Showing posts with label mystory. Show all posts
Showing posts with label mystory. Show all posts

Apakah di Turki ada tukang urut?

 

jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu).
profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan plang bertuliskan çıkıkçı di depannya.
melainkan ini adalah profesi informal yang biasanya dilakukan turun menurun dan keberadaannya menyebar dari mulut ke mulut. dan biasanya juga pelaku profesi ini mempunyai pekerjaan tetap yang dijalani sehari-hari, sedangkan çıkıkçı sebagai profesi sampingannya.
pertama kali saya mengenal profesi çıkıkçı di Alanya ketika anak saya tangannya terkilir sewaktu kecil, antara tahun 2006-2007.
saat itu pergelangan tangannya merasa kesakitan. kami membawanya ke rumah sakit. pergelangan tangannya dirontgen, menurut dokter hasilnya baik-baik saja. namun anak saya masih merasa sakit. saya jadi berpikir kalo anak saya terkilir.
keesokan harinya, bapak mertua membawa kami ke sebuah desa di pinggiran alanya. ternyata di desa ini ada çıkıkçı (kita sebut bapak A). di sana pergelangan tangan anak saya hanya disentuh dan langsung sembuh.
oh iya info lain tentang çıkıkçı adalah tidak ada tarif khusus yang harus dibayar setelah menggunakan jasanya. waktu itu bapak mertua membawa hadiah pakaian untuk bapak A itu.
kedua kalinya memakai jasa çıkıkçı adalah ketika anak saya kelas 8 (sekitar tahun 2019-2020). yang menjadi çıkıkçı kali ini adalah anaknya dari bapak A. saya mendengar kabar bahwa bapak A sudah meninggal. anaknya ini profesinya sebagai supir jemputan sekolah, dan menjadi çıkıkçı sebagai sampingannya.
ok, begitulah cerita çıkıkçı di alanya. untuk teman-teman di kota lain kalau ingin tahu apakah ada tukang urut di sana, tanyakanlah pada orang lokal di sana.

Setahun yang lalu…

 

