Showing posts with label turis. Show all posts
Showing posts with label turis. Show all posts

See u?

 

Hari Sabtu kemaren, ada pasangan turis muda belanja di toko. si suami mix italy-uzbekistan sedangkan si istri orang yunani. mereka tinggal di jerman.
ketika si istri mencoba baju di fitting room, saya dan suami ngobrol dengan si suami. awalnya dia menyangka kalau suami saya bukan OT (sering disangka begitu bahkan oleh OT juga). pas tahu saya dari Indonesia, dia pun bilang bahwa pernah kerja di Indonesia.
Dia bekerja dengan AU Indonesia, bekerjasama tentang sistem drone. suami saya nimbrung dong. dan sayangnya saya harus pulang karena memang kalo sabtu saya pulang cepat jam 3 sore. suami jg udah ngingetin aja supaya saya segera pulang. kayaknya ga rido aja saya ngobrol ama yang kinyis kinyis 😃
waktu mau pamitan ke dia, saya jadi bingung mau ngomong apa. yang terucap jadinya "SEE YOU". loh kok see u sih, harusnya kan good bye.

Komentar turis Inggris asal Somalia

 

Dua hari lalu datang adik kakak muslimah turis Inggris ini ke toko saya bertujuan membeli dress oleh-oleh untuk ibunya.
Setelah fix beli bajunya, lalu si kakak membayar pake kartunya yang ternyata kartunya ga bisa dipake karena kartunya baru dan belum diaktifin. lalu si kakak minta pake kartu adiknya dulu.
sedang proses pembayaran pake kartu si adik, mereka berkomentar tentang kelakuan OT yang bekerja di hotel tempat mereka menginap.
katanya gini: OT banyak yang ga solat ya.
saya: iya. memang begitu OT mah. apalagi yang cowo, kalo hari jumat banyak yang ga jumatan.
dia: masa saya mau solat aja dibilang gini "kamu beragama jangan terlalu serius". Lah masa ngomong gitu ya. solat kan kewajiban. ya harus serius dong.
saya: coba kamu datang ke sini saat Ramadan. banyak yang ga puasa.
dia: oh so sad...

Hati-hati


Beberapa bulan lalu, ada 2 turis cantik (asal finland) datang ke toko saya. mereka masuk seperti yang terburu-buru. melihat-lihat tunik dan abaya. Tanpa tanya-tanya, salah satunya langsung mencoba abaya hitam dengan model yang longgar.

nanya harga dan tanpa banyak menawar langsung deh closing. Waktu mau saya masukin ke kantong abayanya, eh ternyata udah langsung dipake.
"mau dimasukin ke plastik?" tanya saya.
"engga, dipake aja," jawabnya.

Setelah beres transaksi dan sebelum mereka pergi, saya bilang gini ke mereka: "Kalian harus hati-hati sama cowo turki."

"Iya, makanya saya langsung pake abayanya karena kudu nutupin ini," katanya sambil nunjukkin dressnya yang ketat.

"Emangnya cowo turki berbahaya?" tanya mereka.

"Ya... banyak yang berbahaya," jawab saya. "Kalau misalnya ada yang nawarin mau jadi guide, bilang aja kalian udah tahu."

Mereka berterima kasih atas nasihat saya ini. mereka pun keluar dari toko dan pergi sambil terus-terusan mengucapkan terima kasih. Sampe saya kelupaan melepaskan brand tag yang masih menggantung di abaya.

pantas saja mereka masuk ke toko saya terburu-buru seperti sedang menghindari sesuatu. lalu abaya yang dibeli langsung dipakai untuk menutupi dressnya yang ketat. kemungkinan sih ada cowo turki yang ngeliatin mereka dan mereka merasa risih atau takut yang membuat mereka memutuskan untuk membeli abaya.

Nawar harga bikin baper

3 hari lalu datang turis sekeluarga (suami istri dan 2 anak). si istri mencoba dua tunik. Sebelum dicoba, si istri nanya harga dulu tapi belum menawar. Setelah dicoba, si suami nawarnya bikin saya bengong dan cenderung baper. tunik yang satu harganya 900, saya diskon jadi 800. tunik yang satu lagi harganya 750. belum sempat saya kasih diskon, si suami nawarnya "semuanya 1000 aja".
Tentu saja tidak saya kasih. terus dia nanya, "last price nya berapa?"
Saya bilang, semuanya bisa saya kasih 1400,
"udah deh 1200 aja semua," kata si suami.
keukeuh saya ga mau. "mendingan kalian lihat-lihat aja dulu ke toko lain". inilah cara saya mengusir secara halus. dan mereka pun pergi.
saya baper karena dia nawarnya kebangetan. tapi saya yakin, kalo dia bawa rezeki untuk saya, pasti dia balik lagi untuk membeli.
kemarin sore sepulangnya saya dari pasar, ternyata ada si istri sedang menunggu saya di depan toko.
akhirnya mereka jadi belanja 2 tunik. 1 tunik yang pernah dicobanya harga 750 dan 1 tunik lain yang harganya sama-sama 750. kali ini totalnya saya kasih diskon jadi 1200. dan dia menawar jadi 1100. ok lah saya kasih.
mereka ini orang afganistan yang tinggal di denmark. si suami bisa bahasa turki karena pernah tinggal di istanbul selama 5 tahun.
ternyata memang rezeki ga akan salah alamat


Beda Pemikiran Lokal dan Turis

Tadi pagi menjelang siang, ada 2 ibu (tua) lokal datang ke toko saya. Ga tau tujuan mereka ini mau apa. Apakah datang hanya sekedar mengomentari baju-baju yang ada di toko? Asli saya ga ngerti apa tujuan mereka. Soalnya mereka datang lihat-lihat trus berkomentar trus pergi lagi. Mereka sudah tua dan mereka sadar akan itu lalu mereka komentar begini, "ini mah baju untuk anak-anak muda." Trus komentarnya lagi, "Ini mah untuk orang-orang yang big size." Padahal satu dari mereka itu sangat big size dan yang satunya juga tidak bisa dibilang kurus.

