Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

[PGA] Evliya Çelebi dan Travelogue dari Masa Lalu

Jika saja pada masa lalu sudah dikenal blog dan penulisan travel blog, mungkin beliau adalah penulis travel blog yang rajin update blognya. Beliau ini melakukan perjalanan dan mencatat semua perjalanannya. siapakah beliau?

Ya, kali ini akan diulas tentang penulis travelogue pada masa Ottoman. Travelogue-nya sebanyak 10 jilid masih bisa dibaca hingga saat ini, yang berjudul “Evliya Çelebi’nin Seyahatnamesi”. (Seyahatname = travelogue)

Evliya Çelebi adalah seorang Turki yang berasal dari Istanbul. Keluarganya memiliki hubungan dekat dengan jajaran pengadilan Ottoman. Saat beliau tumbuh, beliau menjelajahi semua aspek metropolis dengan rasa ingin tahu yang tampaknya tak berujung, dan pada saat yang sama beliau bersemangat menyerap cerita tentang penaklukan “far-flung” sultan Süleyman.

Selengkapanya

[PGA] Sinan, Arsitek Besar pada Masa Ottoman

"Dünya durdukça, eserlerimi gören aklıselim sahiplerinin çabamın ciddiyetini göz önünde bulundurarak bana insaf ile bakacaklarını ve beni hayır dualarla anacaklarını umarım inşallah."
(Ketika dunia berhenti, orang-orang berakal sehat melihat hasil karya saya, kesungguhan kerja saya terdapat di depan mata, insyaAllah akan mengenang saya dan mengirimi saya doa)
–Mimar Sinan (Majalah Yedikıta)

Tidak ada diskusi tentang arsitektur Ottoman akan menjadi lengkap tanpa adanya (setidaknya) biografi singkat dari the Great Sinan, yang di Turki dikenal sebagai Mimar (Arsitek) Sinan, yang menciptakan sebagian besar mahakarya yang diprakarsai oleh Suleyman dan penerusnya.

Sinan lahir dari orang tua Kristen, kemungkinan orang Armenia, di Ağırnas di Cappadocia sekitar tahun 1490. Ketika ia berusia sekitar 20 ia terperangkap dalam devşirme, penarikan pemuda Kristen secara periodik yang dibawa ke dalam pelayanan Sultan. Sudah menjadi adat dalam devşirme, Sinan pun menjadi seorang Muslim dan dikirim ke salah satu sekolah istana di Istanbul. Ia kemudian ditugaskan ke Yeniçeri sebagai teknisi militer dan bertugas di lima operasi militernya sultan Süleyman.

Selengkapnya >>

[PGA] Kanuni Sultan Süleyman sang Penyair

Süleyman yang Agung adalah penakluk kreatif yang memegang pedang dan pena. Pada kematiannya, beliau meninggalkan kekuasaan Ottoman yang sangat luas—dan lebih banyak ayat daripada sultan yang lainnya. Berkat patronase dan lingkungan budaya dinamis pada Era Süleyman, puisi Ottoman, yang telah berkembang selama dua ratus tahun, mencapai puncak dari era klasik. Itu menjadi prestasi puncak.

Dengan bangga (yang dapat dibenarkan), Sultan Süleyman menyebut dirinya sebagai kaisar “lahan dan laut yang sangat luas” di sebagian besar komunike resminya dan dalam beberapa puisinya. Statusnya sebagai "penakluk Dunia" tetap utuh sejak paruh pertama abad ke-16. Dalam menggambarkan sebagian pendahulu dan penerusnya, Eropa menggunakan kata sifat netral atau istilah merendahkan, tapi untuk Süleyman digunakan nama "Grande Türke". Bagi orang Turki, beliau (dan masih) "Kanuni" (Pemberi Hukum atau Legislator), tetapi Eropa menyatakan kekaguman mereka untuk beliau dan aturan cemerlang itu dengan menyebutnya "Süleyman then Magnificent." 

Selengkapnya>>

[PGA] Mevlana Celaleddin Rumi: Cinta dari Konya untuk Dunia

Rumi, merupakan gambaran manusia sempurna, the deathlessness of the loving soul, gairah sukacita, dalam dimensi artistik keyakinan dan kemanusiaan. Telah memberikan “nilai-nilai kemurnian hati” pada Turki, Iran, dan negara Islam lainnya, serta dunia pada umumnya. Lahir di Afganistan dan menghabiskan 50 tahun hidupnya di Konya (Turki). Rumi meninggal pada tanggal 17 Desember 1273 (dikenal sebagai Şeb-i-Aruz), dan hari iitu dianggap sebagai “wedding night”, malam ketika ia pergi meninggalkan kehidupan dunia dan akhirnya bersatu dalam cinta dengan Ilahi.

Setiap tahun pada tanggal tersebut, Konya menyelenggarakan upacara peringatan bagi Mevlana Rumi yang berlokasi di Mevlana Kültür Merkezi (Mevlana Cultural Center).

Pengaruh Mevlana pada sastra Turki klasik adalah fakta yang tak terbantahkan, tulis seorang cendekiawan Turki modern tentang Rumi. Semenjak di masanya, Rumi telah memberikan pengaruh pada sastra dan masyarakat. Efeknya pada puisi Persia, yang berpuncak pada Jami, dan berlanjut selama abad ke-19 dan ke-20 telah secara alami menjadi luas. Bisa dibayangkan, bagaimanapun, bahwa Rumi mempengaruhi jalannya puisi Turki lebih tegas, lebih langsung, dan lebih terpadu.

Selengkapnya>>

[PGA] Yunus Emre, Penyair Sufi Cinta

Yunus Emre, salah satu tokoh terkenal dalam sejarah literatur Turki. Adalah seorang sufi yang tinggal di jantung Anatolia di akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14, yang berarti pada akhir Kesultanan Selçuk dan awal Kesultanan Ottoman. Yunus mengarang puisi dan himne tentang supremasi cinta manusia dan ilahi, serta tentang perlunya pemahaman antar bangsa, masyarakat etnis, dan agama.

Yunus emre yang sederhana, lembut, paduan lirik cinta dan kedamaiannya telah mengilhami Turki selama berabad-abad. UNESCO memberikan penghormatan kepadanya dengan menyatakan tahun 1991, sebagai " International Yunus Emre year," yang dirayakan di banyak negara.

Sangat sedikit yang diketahui tentang kehidupan Yunus Emre ini. Tidak ada dokumen yang dapat diandalkan. Apa yang kita ketahui tentang beliau, selain dari apa yang beliau sebutkan di dalam ayat-ayatnya, mungkin juga ditemukan dalam legenda yang telah turun temurun melalui tradisi lisan selama berabad-abad. Yunus mungkin terlahir sebagai petani miskin. Mungkin juga Yunus tidak dapat membaca dan menulis pada awal kehidupannya.

Selengkapnya>>

[PGA] Teh Turki, Filosofi dan Keramahan

Minum teh, hal yang biasa di Indonesia. Teh panas atau teh dingin, sudah menjadi minuman sehari-hari. Begitu pun dengan di Turki. Di negara ini, teh merupakan pemandangan yang sangat biasa dalam keseharian. Sepertinya, teh adalah minuman kebangsaan negeri ini.

Ke mana pun Anda berkunjung di Turki, teh pasti akan menjadi minuman yang ditawarkan sebagai tanda keramahan.

Teh yang disajikan di Turki adalah teh hitam. Disajikan dalam gelas teh unik yang berbentuk seperti bunga tulip atau gelas berpinggang kecil. Teko untuk memasak teh nya juga unik, teko bertumpuk dua atau dalam bahasa Turki disebut çaydanlık. Dalam segelas teh dan çaydanlık terdapat filosofi yang menarik.

Selengkapnya>>

[PGA] Alanya: Tempat Matahari Tersenyum

Turki yang merupakan negara perbatasan antara benua Asia dan Eropa memiliki banyak tempat pariwisata. Jika mendengar Turki, yang terlintas dalam ingatan adalah kota Istanbul, sebuah kota yang menghubungkan dua benua. Ankara saja sebagai ibu kotanya kalah tenar, apalagi Alanya kota kecil di pesisir Mediterania. Mungkin banyak orang yang belum tahu tentang Alanya, di manakah Alanya itu?