17 Agustus 2023
“Teh, mamah ga ngerespon,” ucap adik di ujung telpon.
“Ga ngerespon gimana? Kemarin masih telponan,” tanya saya penasaran.
“Ga tau. Nia mau ke Bandung,” jawabnya.
“Ya, udah nanti kasih tahu,” pinta saya.
Saat itu saya sedang bersiap-siap untuk pergi ke toko.
Tak lama kemudian ada wa call lagi, kali ini dari Bunda (istri sepupu saya) di Bandung.
Saya jadi berprasangka buruk bahwa terjadi sesuatu pada mamah.
Saya angkat call-nya sembari nangis sejadinya, “Bunda, mamah kenapa?”
Ternyata saat itu Bunda ngasih tahu mau manggil dokter dan mamah udah bisa ngerespon. “Saya mau pergi ke toko, update aja ya Bun,” pinta saya.
Saya pun pergi ke toko. Sampe di toko kami vidio call kembali.
Saat vidio call ini , saya bisa melihat mamah. Tapi mamah udah ga bisa bicara. Dokter udah datang dan meriksa mamah. Katanya mamah struk sebelah (badan bagian kanan).
Saat itu saya melihat tangan kiri mamah melambai ke saya seakan meminta saya untuk pulang. Dan vidio call ini menjadi kali terakhir utk saya melihat mamah.
Hari itu, saya di toko harap-harap cemas. Oni dan adik senantiasa memberikan update tentang kondisi mamah. Mamah pun dibawa ke RS Advent dan masuk ke ruang HCU.
Saya melayani customer tapi pikiran saya gak konsen. Tgl 17 ini saya kedatangan turis belanda yg dibawa oleh hanut. Ternyata mbak turis ini orang Indonesia, namanya mba Yanthy Marks-Murtiningsih. Kami tentunya ngobrol bahasa Indonesia.
.
.
.
Sepulang dari toko, suami nelpon agar saya segera cari tiket ke Indonesia utk besok. Saya segera mencari tiket murah. Semurah-murahnya tiket di pertengahan musim panas seperti ini tetap aja mahal toh.
Saya dapat tiket Oman air utk tgl 18 Agustus pukul 13.00. Tapi bagaimana ke istanbul secepat kilat?
Penerbangan dari Gazipaşa-istanbul atau Antalya-istanbul tidak ada yg singkron utk mengejar flight oman air ini. Sedangkan saya pun berada di alanya yg membutuhkan waktu utk ke Gazipaşa atau ke Antalya.
Akhirnya suami minta saya pergi ke Indo tgl 19 aja. Jadi tgl 18 saya ke Istanbul by bus. Saya pun membeli tiket oman air utk tgl 19 Agustus dan suami membeli tiket bus utk besok sore.
18 Agustus 2023
Seperti biasa saya ke toko. Saya mengabari adik bahwa saya akan pulang dengan kirim foto etiket oman. “Jangan bilang siapa-siapa ya. Ini surprise.”
Ya, saya berpikir utk memberi kejutan buat mamah. Tapi, ….
Sore hari, suami mengantar saya ke terminal bus antar kota. Dari sana, saya naik bus ke Istanbul sendirian. Sampe istanbul esok pagi.
19 Agustus 2023
Istanbul - Muscat - Jakarta
Ketika akan boarding, saya berkenalan dgn Pak Mualimin Erdi (mahasiswa S3 di Sakarya). Waktu transit di muscat pun kami bertemu lagi. Kami menyantap bala bala buatan beliau di bandara muscat 😃
20 Agustus 2023
Sesampainya di Jkt, hp saya low bat. Karena harus ngisi form bea cukai di webnya, maka saya minta bantuan ke petugas yg ada di sana. Saya disambungkan dgn wifi gratis. Ketika terhubung dgn internet, terlihat banyak notif dari kerabat di bdg. Tapi saya tidak bisa membukanya karena saya fokus isi form dulu utk dapetin square code dan segera keluar dari sana. Hati saya sudah tdk enak dgn melihat banyak notif itu.
Lalu saya menuju counter travel dan menunggu di bangku yg tersedia. Keberangkatan saya ke bdg pukul 16 tapi molor 30 menit. Tepat pukul 19 saya sampe di bdg dan turun setelah melewati jembatan pasupati, di jl. Cikapayang
Dari sana saya jalan kaki menuju rumah. Saya tidak minta dijemput oleh siapa pun karena tidak mau merepotkan dan rencananya mau kejutan.
Sesampainya di gang, dua emak tetangga saya langsung memeluk saya dan menangis. Saya udah merasa pasti mamah udah ga ada.
Saya pun masuk ke rumah, semua adik mamah dan beberapa sepupu saya ada di sana. Saya tidak melihat ada jenazah di sana. Saya ga berani utk bertanya.
Lalu suami saya nelpon, “udah dikuburin?”
Saya bingung mau jawab apa karena ga tahu.
“Udah dikubur?” tanya saya pada sepupu.
“Udah,” jawabnya.
Saya pun memberi tahu suami bahwa mamah sudah dikubur. Suami saya uring-uringan, “kenapa ga nunggu kamu datang dulu baru dikubur…bla bla bla,”
Ya, ternyata vidio call yg 3 hari lalu itu adalah terakhir kalinya saya melihat mamah. 3 hari itu saya berpacu dgn waktu, dan saya kalah. Saya ga keburu melihat mamah lagi.
Innalillahi wa innailaihi rojiun. Al fatihah utk mamah.

Dikunjungi Teman Penulis dari Jerman

 

