Showing posts with label turis jerman. Show all posts
Showing posts with label turis jerman. Show all posts

See u?

 

Hari Sabtu kemaren, ada pasangan turis muda belanja di toko. si suami mix italy-uzbekistan sedangkan si istri orang yunani. mereka tinggal di jerman.
ketika si istri mencoba baju di fitting room, saya dan suami ngobrol dengan si suami. awalnya dia menyangka kalau suami saya bukan OT (sering disangka begitu bahkan oleh OT juga). pas tahu saya dari Indonesia, dia pun bilang bahwa pernah kerja di Indonesia.
Dia bekerja dengan AU Indonesia, bekerjasama tentang sistem drone. suami saya nimbrung dong. dan sayangnya saya harus pulang karena memang kalo sabtu saya pulang cepat jam 3 sore. suami jg udah ngingetin aja supaya saya segera pulang. kayaknya ga rido aja saya ngobrol ama yang kinyis kinyis 😃
waktu mau pamitan ke dia, saya jadi bingung mau ngomong apa. yang terucap jadinya "SEE YOU". loh kok see u sih, harusnya kan good bye.

Are u from Indonesia?


Barusan ada pasangan turis muda yang kasep dan geulis belanja di sini. Awalnya mereka nanyain hijab instant, trus nanya mukena. Tapi akhirnya fix beli hijab instant.
waktu saya sedang ngambil uang kembalian, si cowo nanya gini, "Are you from Indonesia?"
"Yes," jawab saya sambil memberikan uang kembaliannya.
Saya menanyakan asal mereka. Si cowok dari Lebanon, ceweknya dari Jerman. Ternyata si cewe baru jadi mualaf 2 hari yang lalu, alhamdulillah. Dan ternyata juga mereka tinggal di Alanya.
"Kamu bisa bahasa Arab?" tanya si cowok.
"Sedikit," jawab saya.
"If you want, I can teach you," kata si cowo bageur.
euleuh euleuh. kalo saya masih single, udah klepek klepek ini mah 😃

Hadiah dari turis Jerman



Tadi pagi di bus, ketemu lagi dengan pasangan turis ini. Saya naik bus lebih dulu. Setelah bus turun bukit, pasangan ini naik bus dekat rumah mereka.
Ketika mereka akan duduk (kursinya menghadap ke belakang), si ibu yang pertama melihat saya. Lalu ia dadah ke saya. Saya pun balik dadah ke si ibu. Kemudian si bapak melihat saya. Si bapak pun dadah ke saya. Saya mengangguk lalu dadah. Ada ibu turki duduk di depan saya. Dia geer. Soalnya pas ibu turki nengok ke saya, saya udah ga dadah. Disangkanya mereka dadah ke dia. Si ibu dadah aja ke mereka.
Tak lama kemudian, ibu turis berdiri dan mendekati saya. Si ibu mengeluarkan sesuatu berbungkus kresek merah dari tasnya lalu memberikannya pada saya. Mereka turun duluan. Ketika turun, mereka dadah lagi ke saya. Tentunya saya juga dadah balik ke mereka. Ibu turki di depan saya geer lagi. Dia ikutan dadah juga.
Sesampainya di toko, saya buka bungkusan kresek merah pemberian ibu turis. Ternyata krem pelembab. Alhamdulillah.
Saya mengenal pasangan turis lansia ini sudah cukup lama, sebelum anak saya bersekolah. Si bapak orang Jerman dan si ibu orang Korsel, mereka membeli vila di sini. Waktu itu kami bertemu di bus no. 7 jurusan ke daerah rumah kami. Bus yang kami tumpangi tadi. Pertama ketemu, mereka udah langsung bisa menebak bahwa saya orang Indonesia. Walaupun saat itu percakapan kami ga nyambung, hehe.
Saya bertekad untuk bisa bahasa Jerman dan sekarang sedang mempelajarinya, agar bisa bicara dengan mereka dan juga dengan turis jerman lain yang datang ke toko saya. Si ibu udah sedikit bisa bahasa turki. Kadang nanya ke saya juga pake bahasa turki.
Terpikir untuk memberi hadiah juga pada ibu turis. Hadiah apa ya?

