Showing posts with label OT. Show all posts
Showing posts with label OT. Show all posts

Hati-hati


Beberapa bulan lalu, ada 2 turis cantik (asal finland) datang ke toko saya. mereka masuk seperti yang terburu-buru. melihat-lihat tunik dan abaya. Tanpa tanya-tanya, salah satunya langsung mencoba abaya hitam dengan model yang longgar.

nanya harga dan tanpa banyak menawar langsung deh closing. Waktu mau saya masukin ke kantong abayanya, eh ternyata udah langsung dipake.
"mau dimasukin ke plastik?" tanya saya.
"engga, dipake aja," jawabnya.

Setelah beres transaksi dan sebelum mereka pergi, saya bilang gini ke mereka: "Kalian harus hati-hati sama cowo turki."

"Iya, makanya saya langsung pake abayanya karena kudu nutupin ini," katanya sambil nunjukkin dressnya yang ketat.

"Emangnya cowo turki berbahaya?" tanya mereka.

"Ya... banyak yang berbahaya," jawab saya. "Kalau misalnya ada yang nawarin mau jadi guide, bilang aja kalian udah tahu."

Mereka berterima kasih atas nasihat saya ini. mereka pun keluar dari toko dan pergi sambil terus-terusan mengucapkan terima kasih. Sampe saya kelupaan melepaskan brand tag yang masih menggantung di abaya.

pantas saja mereka masuk ke toko saya terburu-buru seperti sedang menghindari sesuatu. lalu abaya yang dibeli langsung dipakai untuk menutupi dressnya yang ketat. kemungkinan sih ada cowo turki yang ngeliatin mereka dan mereka merasa risih atau takut yang membuat mereka memutuskan untuk membeli abaya.

Pemuda OT Pemabuk

 


Apakah masih ingat postingan saya tentang pemuda OT pemabuk yang punya cewe orang Indonesia? (sepertinya sih bagian pacar cewe Indonesia ini bohong belaka, hanya untuk bahan obrolan aja dengan saya).
Nah, hari Sabtu lalu, saya melihat lagi si cowo ini. Hampir saja saya duduk sebangku lagi dengan dia. Setibanya saya di terminal, saya mau duduk di bangku halte yang ada cowo sedang duduk di salah satu ujungnya. Ketika saya mau nyampe ke bangku, saya merasa kenal dengan wajah si cowo yang sedang duduk ini. Saya segera balik badan dan berdiri di depan halte sambil mikir siapa cowo ini?
hmmm ternyata ini si cowo pemabuk itu. Segera saya pindah ke halte sebelah dan memperhatikan kelakuan si cowo ini. Kali ini si cowo membawa tas seperti pada gambar, hanya saja tas dia bewarna kuning. Tas ini adalah tas pendingin. Bisa ditebak apa yang dibawanya dalam tas pendingin ini. Ya, dia membawa bir. Saat itu pun dia sambil minum bir kaleng bermerek EF** (bir asli turki yang sudah diproduksi sejak tahun 1969).
Untungnya saat itu dia tidak mengenal saya. Kemungkinan besar sudah lupa. Karena orang waras yang masih ingat orang yang pernah ngobrol, walau dari arah belakang, ada kemungkinan untuk menyapa kembali.
Saat itu ada mba Turki berhijab yang datang ke ujung bangku itu (tadinya saya mau ke situ). Memang sih dia sebenarnya tidak akan duduk di situ, tapi perlu untuk memasukkan sesuatu ke dalam tas atau keperluan lain. Si cowo pemabuk membuka percakapan seperti ini: "Mbak, cincin yang kamu pake asli?"
Duh, aneh banget sih pertanyaannya, dan ditanyakan ke orang yang tidak dikenal. Jawaban si mbak tidak terdengar jelas. Kemudian si cowo berkata seperti ini, "Soalnya saya menemukan cincin yang sama persis dengan itu di .... (ga jelas)."
Lalu dia menambah pertanyaannya. "Boleh saya lihat?" Ini sangat tidak sopan.
"Tidak boleh," jawab si mbak dengan ketus dan menjauh dari sana.
"Ih, dasar orang aneh," ucap si cowo.
Entah apa pekerjaan cowo ini. melihat dari pakaiannya yang kotor, sepertinya dia buruh bangunan atau tukang cat.
Sambil tetap meminum bir, si cowo ini mengomentari apa-apa yang terjadi di sekitarnya. Yang kemungkinan besar dia tidak akan mengingat apa yang telah dia lakukan di terminal hari ini.

Tanjakan emen?

