressnya yang ketat. kemungkinan sih ada cowo turki yang ngeliatin mereka dan mereka merasa risih atau takut yang membuat mereka memutuskan untuk membeli abaya.
Nawar harga bikin baper
Beda Pemikiran Lokal dan Turis
Tadi pagi menjelang siang, ada 2 ibu (tua) lokal datang ke toko saya. Ga tau tujuan mereka ini mau apa. Apakah datang hanya sekedar mengomentari baju-baju yang ada di toko? Asli saya ga ngerti apa tujuan mereka. Soalnya mereka datang lihat-lihat trus berkomentar trus pergi lagi. Mereka sudah tua dan mereka sadar akan itu lalu mereka komentar begini, "ini mah baju untuk anak-anak muda." Trus komentarnya lagi, "Ini mah untuk orang-orang yang big size." Padahal satu dari mereka itu sangat big size dan yang satunya juga tidak bisa dibilang kurus.
Most of ibu-ibu lokal yang sudah berumur suka berkomentar bahwa bajunya untuk orang muda. Padahal orang muda lokal ga tentu juga bakal suka.Dan juga orang lokal itu biasanya ga mau ngaku kalau dia big size, padahal kelihatan dong dia itu gendut. Maunya mencoba baju ukuran kecil. Ketika saya kasih ukuran besar (misal 52), dia bilang gini, "Apakah saya sebesar itu?" pas bajunya dicobain ga cukup. Jadi aku harus bilang apa dong?
Beda dengan turis-turis yang datang ke toko saya. Mereka tidak mengkategorikan model baju dengan usia muda atau tua. Apalagi yang badannya big size mereka sadar diri bahwa susah mencari baju ukuran besar. Mereka itu kalau datang langsung bertanya: "Do you have dress that fit for me?"
Karena di toko saya tersedia baju big size berbagai ukuran, jadinya saya suka bertanya, "What size?"
Dan si turis pun menjawab, "You can see me, what size."
Jadi turis-turis itu ga mempermasalahkan model, yang penting ukuran cukup.
Jadi model pakaian yang ada di toko saya tidak tergantung pada usia muda atau tua. tapi tergantung pada ukuran saja. Jika saja orang yang sudah tua tapi masih berjiwa muda pastinya dia ingin memakai pakaian yang terlihat muda dong.
Satu lagi pikiran orang lokal yang aneh menurut saya:
Ketika cewe tidak berhijab masuk ke toko saya, "Ini toko khusus yang berhijab ya?" karena dia melihat baju-bajunya panjang dan tertutup semua. Padahal banyak juga cewe yang tidak berhijab tapi suka memakai rok panjang atau longdress.
Pernah ada cewe lokal yang berkomentar seperti ini, "Aduh saya ga bisa napas kalo pake baju yang begini." Emangnya cewe ini bernapas dengan kulit?
Sangat beda pemikirannya dengan turis asing yang bahkan banyak turis non muslim datang dan berbelanja di toko saya. Pernah ada seorang nenek Belgia, dia bertanya seperti ini:
"Apakah ini pakaian khusus untuk muslim?"
"Engga kok. Bagi siapa saja yang suka berpakaian panjang dan tertutup," jawab saya.
"Oh gitu. bagus-bagus ya. Saya juga suka," komentarnya.
Brondong OT
Are u from Indonesia?
Turis Kere yang Belagu
Tadi, hanut bawa turis ke sini. sepertinya orang asia selatan yang tinggal di uk. seperti biasa saya layani. si turis nanya harga, saya kasih harga sesuai price tag. si turis merasa harganya kemahalan.
"cari harga berapa?" tanya saya.
suami istri turis mendiskusikan harga yg dicari dengan suara rendah.
"200," katanya.
kemudian saya tunjukkan dress seharga itu.
terus si turis mengoceh bahwa produk-produk di toko saya ini semua made in china.
"longdress ini harganya 150 lira," katanya sambil menunjuk longdress hitam yang digantung.
Ga mungkin mendapatkan harga segitu untuk longdress yang ditunjuknya. karena di alanya, harga segitu hanya dapat selembar blus.
Saya cuma bilang ke dia bahwa semua produk di toko saya made in turki dari istanbul. Tapi si suami keukeuh dengan pendapatnya.
"ini bukan pertama kali saya di alanya," kata si suami.
entah emang benar bahwa ini bukan pertama kalinya datang ke alanya atau tidak. mungkin dipikirnya saya mau menipu harga karena dia turis.