Turis jerman yang kembali


Hari ini ada muslimah jerman yang belanja. Ia membeli long dress katun berwarna hitam bermotif bunga bunga merah muda.
"Tahun lalu saya membeli abaya dari kamu," katanya setelah ia menjawab pertanyaan saya tentang asal negaranya.
Pantesan kok saya merasa pernah melihat wajahnya. Agak malu sih soalnya saya nanya lagi asalnya dia.
Ketika dia bayar, saya kasih diskon aja 10 lira.
"Karena tahun ini kamu datang lagi belanja di toko saya, ini diskon untuk kamu," ucap saya sambil memberikan uang 10 lira.
Ia berterima kasih sambil tersenyum.
Rupanya ia agak kesusahan mencari toko saya. Ya, karena di daerah sini ada sedikit perubahan. Dan sepertinya waktu itu saya tidak memberinya kartu nama.
"Kamu ada kartu nama?" tanyanya. "Karena saya aga kesusahan mencari toko kamu," tambahnya.
"Ini kartu saya," ucap saya sambil memberikan beberapa kartu nama berwarna kuning.
Kemudian ia pergi keluar dan menceritakan pada keluarganya bahwa ia diberi diskon oleh saya karena datang belanja lagi di toko saya tahun ini.

Turis dan Pardesu

Tadi rencananya mau ke toilet. Pas keluar toko, ada sepasang turis menuju ke toko saya. Saya pun balik lagi dan mempersilakan mereka masuk.
"Can I help you?" tanya saya pada si istri yang sedang melihat baju baju yang menggantung di dalam toko.
Ia nampak bingung dengan pertanyaan saya.
"Can you speak english?" saya tanya kembali pada si istri.
"No. Petit," jawabnya.
"Ok. No problem," ucap saya sambil bingung mau ngomong apa.
Saya pun langsung menunjukkan baju yang ada.
"Ini ada tunik. Jubah (turis turis suka bilang jubah utk ferace). Jilbab (utk pardesu)," ucap saya.
Si turis tertarik pada pardesu. Saya pun tunjukan satu model warna hitam dan dicobanya. Saya tunjukkan lagi model hitam yang lain dan dicobanya lagi. Si suami meminta istrinya utk mencoba warna pink muda. Dia suka pink muda ini. Terus mereka ingin pasmina. Saya kasih warna dark blue, cocok utk pink muda. Mereka pun ok.
Selagi si istri di fitting room, saya coba membuka percakapan dengan si suami, "Where are you from?"
"Germany," jawabnya.
"Origin?" tanya saya kembali.
"Germany," jawabnya lagi
"She?" tanya saya sambil fittin room tempat menunjuk si istri berada.
"Urdun," jawabnya.
"Ohhh Jordan," ucap saya sambil tersenyum.
"You?" dia balik nanya asal saya.
"Indonesia," jawab saya
"Ohhh..." katanya. Entah apa yang dipikirannya.
Setelah si istri keluar dari fitting room, kami pun menghitung harga. Mereka minta harga euro. Saya konversi lira ke euro pake kalkulator di tablet. Saya tunjukkan harga akhir setelah dipotong diskon. Si istri minta diskon. Saya kasih tunjuk harga sebelum diskon, dan yg barusan harga akhirnya. Alhamdulilah ga ngeyel minta diskon banyak. Si istri pun ngeluarin uang euro dari dompetnya dan menyerahkan pada saya.


Pardesu dan pasminanya saya masukin ke kantong. Pas mereka mau keluar, si suami ngeh ternyata saya belum memasukan ikat pinggang pelengkap pardesunya. Saya pun menyerahkan ikat pinggang yang tergeletak di meja sambil meminta maaf.
"No problem," katanya.
Sebelum keluar, mereka minta ditunjukkan dimana biro tour utk safari. Saya kasih tunjuk jalan ke biro tur terdekat. Setelah mereka pergi saya pun langsung ngacir ke toilet, udah kebelet pipis 
******

Siangnya mereka lewat ke toko saya lagi. Kami pun saling menyapa.

"kalian sudah ke biro tur?" tanya saya
"ya sudah," jawab si suami

Mereka akan berlalu tapi sepertinya ada sesuatu yang akan ditanyakan.

"Assalamualaikum," ucap si istri.
"Waalaikumsalam," jawab saya.

Si istri mendekat lalu bertanya, "di mana membeli ini?" sambil memperlihatkan sebuah kaos kaki.

Saya pun menunjukkan sebuah toko di sebrang. Mereka pun pergi ke toko tersebut.


Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...