Showing posts with label winter. Show all posts
Showing posts with label winter. Show all posts

Hati-hati


Beberapa bulan lalu, ada 2 turis cantik (asal finland) datang ke toko saya. mereka masuk seperti yang terburu-buru. melihat-lihat tunik dan abaya. Tanpa tanya-tanya, salah satunya langsung mencoba abaya hitam dengan model yang longgar.

nanya harga dan tanpa banyak menawar langsung deh closing. Waktu mau saya masukin ke kantong abayanya, eh ternyata udah langsung dipake.
"mau dimasukin ke plastik?" tanya saya.
"engga, dipake aja," jawabnya.

Setelah beres transaksi dan sebelum mereka pergi, saya bilang gini ke mereka: "Kalian harus hati-hati sama cowo turki."

"Iya, makanya saya langsung pake abayanya karena kudu nutupin ini," katanya sambil nunjukkin dressnya yang ketat.

"Emangnya cowo turki berbahaya?" tanya mereka.

"Ya... banyak yang berbahaya," jawab saya. "Kalau misalnya ada yang nawarin mau jadi guide, bilang aja kalian udah tahu."

Mereka berterima kasih atas nasihat saya ini. mereka pun keluar dari toko dan pergi sambil terus-terusan mengucapkan terima kasih. Sampe saya kelupaan melepaskan brand tag yang masih menggantung di abaya.

pantas saja mereka masuk ke toko saya terburu-buru seperti sedang menghindari sesuatu. lalu abaya yang dibeli langsung dipakai untuk menutupi dressnya yang ketat. kemungkinan sih ada cowo turki yang ngeliatin mereka dan mereka merasa risih atau takut yang membuat mereka memutuskan untuk membeli abaya.

Nawar harga bikin baper

3 hari lalu datang turis sekeluarga (suami istri dan 2 anak). si istri mencoba dua tunik. Sebelum dicoba, si istri nanya harga dulu tapi belum menawar. Setelah dicoba, si suami nawarnya bikin saya bengong dan cenderung baper. tunik yang satu harganya 900, saya diskon jadi 800. tunik yang satu lagi harganya 750. belum sempat saya kasih diskon, si suami nawarnya "semuanya 1000 aja".
Tentu saja tidak saya kasih. terus dia nanya, "last price nya berapa?"
Saya bilang, semuanya bisa saya kasih 1400,
"udah deh 1200 aja semua," kata si suami.
keukeuh saya ga mau. "mendingan kalian lihat-lihat aja dulu ke toko lain". inilah cara saya mengusir secara halus. dan mereka pun pergi.
saya baper karena dia nawarnya kebangetan. tapi saya yakin, kalo dia bawa rezeki untuk saya, pasti dia balik lagi untuk membeli.
kemarin sore sepulangnya saya dari pasar, ternyata ada si istri sedang menunggu saya di depan toko.
akhirnya mereka jadi belanja 2 tunik. 1 tunik yang pernah dicobanya harga 750 dan 1 tunik lain yang harganya sama-sama 750. kali ini totalnya saya kasih diskon jadi 1200. dan dia menawar jadi 1100. ok lah saya kasih.
mereka ini orang afganistan yang tinggal di denmark. si suami bisa bahasa turki karena pernah tinggal di istanbul selama 5 tahun.
ternyata memang rezeki ga akan salah alamat


Musim Dingin dan Kulit Tropis yang Kering

 


