Showing posts with label orang turki. Show all posts
Showing posts with label orang turki. Show all posts

Negara yang Indah

 

Beberapa bulan yang lalu, datang adik kakak ibu-ibu turki ke toko saya. mereka membeli rompi rajutan buat tantenya. kemudian datang abangnya menyusul.
adik-adiknya mengatakan ke abangnya kalo saya orang Indonesia. dan si abang berkomentar begini: "ngapaian kamu meninggalkan negaramu yang indah untuk tinggal di sini?"
"lah, turki juga kan indah," ucap salah satu adiknya.
"Indonesia lebih indah dong. dan cuaca di sana juga bagus banget. kamu ga perlu repot beli baju setiap ganti musim... bla bla bla..." ucap si abang keukeuh.
saya ga perlu menjelaskan Indonesia kepada ibu-ibu turki ini. sudah ada abang turki yang menjelaskan tanpa diminta. saya cuma senyum-senyum bangga aja. 😃
ga tau nih si abang pernah ke Indonesia atau tidak. saya ga sempat nanya karena mereka buru-buru.

Mengedukasi calon suami OT (orang turki)


Jika kamu sedang berpacaran atau berhubungan serius dengan cowo ot atau mungkin sedang menuju jenjang pernikahan, bicarakan hal-hal berikut dengan calon suami ot mu:
1. harus nikah resmi. jangan mau nikah imam (siri) saja. karena menikah di turki untuk yang beragama islam memang harus 2 kali. pertama nikah resmi (tidak islami), kedua nikah imam berdasarkan syariat islam.
2. jika calonmu duda. kamu harus melihat status duda tertulis di nufus kayit örneği (kartu keluarga di turki) atau minta lihat surat cerai yang menandakan dia sudah resmi bercerai. kalau dia tidak bisa menunjukkannya, berarti dia sedang proses cerai atau dia berbohong. jika dia sedang proses cerai, jangan mau cepat menikah. karena jika menikah saat proses cerai, hanya bisa nikah imam saja. bagaimana kalau kalian sudah nikah imam, kemudian si suami tidak jadi cerai?
Jadi, tunggu saja sampe sah cerai dulu, baru menikah.
3. misal akan tinggal di turki. apakah nanti akan tinggal serumah dengan mertua? di turki tidak ada kewajiban atau tradisi yang mengikat untuk tinggal serumah dengan mertua. hal ini tergantung kondisi dan keinginan pribadi saja.
4. bicarakan tentang ikamet (ijin tinggal). jika kamu akan tinggal di turki, maka sebagai warga asing kamu nantinya harus membuat ikamet. tentunya suamimu harus mengeluarkan sejumlah uang untuk biayanya. jangan sampe nanti kamu tidak dibuatkan ikamet oleh suami dan menjadi warga kaçak (ilegal)
5. anak kawin campur memiliki 2 paspor (dual citizenship) sampe umur 18 tahun. beritahukan pada calon suami tentang hal ini agar nanti ketika punya anak dia mengerti dan sadar untuk membuatkan 2 paspor untuk anaknya. tidak mengakui anaknya hanya berkewarganegaraan turki saja. ingat anak ini dilahirkan oleh ibu indonesia. oleh karena itu, si anak pun berhak untuk memiliki paspor indonesia.
6. Apakah harus jadi WNT?
setelah menikah kemudian tinggal di turki, maka pada tahun ketiga kamu bisa mengajukan menjadi WNT. ya, begitu peraturan untuk para kawin campur dengan wn turki yang tinggal di turki, pada tahun ketiga dibolehkan mengajukan kewarganegaraan turki. tapi ini tidak wajib lo. tergantung si WNA saja. jika mau jadi WNT silakan, tidak mau juga tidak apa-apa.
Nah, tanyakan pada calon suami ot-mu, apakah dia menginginkan kamu menjadi WNT nantinya?
pernah saya dengar sesuatu yang tidak mengenakan…
saat itu saya pergi ke acara ramah tamah dengan bapa duta besar di antalya. saya nebeng ke teman sesama pasangan kapur indoturki jg, karena kami sama-sama akan perpanjang paspor di warung konsuler sebelum acara ramah tamah.
pada saat acara di restoran, suami teman saya duduk dengan para suami ot juga. pas dalam perjalanan pulang, suami teman saya cerita kalau salah satu dari suami ot yang ngobrol tadi bilang gini: "kalau istri saya tidak mau jadi wnt, akan saya ceraikan."
padahal sewaktu mereka ngobrol, si istri ada di dekatnya. ntahlah si mba mengerti atau tidak apa yang diobrolkan oleh para suami itu.
7. pulang kampung
ini juga harus dibicarakan sebelumnya. jangan sampe setelah menikah nanti kamu tidak dibolehin pulkam oleh suamimu. Kalau kamu masih punya ortu, tentunya ortu ingin melihat kamu pulkam karena rindu. Meskipun sekarang sudah bisa vidio call tapi datang langsung itu sangat beda rasanya. Kamu pun pasti akan merindukan kampung halaman, keluarga dan tentunya makanan indonesia.
8. makanan indonesia
Banyak ot yang menyukai masakan indonesia, tapi banyak juga ot yang anti makanan asing. Tentunya kamu harus bisa memasak masakan turki setelah tinggal di turki nanti. Tapi pastinya kamu pun akan kangen untuk makan makanan indonesia. Kalau kamu pandai memasak, kamu bisa memasak dengan bahanbahan yang ada.bumbu-bumbu cukup kumplit di turki kecuali kemiri dan kencur tidak ada.
Kenalkan masakan indonesia pada calon suami. Kalau suami menyukai masakan indonesia, bisa memudahkan kamu dalam memasak nantinya. Tidak perlu masak dua menu yang berbeda, menu indo dan menu turki.
Seperti di rumah saya, suami dan anak sangat menyukai makanan indonesia, jadi saya cukup memasak satu menu setiap masak. Hanya dibagi saja kapan harinya bikin menu indonesia dan kapan harinya bikin menu masakan turki.
Kalau kamu tidak pandai memasak, bisa saja menikmati masakan indonesia dengan membeli di teman wni yang menjual masakan indonesia.
9. bolehkah bergaul dengan wni yang ada di daerah tempat tinggalnya nanti?
Bertemu dengan sesama wni di luar negeri sudah seperti bertemu dengan saudara sendiri. Bisa bebas ngobrol bahasa indonesia dan bahkan bisa masak dan makan bareng masakan indonesia.
Itulah hal-hal yang saya ingat untuk sekarang. nanti kalau ada lagi, saya bikin lanjutannya.
Mungkin teman-teman gelin ada yang mau ditambahkan? Silakan tulis di komentar