Most of ibu-ibu lokal yang sudah berumur suka berkomentar bahwa bajunya untuk orang muda. Padahal orang muda lokal ga tentu juga bakal suka.

Dan juga orang lokal itu biasanya ga mau ngaku kalau dia big size, padahal kelihatan dong dia itu gendut. Maunya mencoba baju ukuran kecil. Ketika saya kasih ukuran besar (misal 52), dia bilang gini, "Apakah saya sebesar itu?" pas bajunya dicobain ga cukup. Jadi aku harus bilang apa dong?

Beda dengan turis-turis yang datang ke toko saya. Mereka tidak mengkategorikan model baju dengan usia muda atau tua. Apalagi yang badannya big size mereka sadar diri bahwa susah mencari baju ukuran besar. Mereka itu kalau datang langsung bertanya: "Do you have dress that fit for me?"
Karena di toko saya tersedia baju big size berbagai ukuran, jadinya saya suka bertanya, "What size?"
Dan si turis pun menjawab, "You can see me, what size."
Jadi turis-turis itu ga mempermasalahkan model, yang penting ukuran cukup.

Jadi model pakaian yang ada di toko saya tidak tergantung pada usia muda atau tua. tapi tergantung pada ukuran saja. Jika saja orang yang sudah tua tapi masih berjiwa muda pastinya dia ingin memakai pakaian yang terlihat muda dong.

Satu lagi pikiran orang lokal yang aneh menurut saya:
Ketika cewe tidak berhijab masuk ke toko saya, "Ini toko khusus yang berhijab ya?" karena dia melihat baju-bajunya panjang dan tertutup semua. Padahal banyak juga cewe yang tidak berhijab tapi suka memakai rok panjang atau longdress.
Pernah ada cewe lokal yang berkomentar seperti ini, "Aduh saya ga bisa napas kalo pake baju yang begini." Emangnya cewe ini bernapas dengan kulit?

Sangat beda pemikirannya dengan turis asing yang bahkan banyak turis non muslim datang dan berbelanja di toko saya. Pernah ada seorang nenek Belgia, dia bertanya seperti ini:
"Apakah ini pakaian khusus untuk muslim?"
"Engga kok. Bagi siapa saja yang suka berpakaian panjang dan tertutup," jawab saya.
"Oh gitu. bagus-bagus ya. Saya juga suka," komentarnya.

Brondong OT

 

Sejak tahun 2005 saya tinggal di Alanya. Kota di pesisir Mediterania, kota pantai yang menjadi destinasi utama turis-turis Eropa. Selain banyak turis yang berwisata, banyak pula turis (muda atau pensiunan) yang membeli rumah di Alanya.
Saya mengenal beberapa turis yang memiliki rumah di Alanya. Juga ada beberapa teman turis lansia yang setiap tahunnya berwisata ke Alanya dan menginap di hotel.
Salah satu teman sebut saja nenek M, dia cerita ada pemuda OT yang mendekatinya bermaksud untuk pinjam uang. Si pemuda OT ini bekerja di suatu restoran. Ngapain juga ini OT mau pinjam uang ke orang asing? Temannya bukan, kenal juga baru karena si M makan di restoran itu.
Pernah ada customer saya seorang nenek gaul yang cerita katanya ada pemuda OT yang ngechat dia dengan memberi emoticon "kiss". si nenek customer ini langsung marah sama si OT.
"Ini anak ga sopan banget ngasih emoticon begini ke saya," ucap si nenek turis.
Nah, nenek turis ini masih berpikir logis. Jadi bisa bilang bahwa si brondong OT ini tidak sopan. Coba kalo yang diberi emoticon "kiss" itu seorang buciner, pastinya sudah kelepek-kelepek dong.
Sudah lama saya dengar cerita dari suami saya bahwa banyak pemuda Alanya yang memacari cewe asing dari Eropa dengan tujuan untuk bisa ikut (memudahkan mendapatkan visa) ke Eropa dan menetap di sana. Apalagi zaman sekarang, dengan kondisi ekonomi yang morat marit, susah mencari pekerjaan, (mungkin) banyak orang berpikir untuk keluar dari negara ini.
Salah satu cara cepat mungkin dengan memacari nenek turis kaya untuk menjadi sugar mom yang bisa membawanya keluar dari kondisi ekonomi yang seperti ini. Kalo yang didekati nenek turis yang haus cinta mungkin si nenek akan merasa berbunga-bunga dan rela memberikan apapun pada si brondong OT. Tapi kalo si neneknya tidak haus cinta, dia akan berpikir logis.
"Ngapain ni brondong mendekatiku kalo bukan karena uangku?"
Yah begitulah keadaan di sini. Berada di mana pun harus berhati-hati dan selalu waspada. Dan yang pasti JANGAN BUCIN supaya BISA BERPIKIR LOGIS!!!

Are u from Indonesia?