Apa hubungannya yang di judul itu? Hubungannya sangat tidak bagus. Maksudnya gimana?
Begini lo...
Saya berasal dari Indonesia yang beriklim tropis. Sejak 17 tahun lalu menetap di Turki negara 4 musim. Setiap memasuki musim gugur, kulit saya menjadi kering karena suhu mulai dingin. Dan saat musim dingin yang udaranya semakin dingin, kulit saya menjadi sangat kering. Jika kulit kering ini tidak segera diatasi, maka kulit akan pecah-pecah dan berdarah. Kulit yang kering ini pun menimbulkan gatal-gatal.
Waktu datang ke sini, saya bawa bekal lotion yang biasa dipakai di Indonesia. Ga mempan lotion itu dipakai di cuaca dingin di sini. Kulit saya tetap kering. Ya, karena itu lotion dijual di Indonesia, mungkin disesuaikan dengan iklim di sana. Jadi saya harus mencari lotion atau krem di sini yang cocok untuk kulit kering ini.
Suami saya membelikan lotion, ketika dicoba ga cocok. Suami saya ga pernah pake lotion atau krem karena kulitnya biasa-biasa aja saat winter. Di toko bapa mertua jualan nivea yang biasa. Saya pake nivea itu, ga mempan juga. Akhirnya kulit saya diolesi minyak zaitun, tetep aja kering. Untung ga digoreng 😁 Diolesi yogurt, tetep aja kering. Mandi susu, tetep juga kering. Waktu itu di rumah saya belum punya komputer dan sambungan internet, jadi ga bisa searching sendiri. Smartphone juga belum ada tahun itu.
Suatu hari, saya dan suami pergi ke toko kosmetik. Di sana kami membeli nivea baby, baru deh manjur krem ini. Kulit saya menjadi lembab. Winter tahun berikutnya, nivea baby ini tidak tersedia di toko-toko offline terdekat. Pusing deh. Untung udah ada internet di rumah. Suami memesan online, sekalian beli beberapa buat stok.
Tahun-tahun berikutnya, setelah stok habis, saya beli krem lain made in turki, merek arko. bisa dibilang krem sejuta umat di sini, ada dijual di mana-mana. Alhamdulillah krem ini cocok juga. di lain kesempatan saya beli krem merek lain yang ukuran lebih besar tapi harga lebih murah, ternyata cocok juga.
Tahun ini, saya mencoba kedua krem yang ada di foto ini. pertamanya saya beli yang tube putih (swiss), krem ini
mantap
. setelah habis, saya beli yang biru (norway),
mantap
juga.
Krem putih 75ml ini cuman bertahan seminggu. saya selalu mengolesi kulit dengan krem setelah kulit ini bersentuhan dengan air. agar kulit tetap lembab. misal setelah cuci tangan, harus segera diolesi krem. makanya krem segitu cepat habis.
sekitar winter 3 tahun lalu, ada santri Indonesia baru datang ke alanya. mereka main ke toko saya dan curhat kalo kulitnya gatal-gatal. saya bilang bahwa gatal-gatal itu karena kulitnya kering. tahun itu, saya sedang pakai arko. saya kasih tunjuk arko yang saya pakai supaya mereka bisa membelinya di toko terdekat.
Jadi, bagi teman-teman wni di turki yang kulitnya bermasalah seperti saya saat winter, bisa dicoba krem-krem tersebut. Tersedia di offline dan online.

Welcome back winter

 

Dini hari tadi terbangun langsung lihat keluar jendela, ternyata sedang hujan di luar sana. Sejak minggu cuaca mendingin lagi. Kata prakiraan cuaca, minggu ini bakal dingin dan hujan.
Tadi di berita pagi, diberitakan telah terjadi hujan yang membawa lumpur. Juga diberitakan banyak mobil yang dibawa ke pencucian mobil karena kotor berlumpur.
Ketika tadi saya keluar rumah, melihat mobil-mobil yang diparkir di pinggir jalan kotor semua. Hmmm rupanya hujan semalam membawa lumpur juga.
Cuaca hari ini di alanya, langit berawan tebal, warnanya tidak putih bersih. Mendung, kadang matahari ingin menyingkap awan. Angin kadang-kadang bertiup kencang. Yang pasti hari ini udaranya dingin.
21 Maret yang baru lalu, telah dirayakan nevruz. Pertanda musim semi telah datang. Tapi, sepertinya winter datang kembali. Bahkan di kota lain, si putih salju belum beranjak pergi. Ya, winter belum rela bumi ini didatangi musim semi.