Tanggal 16 sebulan lalu, Mpok Tuti Pöppelmeyer dari Jerman datang berkunjung kemari.
begini ceritanya ...
Tepat tanggal 1 Juli, saya dapat pesan WA dari Jerman. Katanya akan travel ke Turki sendirian pertengahan bulan Juli dan akan mampir ke tempatku. Wah, senangnya dapat kabar seperti ini. Lalu kami pun chat untuk ngobrolin rute dan transportnya.
Tanggal 3 Juli saya, anak, dan adik ipar beserta keluarganya pergi ke yayla untuk mengunjungi mertua. Tanggal 4 dalam perjalanan pulang dapat update dari Jerman perihal trip ke turki. Tapi saya ga bisa langsung bales pesan WA karena sinyal on-off di perjalanan pulang tersebut. meski begitu, saya tetap tulis pesan bahwa akan telpon setelah sampe di rumah. jadi ketika ada sinyal, pesan tersebut akan terkirim. Sesampainya di rumah, kami pun telponan membicarakan itinerary fix dan kapan sampe di Alanya.
Akhirnya 16 Juli jam 9-an pagi, kami bertemu secara nyata. Saya jemput di halte dekat toko. Sebelumnya saya kasih petunjuk bagaimana menuju halte tersebut dari terminal bus (antar kota). Saya menyarankan untuk naik bus agar ongkosnya murah (30TL). “Jangan naik taksi, karena suka dimahalin. Bisa kena 200TL,” pesan saya.
Ternyata mpok ini kirim pesan mau naik taksi aja karena belum tukar uang Lira. Suami saya udah uring-uringan aja denger si mpok naik taksi. Karena takutnya dimahalin sama supir taksi. Eh pas nyampe, si mpok bilang ongkos taksinya cuma 5 euro (saat itu 1 euro = 34 TL). Alhamdulillah, ga sampe 200TL.
setelah nuker uang di money changer di belakang halte, saya langsung ajak si mpok ke toko buat naro koper. Nyampe di toko, jiwa belanjanya langsung berontak wkwk
ini lucu itu lucu ... "nanti saya mau belanja ya Teh."
"İya nanti aja. Sekarang kita cari sarapan dulu terus langsung kita ke alanya castle."
Kami pun langsung pergi ke simit langganan. Terus menuju terminal bus (dalam kota). Sambil nunggu bus, kami duduk di taman sambil sarapan simit. Alhamdulillah si mpok suka simitnya.
Tak lama kemudian, minibus jurusan castle datang, kami langsung naik aja meski belum jamnya utk pergi, supaya dapet tempat duduk.
jam menunjukkan pukul 10.30, bus melaju ke alanya castle. sesampainya di sana, langsung popotoan di salah satu spot. lalu menuju area belakang castle. ngaso bentar di bawah pepohonan rindang sambi dengerin konser tongeret yang ribut banget. si mpok mikirnya itu suara burung, padahal mah tongeret.
setelah energi terkumpul kembali, kami pun melanjutkan explorasi alanya castle. masuk ke bedesten yg baru direstorasi dan difungsikan kembali sebagai tempat jual beli. ada beberapa toko di sana, salah satunya toko foto kostum sultan. bedesten di masa lalu adalah kapalı çarşı (semacam pusat pertokoan). masuk ke masjid bersejarah di area castle yaitu masjid suleymaniye. mpok masuk ke dalam, saya dan anak nunggu di halaman masjid, duduk di bangku yg tersedia.
masih ada 2 museum yg bisa dikunjungi, namun saat itu sepertinya sedang sepi pengunjung, jadi malas utk masuk.
Kami pun berjalan pulang melalui kelurahan tophane. perjalanan pulang ini medannya cukup berat dengan menuruni bukit di bawah terik matahari yg tidak kaleng-kaleng, cukup membuat muka jadi "gosong". sepertinya jalan kaki dari alanya castle sampe pelabuhan sambil papanasan ini "berhasil membakar ribuan kalori di tubuh kami" 😃
sesampainya di kelurahan tophane bagian bawah, sebelum lanjut ke pelabuhan, saya ajak ngaso dulu di masjid bersejarah lagi. sambil nunggu zuhur. kali ini di masjid andızlı. setelah zuhur, lanjut ke pelabuhan. popotoan dulu di sana. kemudian lanjut maksi di resto ravza (berdiri sejak 1955). setelah kenyang, kami kembali ke toko. di perjalanan ke toko, kami melewati pertokoan yg menjual barang-barang kw. si mpok kaget, ternyata barang kw dijual bebas. tapi harganya mahal-mahal.
sesampainya di toko, baru deh si mpok sibuk milih-milih. tapi karena waktu sudah mepet, jadinya si mpok belum puas belanjanya 😃
pukul 17 lebih dikit, saya antar mpok Tuti ke halte tempat janjian tadi pagi. lalu mpok Tuti naik bus ke terminal utk lanjut naik bus pukul 18 ke Antalya.
alhamdulillah jalan-jalan hari ini menjadi memory yg tak terlupakan. makasih mpok Tuti udah berkunjung kemari. insyaallah kita bertemu lagi di lain waktu, aamiin.
.
.
.
.
.
Btw dunia memang sempit. Ternyata mpok Tuti ini di Jerman temenan juga sama temen saya Lany Dui. Kalau Lany Dui udah beberapa kali berkunjung ke toko sebelum pandemi. Bahkan sebelum kenal saya, dia emang udah sering ke alanya. Sebelum si mpok pergi ke turki, mereka sempat ketemuan yg mana Lany sedang dalam perjalanan trip ke swedia dan denmark pake caravan bersama keluarganya.