Barusan ada pasangan turis muda yang kasep dan geulis belanja di sini. Awalnya mereka nanyain hijab instant, trus nanya mukena. Tapi akhirnya fix beli hijab instant.
waktu saya sedang ngambil uang kembalian, si cowo nanya gini, "Are you from Indonesia?"
"Yes," jawab saya sambil memberikan uang kembaliannya.
Saya menanyakan asal mereka. Si cowok dari Lebanon, ceweknya dari Jerman. Ternyata si cewe baru jadi mualaf 2 hari yang lalu, alhamdulillah. Dan ternyata juga mereka tinggal di Alanya.
"Kamu bisa bahasa Arab?" tanya si cowok.
"Sedikit," jawab saya.
"If you want, I can teach you," kata si cowo bageur.
euleuh euleuh. kalo saya masih single, udah klepek klepek ini mah 😃

Turis Kere yang Belagu


Tadi, hanut bawa turis ke sini. sepertinya orang asia selatan yang tinggal di uk. seperti biasa saya layani. si turis nanya harga, saya kasih harga sesuai price tag. si turis merasa harganya kemahalan.  

"cari harga berapa?" tanya saya. 

suami istri turis mendiskusikan harga yg dicari dengan suara rendah.  

"200," katanya. 

kemudian saya tunjukkan dress seharga itu. 

terus si turis mengoceh bahwa produk-produk di toko saya ini semua made in china. 

"longdress ini harganya 150 lira," katanya sambil menunjuk longdress hitam yang digantung.

Ga mungkin mendapatkan harga segitu untuk longdress yang ditunjuknya. karena di alanya, harga segitu hanya dapat selembar blus.

Saya cuma bilang ke dia bahwa semua produk di toko saya made in turki dari istanbul. Tapi si suami keukeuh dengan pendapatnya. 

"ini bukan pertama kali saya di alanya," kata si suami. 

entah emang benar bahwa ini bukan pertama kalinya datang ke alanya atau tidak. mungkin dipikirnya saya mau menipu harga karena dia turis. 

Tapi, kalo memang ini bukan pertama kalinya di Alanya, berarti dia bisa merasakan kenaikan harga yang terjadi di Turki. Dia akan mengerti inflasi Turki yang sudah melebihi 60%. Bahkan di salah satu portal berita diberitakan bahwa inflasi turki sudah melebihi 150%. 

"saya sudah 17 tahun di sini," ucap saya.  

"Saya tahu kok harga-harganya. Saya sudah selesai belanja semuanya. Tadi karena orang itu (hanut) bilang harga baju di sini murah, jadi kami pun dibawa ke sini." katanya songong. 

Mendengar omongannya ini pertanda dia emang ga akan belanja kan. Ya sudah saya pun pamit pergi solat. 

"OK kalo begitu. saya mau solat dulu. bye." ucap saya sambil mengambil mukena dan pergi keluar. 

Baru kali ini saya melayani turis songong begini. Daripada emosi mendengar omongannya dan malas juga untuk berdebat dengan orang sok tahu model begini, mendingan saya pergi saja. Lagian di toko juga ada anak saya. kalopun si turis tetap di toko, ada anak saya yang bisa melayani.


ibu bosnia

 

barusan ada ibu bosnia belanja di sini. si ibu beli mukena terusan. si ibu terlihat seperti turis, tapi karena si ibu ngomong bahasa turki, jadi saya pikir si ibu orang turki yang tinggal di eropa. sewaktu si ibu mencoba mukena, saya tanya asalnya. ternyata dia orang bosnia yang tinggal di jerman. dia punya rumah di alanya, jadi tiap tahun berlibur ke alanya. setelah selesai transaksi saya tawari minum teh, kami pun minum teh bersama.
kami ngobrol ngalor ngidul. ternyata ibu ini pernah belanja di toko saya, waktu itu suami saya yang ada di toko. suami cerita kalo istrinya orang indonesia. si ibu ingat banget dengan bagian ini.
nah tadi katanya dia agak kesulitan nyari toko saya. pas lewat toko ini, dia lihat saya yang duduk di dekat pintu, wajah saya beda dari orang turki. si ibu langsung ngeh kalau ini toko yang dicari 😃

Membongkar Tabir Hanut


Hanut itu apaan sih? Hanut itu seseorang yang membawa customer turis ke toko kita. Jika kita berhasil menjual ke si turis, maka orang itu dikasih persenan. Hanut biasanya orang yang berstatus sebagai pegawe di toko lain. Jadi misalnya ada turis datang ke toko tempat si hanut kerja. terus si turis perlu baju muslim, nah sama si hanut diantar ke toko saya.
Kemarin ada turis Inggris asal Banglades dibawa oleh si hanut ke toko saya. Turis belanja di toko saya, otomatis saya harus ngasih persenan ke si hanut atas penjualan ini.
Belum pernah ada turis yang nanya hubungan saya sama orang yang mengantarnya itu. Tapi turis kemarin sepertinya dia iseng nanya begini.
"Apa hubungan kamu dengan orang yang tadi ngantar saya. Apakah dia ada hubungan bisnis sama kamu?"
Saya pun buka kartu tentang hanut ke turis itu.
"Dia itu dapat persenan kalau saya menjual barang ke kamu."
Saya menjelaskan sedikit tentang hanut ke turis itu. Dia jadi speechles dan kayaknya dia merasa bersalah sudah menawar. Karena sekarang dia tahu kalau uang yang saya dapat darinya harus diberikan ke si hanut 10%.
Di Turki, sebenarnya hanut itu dilarang alias melanggar hukum. Tapi sepertinya hukum itu ada untuk dilanggar 😐
Hanut-hanut yang suka mengantar turis ke toko saya atau toko lain itu hanyalah kelas teri. adapun hanut kelas kakap yang pastinya lebih menguntungkan.
Tur-tur yang punya "perjanjian" dengan toko leather atau jewelry (biasanya toko besar), ini pun termasuk hanut (kelas kakap). Karena mereka selalu membawa rombongan turis ke toko leather dan jewelry. Di Alanya biasanya turis rusia yang suka dibawa ke toko-toko ini.
Jadi kepikiran, di paris ada hanut juga ga ya? kalo jadi hanut di sana, 10% dari toko channel misalnya 😃