Senin Pagi yang Cerah



Pagi yang cerah. Matahari bersinar terang di langit yang biru, dengan suhu yang irit. Ya, 5 dercel saja. Membuat pagi ini ingin mager di rumah. Tapi harus bekerja untuk mencari sekarung berlian saja.
Menunggu bus di tempat yang tersinari matahari. Tapi ga terasa panasnya. Setiap bernapas mengeluarkan asap dari mulut.
Sejak kemarin dan dua hari yang lalu, suhunya sangat irit. Bahkan membeku di sekitaran Alanya. Para pemilik greenhouse banyak terjaga di greenhouse di depan pemanas untuk memastikan suhu greenhouse tetap panas agar tanamannya tidak membeku.
Di kota-kota lain di Turki dihujani salju lebat. Inilah yang membuat suhu semakin dingin di Alanya.

Mendadak Winter



Hari ini diawali dengan hujan.
Sesudah salat subuh, saya sengaja tidur lagi dan berniat bangun pukul 7. Ternyata saya terbangun lebih dari setengah 8.
Melihat ke arah jendela yang tertutup gorden, kelihatannya cuaca di luar sangat redup, alias mendung. Saya urungkan untuk bangun. Tetap selimutan di kasur dan meng-on kan internet di hp (yang paketnya sudah sangat tipis).
Saya membaca beberapa reply di post dan membalas inbox yang urgent. Lalu saya off kan lagi internetnya dan segera bersiap untuk pergi ke toko.
Setelah beres berpakaian, saya lihat keluar ternyata hujan. Saya putuskan untuk memakai sepatu boot yang sudah usang. Saya ambil si boot dari rak sepatu dan mengelapnya dengan wet wipes. Boot ini kuat banget dan setia. Dia sudah menemani saya lebih dari 15 tahun. Tahun lalu saya membeli boot baru tapi hanya tahan semusim langsung robek.
Si boot sudah beres dilap, lihat jam di hp ternyata sudah pukul 8:32. Buru buru pake boot dan selendangin tas laptop juga ambil backpack terus kunci pintu. Baru turun beberapa anak tangga, eh jaket ketinggalan. aduhhh repot. saya malas buka boot lagi, ya udah ngorondang aja masuk ke rumah dan ambil jaket yang tergeletak di sofa.
Turun tangga dan keluar apartement, ternyata hujan cukup deras. Saya tutup dulu backpack dengan raincover, eh 4 anak kucing yang biasa depan pintu nyamperin semua, disangkanya saya bawa makanan.
Saya lanjut berjalan ke halte yang berjarak kurleb 50 meter. Jalan kaki hujan-hujanan. Gak berapa lama menunggu di halte, bus no 5 datang. Saya naik aja bus yang ini. Di bus ada seorang ibu yang ngoceh aja. Dia ngobrol ama supir. DUh meuni gandeng. Dari awal dia naik sampe turun, ga berenti ngoceh.
Turun dari bus, jalan menuju toko melewati pasar jumat. Hampir nyampe toko, dipanggil oleh pedagang langganan. "Nyi Iteung, sini sarapan bareng," ajak si bapa yang lapaknya di seberang toko.
Nyampe toko ga bisa langsung duduk istirahat. Tapi harus masangin plastik ke manekin satu per satu supaya ga kebasahan kalo hujannya deras plus angin. Sudah itu, baru dech bisa duduk duduk sambil sarapan minum sup.
Hari ini udara mendadak dingin. Kemarin juga sih ada dingin dingin tapi matahari tetap terang. Tadi pagi, saya melihat ada matahari sebentar, tapi kayaknya doi langsung bobo lagi 
Hari ini mendadak winter, padahal belum siap untuk memasuki winter. Beginilah musim gugur, cuacanya suka moody.


Akan turun salju?