Cobaan pagi

Barusan ada emak OT datang ke sini. wajahnya si seperti familiar. si emak juga nyapa ramah gitu dan sepertinya dia kenal saya. Dia bawa paper bag yang isinya rok.

"Saya beli rok ini di sini 2 tahun lalu," katanya sambil ngeluarin roknya. "Tapi ga pernah saya pake sekali pun. boleh ga ditukar dengan yang lain? atau bantu deh gimana caranya," tambah si emak.
whats?? 2 tahun yang lalu??
aduh ibu, itu beli rok 2 tahun yang lalu. kalo mau dituker kenapa harus nunggu sampe 2 tahun???
"ga bisa abla. udah 2 tahun lo. di toko manapun ga akan diterima kalo udah 2 tahun mah. meskipun belum pernah dipake," ucap saya tegas.
Ngomong ke ot harus tegas. jangan lembek. kalo kamu lembek, pasti bakal ditekan.

OT Pemabuk part 3


Teman-teman pernah membaca status saya tentang OT Pemabuk?
Nah, saya akan membahas si OT pemabuk ini.
Beberapa minggu lalu, saya dan suami naik bus bareng si OT ini. si OT selalu membawa walkie talkie (WT) dan selalu dinyalakan. Saya mikir, "apakah orang ini polisi yang sedang nyamar? tapi kalo nyamar masa WTnya dinyalakan sih? ntar ketauan dong penyamarannya."
OT ini juga selalu tampak akrab dengan para supir. dia selalu nyapa supirnya. di bagian ini, saya sempat menyangka dia teman para supir. karena supir-supir juga bersikap baik padanya.
Suatu malam, si OT ini duduknya sejajar dengan kami. kedengaran banget suara WTnya. Tanpa disadari, suami juga memperhatikan dia sejak malam-malam yang lalu.
Sesampainya di rumah, saya nanya ke suami, "orang yang tadi tuh apaan sih bawa-bawa WT. dia polisi gitu?"
"Dia tuh orang gila. Liat aja, dia selalu ngomong kalo dia polisi dan bahkan suatu waktu bilang kalo dia agen intelijen," jawab suami.
Ya ampun, ternyata si OT ini orang gila.
Pantes aja, suatu malam dia naik bus pas di seberang kantor polisi. mungkin biar lebih meyakinkan kalau dia polisi.