15 Agustus 2024 officially pake kacamata baca



Sejak setahun lalu, penglihatan saya mulai mengalami gangguan, yaitu blur kalau membaca jarak dekat.
Saya menyadarinya ketika baca quran kecil kok ngeblur. Trus kalau baca expire date di paket-paket makanan juga blur. Tapi kalo agak dijauhin gitu bisa kebaca.
Saya sih ngeh kalo penyakit ini karena faktor usia.
Membaca status teman fb yg punya keluhan seperti ini terus dia pergi ke dokter mata kata dokternya ini normal jika usia sudah 40 ke atas.
Minggu lalu saya ambil randevu RS utk dokter mata. Dapet tgl 11 hari senin kemaren. Pas hari minggu dibatalkan karena dokternya ada program lain. Kemudian muncul list randevu lain utk 9 hari ke depan. Saya pun ambil salah satu randevu tersebut.
Eh, kemaren sore, randevu yg 9 hari kemudian itu dibatalkan juga. Tapi langsung muncul randevu kosong utk hari ini, saya pun langsung ambil jam 9.40.
tadi pagi saya dan anak ke sana. Sampe di rs saya langsung menuju meja reception dan diberi stiker antrian. Dia menerangkan bahwa saya harus ke ruang ölçum (pengukuran mata) lalu ke dokter no 3 di lantai atas.
Saya menuju sana. Lalu saya tunjukkan stiker antrian ke front office. Ditunjukkan ruang ölçum di sebelahnya. "nanti ke dokter no. 3," katanya.
saya pun ngantri utk ölçum...
di depan saya ada anak cewe pake kacamata. Dia di olçum mesin 1 (yg menunjukkan balon udara)
lalu saya diperiksa mesin 1
terus petugasnya nyuruh saya ke mesin 2 (di sebelahnya) setelah dikasih kertas hasil olçum.
sebelum diperiksa mesin 2 (yang menunjukkan titik hijau), petugasnya nanya umur saya.
"45," jawab saya. Barulah dipersilakan duduk utk diperiksa.
Sebelum saya, seorang nenek diperiksa di mesin itu.
Setelah dapat 2 kertas hasil ölcum 2 mesin tsb, saya pun ngantri di depan ruang dokter.
saya duduk di seberang ruang no. 3 supaya bisa lihat nama-nama pasien yg dipanggil di monitor yg dipasang di atas pintunya.
Sebelum pukul 9 nama saya dipanggil dari ruang belakang saya (ruang seberang no.3). pantesan monitor ruang 3 itu mati, ternyata dokternya pindah ke ruang di seberangnya. Saya pun masuk ke dalam dan memberikan 2 kertas hasil itu pada dokter. “apa keluhannya?” tanya dokter sambil mengambil kertas dari saya.
“kalo lihat dekat seperti ini ngeblur,” jawab saya sambil memperagakan.
"Usia berapa?" tanya dokter kembali.
"45," jawab saya.
"ok silakan duduk," ucap dokter sambil menunjuk ke arah kursi depan mesin.
Saya duduk di depan mesin.
"sekarang lihat dulu ke sana," tunjuk dokter ke arah tembok di samping pintu.
"Apa yg terbaca di sana?"
Saya menyebutkan 3 huruf yg ada.
Kemudian diganti hurufnya
saya pun membacakan huruf-hurufnyanya lagi, tapi huruf N (huruf paling atas) terlihat blur.
Trus dia memasangkan kacamata dengan lensa dan memberi karton berisi bacaan. Dia meminta saya membaca yg paling bawah. Huruf paling kecil. Saya membacanya.
Kemudian diganti lensanya. "lebih jelas mana dengan lensa yg ini?" tanya dokter.
"Yg kedua ini lebih jelas." jawab saya.
"Tulis 1,5," pinta dokter pada sekretaris.
lalu dokter memeriksa mata saya dari mesin.
"Ok saya tulis kacamata buat kamu." dokter mengakhiri pemeriksaan dan sekretaris memberikan secarik kertas berisi resep kacamata baca 1,5 utk dibeli di optik.
Kami keluar dari rs, duduk di halte utk sarapan simit yg kami beli sebelum ke rs.
Setelah itu kami ke metro dulu beli beberapa keperluan. Setelah itu baru ke optik yg ada dekat sana.
pegawe optiknya sangat membantu. dia tidak memberikan kacamata mahal demi keuntungan.
"dokter nulis kacamata baca buat kamu."
"baik."
"ini baru pertama kali pake kacamata?"
"iya."
lalu dia minta no kimlik (saya kasih kartu ijin tinggal sebagai kimlik).
dilanjut menunjukkan beberapa frame utk dicoba.
"ini kacamata baca yg tidak dipake terus menerus. tapi dipake di waktu tertentu saja, misal saat membaca. jadi ga perlu yg mahal." katanya sambil menunjukkan beberapa frame.
saya coba satu-satu frame-nya. dari 3 yg saya coba, saya sudah pilih salah satunya jadi ga perlu mencoba yg lain lagi.
lalu dia menunjukkan 2 lensa dengan menjelaskan kelebihannya. saya fix pilih lensa yg pertama dijelaskan (lupa apa aja kelebihannya 😃 )
kemudian lensa dipotong berdasarkan frame-nya. dalam beberapa menit kacamata pun jadi. saya coba kacamatanya lalu diberi karton berisi bacaan. tentunya diminta baca tulisan paling bawah yg paling kecil. alhamdulillah bisa baca.
Dengan begitu saya officially pake kacamata baca.