Kamis sore, seperti biasa nongkrong di lapak si teteh di depan toko. Saat itu ngobrol bertiga, saya, si teteh, dan seorang bapak. Sambil ngobrol, si teteh mantengin prakiraan cuaca di hp nya.
"Wah nanti sabtu malam jam 11 sampe minggu jam 6 pagi akan turun salju," kata si teteh kaget.
"Hah, berarti entar minggu pagi di mana mana putih donk," ujar saya ikutan kaget.
"Itu beneran prakiraan cuaca di alanya?" tanya si bapak.
"Iya, saya sih liat alanya," ucap si teteh sambil berusaha mencari nama kota di prakiraan cuaca tersebut.
"Sini saya cariin," timpal saya sambil mengambil hp nya.
Ternyata yang dilihatnya adalah prakiraan cuaca untuk wilayah LONDON hehehe 
Saya pun mengembalikan kota alanya untuk prakiraan cuaca di hp si teteh.
Padahal udah seneng aja akan melihat alanya memutih di minggu pagi. Tapi untuk sekarang hanya bisa menghayalkan saja 

Officially winter


Mountains those surrounding alanya at north are snowy.
Keluar rumah, melihat pegunungan di utara ternyata udah tertutup salju. Melihat laut di selatan seperti berasap. Air laut yang hangat berpadu dengan dinginnya angin yang berhembus menghasilkan kepulan asap di hamparan teluk.

Dingin banget

Keluar rumah serasa masuk kulkas. Langit sih cerah ceria. Matahari bersinar terang tapi angin dinginnya serasa nabokin pipi. Ternyata suhu cuman 3,9°C. Kota lain dan pegunungan taurus yg mengelilingi alanya udah mulai bersalju. Alanya mah cuman kebagian dinginnya aja.

Mencari Matahari

Pernahkah merindukan kehadiran matahari?
Pernahkah menantikan senyuman matahari yang menghangatkan?

Sejak tinggal di Turki yang merupakan negara  empat musim, pasti selalu merindukan kehadiran sang surya saat musim dingin. Alanya tempat matahari tersenyum, tapi ada hari hari dimana mentari enggan tersenyum atau hanya bersembunyi di balik awan.

Saat itu musim dingin 2013-2014 saya menderita TBC yang mengharuskan datang ke klinik untuk minum obat tiap hari. Suster yang menangani sudah percaya kalo saya minum obatnya bener jadi saya suka dikasih obat untuk seminggu. Setelah habis obat, saya ke klinik untuk minum obat. Ternyata suster sedang ijin. Saya diberi obat oleh petugas lain. Diberi hanya untuk diminum saat itu saja. Dia tidak punya wewenang utk ngasih obat banyak banyak. Jadi minggu itu saya tiap pagi ke klinik. Memang idealnya harus begitu. Petugas atau suster harus melihat bahwa pasien minum obatnya lalu pasien tanda tangan (semacam jadwal minum obat).

Minggu itu cuaca buruk tiap hari angin kencang, ohhh susah sekali untuk berjalan. Hampir saya terbawa angin hampir terbang hehe Apalagi ketika berjalan melawan arus angin. 

Di jalan sangat dingin meskipun sudah pake jaket rangkap dua. Mata berkeliaran mencari sinar matahari. Ketika terlihat di sebrang ada secerca sinar, langsung nyebrang. Eh di sebrang ada beberapa cowo yg sedang berjalan sambil merokok. Saya rugi donk jalan di belakangnya kebagian asap rokok. Mau mendahului susah coz mereka jalannya berjejer menuhin trotoar. Jadi saya nyebrang lagi langsung ke gang. Coz di trotoar ini pun ada yg merokok.