Pemuda OT Pemabuk

 


Apakah masih ingat postingan saya tentang pemuda OT pemabuk yang punya cewe orang Indonesia? (sepertinya sih bagian pacar cewe Indonesia ini bohong belaka, hanya untuk bahan obrolan aja dengan saya).
Nah, hari Sabtu lalu, saya melihat lagi si cowo ini. Hampir saja saya duduk sebangku lagi dengan dia. Setibanya saya di terminal, saya mau duduk di bangku halte yang ada cowo sedang duduk di salah satu ujungnya. Ketika saya mau nyampe ke bangku, saya merasa kenal dengan wajah si cowo yang sedang duduk ini. Saya segera balik badan dan berdiri di depan halte sambil mikir siapa cowo ini?
hmmm ternyata ini si cowo pemabuk itu. Segera saya pindah ke halte sebelah dan memperhatikan kelakuan si cowo ini. Kali ini si cowo membawa tas seperti pada gambar, hanya saja tas dia bewarna kuning. Tas ini adalah tas pendingin. Bisa ditebak apa yang dibawanya dalam tas pendingin ini. Ya, dia membawa bir. Saat itu pun dia sambil minum bir kaleng bermerek EF** (bir asli turki yang sudah diproduksi sejak tahun 1969).
Untungnya saat itu dia tidak mengenal saya. Kemungkinan besar sudah lupa. Karena orang waras yang masih ingat orang yang pernah ngobrol, walau dari arah belakang, ada kemungkinan untuk menyapa kembali.
Saat itu ada mba Turki berhijab yang datang ke ujung bangku itu (tadinya saya mau ke situ). Memang sih dia sebenarnya tidak akan duduk di situ, tapi perlu untuk memasukkan sesuatu ke dalam tas atau keperluan lain. Si cowo pemabuk membuka percakapan seperti ini: "Mbak, cincin yang kamu pake asli?"
Duh, aneh banget sih pertanyaannya, dan ditanyakan ke orang yang tidak dikenal. Jawaban si mbak tidak terdengar jelas. Kemudian si cowo berkata seperti ini, "Soalnya saya menemukan cincin yang sama persis dengan itu di .... (ga jelas)."
Lalu dia menambah pertanyaannya. "Boleh saya lihat?" Ini sangat tidak sopan.
"Tidak boleh," jawab si mbak dengan ketus dan menjauh dari sana.
"Ih, dasar orang aneh," ucap si cowo.
Entah apa pekerjaan cowo ini. melihat dari pakaiannya yang kotor, sepertinya dia buruh bangunan atau tukang cat.
Sambil tetap meminum bir, si cowo ini mengomentari apa-apa yang terjadi di sekitarnya. Yang kemungkinan besar dia tidak akan mengingat apa yang telah dia lakukan di terminal hari ini.

Tanjakan emen?

 

Tadi (sebelum jam 8 malam), sedang menunggu bus di halte terminal, ada cowo turki yang minta ijin untuk duduk di bangku bersama saya. Silakan aja duduk di ujung satunya. Jadi kita duduknya sama-sama di ujung (gak dempetan).
Si cowo ini ngajak ngomong aja dengan suara yang seperti orang mabuk. tapi saat itu dia tidak bau alkohol, hanya saja suaranya begitu.
Dia tahu saya orang asing trus nanya saya orang mana. Awalnya saya ga jawab tapi dia terus menebak-nebak. ya udah saya kasih tahu dari Indonesia. Lalu dah dia bilang bahwa punya teman orang Indonesia. yang pastinya cewe. dan sepertinya mereka pacaran. katanya mereka udah 2 tahun, tapi dia belum bisa pergi ke Indonesia.
"Kalo kamu punya uang, pergi aja ke sana."
"Karena saya pernah tertangkap mabuk sewaktu nyetir mobil, jadi saya dihukum ga boleh keluar negeri selama 5 tahun."
Oohh pantesan aja, suara dia kayak mabuk gitu. Ternyata pemabuk ni orang.
"oh, jadi nanti kalo udah 5 tahun, kamu bisa keluar negeri, gitu ya?"
"Iya."
"Emangnya cewe itu Indonesianya di mana?"
"itu lo daerah yang ada tanjakannya, yang di tanjakan itu sering terjadi kecelakaan."
yeee ga tau atuh. emangnya Indonesia cuman segede kecamatan. tanjakan mana maksudnya. tanjakan emen?
Aduh kasian amat sama si cewenya. jatuh cinta sama ot pemabuk begini.
Jadi mereka kenalan di FB. kata si ot ini, si cewe yang bilang kalo dia suka sama ot karena cakep, trus dia minta si ot untuk datang ke Indonesia. tapi karena si ot sedang ga bisa keluar negeri, jadi dia juga bingung harus gimana.
"Suruh aja si cewe datang ke sini."
"Ga dibolehin sama orang tuanya."
"Ya ke sininya sama orang tuanya dong."
Dan mereka ini komunikasi pake google translate yang banyakan ga nyambungnya. makanya si cowo waktu ditanya si cewe dari daerah mana di Indonesianya, dia cuman bilang daerah yang ada tanjakan begitu.
Jadi teman-teman, terutama yang bucin turki. kesamaan bahasa itu penting supaya bisa nyambung dalam berkomunikasi. terserah deh pake bahasa apa. yang penting ada kesamaan bahasa. jangan bilang bahasa tubuh ya.
Lihat aja contoh dua orang yang saya ceritain ini. Mereka ngobrol dua tahun tapi ngobrolnya pake google translate. ga tau sebanyak apa info yang mereka dapatkan di antara mereka. Apakah si cewe tahu kalo cowo ini pemabuk?