Jika berkesempatan untuk berwisata ke Turki, sempatkanlah untuk singgah di Alanya. Alanya yang merupakan salah satu pusat pariwisata Turki adalah kota kecil dengan luas 1,598.51 km2 dan berpenduduk kurang lebih 368 ribu jiwa dengan 10.000 orang asing (sensus 2012), yang mempunyai slogan Güneşin Gülümsediği Yer ("Where the Sun Smiles"), termasuk dalam provinsi Antalya yang terletak di selatan Turki, tepatnya di pesisir laut Mediterania. Pantainya yang indah menghamparkan warna turquoise di sepanjang pesisir teluk. Oleh karena itu Alanya mempunyai julukan yaitu The Pearl of Turkish Riviera.

Selengkapnya>>

[PGA] Masjid Baru dan Festival Tulip di Alanya

Alanya? Pasti banyak yang belum tahu di mana letak kota Alanya.

Alanya adalah sebuah kota kecil di pesisir pantai Mediterania di selatan Turki. Yang mana kota ini termasuk dalam provinsi Antalya. Dengan pantai dan panoramanya yang indah, Alanya selalu menjadi lancongan turis-turis dari Eropa, bahkan banyak turis yang membeli villa di Alanya. Ketika musim panas tiba, Alanya seakan penuh sesak dipenuhi oleh turis-turis yang mencari sinar matahari. Memang tepat mencari sinar matahari di Alanya, mengingat slogan dari kota Alanya adalah “where the sun smile”.

Di Alanya, seperti kota-kota lain di Turki terdapat masjid-masjid yang juga menjadi tujuan wisata. Ada sebuah masjid dekat balai kota Alanya yang manamasjid ini menjadi salah satu tujuan wisata para turis. Masjid ini bukan masjid bersejarah bahkan terbilang masjid yang cukup muda karena dibangun pada tahun 1962. Namun pamor masjid ini tidak kalah dari masjid bersejarah yang ada di kota Alanya. Di pintu masuk bagian atas tertulis tahun 1962, ini menyatakan bahwa masjid dibangun pada tahun tersebut. Masjid ini pun telah mengalami beberapa kali restorasi, terakhir kali pada tahun 2009.

Selengkapnya>>

[PGA] Panorama Ankara dari Atakule

Ankara adalah ibukota negara Turki yang telah bertugas sejak negara ini berubah menjadi republik pada tahun 1923. Kotanya lumayan sejuk, hampir sama seperti Bandung di Indonesia. Di sini terdapat menara, yang mana jika kita naik ke atasnya dapat melihat seluruh panorama Ankara. Menara ini bernama Atakule.

Atakule terdapat dalam kompleks pusat perbelanjaan Atakule yang lokasinya dekat dari Kedutaan
Besar Republik Indonesia (KBRI). Jika berkesempatan untuk berkunjung ke Ankara tapi tidak sempat untuk berkeliling maka sempatkanlah untuk naik ke menara Atakule. Karena dari Atakule dapat melihat semuanya. Di sana terdapat teleskop untuk dapat melihat objek lebih jelas lagi. Untuk dapat menggunakan teleskop tersebut, Anda harus memasukan uang koin 1 TL.

Selengkapnya>>

[PGA] Mengunjungi Sultan Ahmet di Istanbul

Siapa sih yang tidak kenal Istanbul? Istanbul adalah kota yang sangat populer dari negara Turki. Bahkan banyak yang menyangka bahwa Istanbul adalah ibukotanya. Memang benar Istanbul pernah menjadi ibukota Turki, tapi ini terjadi ratusan tahun lalu ketika Kekaisaran Ottoman berkuasa. Ketika Turki berubah menjadi republik, Ankara-lah yang ditugaskan menjadi ibukota.

Meskipun sudah pensiun dari jabatan ibukotanya, Istanbul tak kehilangan pamornya. Kota budaya yang menyimpan kekayaan sejarah ini semakin bergeliat menjadi sebuah megapolitan. Hal ini membuatnya masuk dalam daftar world heritage UNESCO pada tahun 1985 yang bertengger di urutan ke 356. Dan pada tahun 2010 terpilih menjadi ibukota budaya Eropa.

Kota ini unik, merupakan salah satu kota di dunia yang berada di dua benua, Asia dan Eropa. Dengan menyeberangi selat Bhosporus, Kita akan berada di lain benua tapi masih dalam satu kota.

Datang ke Istanbul, tak lengkap rasanya jika belum mengunjungi salah satu ikon kota ini yaitu Masjid Sultan Ahmet atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Biru.

Selengkapnya>>

Tersesat di Labirin Tophane

Tophane adalah nama sebuah kelurahan yang berlokasi di tebing semenanjung berbatu yang menjorok ke laut. Jika berjalan menyusuri jalan-jalan di Tophane terus ke arah atas, maka Anda dapat sampai di Alanya Castle. Tophane ini karena letaknya di tebing, maka tebing ini dibentuk berumpak-umpak seperti halnya terasiring pesawahan di Indonesia. Hanya saja umpak-umpak ini isinya rumah penduduk, bukan sawah untuk menanam padi. Jalan-jalan di dalamnya sempit, hanya cukup untuk berjalan dua orang berdempetan. Mobil tidak bisa masuk ke sini. Dengan jalan-jalan yang sempit dan hampir sama satu dan lainnya, maka saya menyebutnya labirin.

Kelurahan Tophane


Beberapa kali saya tersesat di jalan-jalan tersebut ketika menyambangi Tophane dalam misi ingin mengunjungi masjid bersejarah. Tahun lalu, Tahta Minareli Camii (masjid Tahta Minareli–bermenara kayu) yang merupakan masjid bersejarah selesai direstorasi dan dibuka kembali untuk umum. Saya tertarik untuk mengunjungi masjid ini. Setahu saya sebelumnya, di Tophane ada masjid yang bernama Andızlı camii. Andızlı camii juga merupakan masjid bersejarah. Saya pikir kedua masjid ini adalah masjid yang sama.

Masjid Andizli

Hari Minggu yang cerah menjelang siang sepulang dari Alanya Castle, saya dan anak sengaja jalan kaki melalui kelurahan Tophane. Baru pertama kali ini saya menjejakan kaki di daerah Tophane, padahal ini adalah tahun kesembilan saya tinggal di Alanya, kota di pesisir laut Mediterania, provinsi Antalya, di selatan Turki. Saya tidak mengetahui bahwa jalan-jalan di Tophane mirip satu sama lainnya, seperti labirin. Saya susuri jalannya hingga ke ujung, tapi tak terlihat adanya menara. Kemudian turun menyusuri jalan yang lainnya. Terlihat ada seorang bapak sedang berkebun di halaman rumahnya, saya pun menanyakan lokasi masjid pada si bapak. “Pardon, cami nerede?” (Maaf, masjid di sebelah mana?). Saya tidak menyebutkan nama masjidnya, karena saya pikir hanya ada satu masjid di Tophane. Si bapak pun berusaha menunjukkan arah ke tempat masjid terdekat. “Turun saja ke bawah sini, kira-kira 50 meter,” sambil menunjukkan jarinya ke arah bawah. Setelah mengucapkan terima kasih, kami pun turun ke arah yang ditunjukkan oleh bapak tadi.

