Showing posts with label turis libanon. Show all posts
Showing posts with label turis libanon. Show all posts

Are u from Indonesia?


Barusan ada pasangan turis muda yang kasep dan geulis belanja di sini. Awalnya mereka nanyain hijab instant, trus nanya mukena. Tapi akhirnya fix beli hijab instant.
waktu saya sedang ngambil uang kembalian, si cowo nanya gini, "Are you from Indonesia?"
"Yes," jawab saya sambil memberikan uang kembaliannya.
Saya menanyakan asal mereka. Si cowok dari Lebanon, ceweknya dari Jerman. Ternyata si cewe baru jadi mualaf 2 hari yang lalu, alhamdulillah. Dan ternyata juga mereka tinggal di Alanya.
"Kamu bisa bahasa Arab?" tanya si cowok.
"Sedikit," jawab saya.
"If you want, I can teach you," kata si cowo bageur.
euleuh euleuh. kalo saya masih single, udah klepek klepek ini mah 😃

I Like Blue

Kemarin datang mba turis dari Libanon (Beirut) belanja di toko saya. Awalnya dia menanyakan kerudung warna putih yang pinggirannya berenda. Sayangnya di toko saya tidak ada kerudung seperti itu. Kemudian dia melihat mukena atas bawah yang bermotif bunga kecil-kecil berwarna pink. Dia menyukainya dan menanyakan apakah ada yang warnanya polos saja?

"Yang model ini tidak ada warna polos. yang warna polos adanya model yang ini," jawab saya sambil menunjukkan model yang berwarna polos.

"Untuk yang bunga-bunga ini juga ada warna lainnya," tambah saya sambil menunjukkan warna ungu, hijau, dan biru.

"Saya mau deh model bunga-bunga ini," ucapnya sambil memegang mukena bunga-bunga tersebut.

"Tapi warna yang mana ya?" ia bingung memilih warnanya.

"Ini untuk siapa?" tanya saya.

"untuk saya," jawabnya.

"Kamu suka warna apa? I like blue," ucap saya.

"Ok then, I want this blue," ucapnya mantap.

Akhirnya mba turis membeli mukena motif bunga warna biru. Mba turis segera mengambil uang dalam dompetnya, "harganya segitu ya?"

"200 is OK," ucap saya memberikan harga diskon.

Mba turis pun membayarnya sambil mengucapkan terima kasih.

Saya menerima uangnya sambil memberikan kantong berisi mukena yang dibelinya. Mba turis meninggalkan toko dengan wajah yang happy dan saya pun mengantarnya hingga ke pintu.

Prinsip saya akan memberi diskon pada customer yang tidak menawar dan tidak meminta diskon.


Hadiah 100 lira


Kemarin ada 2 turis cewe datang ke toko saya. Salah satunya mencoba kemeja warna biru tapi kekecilan. Ya udah ga jadi beli karena ga ada yang lebih besar.
Hari ini si mba turis datang lagi dan nyoba lagi kemeja itu. Fix deh mau dibeli aja karena dia suka banget dengan bahan dan desain kemeja itu. Katanya dia udah nyari ke mana-mana ga nemu yang model kemeja ini. Keukeuh pokona mah dia pengen beli kemeja itu. Selain kemeja, dia juga beli rompi panjang selutut.
Seberes transaksi, si mba minta ditunjukkin di mana toko wedding gown. Saya anterin ke sana. Lalu saya kembali ke toko.
Setelah Duhur, mba turis datang lagi. "Ini hadiah buat kamu," sambil ngasih uang 100 lira.
Hah, saya bengong. Saya berusaha menolak uang itu karena merasa ga ada yang perlu dihadiahi. Tapi mba turis keukeuh kalo saya harus menerima hadiah itu. Ya udah akhirnya saya ambil tentunya dengan ucapan terima kasih. Allah bereket versin (semoga Allah memberikan berkah).
Kemudian mba turis pengen ke toilet. Saya anterin ke toilet yang dalamnya toilet jongkok. Eh si mba ga mau masuk ke toilet itu hehe. Ya udah saya antar ke restoran deket toko aja, numpang toilet di situ. Setelahnya mba turis sekalian makan di restoran itu. Saya ditawari makan juga. Karena saya udah makan, jadi saya tolak tawarannya. Saya pun pamit balik ke toko. Beres makan, mba turis datang lagi ke toko saya dengan membawa fanta kaleng untuk saya. MasyaAllah Alhamdulillah

.
.
.
.
.
Ketika suami saya datang, saya cerita tentang mba turis dan uang hadiah itu. Eh... si mba turis datang lagi. Dia keukeuh pengen beli jaket tunik jeans, minta ditunjukkan di toko mana yang ada. Kami kasih tahu toko-toko yang mungkin ada. Ceritanya sekalian saya mau pulang naik bus, maka saya ajak dia sekalian. Karena searah, nanti akan saya tunjukkan tempatnya dari terminal bus. Sesampainya di terminal, saya kasih tahu arahnya, tapi si mba sepertinya ga mau pergi sendiri. Ya udah, akhirnya saya cancel pulang naık bus pukul 15, saya antar dia ke dua toko terdekat yang mungkin ada jaket tersebut. Di dua toko tersebut ada jaket yang diinginkannya tapi sayang tidak ada ukuran untuk si mba, hanya ada ukuran kecil. Akhirnya, kami pun kembali ke terminal dan menunggu bus untuk si mba pulang. Setelah si mba naik bus, saya pergi ke tempat lain untuk menunggu bus pulang pukul 16.15.

Harus Diet!


Bukan saya lo yang ngomong gitu 
Kemaren datang suami istri turis libanon yang tinggal di jerman. Si istri ngeborong di toko saya. Tapi mereka ini sepertinya sangat bersemangat.
Begini, si istri badannya big size, tapi si suami sangat menyemangatinya untuk diet. Si istri juga dia semangat untuk diet demi untuk memakai baju ukuran kecil.
"Saya ini asalnya kurus. 3 kali ngelahirin anak cowo, masih kurus. Setelah lahir anak cewe yang terakhir, baru deh meral kayak gini," ucapnya di tengah mencoba baju.
"What do you think?" tanyanya pada saya meminta pendapat atas baju yang dicobanya.
"Come on say to me, nice or not," tambahnya.
"It is nice, tapi sebelah sininya agak kekecilan sepertinya," jawab saya mengomentari.
"Ya, ini kekecilan. But its OK, I will diet," ucapnya sambil tertawa. "I will buy it," tambahnya.
Terus dia mencoba baju lainnya dan menunjukkan pada suaminya.
"It is nice. You must diet," komentar suaminya.
Ihhh ini suami istri sama aja heheh

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...