Google Map

Kemaren sore, datang ke toko saya pasangan turis muda dari Tajikistan. Awalnya si istri sempat khawatir ga bisa komunikasi karena bahasa kami beda. Saya hanya bisa sedikit Russian dan Dia hanya bisa sedikit English. It's OK, toh akhirnya kami bisa sepakat dalam transaksi.
Si istri mencoba beberapa baju dan si suami menyukainya. Mereka menanyakan harga setiap baju yang akan dicobanya. Saya memberikan harga sesuai dengan yang tertera di price tag. Mereka tidak berkomentar mahal, pun tidak menawar. Tapi mereka menanyakan apakah ada diskon?
"Tentu, nanti saya kasih diskon," jawab saya sambil tersenyum.
Selagi si istri mencoba baju di fitting room dan saya membereskan baju yang tidak akan dibeli, si suami menunjukkan sesuatu di hpnya. Saya pikir dia akan menunjukkan foto baju yang sedang dicari, ternyata...
"Mba, lihat deh," ujarnya sambil memperlihatkan sesuatu di hpnya.
Ternyata dia memperlihatkan foto toko saya di google map.
"Saya cari toko baju muslim, lalu muncul toko ini. Lalu kami kemari dengan taksi." Jelasnya.
Alhamdulillah, berkat pencariannya di google map, mereka berhasil memborong di toko saya 🙂
Untuk teman-teman yang sedang berwisata di Alanya, silakan mampir ke toko saya. kita minum teh bareng di sini 😉


Turis Swedia jadi Langganan

 "Hi, do you remember me?" sapa ibu turis sambil tersenyum riang.

"Hi, yes I remember you," ucap saya. Dan kami pun berpelukan.

Saya bilang yes sambil otak ini dengan cepat mengorek memori. Ini turis yang mana? Kapan datang ke sini? Asalnya dari mana? Saya harus berusaha secepat mungkin mengingatnya. Dan ya, saya pun dapat mengeluarkan memori tentang turis ini.

"Kamu datang ke sini tahun lalu kan?" tanya saya memastikan.

"Yes," jawabnya riang.

"Kamu orang Swedia kan?" tanya saya memastikan lagi.

"Yes," jawabnya tetap riang.

Lalu kami pun mengobrol lebih lanjut sambil memilih-milih baju yang akan dibelinya. Ketika turis ini datang, saya sedang melayani turis dari Kazakstan. Turis Swedia ngomong English, yang kazakstan ngomong Rusia campur Turkish. Kalau udah bahasa campur begini, otak saya kadang nge-hang.

Turis Swedia ini sepasang lansia non muslim yang membeli baju untuk anak cewenya yang beragama Islam. Tahun lalu, mereka datang ke toko saya diantar oleh seseorang yang kami sangka dia itu hanut. Jadi kami kasih deh tuh 10%. Padahal dia bukan hanut :D

Nah, tahun ini, mereka datang lagi ke sini sendiri (ga diantar siapa-siapa). Katanya mereka sempat bingung cari toko saya, karena di samping sini sedang ada pembangunan gedung besar. Jadinya bikin orang-orang susah nyari alamat.

"Next year I will come here again," begitu katanya setelah selesai transaksi. InsyaAllah ada umur, kita bisa ketemu lagi. aamiin.

See you 4 years later


Jumat lalu, ada pasangan turis datang ke toko. Saya ngerasa pernah ngelihat turis ceweknya, tapi di mana?

"4 tahun lalu, kami belanja di sini," ucap si suami ketika si istri milih-milih baju buat oleh-oleh ibunya.

Dalem hati, pantesan aja asa pernah ketemu.

"4 tahun lalu belum ada anak," kata istrinya. "Sekarang ini isi lagi. Nanti 4 tahun kemudian ke sini lagi, mungkin ada tambahan anak lagi," tambahnya.

Setelah beres transaksi, mereka pamit pergi.

"see you 4 years later."

Kemudian saya pergi salat. Ketika pulang, saya lihat si istri ada di depan toko.

"I am back with my sister in law," katanya.

"Welcome back," sambut saya. "Wah udah 4 tahun aja ya," tambah saya sambil ngikik sama si suami.

"kok 4 tahun?" tanya adik cowonya.

Terus si suami ngejelasin ke adik cowonya bahwa tadi dia udah pamitan dan akan kembali 4 tahun lagi. Ternyata baru beberapa menit udah balik lagi hihi.

Asalnya saya pikir cowo yang nanya 4 tahun ini suami dari adik cewenya. Ternyata si suami ini 3 bersodara, dan si cowo ini adiknya juga.

Sekarang adik cewe yang belanja untuk oleh-oleh ibunya.

"ini untuk ibu kamu?" tanya saya memastikan.

"iya. ibu saya nelpon minta dibeliin oleh-oleh baju yang bagus," jawabnya.

"ibu kamu bilang gini, 'jangan pulang kalau ga bawa oleh-oleh'. gitu ya?" ucap saya bercanda.

"Saya juga ingin beli abaya yang di depan itu untuk diri sendiri. Dari tadi beli-beli untuk orang lain," ucapnya sambil menunjukkan abaya yang dimaksud.

Saya kasih ukuran terkecil untuk dicobanya. Dia udah suka dan fix untuk membelinya bareng dengan oleh-oleh untuk ibunya dan juga beberapa mukena.

Setelah beres transaksi, mereka pun pamit. Si kakak udah pergi duluan. Sebelumnya mereka nanya tempat beli sovenir yang murah. Saya kasih tunjuk tempatnya di google map.