Tapi, kalo memang ini bukan pertama kalinya di Alanya, berarti dia bisa merasakan kenaikan harga yang terjadi di Turki. Dia akan mengerti inflasi Turki yang sudah melebihi 60%. Bahkan di salah satu portal berita diberitakan bahwa inflasi turki sudah melebihi 150%.
"saya sudah 17 tahun di sini," ucap saya.
"Saya tahu kok harga-harganya. Saya sudah selesai belanja semuanya. Tadi karena orang itu (hanut) bilang harga baju di sini murah, jadi kami pun dibawa ke sini." katanya songong.
Mendengar omongannya ini pertanda dia emang ga akan belanja kan. Ya sudah saya pun pamit pergi solat.
"OK kalo begitu. saya mau solat dulu. bye." ucap saya sambil mengambil mukena dan pergi keluar.
Baru kali ini saya melayani turis songong begini. Daripada emosi mendengar omongannya dan malas juga untuk berdebat dengan orang sok tahu model begini, mendingan saya pergi saja. Lagian di toko juga ada anak saya. kalopun si turis tetap di toko, ada anak saya yang bisa melayani.
ibu bosnia
Membongkar Tabir Hanut
Google Map
Turis Swedia jadi Langganan
"Hi, do you remember me?" sapa ibu turis sambil tersenyum riang.
"Hi, yes I remember you," ucap saya. Dan kami pun berpelukan.
Saya bilang yes sambil otak ini dengan cepat mengorek memori. Ini turis yang mana? Kapan datang ke sini? Asalnya dari mana? Saya harus berusaha secepat mungkin mengingatnya. Dan ya, saya pun dapat mengeluarkan memori tentang turis ini.
"Kamu datang ke sini tahun lalu kan?" tanya saya memastikan.
"Yes," jawabnya riang.
"Kamu orang Swedia kan?" tanya saya memastikan lagi.
"Yes," jawabnya tetap riang.
Lalu kami pun mengobrol lebih lanjut sambil memilih-milih baju yang akan dibelinya. Ketika turis ini datang, saya sedang melayani turis dari Kazakstan. Turis Swedia ngomong English, yang kazakstan ngomong Rusia campur Turkish. Kalau udah bahasa campur begini, otak saya kadang nge-hang.
Turis Swedia ini sepasang lansia non muslim yang membeli baju untuk anak cewenya yang beragama Islam. Tahun lalu, mereka datang ke toko saya diantar oleh seseorang yang kami sangka dia itu hanut. Jadi kami kasih deh tuh 10%. Padahal dia bukan hanut :D
Nah, tahun ini, mereka datang lagi ke sini sendiri (ga diantar siapa-siapa). Katanya mereka sempat bingung cari toko saya, karena di samping sini sedang ada pembangunan gedung besar. Jadinya bikin orang-orang susah nyari alamat.
"Next year I will come here again," begitu katanya setelah selesai transaksi. InsyaAllah ada umur, kita bisa ketemu lagi. aamiin.
See you 4 years later
Jumat lalu, ada pasangan turis datang ke toko. Saya ngerasa pernah ngelihat turis ceweknya, tapi di mana?
"4 tahun lalu, kami belanja di sini," ucap si suami ketika si istri milih-milih baju buat oleh-oleh ibunya.
Dalem hati, pantesan aja asa pernah ketemu.
"4 tahun lalu belum ada anak," kata istrinya. "Sekarang ini isi lagi. Nanti 4 tahun kemudian ke sini lagi, mungkin ada tambahan anak lagi," tambahnya.
Setelah beres transaksi, mereka pamit pergi.
"see you 4 years later."
Kemudian saya pergi salat. Ketika pulang, saya lihat si istri ada di depan toko.
"I am back with my sister in law," katanya.
"Welcome back," sambut saya. "Wah udah 4 tahun aja ya," tambah saya sambil ngikik sama si suami.
"kok 4 tahun?" tanya adik cowonya.
Terus si suami ngejelasin ke adik cowonya bahwa tadi dia udah pamitan dan akan kembali 4 tahun lagi. Ternyata baru beberapa menit udah balik lagi hihi.
Asalnya saya pikir cowo yang nanya 4 tahun ini suami dari adik cewenya. Ternyata si suami ini 3 bersodara, dan si cowo ini adiknya juga.
Sekarang adik cewe yang belanja untuk oleh-oleh ibunya.