 

Tadi (sebelum jam 8 malam), sedang menunggu bus di halte terminal, ada cowo turki yang minta ijin untuk duduk di bangku bersama saya. Silakan aja duduk di ujung satunya. Jadi kita duduknya sama-sama di ujung (gak dempetan).
Si cowo ini ngajak ngomong aja dengan suara yang seperti orang mabuk. tapi saat itu dia tidak bau alkohol, hanya saja suaranya begitu.
Dia tahu saya orang asing trus nanya saya orang mana. Awalnya saya ga jawab tapi dia terus menebak-nebak. ya udah saya kasih tahu dari Indonesia. Lalu dah dia bilang bahwa punya teman orang Indonesia. yang pastinya cewe. dan sepertinya mereka pacaran. katanya mereka udah 2 tahun, tapi dia belum bisa pergi ke Indonesia.
"Kalo kamu punya uang, pergi aja ke sana."
"Karena saya pernah tertangkap mabuk sewaktu nyetir mobil, jadi saya dihukum ga boleh keluar negeri selama 5 tahun."
Oohh pantesan aja, suara dia kayak mabuk gitu. Ternyata pemabuk ni orang.
"oh, jadi nanti kalo udah 5 tahun, kamu bisa keluar negeri, gitu ya?"
"Iya."
"Emangnya cewe itu Indonesianya di mana?"
"itu lo daerah yang ada tanjakannya, yang di tanjakan itu sering terjadi kecelakaan."
yeee ga tau atuh. emangnya Indonesia cuman segede kecamatan. tanjakan mana maksudnya. tanjakan emen?
Aduh kasian amat sama si cewenya. jatuh cinta sama ot pemabuk begini.
Jadi mereka kenalan di FB. kata si ot ini, si cewe yang bilang kalo dia suka sama ot karena cakep, trus dia minta si ot untuk datang ke Indonesia. tapi karena si ot sedang ga bisa keluar negeri, jadi dia juga bingung harus gimana.
"Suruh aja si cewe datang ke sini."
"Ga dibolehin sama orang tuanya."
"Ya ke sininya sama orang tuanya dong."
Dan mereka ini komunikasi pake google translate yang banyakan ga nyambungnya. makanya si cowo waktu ditanya si cewe dari daerah mana di Indonesianya, dia cuman bilang daerah yang ada tanjakan begitu.
Jadi teman-teman, terutama yang bucin turki. kesamaan bahasa itu penting supaya bisa nyambung dalam berkomunikasi. terserah deh pake bahasa apa. yang penting ada kesamaan bahasa. jangan bilang bahasa tubuh ya.
Lihat aja contoh dua orang yang saya ceritain ini. Mereka ngobrol dua tahun tapi ngobrolnya pake google translate. ga tau sebanyak apa info yang mereka dapatkan di antara mereka. Apakah si cewe tahu kalo cowo ini pemabuk?

Jangan Tertipu

Hai para OT buciners, apa kabarnya hari ini? Udah lama ya saya ga nulis tentang cowo OT. sekarang saya mau menulis tentang OT untuk mengingatkan kalian agar jangan tertipu dengan penampilan OT yang kamu kenal di dunia maya. Dengan melihat fotonya yang memakai jas rapi terus kamu kelepek-kelepek teu puguh.


Kamu mungkin berharap untuk bertemu dengan OT yang

Berpendidikan

Kaya raya

Dari keluarga baik-baik


Iya, pastinya ada OT yang baik-baik dan seperti yang kamu harapkan itu.

Tapi, please buka mata dan telingamu lebar-lebar. Di Turki juga ada (banyak) mafia, pengedar narkoboy, penjual perempuan, penjudi, dan pelaku kejahatan lainnya.


OT yang berjas rapi tidak selalu orang yang berpendidikan dan orang baik-baik.

Banyak pelaku KDRT bahkan pembunuh wanita, mereka datang ke pengadilan berjas dan berdasi, dan akhirnya DIBEBASKAN.


OT kalo pergi ke kondangan itu rata-rata pake jas. Jadi ga bisa dibedakan mana yang berpendidikan dan yang tidak. Mana yang orang kaya dan yang tidak (mungkin kalo ditanya merek jasnya baru ketahuan mana yang orang kaya).


Setelan jas sudah menjadi tradisi untuk pakaian lebaran dan kondangan bagi para cowo. Seperti pakai batik kalo di Indonesia mah. Jadi jangan menilai OT dari pakaian jasnya. Dan yang pasti OT pakai jas ketika menjadi DAMAT (pengantin lelaki). Jadi mungkin saja si OT mengirimkan fotonya sedang kawinan. Dalam hal ini kamu akan menjadi istri keduanya.


Yah ini mah saya menulis tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk saja. Supaya kamu-kamu para buciners menjadi waspada dan selalu berhati-hati ketika berkenalan dengan OT yang ganteng. Ingat ya, penjaga toilet dan tukang sayur di pasar juga ganteng-ganteng di sini mah.


So HATI HATI YA

DIKKAT ET!!!


Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...