Semoga saja di tahun mendatang bisa ketemu lagi. Maybe 4 years later :D

Terima Kasih Dian

Kemarin menjelang sore, ada hanut bawa rombongan turis yang ternyata sekeluarga (ibu bapak dan 5 anak. 3 anak cewe dan 2 anak cowo).

Si bapa langsung tertarik dengan abaya hijau yang dipajang di manekin depan pintu, "Zainab, lihat abaya ini bagus!" 

"Saya punya warna lain, biru tua, hitam, dan kuning," ucap saya menawarkan.

"Boleh saya mencoba yang berwarna biru tua," ucap Zainab.

Saya ambilkan abaya tersebut untuk dicoba olehnya.

Bapa, Zainab, dan anggota keluarga lainnya langsung suka dengan abaya tersebut. OK fix mau dibeli.

"Ini harganya berapa?" tanya si bapa.

Saya sebutkan harga yang tercantum di price tag.

"Itu kan untuk orang lain. Kalo untuk keluarga tentunya beda dong," ucap si bapa minta diskon.

Bisa aja bapa ini, ngaku-ngaku keluarga supaya dikasih diskon wkwk.

"Ok, yang ini udah fix, trus mau beli yang lainnya kan?" tanya saya memastikan.

"Ya, ya, kita mau beli yang lainnya," ucap si bapa.

"OK nanti saya totalkan, baru dikasih diskon."

Setelah mendengar kepastian akan dikasih diskon, langsung mereka sibuk memilih baju-baju untuk dicoba. Saya memperhatikan aja. Paling kalau mereka perlu ukuran, baru saya bergerak untuk ngasih ukuran yang dimaksud.

Mendengar mereka ngomong bahasa Prancis, saya menebak asal mereka, "Are you from France?"

"We are from Belgium," jawab si bapa. Si bapa dan zainab bisa bahasa inggris, jadi mereka yang banyak komunikasi dengan saya.

"Originalnya kami dari Maroko. Tapi saya lahir dan besar di Maroko," kata si bapa menjelaskan.

"Saya dari Indonesia," ucap saya memperkenalkan diri.

"Oh beautiful country dan muslim terbanyak," ucap si bapa memuji Indonesia.

"Kamu lahir di sini?" tanya si bapa.

"Engga. suami saya orang sini," jawab saya.

"Oh ya ya, kamu harus mengikuti suami."

Sambil masih sibuk memilih, kami sambil ngobrol.

"Apa bahasa Indonesia untuk thank you?" tanya si bapa.

"Terima kasih," jawab saya.

"Terima kasih," Zainab langsung menirukan.

Bapanya baru bisa lancar bilang terima kasih setelah saya mengulang 3 kali :D

Ketika Zainab meminta izin ke bapanya untuk membeli pashmina hitam, bapanya ngomong gini, "Lihat, abangmu cuman beli 1 t-shirt. Tapi kalian beli macam-macam."

Saya nimbrung, "Yah begitulah kalau punya anak cewe. Cowo kan bajunya cuman t-shirt dan kemeja. kalau cewe kan banyak macamnya."

"Pantas aja kamu punya toko baju cewe ya," ucap si bapa sambil ketawa. Dan kami pun ketawa berjamaah.

Setelah fix 16 pcs baju akan dibeli, si bapa langsung minta ditotalkan, "OK, sekarang berapa harga semuanya?"

Saya tulis satu per satu bajunya beserta harga di price tag lalu ditotalkan. Kemudian di sampingnya saya tulis masing-masing harga diskon dan totalan. Asli saya gemetaran pas ngitung pake kalkulator di laptop. Maklum kalau udah kebanyakan begini, udah ga mudeng ngitung di luar kepala. Ngitung pake kalkulator aja masih ada salah-salahnya. Salah pencet lah, kelebihan harga lah. Sampe saya ulang 3 kali ngitungya. Itu baru ngitung harga normal, belum harga diskonnnya. Lumayan lama saya ngitung totalan ini. Udah mah cuaca panas, basah deh baju saya, keringetan. Meskipun udah nyalain AC, tapi ga mempan.

Selagi saya sibuk ngitung totalan, 3 anak cewe ini tanpa diminta bantuan, langsung ngelipetin baju-bajunya. Dan akhirnya saya beres ngitung. Eh si bapa ngasih tambahan abaya 1 lagi. Saya pun menambahkan ke harga totalannya. Lalu saya kasih lihat ke si bapa. Si bapa masih menawar harga diskon yang saya tulis. OK saya pun menyetujui harga tawarannya.

"Saya mau bayar pake euro," ucap si bapa. Saya pun langsung mengkonversi di google, lalu saya tunjukkan.

"OK, saya akan kasih 300 euro," ucap si bapa.

Ketika si bapa menyerahkan 300 euro, saya kasih kembalian 4 euro.

"Ga usah. kamu sudah baik melayani kami," katanya menolak kembalian 4 euro tersebut.

Sambil memasukkan baju-baju ke kantong, kami ngobrol lagi. Kali ini memperkenalkan nama-nama mereka. Awalnya saya yang nanya, "Ini namanya Zainab?"

"Yes ini zainab, yang ini Khadija, yang ini Asiyah," ucap si bapa sambil menunjuk masing-masing anak cewenya.

"Kalau yang cowo?" 

"Ini Hudaifa," ucap si bapa sambil menunjuk anak cowo yang besar

"dan ini Ismail," menunjuk anak bungsu.

"Ini Malika," menunjuk istrinya.

"dan saya Idris."

"Kamu namanya siapa?"

"Saya Dian."

Setelah beres semua masuk kantong, mereka titip semua kantong di toko saya. Saya dan Zainab ke penjahit untuk motong abaya yang kepanjangan (ternyata 3 sodaranya ngikut juga).