(belum) Membeku


Dingin bingit ...
Suami dapat kabar bahwa di kampungnya yg berada di utara alanya sudah bersalju sekitar satu meter. di kampung dan di yayla (dataran tinggi) selalu bersalju tiap musim dingin. Kota alanya udah ga saljuan sejak taun 1979. Tapi selama saya di sini pernah dua kali turun salju. Beberapa menit aja, lumayan ngalamin hujan salju tahun 2008 dan tahun berapa ya lupa.
Pagi tadi di berita juga disebutkan seperti ini
Alanya da bile kar yağdı
(Di alanya juga bersalju)
Ternyata berita itu tidak berdasar pada keadaan salju di kampung tapi...
Ketika saya naik bus menuju toko, dalam bus saya melihat puncak bukit yang ada dekat rumah telah bersalju dan gunung yang di daerah mahmutlar juga bersalju. Pantas saja diberitakan kalau di alanya bersalju.
Air kran sudah seperti es, wudu juga sampe noroktok tuur. Angin bergemuruh membabi buta. Entah di luar apa yang berterbangan. Untungnya tidak ada perkiraan bahwa suhu akan membeku.
Tahun lalu saat winter pernah diperkirakan suhu akan membeku di kala malam. Kami menyiapkan banyak selimut untuk menyelimuti panel solar heater yang dipasang di atap rumah. Menjelang maghrib, adik ipar dan istrinya yang menyelimuti panel panel itu. Jika panel tersebut tidak diselimuti saat suhu beku maka kaca panel akan pecah dan rusak.
Sekarang saja hanya dingin belum mencapai beku, kami tidur sudah berselimut empat rangkap. Kami tidur bertiga. Karena kamar anak lebih dingin, kasian kalo tidur di sana. Masing masing dibungkus satu selimut kayak lemper terus ditumpuk tiga selimut lagi.
Kemarin pulang dari masjid abis maghrib langsung siduru depan elektrik heater di toko, pas lagi ngupas jeruk kaget sendiri lihat kedua jariku berdarah (jari tengah dan ibu jari). Rupanya kulit jariku pecah pecah udah parah. Gini dech kalo kelupaan pake krem. Harusnya tiap abis kontak dengan air langsung dioles krem.
Sekarang suhu masih stabil dingin dan hujan pun belum behenti dari kemaren.

Winter is Still Here



Musim semi disambut dengan wajah mendung sang langit. 
Angin mengamuk mencandainya. 
Awan hitam mencurahkan karuniaNya membasahi bumi. 
Sepertinya dingin tak mau beranjak dari bumi utara. 
Winter is still here

Alanya, Minggu bada duhur,
29 Maret 2015



Dikepung Salju



Kota ini sudah lama tidak disinggahi si putih yang dingin. Dan memang dikenal bercuaca tropis kala musim dingin. Oleh karena itu, masih banyak turis Eropa yang berwisata ke Alanya saat musim dingin. Mungkin untuk mencari kehangatan matahari Alanya yang selalu setia memberikan senyumannya.

Namun ketika di kota lain sibuk bercengkrama dengan salju yang mampu melumpuhkan lalu lintas kotanya, Alanya terimbas dinginnya salju tersebut. Pegunungan Taurus yang mengelilingi di utara Alanya memutih tertutup salju tebal. Dengan kata lain, kota ini dikepung salju di bagian utara. Gunung tertinggi di pinggiran kota pun puncaknya memutih tipis disinggahi salju.

Pegunungan bersalju tebal, matahari bersinar terik seraya menghangatkan suasana. Turis-turis sudah banyak yang berpakaian terbuka bahkan berjemur di pinggir kolam hotelnya. Cuaca dingin masih sanggup mengeringkan kulit. Tapi dua musim telah hadir dalam waktu  bersamaan di kota ini.

Bunga papatya sudah bermekaran. Çağla sebentar lagi akan bermunculan, ditandai bunganya sudah mulai mekar.