"ini untuk ibu kamu?" tanya saya memastikan.
"iya. ibu saya nelpon minta dibeliin oleh-oleh baju yang bagus," jawabnya.
"ibu kamu bilang gini, 'jangan pulang kalau ga bawa oleh-oleh'. gitu ya?" ucap saya bercanda.
"Saya juga ingin beli abaya yang di depan itu untuk diri sendiri. Dari tadi beli-beli untuk orang lain," ucapnya sambil menunjukkan abaya yang dimaksud.
Saya kasih ukuran terkecil untuk dicobanya. Dia udah suka dan fix untuk membelinya bareng dengan oleh-oleh untuk ibunya dan juga beberapa mukena.
Setelah beres transaksi, mereka pun pamit. Si kakak udah pergi duluan. Sebelumnya mereka nanya tempat beli sovenir yang murah. Saya kasih tunjuk tempatnya di google map.
Semoga saja di tahun mendatang bisa ketemu lagi. Maybe 4 years later :D
Terima Kasih Dian
Kemarin menjelang sore, ada hanut bawa rombongan turis yang ternyata sekeluarga (ibu bapak dan 5 anak. 3 anak cewe dan 2 anak cowo).
Si bapa langsung tertarik dengan abaya hijau yang dipajang di manekin depan pintu, "Zainab, lihat abaya ini bagus!"
"Saya punya warna lain, biru tua, hitam, dan kuning," ucap saya menawarkan.
"Boleh saya mencoba yang berwarna biru tua," ucap Zainab.
Saya ambilkan abaya tersebut untuk dicoba olehnya.
Bapa, Zainab, dan anggota keluarga lainnya langsung suka dengan abaya tersebut. OK fix mau dibeli.
"Ini harganya berapa?" tanya si bapa.
Saya sebutkan harga yang tercantum di price tag.
"Itu kan untuk orang lain. Kalo untuk keluarga tentunya beda dong," ucap si bapa minta diskon.
Bisa aja bapa ini, ngaku-ngaku keluarga supaya dikasih diskon wkwk.
"Ok, yang ini udah fix, trus mau beli yang lainnya kan?" tanya saya memastikan.
"Ya, ya, kita mau beli yang lainnya," ucap si bapa.
"OK nanti saya totalkan, baru dikasih diskon."
Setelah mendengar kepastian akan dikasih diskon, langsung mereka sibuk memilih baju-baju untuk dicoba. Saya memperhatikan aja. Paling kalau mereka perlu ukuran, baru saya bergerak untuk ngasih ukuran yang dimaksud.
Mendengar mereka ngomong bahasa Prancis, saya menebak asal mereka, "Are you from France?"
"We are from Belgium," jawab si bapa. Si bapa dan zainab bisa bahasa inggris, jadi mereka yang banyak komunikasi dengan saya.
"Originalnya kami dari Maroko. Tapi saya lahir dan besar di Maroko," kata si bapa menjelaskan.
"Saya dari Indonesia," ucap saya memperkenalkan diri.
"Oh beautiful country dan muslim terbanyak," ucap si bapa memuji Indonesia.
"Kamu lahir di sini?" tanya si bapa.
"Engga. suami saya orang sini," jawab saya.
"Oh ya ya, kamu harus mengikuti suami."
Sambil masih sibuk memilih, kami sambil ngobrol.
"Apa bahasa Indonesia untuk thank you?" tanya si bapa.
"Terima kasih," jawab saya.
"Terima kasih," Zainab langsung menirukan.
Bapanya baru bisa lancar bilang terima kasih setelah saya mengulang 3 kali :D
Ketika Zainab meminta izin ke bapanya untuk membeli pashmina hitam, bapanya ngomong gini, "Lihat, abangmu cuman beli 1 t-shirt. Tapi kalian beli macam-macam."
Saya nimbrung, "Yah begitulah kalau punya anak cewe. Cowo kan bajunya cuman t-shirt dan kemeja. kalau cewe kan banyak macamnya."
"Pantas aja kamu punya toko baju cewe ya," ucap si bapa sambil ketawa. Dan kami pun ketawa berjamaah.
Setelah fix 16 pcs baju akan dibeli, si bapa langsung minta ditotalkan, "OK, sekarang berapa harga semuanya?"