Ruangan Masjid Andizli

Barulah terlihat menara masjid yang cukup tinggi. Saya hampiri menara tersebut untuk mengambil foto. Tapi di menara itu tak ada unsur kayunya. Kami ke bawah lagi, dan di sana rupanya pintu masuk masjid. Di tembok dekat pintu masjid tertera tulisan “Merkez Andızlı Camii – Yapım Tarıhi 1277”– yang berarti masjid Andızlı ini dibangun pada tahun 1277. Kami masuk ke dalam masjid, dan saat itu sedang adzan Dhuhur. Di dekat pintu masuk ada tangga ke atas. Ternyata, di ruangan atas adalah tempat shalat untuk wanita. Meski demikian, tempat untuk berwudhu tetap di bawah. Saya melaksanakan shalat sendiri, dan ruangan bawah juga sepi, hanya ada ada dua orang laki-laki yang sedang shalat berjamaah. Keluar dari masjid, ada bapak yang tadi menjadi makmum sedang duduk di teras. Saya bertanya pada beliau tentang masjid ini. “Merhaba, bu cami Tahta Minareli camii mı?” (Apakah benar ini masjid Tahta Minareli?). “Oh bukan, ini Andızlı camii. Ini juga masjid bersejarah peninggalan Selçuk yang dibangun oleh Emir Bedrüddin. Masjid ini juga disebut masjid Emir Bedrüddin. Kalau masjid Tahta Minareli di sebelah sana,” jelas si bapak sambil menunjukkan jarinya. 

Masjid ini disebut Andızlı camii karena terdapat pohon andız di dekatnya. Andız dalam bahasa latin adalah Juniperus drupacea sedangkan dalam bahasa Inggrisnya disebut Syrian Juniper. 

Tempat berwudhu di Masjid Andizli

“Saya juga mau ke masjid itu tapi sedang menunggu imam yang mau memberikan kuncinya. Tapi hari ini (Minggu) tutup, kalau hari biasa dibuka setiap waktu shalat,” tambahnya. Setelah mengucapkan terima kasih atas penjelasannya, kami pun melangkah keluar masjid dan menuruni tangga menuju ke jalan di bawah. Ternyata di bagian bawah bangunan masjid ini adalah kantor kelurahan Tophane. Saya menyusuri jalan yang tadi ditunjukkan oleh jari si bapak. Tapi bapak tadi tidak bilang ke arah mana, padahal di sana terdapat persimpangan. Ada jalan ke bawah dan ada jalan ke atas. Saya yang sok tau, mengambil jalan ke bawah dan ternyata kesasar.

Masjid Tahta Minareli

Akhirnya saya naik ke jalan yang di sebelah atas dan bertanya ke seorang bapak yang sedang parkir motor di sana. “Pardon, Tahta Minareli camii nerede?” (Maaf, masjid Tahta Minareli di mana ya?) Si bapak menunjukkan jarinya ke sebuah menara masjid yang terlihat jelas dari dari tempatnya. Saya pun melanjutkan perjalanan. Ketika akan sampai di masjid beberapa langkah lagi, kami disapa oleh seorang ibu dan diminta untuk mampir ke tempatnya di dekat kebun. Kami pun mampir. Seperti kafe tenda di kebun. Di sana ada beberapa wanita, sepertinya mereka sedang ngumpul-ngumpul. Saya merasa curiga dan melihat sekeliling. Si ibu juga bertanya beberapa hal. Pertanyaan standar, seperti asal dari mana? Sedang apa di sini? Si ibu menawari minum çay (teh dalam bahasa Turki) dan makan gözleme (semacam roti bundar tipis yang berisi kentang rebus atau keju putih dengan parsley atau bayam). Saya bertanya dalam hati, “ini benar-benar nawarin atau….?” Pandangan saya tertuju pada sebuah (semacam) balliho yang terpajang di dekat pintu masuk tempat ini. Di baliho tersebut tertulis çay, gözleme, dll. “Ohhhh ternyata si ibu ini berjualan rupanya,” gumamku dalam hati. Untung saya belum mengiyakan tawarannya. Kalau iya, nanti di akhir kunjungan saya ditagih dong. :D

Pintu masuk Masjid Minareli

Bukannya ogah jika diminta membayar, karena saya dan anak memang sudah membawa perbekalan untuk perjalanan ini, sebagai antisipasi agar tidak jajan, karena kami tahu kalau jajan di tempat wisata biasanya harganya lebih mahal. Jadi kami membawa perbekalan di tas kami masing-masing. Ada beberapa kafe semacam ini di daerah Tophane. Saya pun berpamitan pada ibu tersebut dan semuanya yang ada di sana, dan melanjutkan perjalanan ke masjid Tahta Minareli. Benar-benar menaranya terbuat dari kayu murni, tidak ada semennya. Masjidnya kecil. Sayang tidak bisa masuk ke dalamnya. Hanya bisa masuk ke halamannya saja. Menurut literatur yang ada, masjid ini dibangun pada tahun 1173. Berarti masjid ini lebih tua dari Andızlı camii, sekaligus merupakan masjid tertua di Alanya. Tapi belum diketahui pada jaman kerajaan apa masjid ini dibangun, karena Selçuk masuk ke Alanya pada tahun 1200-an. (Dian Akbas/LiputanIslam.com)

Link: http://liputanislam.com/traveling/catatan-perjalanan-di-turki-tersesat-di-labirin-tophane/


Menyambungkan Polisi Turki dan TKI Ilegal

Artikelku di Tribun Jabar edisi cetak 24 April 2011


*******************

Menyambungkan Polisi Turki dan TKI Ilegal


Jumat (8 April 2011), saya mendapat telepon dari kantor Direktorat Keamanan Alanya (Emniyet Mudurluğu, tapi kantor ini suka disebut kantor polisi) untuk datang ke sana guna membantu mereka untuk menjadi penterjemah. Pertama pihak Emniyet menelpon saya ke rumah, tapi karena setiap Jumat saya membantu suami di toko jadi oleh ibu mertua diberi nomor telepon toko dan mereka pun menelpon ke toko.


Menjelang sore suami menerima telepon dari kantor polisi tersebut. Dengan singkat mereka menjelaskan perkaranya dan meminta saya untuk datang kesana untuk membantu mereka. Beberapa saat setelah telepon tersebut saya pun dijemput oleh seorang polisi dengan menggunakan mobil sipil. Kami pun pergi menuju kantor Emniyet.


Disana saya dipertemukan dengan 4 orang wni asal Bali. Mereka adalah tenaga kerja ilegal yang bekerja di sebuah spa. Mereka ditangkap hari itu di spa tempat mereka bekerja, karena diketahui bahwa mereka adalah pekerja ilegal. Lalu mereka dibawa ke kantor Emniyet Alanya. Ketika akan diinterogasi terdapat kesulitan bahasa yang mana para pekerja tersebut minim dalam bahasa Turki dan bahasa Inggris. Tapi ada salah satu dari mereka yang menurut saya bagus bahasa Inggrisnya. Dan pihak Emniyet, mereka tidak bisa berbahasa Indonesia dan juga mereka minim dalam bahasa Inggris. Jadi sudah pasti mereka tidak akan nyambung untuk urusan interogasi.


Pihak Emniyet lalu mencari di database mereka mengenai daftar wni yang ada di Alanya. Mereka menemukan saya di list tersebut karena hanya saya wni yang menetap di Alanya. Lalu mereka pun menghubungi saya.


Alhamdulillah, saya bisa membantu mereka menjadi penterjemah hari itu. Kasihan mereka sudah menjadi korban dan bukan tidak mungkin jika mereka tidak ditangkap oleh polisi, hal-hal buruk lainnya dapat menimpa mereka seperti menjadi korban human trafficking.


Pihak Emniyet mewanti-wanti saya untuk meyakinkan mereka agar mau dipulangkan ke Indonesia. Karena sebetulnya mereka sudah menjadi korban dan pihak Emniyet hanya ingin membantu mereka. Saya pun menyampaikan hal itu pada mereka tapi mereka tetap ingin bekerja di Turki karena mereka akan menanggung malu jika pulang ke kampung halaman. Saya pun menyampaikan keinginan mereka pada pihak Emniyet, tapi pihak Emniyet bilang bahwa mereka hanya melakukan tugas mereka untuk dapat memulangkan 4 pekerja itu ke tanah airnya.