Kemarin, salah satu bagian kota ini dituruni si putih. Saya dapat melihatnya di beberapa foto yang di-upload teman yang sedang berada di Dimçayı.


tungku soba mulai dinyalakan

tulisan ini dimuat di web tribun jabar (http://tribunjabar.co.id) kolom community - mancanegara, dan di edisi cetak minggu 14 desember 2008

------------------------------------------------------------------------------------

Tungku Soba Mulai Dinyalakan
dian akbas


UDARA dingin musim dingin semakin dingin dan semakin menusuk kulit. Daun-daun di pepohonan yang mengering lambat laun berguguran tertiup angin kencang dan pepohonan pun menjadi kesepian dan kedinginan ditinggalkan daun-daun.  Dengan udara bulan Desember yang semakin dingin seperti ini, penduduk Alanya pun tak kuasa lagi bertahan dari udara dingin tanpa pemanas ruangan di rumahnya. Cerobong asap setiap rumah di bukit pinggiran kota Alanya tempat saya tinggal mulai mengeluarkan asapnya pertanda tungku soba mulai dipasang untuk memberi kehangatan di rumah-rumah. Ketika membuka pintu atau jendela rumah, akan tercium semilir bau asap yang keluar dari cerobong asap rumah tetangga, asap hasil dari pembakaran tungku soba.

Tungku soba (cast iron stove) adalah perapian terbuat dari metal yang berbahan bakar kayu bakar yang dapat dibereskan atau dipindahkan tempatnya jika sudah tidak digunakan. Jika musim dingin tiba tungku soba dipasang untuk menghangatkan ruangan dan ketika musim dingin berakhir tungku soba pun dibereskan dan dapat disimpan di gudang atau di tempat lain. Terdapat dua model tungku soba yang tersedia di toko-toko di Alanya, yaitu:

1. Model kecil yaitu tungku yang ramping dengan bagian bawah untuk menyalakan kayu bakar dan bagian atasnya dapat berfungsi sebagai kompor

2. Model besar yaitu tungku lebar seperti lemari, misalnya bagian kiri sebagai tungku untuk menyalakan kayu bakar dan bagian kanan dapat berfungsi sebagai oven  dan bagian atasnya dapat berfungsi sebagai kompor.



Tidak semua rumah di Alanya memasang tungku soba tetapi ada pula yang memasang soba elektrik yaitu pemanas ruangan bertenaga listrik. Hanya saja jika memasang soba elektrik kita harus bersiap-siap uang ekstra untuk membayar tagihan listrik yang akan melonjak pada akhir bulan.

Biasanya tungku soba dipasang di ruangan yang sering dipakai, misalnya di ruang tv atau di ruang tamu. Bahkan ada pula yang memasang dua tungku soba, satu tungku dipasang di tempat yang sering dipakai dan satu lagi di kamar mandi agar ketika mandi tidak terasa dingin. Dan biasanya tidak memasang tungku soba di kamar tidur karena jika tidur pun tungku soba harus dimatikan karena jika kita tidur dan tungku soba tetap menyala dapat berbahaya.

Sudah banyak terjadi kasus kematian yang diakibatkan oleh tungku soba yang tetap menyala di kala tidur, hal itu disebabkan karena keracunan zat karbon monoksida yang keluar dari soba. Oleh karena itu jika kita tidur tungku soba harus dimatikan.

Untuk membuat tungku soba dapat menyala maka harus disiapkan kayu bakar kering. Penduduk setempat biasanya sudah siapkan kayu bakar sejak jauh-jauh hari. Atau selain kayu bakar dapat pula menggunakan serbuk gergaji. Biasanya penduduk setempat pun banyak yang menyiapkan berkarung-karung serbuk gergaji untuk bahan bakar tungku sobanya.

Dengan dipasangnya tungku soba atau pun soba elektrik di dalam rumah membuat suhu dingin pun tidak terasa melainkan kehangatanlah yang menyebar di dalam rumah. Sehingga musim dingin pun dapat terlewati tanpa kedinginan. (*)

Salam hangat dari alanya
06.12.08
-----------------------------------



Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...