Sepulang dari penjahit, mereka akan jalan-jalan dulu. 20-30 menit kemudian mereka akan kembali karena saat itu jahitan baru beres. Sebelum pergi si bapa ngomong gini, "Terima kasih Dian." :D

Saya masuk ke toko beberes dan menulis transaksi barusan di buku penjualan dan stok. Lagi nulis, mereka datang lagi nanya di mana mau beli baju gamis buat cowo. Saya keluar untuk menunjukkan tempatnya.

Sebelum pergi si bapa berhenti sebentar seperti lagi mikir. kita semua ngeliat si bapa. eh taunya mau ngomong "terima kasih" hehehe.

Udah tuh ya mereka ke toko yang saya tunjuk. saya lanjutin nulisnya.

Beberapa saat kemudian mereka datang untuk mengambil barang-barangnya. Saya kasih abaya yang sudah dipotong itu ke Zainab. Dan saya juga ngasih kartu nama ke dia.

https://goo.gl/maps/fdSWNYUBbNiNiL867

"Nanti kamu scan qr code ini untuk ngasih review atau rating ya," ucap saya ke Zainab.

"OK," sambutnya seraya menerima kartu nama.

Kami pun berpisah di depan toko sambil saling mengucapkan terima kasih.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ehhh beberapa saat kemudian, saya lagi nongkrong di depan toko, ada hanut lain yang membawa mereka ke toko saya lagi. ckck. Saya pikir mereka mau beli sepatu dan dibawa oleh hanut ke toko sepatu di sebelah. Tapi kok baru saja masuk udah langsung keluar lagi. Rupanya ini hanut mau membawa mereka ke toko saya untuk belanja. Ini hanut ga liat apa ya, mereka kan udah bawa 4 kantong bertuliskan nama toko saya. 

"Kalian mau cari apa?" tanya saya.
"Kami mau cari toko lain yang seperti toko kamu," ucap si bapa.
"Oh... pokoknya toko-toko baju di sekitaran sini menjual baju-baju muslimah," jawab saya.

Sebelum berpisah, ternyata Emine datang. "That is my daughter," ucap saya sambil menunjuk Emine yang berjalan mendekat.

Akhirnya kami pun berpisah dengan mengucapkan terima kasih berbagai bahasa, terima kasih, thank you, dan teşekkür ederim.






Tip dari Turis Austria

 


Barusan ada hanut (yang biasa) bawa pasangan turis tua. Sewaktu si hanut mau pergi, si ibu turis ngasih uang ke hanut sambil bilang, "hediye (hadiah)."
Terus si ibu ngasih tunjuk ke saya foto mukena potong yang ada di HPnya.
"Oh, saya ga punya yang model itu. Tapi saya punya model yang lain."
"Gpp, yang penting mukena aja," kata si ibu.
Saya kasih tunjuk 3 model yang ada.
"Saya mau yang ada hijabnya."
Saya pun kasih lihat hijab di dua model yang set dengan hijab.
"OK, saya mau yang ini dan yang ini," sambil milih warna biru with zipper dan ungu tanpa zipper.
"Jadi berapa totalnya?" tanya si ibu.
Setelah saya kasih harga totalan diskon, si ibu masih menawar. Tapi tawarannya masih menyisakan margin setelah nanti saya potong persenan untuk hanut. Saya pun mengiyakan harga tawaran si ibu. Gak lupa saya tanya asal mereka.
"Vienna," jawab si ibu.
"Ohh, Austria?" tanya saya memastikan.
"Yes, Austria," jawab si ibu.
Dua mukena itu saya masukkan ke kantong, lalu memproses pembayaran dengan kartu. Setelah keluar bukti pembayarannya, Si ibu ngasih saya uang sambil bilang, "hediye for you."
Euleuh dapet tip kayak si hanut tadi 😃
Alhamdulillah
Sebelum keluar, si bapak sepertinya penasaran liat saya, "Are you from Philippines?"
"I am from Indonesia," jawab saya.
"Oh Indonesia. I love Jakarta," ucap si ibu.
Ah ga sempat ngobrol dulu, karena sepertinya mereka buru-buru. Kami pun berpisah dengan ucapan, "Have a nice day, bye bye."

"Sultan" Palestina

Kemaren sepulang dari Zuhur di mushola, di depan toko udah ada babang ganteng dua orang. Ternyata mereka dua turis yang dibawa oleh hanut.