Kenapa mereka malu jika dipulangkan ke tanah air? Alasan utama adalah uang. Untuk bisa bekerja di Turki mereka harus membayar sebesar 10 juta rupiah. Mereka diajak oleh seorang wanita Bali sebut saja ibu X. Ibu X meminta mereka untuk membayar uang sebesar itu agar mereka dapat bekerja di Turki. Mereka pun membayar uang itu dengan jalan meminjam atau hutang dari orang lain. Lalu mereka pun dapat datang dan bekerja di Turki berbekal visa turis 90 hari. Padahal untuk bekerja legal di Turki diperlukan visa kerja, sedangkan mereka hanya diuruskan visa turis yang sudah tentu tidak mempunyai hak untuk bekerja.


Sesampainya di Turki pada bulan Januari 2011, mereka dipekerjakan di sebuah spa (sebagai tenaga pijat) di daerah Alanya. Mereka digaji 300 dolar per bulan dan komisi 3 dolar untuk setiap orang yang mereka pijat. Satu bulan pertama mereka tidak dibayar sepeserpun karena boss nya bilang bahwa sebulan itu adalah tahap training. Bulan berikutnya mereka diberi gaji dan komisi tetapi bulan-bulan berikutnya tidak dibayarkan. Ada satu orang dari mereka yang mendapat gaji dua kali.


Sudah dengan gaji yang sangat minim, tidak dibayarkan pula. Dengan melihat jumlah gaji 300 USD mungkin terlihat besar untuk ukuran gaji di Indonesia. Tapi untuk hidup di Turki, uang sebesar itu tidak cukup. Bisa dibilang gaji 300 USD di Turki sama saja dengan gaji 300 ribu rupiah di Indonesia. Jadi jangankan mereka dapat mengirimkan uang untuk keluarga di kampung, untuk mereka hidup disini pun tidak cukup.


Kembali ke masalah pemulangan mereka. Jika mereka pulang otomatis mereka tidak punya uang. Gaji yang belum dibayarkan katanya akan diusahakan untuk diminta kepada boss mereka. Jika berhasil pun belum cukup untuk membayar hutang mereka sebesar 10 juta rupiah sebagai modal awal mereka. Dan apa yang akan dikatakan kepada orangtua mereka. Tidak mungkin jika mereka mengatakan hal sebenarnya pada orangtua mereka. Itulah mengapa mereka tidak ingin pulang.


Saya merasa iba kepada 4 wni ini dan juga saya merasa malu karena keadaan Indonesia seperti ini. Sewaktu interogasi berlangsung kami disana tidak merasa dalam suasana interogasi. Karena pihak Emniyet pun hanya ingin membantu jadi memperlakukan mereka seperti orang asing lainnya yang memerlukan pertolongan bukan sebagai tahanan. 4 wni asal Bali pun merasa senang bisa dibantu oleh saya dan mereka bisa tertawa saat itu berbeda sebelumnya ketika saya belum datang. Mereka diberi makan oleh pihak Emniyet karena sepertinya dari pagi mereka belum makan. Dan kami pun disuguhi teh dan biskuit.


Mereka bilang “mba kami tuh sekarang bisa ketawa, tapi di hati tetap aja sedih”. Kesedihan pasti ada di hati mereka. Bagaimanapun mereka telah tertipu. Entah kapan mereka akan dipulangkan. Karena setelah introgasi selesai kami pun berpisah. Saya diantarkan kembali oleh dua orang polisi sipil, sedangkan mereka akan menjalani tes kesehatan lalu akan dibawa ke Emniyet Antalya (ibukota provinsi Antalya, Alanya adalah bagian dari Antalya). Disana mereka akan di tempatkan di guest house kepolisian hingga saatnya mereka dipulangkan. Waktu kepulangan pun tergantung dari kapan boss mereka akan memberikan tiket pulang bagi mereka karena biaya kepulangan mereka dibebankan pada si pemberi kerja. Saya harap mereka dapat secepatnya pulang ke Indonesia dan tentunya gaji mereka pun dibayarkan terlebih dahulu.


Hal seperti ini pun pernah terjadi di kota lain di Turki, yaitu di Konya. Teman saya di sana sama seperti saya diminta bantuan untuk menjadi penterjemahnya.


Memang sayang sekali, masih ada orang-orang yang memanfaatkan orang lain untuk memperkaya diri sendiri. Sudah sewarjarnya ibu X dan sindikatnya diberantas, karena ini menyangkut keselamatan warga Indonesia dan juga harga diri negara Indonesia.


Alanya, 9 April 2011

Dian Akbas

twister di alanya

citizen journalism Tribun Jambi, sabtu 18 September 2010

*******
Twister di Alanya

Rabu (1 September 2010), terlihat sesuatu yang aneh di laut mediterania. Saya melihat sesuatu memanjang dari langit turun ke laut yang kemudian saya sadar bahwa itu adalah angin puting beliung atau twister atau hortum dalam bahasa Turki. Di Alanya sudah sering terjadi twister dan saya hanya melihat di berita tv saja. Tapi kali ini saya dapat melihat dengan mata kepala sendiri fenomena alam ini.


Efek dari lamanya cuaca panas yang kemudian diikuti dengan hujan menyebabkan terjadinya twister di laut Alanya. Cuaca panas yang ekstrim mencapai 55 derajat kemudian turun beberapa derajat dan kemudian drop menjadi 30 derajat dan diikuti hujan menyebabkan terjadinya twister pada hari itu.


Hari itu pagi menjelang siang, ketika saya akan membaca Quran di dekat pintu balkon (karena saat musim panas saya suka membaca Quran disana agar dapat terangin-angin dari luar). Sebelum membuka Quran saya palingkan wajah keluar yang mana dapat terlihat panorama kota Alanya dan laut mediterania, sejenak saya tertegun dengan pemandangan aneh yang baru pertama kali saya lihat. Sedikit berfikir apakah gerangan yang saya lihat ini? Apakah ini yang namanya twister? Karena hanya di berita tv dan di film-film saja saya melihat twister, belum pernah melihat bentuk nyatanya.


Setelah merasa yakin bahwa yang kulihat adalah twister, saya pun berlari menuju kamar tidur untuk mengambil kamera dan saya pun mengabadikan momen fenomena alam tersebut tapi sebelumnya saya simpan dulu Quran di tempat yang aman yang kemudian saya baca setelah momen twister selesai.


Subhanallah dalam satu waktu terdapat dua twister berdampingan. Satu yang nampak jelas dan satu lagi hanya nampak bagian atasnya saja karena bagian bawah tertutup awan tebal. Kedua twister tersebut bergerak menuju barat. Semakin ke barat menjadi kebalikan, yang tadinya nampak jelas menjadi tertutup awan dan yang tadinya tertutup awan menjadi nampak jelas. Ketika kedua twister ini menuju barat, di sebelah timur muncul lagi satu twister baru. Yang baru ini ukurannya lebih kecil dari yang dua pertama dan si kecil ini hanya sebentar saja nampak karena awan tebal datang menghampirinya.


Sembari mengabadikan twister tersebut dengan kamera, untuk lebih meyakinkan diri bahwa yang sedang saya abadikan tersebut benar-benar twister saya pun mendengar tetangga yang sedang mengobrol antar balkon di tengah hujan “gordun mu hortum deniz'e indi?” (lihat tidak twister turun ke laut?) dan tetangga tersebut pun bertanya ke anak saya yang sedang di balkon bersama saya “emine hortum'u gordun mu? Bak annesi hortum'u cekti. (emine lihat twister? lihat ibunya sedang memotret twister)


Alhamdulillah pada hari itu twister hanya bergerak di laut saja tapi di beberapa daerah seperti Konakli, Turkler dan Payallar mendapat efeknya ke daratan yang mana terdapat sedikit kerusakan pada greenhouse dan kaca-kaca gedung. Di Alanya memang sering terjadi fenomena alam ini dan suka menimbulkan kerusakan di darat karena twister yang terjadi di laut bergerak ke daratan.