Saya tulis satu per satu bajunya beserta harga di price tag lalu ditotalkan. Kemudian di sampingnya saya tulis masing-masing harga diskon dan totalan. Asli saya gemetaran pas ngitung pake kalkulator di laptop. Maklum kalau udah kebanyakan begini, udah ga mudeng ngitung di luar kepala. Ngitung pake kalkulator aja masih ada salah-salahnya. Salah pencet lah, kelebihan harga lah. Sampe saya ulang 3 kali ngitungya. Itu baru ngitung harga normal, belum harga diskonnnya. Lumayan lama saya ngitung totalan ini. Udah mah cuaca panas, basah deh baju saya, keringetan. Meskipun udah nyalain AC, tapi ga mempan.
Selagi saya sibuk ngitung totalan, 3 anak cewe ini tanpa diminta bantuan, langsung ngelipetin baju-bajunya. Dan akhirnya saya beres ngitung. Eh si bapa ngasih tambahan abaya 1 lagi. Saya pun menambahkan ke harga totalannya. Lalu saya kasih lihat ke si bapa. Si bapa masih menawar harga diskon yang saya tulis. OK saya pun menyetujui harga tawarannya.
"Saya mau bayar pake euro," ucap si bapa. Saya pun langsung mengkonversi di google, lalu saya tunjukkan.
"OK, saya akan kasih 300 euro," ucap si bapa.
Ketika si bapa menyerahkan 300 euro, saya kasih kembalian 4 euro.
"Ga usah. kamu sudah baik melayani kami," katanya menolak kembalian 4 euro tersebut.
Sambil memasukkan baju-baju ke kantong, kami ngobrol lagi. Kali ini memperkenalkan nama-nama mereka. Awalnya saya yang nanya, "Ini namanya Zainab?"
"Yes ini zainab, yang ini Khadija, yang ini Asiyah," ucap si bapa sambil menunjuk masing-masing anak cewenya.
"Kalau yang cowo?"
"Ini Hudaifa," ucap si bapa sambil menunjuk anak cowo yang besar
"dan ini Ismail," menunjuk anak bungsu.
"Ini Malika," menunjuk istrinya.
"dan saya Idris."
"Kamu namanya siapa?"
"Saya Dian."
Setelah beres semua masuk kantong, mereka titip semua kantong di toko saya. Saya dan Zainab ke penjahit untuk motong abaya yang kepanjangan (ternyata 3 sodaranya ngikut juga).
Sepulang dari penjahit, mereka akan jalan-jalan dulu. 20-30 menit kemudian mereka akan kembali karena saat itu jahitan baru beres. Sebelum pergi si bapa ngomong gini, "Terima kasih Dian." :D
Saya masuk ke toko beberes dan menulis transaksi barusan di buku penjualan dan stok. Lagi nulis, mereka datang lagi nanya di mana mau beli baju gamis buat cowo. Saya keluar untuk menunjukkan tempatnya.
Sebelum pergi si bapa berhenti sebentar seperti lagi mikir. kita semua ngeliat si bapa. eh taunya mau ngomong "terima kasih" hehehe.
Udah tuh ya mereka ke toko yang saya tunjuk. saya lanjutin nulisnya.
Beberapa saat kemudian mereka datang untuk mengambil barang-barangnya. Saya kasih abaya yang sudah dipotong itu ke Zainab. Dan saya juga ngasih kartu nama ke dia.
![]() |
| https://goo.gl/maps/fdSWNYUBbNiNiL867 |
Tip dari Turis Austria
"Sultan" Palestina
Kemaren sepulang dari Zuhur di mushola, di depan toko udah ada babang ganteng dua orang. Ternyata mereka dua turis yang dibawa oleh hanut.
Turis sok akrab?
Fokus untuk menjual
Baju Prinses
Semalem ada kejadian yang gimana gitu. mun inget sok hayang seuri sorangan.
Pemuda Sultan
Barusan ada 3 turis cowo (anak muda) yang berbeda bangsa (dilihat dari warna kulitnya yg berbeda) datang ke sini. Yang berkulit putih masuk ke toko saya dengan maksud membeli hijab. Yang dua orang menunggu di luar.
Apakah di Turki ada tukang urut?
jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...
-
Copas dari status teman di FB. Mohon bagi para blogger utk bantu menyebarkannya, agar tidak ada yang jadi korban lagi. **** FYI... This...
-
jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...
-
berikut adalah daftar bumbu dapur serta rempah-rempah yang ada di turki, mudah2an dapat membantu temen2 atau ibu2 indo yang sedang ata...