Saya langsung mengajak mereka masuk ke toko. Si babang ganteng yang kulitnya putih langsung nunjukkin foto mukena, "Do you have this?"
"Yes," jawab saya sambil nunjukkin barangnya. Saya pun nunjukkin model-model mukena yang lain. Sekarang di Turki sudah tersedia berbagai model mukena ala Turki. Ini jadi mempermudah bagi cewe-cewe OT yang tidak berjilbab jika ingin melaksanakan salat 5 waktu. Dan juga, namaz elbisesi aka prayer dress aka mukena ini banyak dicari oleh turis-turis luar negeri. Jadi kami pun menyediakannya di toko.
"Berapaan?" tanyanya.
Saya jawab dengan menyebutkan angka yang tertulis di tag price.
"Itu sudah last price?" tanyanya lagi.
"Tenang aja bang, nanti ada diskon," jawab saya.
Terus si babang vidio call sama seseorang sambil menunjukkan produk yang ada di toko. Dia ngomongnya pake bluetooth earphone. Sementara babang yang satunya pergi ke luar. Pas balik ke toko, dia bawa air. Oh ternyata dia keluar buat beli air. Padahal mah bilang ih, air mah ada tuh di kulkas 😃
Sementara si babang lagi vidio call untuk milih-milih baju, saya nyalain laptop. Karena siapa tahu perlu internet buat konversi mata uang. Karena biasanya turis suka minta konversi ke usd atau euro. Seperti pagi-pagi dibawain turis rusia sama hanut yang lain. Dan, yes, turis rusia emang suka bayarnya pake usd. Tapi ternyata babang ini bayarnya pake turkish lira.
Nah, sembari tetap ngomong di telepon, si babang juga ngomong sama saya. "Tunik yang itu ada ukuran sekian? Set yang itu ada ukuran sekian?" Babang ini nanya ukuran 38 dan 40. Tunik dan set yang ditanyakannya itu ukuran big size, jadi tidak ada ukuran yang ditanyakan. Terus saya tunjukkan tunik dan set yang ada ukuran 38 dan 40.
"Katanya kalau ukuran Turki itu lebih kecil dari ukuran Eropa," kata si babang.
"Mungkin juga," ucap saya dengan mimik ga yakin.
"Kamu ada meteran?"
"Ada," langsung saya ambil meteran.
"Bentar ini lagi ngukur dulu," katanya orang yang ditelpon lagi ngukur di sana.
"Coba ukurin tunik ini," sambil dia nunjuk yang akan diukur.
Terus saya ukur juga tunik yang dipasang di manekin luar.
"OK, saya mau tunik yang di luar itu," katanya.
"Saya mau set tunik yang di atas ini," tambahnya.
"Yang itu kan ga ada ukurannya," ucap saya.
"No problem."
Ya udah saya turunin ukuran terkecil 44.
"saya juga mau long dress ini," sambil nunjuk long dress pink.
Saya turunkan ukuran 42, long dress ini slim fit jadi bisa pas untuk 40.
"kalau tunik yang ini?" dia nunjuk tunik warna hijau.
"Yang ini paling kecil 46," jawab saya.
OK kalau gitu hitung berapa total yang tadi.
"Mukenanya 1?" tanya saya.
"Saya mau 3," jawabnya.
"Saya cuma punya 2."
"OK berarti 2."
Saya lanjut ngitung total. saya totalin harga normal, kemudian saya totalin harga diskon. terus saya tunjukkin ke dia.
"Ini udah last price?"
"Kalau mau nawar, boleh."
Eh ternyata dia mau nambah lagi.
"Saya mau yang hijau juga," katanya.
"Tapi kan ga ada ukurannya," ucap saya.
"Gpp. Saya kalau lihat yang saya suka, saya harus membelinya," ucap si babang sambil terpana lihat tunik hijau.
euleuh ini babang ternyata sultan ya 😃
Ya udah saya turunin yang ukuran 46.
Saya selalu mencatat dari mana asal turis yang belanja di toko saya. Saya pun nanya asal si babang ini.
"Saya asalnya dari Palestina, tapi saya tinggal di Holland," jawabnya. Meni someah si babang teh, selalu tersenyum kalau ngomong 😃
Saya tambahin harga tunik ini ke totalan yang tadi. Si babang ngeliatin kan tulisan saya. langsung dia ngeluarin uang segepok (seratusan) dan dihitungnya. terus taro di meja.
"Bismillah," saya pun hitung uang segepok itu. Dan jumlah uangnya sesuai dengan totalan yang saya tulis.
Setelah saling mengucapkan terima kasih dan saya serahkan barang borongannya, si babang dan temannya pun keluar dari toko saya. Saya antarkan sampe depan dan say goodbye.
Alhamdulillah transaksi yang lancar tanpa drama dan bisa bagi-bagi persenan gede ke hanut. Seneng kalau dapat customer turis yang dibawa hanut model gini. jadi kan si hanut juga dapet persenannya gede.

Turis sok akrab?


"Salam sister, how are you?" tanya abang turis yang masuk ke toko.
"Waalaikumsalam. fine, thx. how about you?" saya ngejawab sambil mikir ini abang turis siapa ya. perasaan saya ga pernah ketemu.
"Waktu kami ke sini ketemu sama suami kamu," ucapnya, seperti membaca pikiran saya.
Ohhh pantes aja, paling suami cerita kalo istrinya orang Indonesia.
Lalu istri si turis nanyain suatu produk tapi di toko saya ga ada. Dia pun milih-milih pashmina dan fix mau beli dua warna. nawar dikit, oklah, langsung bungkus.
Sambil memasukkan pashmina ke kantong, saya tanya asal mereka. "Eritrea," jawabnya. hmmm ternyata ini turis yang diceritakan suami.
Setelah beres transaksi dan saling berterima kasih, saya ngasih tahu tempat yang menjual produk yang tadi ditanyakan. Saya keluar dan kasih tunjuk tempatnya. Tinggal lurus aja dari toko saya. Mereka pun menuju ke sana.
Pas saya masuk ke toko, eh ada topi mba turis ketinggalan. Saya pikir pasti lah mereka balik ke sini lagi. Saya nulis dulu penjualan yang baru terjadi. Ditunggu-tunggu kok ga ada datang si turis. Saya liat ke arah toko yang tadi ditunjukkin, ternyata mereka baru keluar dan menuju ke jalan utama. sepertinya ga nyadar kalo topinya ketinggalan.
Saya kejar deh mereka sambil bawa topi. Eh ternyata mereka balik dan rupanya si mba sadar topinya ga ada di kepalanya tapi dia bingung ketinggalan di mana. apakah di toko yang barusan? Posisi saya udah cukup dekat tapi saya ada di seberang. Saya lambaikan topinya dan mereka melihat. untung deh ga usah ngejar ke jalan utama. Pas saya kasih topinya, ternyata ada yg hilang dari topinya. aksesori tali dan kewuk/kerang yang melingkarnya lepas. Saya temukan juga itu aksesori tergeletak di seberang jalan. rupanya tadi pas saya bawa, si tali itu terlepas. mba turis ga berenti bilang terima kasih ke saya. "thank you super sister," katanya 😃