Lailatul-Qadar di Turki

citizen journalism Tribun Jambi, selasa 7 September 2010

*******

Lailatul-Qadar di Turki


Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriyah, pada bulan ini umat muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa begitu pun dengan umat muslim di Turki. Ramadan tahun ini adalah Ramadan ke-6 untuk saya di Turki dan merupakan Ramadan kedua yang bertepatan dengan musim panas. Subhanallah panas terik tahun ini mencapai 55 derajat. Panas terik seperti ini membuat badan lemas tak bertenaga tapi alhamdulillah lapar dan haus tidak terasa. Musim panas dengan waktu siang relatif panjang yang menyebabkan waktu puasa pun menjadi lama. Setengah lima pagi adzan subuh sudah berkumandang sedangkan adzan maghrib baru berkumandang pukul delapan malam (awal Ramadan), makin mendekati akhir Ramadan waktu subuh semakin mundur dan maghrib pun semakin maju beberapa menit. Ada yang unik disini, setelah adzan maghrib berkumandang selalu diiringi dengan dentuman meriam. Dentuman meriam ini merupakan tradisi peninggalan dari zaman kesultanan Ottoman yang mana pada masa itu untuk waktu iftar ditandai dengan dentuman meriam.

Seperti hal nya di Indonesia, pada malam hari mesjid-mesjid akan penuh oleh orang-orang yang melaksanakan salat tarawih. Disinipun demikian kaum muslimin berbondong-bondong memenuhi mesjid-mesjid terdekat untuk melaksanakan salat tarawih.

Pada sepuluh malam terakhir terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam itu adalah Lailatul-Qadar yang mana dalam bahasa Turki disebut Kadir gecesi (malam kadir). Pada malam ini dipercaya sebagai permulaan diturunkannya Al Quran. Tidak ada yang tahu kapan Kadir gecesi itu berlangsung tetapi dipercaya akan terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dalam al-Quran, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) ini pada Malam Lailatul-Qadar, Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu? Malam Lailatul-Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Pada Malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut); Sejahteralah Malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!" (Quran, Al-Qadr 97: 1-5)

Tanda-tanda terjadinya malam mulia tersebut adalah sebagai berikut:

  • Malam itu tenang dan hening, keadaannya tidak dingin dan tidak panas

  • pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya yang tidak tajam

  • pada malam kadir tidak akan terdengar suara gonggongan anjing (jika di sekitar terdapat anjing)

  • air laut tidak terasa asin

Malam Kadir tidak diketahui pada malam keberapa akan terjadi tapi dalam beberapa hadits disebutkan bahwa malam Kadir terjadi pada bulan Ramadan yang dipercaya akan terjadi pada malam ganjil di 10 malam terakhir. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa malam Kadir akan terjadi pada malam ke-27.

Sementara menurut jumhur ulama, Lailatul Qadar berlaku pada malam yang sama pada setiap Ramadan yaitu pada malam 27 Ramadan. Ini berdasarkan hadis Rasulullah daripada Ubai bin Ka'ab yang diriwayatkan oleh Tirmizi dan hadis dari Mu'awiyah yang diriwayatkan Abu Dawud. "Saya mendengar Rasulullah bersabda carilah Lailatul Qadar itu pada malam 27."

Malam Kadir di Turki terlihat mengikuti hadits yang merujuk pada malam 27. Ramadan tahun ini, saya lihat pada jadwal imsakiyah sudah ditandai bahwa malam Kadir jatuh pada tanggal 5 september 2010 yang berarti 26 Ramadan (malam 27). Pada malam ini orang-orang akan lebih memperbanyak kuantitas ibadahnya dibandingkan dengan malam-malam yang lain karena malam ini lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini umat muslim Turki merayakan malam yang mulia dan saling mengucapkan selamat seperti halnya pada hari raya. Ucapan selamat sebagai berikut: Kadir gecemiz mubarek olsun (selamat malam kadir mubarak).

Di masjid-masjid setelah salat tarawih tidak langsung bubar melainkan melaksanakan ibadah lainnya seperti salat sunat, bertasbih, berdoa dan ada pula yang membaca Quran. Pelaksanaan salat sunatnya itu berbeda setiap masjid. Ada yang melaksanakan salat kadir gecesi (4 rakaat), ada pula yang melaksanakan salat tasbih dan ada pula yang hanya berdoa (untuk mengganti salat). Intinya pada malam itu kuantitas ibadah di masjid-masjid ditingkatkan.

Meskipun kadir gecesi sudah tentu waktunya, tetap saja tidak semua orang dapat merasakan Lailatul-Qadar karena itu adalah rahasia Allah dan hanya orang-orang yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam beribadah yang akan mendapatkannya.


Alanya, 27 Ramadan 1431 H

Dian Akbas


 

Pengumuman Pun Bisa Terdengar ke Seluruh Kota


Ada yang unik di kota Alanya, di perempatan yang strategis terdapat corong speaker terpasang di tiang listrik atau tiang lampu jalan. Semula saya tidak memperhatikan hal itu. Ketika ada pengumuman orang meninggal, saya menyangka pengumuman itu berasal dari mesjid setempat. Seperti halnya di Bandung, jika di suatu daerah ada yang meninggal dunia maka akan diumumkan oleh mesjid setempat dan pengumuman itu hanya akan terdengar oleh daerah sekitarnya saja. Dan daerah lain di Bandung tidak akan tahu kecuali ada teman atau saudara yang memberi tahu.


Lain dengan di Alanya. Ternyata pengumuman tentang orang meninggal yang sering saya dengar datangnya dari pemerintah kota Alanya. Corong-corong speaker yang ada di perempatan jalan adalah sarana untuk memperdengarkan pengumuman tersebut. Corong speaker dipasang di perempatan yang strategis dalam artian suara yang keluar dari speaker dapat didengar oleh beberapa area sekaligus. Misal di jalan Kuturup tempat saya tinggal ini ada yang meninggal dunia, maka pihak keluarga akan melaporkan berita itu pada suatu biro di pemerintah kota untuk diumumkan. Maka seluruh kota Alanya akan mengetahui berita kematian tersebut.


Waktu ayah saya di Bandung meninggal dunia, suami bilang ke saya “kalau saja beritanya diumumkan, pasti orang di seluruh Alanya yang mengenal keluarga suami akan datang ke rumah” tapi karena ayah saya meninggal di Bandung bukan di Alanya jadi kami tidak melaporkan hal tersebut untuk diumumkan. Jadi ketika itu hanya tetangga dekat saja yang datang menyatakan belasungkawa pada saya. Itu pun karena pada hari itu seharusnya seorang tetangga saya datang ke rumah untuk belajar membaca Al-Quran, tetapi hari itu saya sedang berduka dan kondisi saya tidak memungkinkan untuk mengajarnya oleh karena itu saya meminta ibu mertua untuk memberitahukan pada tetangga tersebut untuk tidak datang ke rumah hari itu karena saya tidak dapat mengajar. Ibu mertua pun memberitahukan hal tersebut pada tetangga yang dimaksud dan memberitahukan alasannya karena saya sedang berduka karena ayah saya meninggal. Maka pada siang hari setelah dzuhur tetangga tersebut bersama suaminya serta satu keluarga lain (masih tetangga dekat) datang ke rumah untuk menyatakan bela sungkawa. Hari-hari berikutnya pun ada tetangga yang datang untuk menyatakan bela sungkawa. Sedangkan kerabat dan teman keluarga suami mengetahuinya dari mulut ke mulut saja dan mereka menyatakan bela sungkawa ketika ada kesempatan bertemu dengan saya.


Pantas saja waktu kakek suami meninggal, tamu yang datang untuk menyatakan belasungkawa tidak habis-habisnya padahal sudah hampir satu bulan. Orang-orang yang mengenal keluarga yang ditinggalkan ataupun kenal dengan orang yang telah meninggal tersebut akan datang melayat atau mengantarkan ke pemakaman pada hari diumumkannya berita kematian itu dan yang tidak sempat datang pada hari itu akan datang untuk menyatakan bela sungkawa pada hari-hari berikutnya. Rupanya orang-orang yang tinggalnya jauh dari daerah ini dan masih dalam kota Alanya, mereka mendengar berita kematiannya dari speaker itu dan konfirmasi pada pihak keluarga via telepon lalu mereka pun datang ke rumah.