Brondong OT

 

Sejak tahun 2005 saya tinggal di Alanya. Kota di pesisir Mediterania, kota pantai yang menjadi destinasi utama turis-turis Eropa. Selain banyak turis yang berwisata, banyak pula turis (muda atau pensiunan) yang membeli rumah di Alanya.
Saya mengenal beberapa turis yang memiliki rumah di Alanya. Juga ada beberapa teman turis lansia yang setiap tahunnya berwisata ke Alanya dan menginap di hotel.
Salah satu teman sebut saja nenek M, dia cerita ada pemuda OT yang mendekatinya bermaksud untuk pinjam uang. Si pemuda OT ini bekerja di suatu restoran. Ngapain juga ini OT mau pinjam uang ke orang asing? Temannya bukan, kenal juga baru karena si M makan di restoran itu.
Pernah ada customer saya seorang nenek gaul yang cerita katanya ada pemuda OT yang ngechat dia dengan memberi emoticon "kiss". si nenek customer ini langsung marah sama si OT.
"Ini anak ga sopan banget ngasih emoticon begini ke saya," ucap si nenek turis.
Nah, nenek turis ini masih berpikir logis. Jadi bisa bilang bahwa si brondong OT ini tidak sopan. Coba kalo yang diberi emoticon "kiss" itu seorang buciner, pastinya sudah kelepek-kelepek dong.
Sudah lama saya dengar cerita dari suami saya bahwa banyak pemuda Alanya yang memacari cewe asing dari Eropa dengan tujuan untuk bisa ikut (memudahkan mendapatkan visa) ke Eropa dan menetap di sana. Apalagi zaman sekarang, dengan kondisi ekonomi yang morat marit, susah mencari pekerjaan, (mungkin) banyak orang berpikir untuk keluar dari negara ini.
Salah satu cara cepat mungkin dengan memacari nenek turis kaya untuk menjadi sugar mom yang bisa membawanya keluar dari kondisi ekonomi yang seperti ini. Kalo yang didekati nenek turis yang haus cinta mungkin si nenek akan merasa berbunga-bunga dan rela memberikan apapun pada si brondong OT. Tapi kalo si neneknya tidak haus cinta, dia akan berpikir logis.
"Ngapain ni brondong mendekatiku kalo bukan karena uangku?"
Yah begitulah keadaan di sini. Berada di mana pun harus berhati-hati dan selalu waspada. Dan yang pasti JANGAN BUCIN supaya BISA BERPIKIR LOGIS!!!

Tugas Lagi, Lieur Lagi

Kemaren (Kamis), jadwalnya suami kuliah di Konya. Pulangnya pasti bawa tugas. Waktu dia ngomongin tugas, saya pura-pura tidur.

"Profesor ngasih tugas nerjemahin jurnal, terus nanti harus bikin power point buat presentasinya."

Saya ga respon karena pura-pura tidur.

"Hey, kamu denger kan? Hey, tugas nih tugas, hey."

Saya ga kuat pengen ketawa wkwkwk

"Emangnya gua pikirin."

"Kan kita lagi barengan S3. Jadi tugasnya juga harus kerjain bareng."

"EGP."

"Nanti ijazah buat kamu saya kasih deh."


lieeuuuurrrrrr


#catatanistrimahasiswaS3

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...