Fokus untuk menjual


Barusan ada abang turis rusia datang ke toko saya. Keliatannya si abang ini bingung. Si abang ngomong bahasa Rusia dengan sedikit bahasa tubuh yang menandakan kalau dia ingin membeli hijab. Langsung saya tunjukkan hijab yang ada. Karena dia nunjuk kepala saya, berarti saya tunjukkan hijab instan. Pas dia liat paketnya, ternyata bukan yang dicari. Terus saya tunjukkin kerudung segi empat, ternyata bukan juga. Terakhir saya tunjukkin pashmina. Dia nanya bagaimana cara makenya. Saya jadi model pashmina deh sebentaran hehe 😃 Kayaknya dia suka sama pashmina.
Terus dia nanya, "Bisa bahasa Rusia?"
"Sedikit," jawab saya.
Dia ngomong aja dalam bahasa Rusia. Kebanyakan saya ga ngerti yang diomonginnya. Tapi saya suruh aja dia milih warna pashmina yang ada di etalase. Saya fokus untuk menjual pashmina ini sama dia. Alhamdulillah bisa closing 5 pashmina pagi-pagi 🙂

Baju Prinses

 Semalem ada kejadian yang gimana gitu. mun inget sok hayang seuri sorangan.

Gini ceritanya...
Ada hanut bawa turis dengan 2 balitanya. Sepertinya si hanut salah paham dengan maksud turis ini.
Hanut bilang gini ke suami saya:
"Abi, nanti kalo udah beres, katanya mereka mau beli gelinlik buat anak-anaknya."
*gelinlik = wedding gown. kita sebut saja baju prinses*
Kami bawa si turis ke dalam toko, karena kami pikir si turis mau lihat-lihat atau beli sesuatu dulu di toko kami, terus sesudah itu kami antarkan ke toko baju anak untuk membeli baju prinses.
Pas di dalam toko, si ibu turis nanyain baju prinsesnya. Ohhh ternyata mereka cuman mau beli baju prinses. Ya udah suami lansung antarkan mereka ke toko baju anak di seberang toko.
Toko 1 tidak mau, karena suami saya bilang ke pemiliknya kalo turis ini dibawa oleh hanut. Terus suami membawa mereka ke toko 2 (masih di seberang). Suami bilang juga ke pemilik toko 2 kalo turis ini dibawa oleh hanut, dan mereka ok untuk ngasih persenan. Udah deh suami tinggalin si turis di toko 2 dan suami balik ke toko.
Kami nongkrong depan toko, terus ada seorang ibu ot datang mendekat dan ngomong gini ke suami saya: "Tadi turis mau beli baju prinses?"
"Iya," jawab suami saya.
"Ih padahal mah ke saya aja," ucap si ibu ot.
"Kamu jualan baju prinses?" tanya suami.
"Engga. Di rumah ada baju prinses punya anak saya. baru dipake sekali kok, masih baru," jawab si ibu santai.
Euleuh euleuh si ibu... ckck eta maenya turis rek ditawaran baju urut. Yahhh meskipun baru dipake sekali dan masih terlihat baru, tetep aja itu baju bekas atuh ibu. masa turis ditawarin baju bekas.
Kalau misalnya nih, iya si turis mau beli itu baju prinses dari si ibu, bajunya mana hayo. masa turisnya mau disuruh ke rumah si ibu itu? atau si ibu balik dulu ke rumah trus si turis suruh nunggu gitu? kalo iya si ibu ngambil dulu itu baju ke rumahnya, apa si turis akan suka dengan bajunya?? terus belum ukurannya, emangnya bakalan cukup? duhhh aya aya wae ieu mah.
"Turis ini dibawa oleh hanut, jadi nanti kalo dibeli itu baju, harus ngasih 10% buat hanutnya," ucap suami ke si ibu.
"Ohhh, ga bisa atuh kalo gitu mah," kata si ibu tidak bersemangat.
Mungkin baju prinses bekas di si ibu cuman 1, sedangkan anaknya turis ada 2. terus entar masa anak 1 baju bekas dan anak satunya lagi baju baru. kumaha ieu teh.
Duhhh sepanjang bergelut di dunia perdagangan alanya, baru kali ini ada orang mau nawarin baju bekas ke turis ckck

Pemuda Sultan

 Barusan ada 3 turis cowo (anak muda) yang berbeda bangsa (dilihat dari warna kulitnya yg berbeda) datang ke sini. Yang berkulit putih masuk ke toko saya dengan maksud membeli hijab. Yang dua orang menunggu di luar.

Sekarang di toko saya tersedia pashmina dengan 6 material berbeda. Pertama saya tunjukkan yang berbahan sifon dan saya buka paketnya untuk ngasih lihat seberapa panjangnya. Di etalase tersisa 4 kerudung segiempat. Dia minta lihat yang berwarna ungu dan meminta saya menunjukkan cara makenya gimana. Tapi sepertinya dia kurang suka dengan kerudung segi empat ini. Dia juga minta pendapat temannya yang sedang di luar.
Setelah milih milih warna dan material pashmina yang ada, akhirnya pilihannya jatuh pada pashmina dengan bahan medine ipek berwarna ungu pastel. Tanpa menawar, dia memberi uang yang melebihi harganya. Ketika saya akan mengambil uang kembalian, eh... si turis ini ga mau dikasih kembalian.
"No change," katanya.
"Why?" tanya saya.
"Bismillah," jawabnya.
"Alhamdulillah," dalam hati saya. 😃

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...