Tidak hanya pengumuman kematian saja yang diumumkan via corong speaker tersebut. Tetapi jika ada event-event yang diselenggarakan oleh pemerintah kota yang dalam hal ini untuk mengundang warga untuk hadir pada event tersebut, maka pengumuman akan diperdengarkan via corong speaker tersebut. Seperti halnya pada hari sabtu (29 Mei 2010) akan dilangsungkannya pembukaan festival pariwisata dan seni Alanya ke-10, saya mendengar pengumuman tersebut dan dijabarkan tentang acara apa saja yang dapat dinikmati pada hari pertama festival, untuk itu pemerintah kota mengundang warga untuk hadir pada acara tersebut. Saya telah mengetahui tentang acara tersebut dari poster yang di tempel di dalam bus, bahwa acara festival akan berlangsung selama 4 hari yaitu dari tanggal 29 Mei – 1 Juni. Saya bersama suami dan anak pun berkunjung ke festival tahunan tersebut pada hari ke-2 (minggu, 30 Mei 2010).




artikelku di tribun jabar: 

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/23419/pengumuman-pun-bisa-terdengar-ke-seluruh-kota

kesibukan ugd di alanya pada musim panas

MUSIM panas di Alanya sepertinya identik dengan suara ambulans yang lalu lalang di jalan. Karena setiap musim panas ambulans laku keras yang menyebabkan UGD pun menjadi penuh sesak. Mengapa demikian? Semenjak saya baru datang ke Alanya, ketika musim panas tiba setiap hari selalu terdengar sirine ambulans yang hilir mudik di jalan raya. Sehari bisa terdengar berkali-kali. Saya berasumsi bahwa terjadi kecelakaan.

Ternyata menurut suami memang setiap musim panas banyak terjadi kecelakaan bisa karena memang murni kecelakaan dan juga mungkin karena turis-turis yang mabuk. Berbicara soal turis, Alanya memang selalu penuh oleh turis ketika musim panas tiba karena Alanya merupakan salah satu tujuan wisata turis domestik atau mancanegara terutama dari Eropa. Jadi tidak aneh jika pada musim panas UGD akan penuh oleh turis pula.

Tahun-tahun yang lalu saya belum berpengalaman datang ke UGD saat musim panas, jadi belum tahu kondisi sebenarnya bagaimana. Tapi musim panas tahun 2009 anak saya mengalami panas tinggi sehingga menjelang tengah malam suami dan bapak mertua membawanya ke UGD di salah satu rumah sakit swasta. Asalnya saya tidak ikut karena saya pikir hanya dengan ayahnya pun bisa.Ternyata sudah sampai di sana anak saya merengek memanggil-manggil ibunya, oleh karena itu bapak mertua pun menjemput saya di rumah. Sesampainya di UGD barulah saya mengetahui keadaan UGD pada musim panas yang mana memang benar penuh oleh turis.

Ketika anak saya diperiksa oleh dokter di ruangan dengan pintu terbuka, salah satu dokter melihat-lihat keluar yang mana pasien turis yang baru berdatangan lagi, lagi, dan lagi. Dokter pun bilang “bu gece erken başladı” (malam ini lebih awal dimulainya). Mungkin biasanya pasien-pasien mulai berdatangan setelah tengah malan tapi malam itu sebelum tengah malam pun sudah kebanjiran pasien.

Ketika sedang menunggu hasil test lab (karena anak panas tinggi jadi langsung test urine dan test darah), melihat pasien turis yang lalu lalang di UGD, ada yang diplester jidatnya, ada yang tangannya diperban, ada yang jalan sempoyongan, ada yang menggunakan kursi roda, wah macam-macam pemandangannya turis semua. Macam-macam saja kelakuan para turis, bukannya menikmati liburan dengan baik malah nyasar ke UGD.

----------------------------

artikelku di tribun jabar: 
 

Lomba Sepeda Internasional di Alanya

MINGGU (18/4) lalu lintas jalan di Alanya terganggu karena lomba sepeda. Jalan-jalan menuju pusat kota diblokir. Angkutan kota dalam hal ini bus yang melewati jalan tersebut tidak berjalan hingga dibukanya blokir setelah rombongan lomba melewati jalan tersebut sore hari menjelang pukul 05.00. 

Lomba sepeda ini adalah lomba internasional tahunan yang memerebutkan Piala Presiden yang diorganisir oleh Türkiye Bisiklet Federasyonu (Federasi Sepeda Turki), terdiri dari 8 etape dan memakan waktu 8 hari dengan total jarak tempuh 1257 km, yang mana tahun ini dimenangkan oleh Giovanni Visconti pebalap asal Itali.

Start dilakukan di Istanbul pada 11 April yang merupakan etape pertama sepanjang 5,8 km. Etape kedua sepanjang Kusadasi-Turgutreis (181 km) pada 12 april. Etape ketiga sepanjang Bodrum - Marmaris (166 km) pada 13 April. Etape keempat sepanjang Marmaris-Pamukkale (209 km)  pada 14 april. Etape kelima pada 15 April sepanjang Denizli - Fethiye (221 km). Etape keenam sepanjang Fethiye - Finike (194 km) pada 16 April. Etape ketujuh pada tanggal 17 April, sepanjang Finike - Antalya (114 km). Etape delapan atau etape terakhir sepanjang Antalya-Alanya (166 km) pada 18 April.

Ini memang acara tahunan dan sudah 3 kali saya ikut merasakan akibat dari pemblokiran jalan. Yang pertama pada tahun 2008. Saat itu benar-benar tidak ada pemberitahuan bahwa hari itu (minggu) akan ada pemblokiran jalan karena lomba sepeda. Sopir-sopir bus pun seperti biasa menjalanankan busnya sesuai jadwal. Saya pun seperti biasa minggu sore ke centrum. Ketika di jalan raya (jalan utama Alanya yang menghubungkan Alanya-Antalya yang terdiri dari dua jalur), satu jalur yang menghubungkan ke pusat kota ditutup. Jadi tidak ada kendaraan yang dapat melewati jalan tersebut. Sopir bus pun bingung karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya, dan  memutuskan untuk menurunkan para penumpang di dekat underpass (penyebrangan bawah tanah) karena tidak pasti sampai kapan pemblokiran jalan akan dibuka. Kami para penumpang bingung karena harus berjalan kaki ke tujuan. Akhirnya saya harus berjalan kaki ke centrum (kurang lebih 2 km) yang kadang harus menggendong anak yang kelelahan karena harus berjalan kaki. 

Pengalaman kedua adalah pada 2009. Saat itu hari Minggu. Kali ini sudah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak terkait kalau jalan akan diblokir dari jam sekian hingga jam sekian. Jadi para supir bus tidak beroperasi pada jam-jam tersebut. Saya pun telah diberitahu suami kalau jam tersebut bus tidak akan ada yang lewat. Tapi karena anak sudah tidak sabar ingin segera pergi, apa boleh buat sebelum blokir jalan dibuka saya dan anak sudah keluar rumah dan menunggu bus di pinggir jalan sambil melihat rombongan melewati jalan tersebut. Kami melihat dari arah bukit, karena rumah kami berada di bukit pinggiran Alanya.


Pengalaman ketiga adalah kemarin. Sama seperti tahun lalu, tahun ini pun sudah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak terkait bahwa hari Minggu 18 April akan ada lomba sepeda. Untuk itu jalan-jalan yang akan dilewati akan diblokir pada jam sekian hingga jam sekian. Bus pun tidak beroperasi pada jam-jam itu. Saya  menyaksikan lomba sepeda dari jendela rumah. Saya berusaha mengambil video tapi sayang karena zoom camera kurang tinggi alias tidak bisa zoom lebih dekat jadi tidak bisa jelas untuk mengambil video. Hanya lalu lalang helikopter pemantau lomba yang dapat tertangkap jelas di video.

Setelah rombongan pebalap dan lainnya beres melewati jalan raya lalu blokir pun dibuka, saya dan anak pun keluar rumah untuk menunggu bus di pinggir jalan untuk pergi ke centrum. (*)

Salam dari Alanya
19 april 2010
-dian akbas-

artikel ini dimuat di tribun jabar kolom mancanegara

link: http://tribunjabar.co.id/read/artikel/19590/lomba-sepeda-internasional-di-alanya

di edisi cetak tribun jabar: minggu 25 april 2010

Menikmati Ankara dari Atakule



Atakule adalah menara yang terdapat di kompleks Atakule shopping center. Berlokasi di distrik Çankaya provinsi Ankara, Turki. Shopping center ini merupakan yang kedua di Turki dan merupakan yang pertama di Ankara. Menara yang tingginya 125 meter dan shopping center-nya yang diresmikan pada tanggal 13 Oktober 1989 diarsiteki oleh Ragıp Buluç. Sama halnya dengan Monas di Jakarta - Indonesia, kita bisa masuk ke Monas dan naik ke teras menara jika sudah membeli tiket. Untuk naik ke Teras Atakule pun seperti itu, kita harus membeli tiket yang mana tiket masuk Atakule saat ini (tahun 2009) adalah 3 TL.

Senin (6 juli 2009), saya diantar suami ke Ankara dengan tujuan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memperpanjang paspor. Setelah mengisi formulir untuk perpanjangan paspor dan menyerahkan semua persyaratannya kepada petugas di KBRI, beliau bilang bahwa hari itu sangat sibuk tapi akan diusahakan secepatnya tapi daripada saya menunggu di KBRI mungkin bosan maka beliau menyarankan agar saya jalan-jalan saja dulu dan kembali lagi pukul 2.30 siang. Maka kami pun menuruti sarannya dan jalan-jalan di sekitar KBRI saja. Dan kebetulan Atakule letaknya dekat dengan KBRI jadi kami pun berkunjung ke Atakule. Tujuan utama adalah ke menaranya setelah itu barulah ke shopping centernya. Di puncak menara Atakule terdapat cafe dan bar, teras untuk melihat panorama, dan juga restoran berputar seperti halnya restoran Panyawangan yang terdapat di hotel Panghegar Bandung (the first rooftop revolving restaurant in Indonesia).


Kami pun membeli dua tiket, 3 TL per tiket. Ketika akan membeli tiket, di depan kami ada seorang ibu yang juga sedang membeli tiket untuk naik ke menara. Ibu tersebut berbahasa Inggris yang ternyata beliau adalah orang Kanada yang bekerja di Kedutaan Besar Kanada. Beliau bertanya kepada kami, “are you going to the top?”. Saya pun menjawab “yes”. Lalu beliau bilang, “ok then, I will go with you”. Saat itu terdapat 5 orang pengunjung, kami berdua, ibu kanada, dan dua orang laki-laki lain, dengan dibantu seorang petugas maka elevator pun meluncur menuju teras Atakule. Naik dan turun elevator Atakule harus didampingi oleh petugas. Ketika kami datang ke teras, di sana ada seorang laki-laki memakai setelan jas rapi. Saya pikir seorang turis karena sesekali melihat sesuatu menggunakan alat keker (teropong). Ketika suami mengobrol dengan lelaki itu, barulah diketahui bahwa beliau adalah seorang polisi keamanan Perdana Menteri Turki. Memang ketika dilihat-lihat beliau memakai perlengkapan bak seorang intel. Beliau berada di teras Atakule karena sedang bertugas mengawasi rumah dinas perdana menteri yang berada tidak jauh dari situ. Beliau pun menunjukkan rumah dinas yang dimaksud. Lalu beliaupun menunjukkan tempat-tempat pemerintahan Turki seperti Pembe Köşkü dan tempat pemerintahan lainnya. Seperti halnya seorang guide, beliau sedikit menerangkan tentang tempat-tempat pemerintahan tersebut. Meskipun itu bukanlah tugas beliau tapi karena suami mengobrol dengannya dan bertanya-tanya mengenai itu maka beliau pun dengan senang hati menjelaskan. Kami pun meminta ijin untuk memotret rumah dinas perdana menteri dan beliau pun mengijinkannya.

Dari teras Atakule kita dapat menikmati panorama Ankara. Di sana pun terdapat satu teleskop untuk dapat melihat objek lebih jelas, dengan memasukan uang koin 1 TL kita dapat mengoperasikan teleskop tersebut, tapi sayang pada saat saya kesana teleskop tersebut tidak dapat digunakan karena sudah kepenuhan koin dan petugas belum memeriksanya. Teras tersebut dipagari kaca, jadi kita dapat menikmati dan memotret pemandangan dari balik kaca. Ada beberapa bagian kaca yang dilapisi warna gelap dan ditempeli tanda dilarang memotret. Rupanya dibagian sana terlihat tempat kepresidenan yang mana tidak boleh dipotret. Tidak lupa kami mengabadikan panorama Ankara dengan memotretnya, saya dan ibu Kanada pun berfoto yang nantinya saya kirimkan foto itu via email. Rupanya ibu Kanada tersebut berencana untuk mengunjungi shopping center lain yang letaknya lumayan jauh dari Atakule. Ibu tersebut mengajak kami tapi sayang kami tidak dapat menemani karena kami berkeputusan untuk tidak jauh-jauh dari KBRI, karena jika ada telepon dari KBRI kami dapat cepat datang kesana. Setelah bertukar email, kami dan ibu Kanada pun berpisah di teras menara.
 

Tidak lama dari perpisahan dengan ibu Kanada, setelah puas memandangi panorama ankara dari teras Atakule, kami pun memutuskan untuk turun ke shopping center. Ada bioskop juga disana tapi pagi-pagi belum buka bioskopnya. Kami pun hanya berkeliling saja di dalam shopping center. Membeli minum dan sedikit makanan di supermarket. Karena HP diset tidak bersuara maka ketika ada telepon dari KBRI kami tidak mengetahuinya. Tahu-tahu sudah ada 3 panggilan tidak terjawab dari KBRI. Saya pun langsung menelpon petugas yang menangani paspor saya. Beliau bilang bahwa paspor saya akan selesai setengah jam lagi. Wah ternyata paspor saya cepat kelarnya. Kami pun langsung kembali ke KBRI dan dapat menerima paspor saya yang berlaku hingga 5 tahun mendatang. Setelah saya mendapatkan paspor baru, kami pun bergegas segera kembali pulang ke Alanya.



****
tulisan ini dimuat di tribun jabar edisi online (www.tribunjabar.co.id)

Festival Pariwisata dan Seni Alanya ke-9

Minggu sore (31 Mei 2009), saya, suami, dan anak mengunjungi Festival Pariwisata dan Seni Alanya ke-9 yang berlokasi di daerah pelabuhan Alanya. Festival ini merupakan acara tahunan yang mana tahun ini digelar selama empat hari, dimulai pada tanggal 30 Mei hingga 2 juni.

Pada festival ini terdapat bazzar dan pagelaran pentas seni. Pada bazzar terdapat stan pariwisata yaitu stan dari berbagai daerah yang menunjukkan keunikannya, stan kerajinan tangan seperti kerajinan tangan su kabak, stan penjualan makanan Turki, dan stan-stan yang mendukung dunia pariwisata dan seni. Serta pada festival ini pun terdapat pameran foto-foto Alanya tempo dulu. Pada acara pagelaran kesenian, menampilkan tarian-tarian tradisional yang dibawakan oleh anak-anak dan bahkan menampilkan penari anak-anak dan tarian dari negeri tetangga yang mana pada hari kedua ini menampilkan tarian dari negara Georgia (salah satu negara pecahan dari Uni Soviet). Karena anak saya menyukai pakaian yang mereka kenakan, saya pun meminta berfoto dengan mereka. Sewaktu suami meminta ijin untuk berfoto dengan mereka menggunakan bahasa Turki, mereka mengijinkan. Entah mereka mengerti bahasa Turki atau tidak tapi ketika sudah berfoto kami mengucapkan terima kasih dengan bahasa Turki ternyata mereka menjawab dengan bahasa lain (bukan bahasa Inggris) yang mana kami pun tidak mengerti. Tapi itulah indahnya seni, meskipun berbeda bahasa tetapi dapat bersatu dalam seni.

Perihal pelaksanaan festival ini sudah saya ketahui jauh-jauh hari dari poster pengumuman yang dipajang di sekitar kota. Saya dan suami pun sudah merencanakan untuk mengunjunginya karena memang setiap tahun kami selalu menyempatkan untuk datang ke festival ini.

Ketika minggu siang saya mengecek handphone ternyata ada pesan masuk yang berisi seperti in: Alanya Turizm ve Sanat senligi kapsamında bugun saat 21 de Kızıl Kule tarasında grup Tango Del Sol'un Astor Piazzola konseri ve Uc dans, muzik dinletisi saat 22 de Belediye sarayı arkasında Volkan Konak konser verecektir. Tum halkımız davetlidir (Minggu, 31 Mei 2009)

Itulah pesan yang saya terima yang artinya: dalam rangka Festival Pariwisata dan Seni Alanya, hari ini pukul 21.00 di Red Tower akan digelar konser dari grup Tango Del sol dan pada pukul 22.00 di belakang Kotamadya akan digelar konser dari grup Volkan Konak, pihak penyelenggara mengundang seluruh warga untuk menghadiri acara tersebut.

Sayang acaranya malam hari, jika acaranya sore hari mungkin kami pun dapat menyaksikannya. Kunjungan kami di festival pun tidak bisa lama-lama karena suami harus kembali mengurus tokonya, yang mana tokonya bertempat di daerah pusat kota. Pokoknya setiap tahun acara ini digelar, asal sudah mengunjungi walaupun sebentar tidak apa-apa jadinya tidak penasaran.

Pertama kali saya mengunjungi Festival Pariwisata dan Seni Alanya adalah pada tahun 2005, ketika saya baru datang ke alanya. Saat itu di area festival dibangun Red Tower dari buah portakal (jeruk sunkis) tapi tahun ini tidak dibuat lagi seperti itu karena setiap tahun dekorasinya berbeda-beda. Seperti halnya tahun ini terdapat dekorasi mobil yang dihiasi dengan berbagai sayuran dan buah-buahan dan juga dekorasi lainnya.

Alanya adalah kota wisata yang mana saat musim semi (Maret-Mei) dan musim panas (Juni-Agustus) selalu penuh dikunjungi oleh turis-turis, baik itu turis domestik maupun mancanegara (meskipun pada saat musim gugur (September-November) dan musim dingin (Desember-Februari) turis masih ada yang datang tapi tidak sebanyak musim semi dan musim panas). Jadi sudah sepantasnya acara festival seperti ini selalu digelar setiap tahun agar dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan datang ke Alanya.

****
dimuat di web tribun jabar kolom mancanegara (www.tribunjabar.co.id), dan tribun jabar edisi cetak hari minggu 5 juli 2009.

Musim Asker, Ramai Konvoy dan Bising Klakson

Asker dalam bahasa Turki berarti militer atau wajib militer atau tentara. Laki-laki warga negara Turki yang sudah berumur 20 tahun ke atas wajib mengikuti asker (wajib militer) untuk beberapa bulan. Jika seorang pemuda sudah lulus sma dan tidak akan meneruskan kuliah dan sudah cukup umur untuk asker, maka pemuda tersebut dapat langsung mendaftarkan diri untuk wajib militer pada saat musim asker tiba. Jika ingin kuliah dulu, maka sesudah lulus kuliah diwajibkan untuk mengikuti asker, atau mungkin ingin bekerja dulu maka nanti pasti ada surat panggilan untuk mengikuti asker.

Di setiap kota, jadwal pendaftaran dan pemberangkatan wajib militer berbeda-beda dan biasanya terdapat beberapa tahap dalam setahun. Seperti halnya di Alanya tempat saya tinggal ini, menurut suami bahwa di Alanya setiap empat bulan terdapat jadwal untuk pendaftaran dan pemberangkatan asker. Seperti sekarang ini akhir Mei dapat disebut musim asker, karena banyak pemuda Alanya yang pergi asker ditandai dengan ramainya jalan oleh mobil-mobil yang konvoy membunyikan klakson sepanjang jalan mengantarkan pemuda yang akan pergi asker sampai ke terminal bus. Dari terminal bus, si pemuda yang akan melanjutkan perjalanannya sendiri dengan menggunakan bus sampai ke kota di mana dia akan melaksanakan wajib militernya.

Di Turki sudah menjadi kebiasaan atau tradisi, jika ada pemuda yang akan pergi asker maka keluarga, kerabat, teman dan tetangga akan mengantarnya hingga ke terminal bus sambil berkonvoy dan membunyikan klakson sepanjang jalan. Dalam sehari bisa saja siang malam ada yang pergi asker, pernah dalam sehari ada tiga kali terdengar ribut klakson di jalan depan rumah. Saya pikir ada yang nikah, karena jika selesai resepsi pernikahan, sudah tradisi konvoy keliling kota menuju pulang ke rumah. Ternyata ketika saya tanya suami, suami bilang itu bukan yang konvoy nikahan tapi konvoy mengantar asker karena bulan ini bulannya pemberangkatan asker di Alanya.

Sewaktu saya akan mudik di akhir November 2007, saya satu bus dengan pemuda yang akan pergi asker. Dari Alanya, saya menggunakan bus sampai ke Istanbul, yang mana bus akan berhenti di terminal-terminal bus di setiap kota yang dilewati. Salah satunya di terminal bus Antalya. Rupanya bulan itu di Antalya sedang musim asker. Ketika itu di terminal bus Antalya banyak pemuda yang akan pergi asker, banyak pengantarnya dan mereka akan menunggu bus yang digunakannya meninggalkan terminal. Sambil menunggu biasanya teman-teman pemuda akan bernyanyi-nyanyi atau bahkan menari-nari. Pokoknya keadaan terminal bus sangat ramai.

Di terminal bus Antalya, bus kami istriahat selama setengah jam, maka kami pun keluar bus untuk ke toilet dan membeli makanan. Ketika akan masuk bus lagi, bus kami sedang dikerumuni banyak orang dan kami pun susah untuk masuk ke dalam bus. Ternyata orang-orang tersebut adalah para pengantar pemuda yang akan pergi asker yang satu bus dengan kami. Mereka berteriak-teriak mengeluk-elukan si pemuda asker tersebut.

Ketika bus yang kami naiki meninggalkan terminal bus Antalya, saya melihat ada sebuah mobil sedan yang mengikuti bus kami. Tiba-tiba tidak jauh dari terminal, bus kami dihadang oleh mobil tersebut. Bus kami pun berhenti mendadak. Supir bus dan crew (supir cadangan dan pramugara bus, dalam bus antar kota di Turki terdapat pramugara atau pelayan yang mana tugasnya melayani para penumpang seperti halnya memberikan minuman), mereka turun untuk menghadapi orang-orang yang terdapat di dalam mobil yang menghadang bus kami. Ternyata di dalam mobil itu adalah teman-teman pemuda yang akan pergi asker yang ada di bus kami. Si pemuda yang akan pergi asker pun turun dari bus untuk menemui teman-temannya dan naik bus kembali. Rupanya mereka belum puas untuk mengucapkan selamat jalan, dan entah mungkin perihal ini sudah direncanakan mereka untuk mencari sensasi.

Supir bus dan crew pun kembali ke bus. Supir bus marah-marah, marah terhadap mereka yang menghadang bus dan pemuda asker pun kena marah juga karena yang menghadang adalah teman si pemuda. Si pemuda yang akan pergi asker pun bilang pada supir bahwa dia tidak mengetahui hal ini akan terjadi. Supir bus pantas untuk marah, karena tindakan mereka sangat berbahaya. Bagaimana kalau supir bus tidak sempat mengerem bus maka bus kami akan mengalami kecelakaan dan mereka pun akan celaka. Tapi alhamdulillah Allah masih melindungi kami yang mana supir bus cepat tanggap dalam hal itu.

Begitulah musim asker, tak peduli siang atau malam, kebisingan akan terjadi. Jika malam hari, maka siap-siap saja waktu tidur kita akan terganggu.


******

dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom mancanegara



Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...