See u?

 

Hari Sabtu kemaren, ada pasangan turis muda belanja di toko. si suami mix italy-uzbekistan sedangkan si istri orang yunani. mereka tinggal di jerman.
ketika si istri mencoba baju di fitting room, saya dan suami ngobrol dengan si suami. awalnya dia menyangka kalau suami saya bukan OT (sering disangka begitu bahkan oleh OT juga). pas tahu saya dari Indonesia, dia pun bilang bahwa pernah kerja di Indonesia.
Dia bekerja dengan AU Indonesia, bekerjasama tentang sistem drone. suami saya nimbrung dong. dan sayangnya saya harus pulang karena memang kalo sabtu saya pulang cepat jam 3 sore. suami jg udah ngingetin aja supaya saya segera pulang. kayaknya ga rido aja saya ngobrol ama yang kinyis kinyis 😃
waktu mau pamitan ke dia, saya jadi bingung mau ngomong apa. yang terucap jadinya "SEE YOU". loh kok see u sih, harusnya kan good bye.

Hati-hati


Beberapa bulan lalu, ada 2 turis cantik (asal finland) datang ke toko saya. mereka masuk seperti yang terburu-buru. melihat-lihat tunik dan abaya. Tanpa tanya-tanya, salah satunya langsung mencoba abaya hitam dengan model yang longgar.

nanya harga dan tanpa banyak menawar langsung deh closing. Waktu mau saya masukin ke kantong abayanya, eh ternyata udah langsung dipake.
"mau dimasukin ke plastik?" tanya saya.
"engga, dipake aja," jawabnya.

Setelah beres transaksi dan sebelum mereka pergi, saya bilang gini ke mereka: "Kalian harus hati-hati sama cowo turki."

"Iya, makanya saya langsung pake abayanya karena kudu nutupin ini," katanya sambil nunjukkin dressnya yang ketat.

"Emangnya cowo turki berbahaya?" tanya mereka.

"Ya... banyak yang berbahaya," jawab saya. "Kalau misalnya ada yang nawarin mau jadi guide, bilang aja kalian udah tahu."

Mereka berterima kasih atas nasihat saya ini. mereka pun keluar dari toko dan pergi sambil terus-terusan mengucapkan terima kasih. Sampe saya kelupaan melepaskan brand tag yang masih menggantung di abaya.

pantas saja mereka masuk ke toko saya terburu-buru seperti sedang menghindari sesuatu. lalu abaya yang dibeli langsung dipakai untuk menutupi dressnya yang ketat. kemungkinan sih ada cowo turki yang ngeliatin mereka dan mereka merasa risih atau takut yang membuat mereka memutuskan untuk membeli abaya.

Cobaan pagi

Barusan ada emak OT datang ke sini. wajahnya si seperti familiar. si emak juga nyapa ramah gitu dan sepertinya dia kenal saya. Dia bawa paper bag yang isinya rok.

"Saya beli rok ini di sini 2 tahun lalu," katanya sambil ngeluarin roknya. "Tapi ga pernah saya pake sekali pun. boleh ga ditukar dengan yang lain? atau bantu deh gimana caranya," tambah si emak.
whats?? 2 tahun yang lalu??
aduh ibu, itu beli rok 2 tahun yang lalu. kalo mau dituker kenapa harus nunggu sampe 2 tahun???
"ga bisa abla. udah 2 tahun lo. di toko manapun ga akan diterima kalo udah 2 tahun mah. meskipun belum pernah dipake," ucap saya tegas.
Ngomong ke ot harus tegas. jangan lembek. kalo kamu lembek, pasti bakal ditekan.

Nawar harga bikin baper

3 hari lalu datang turis sekeluarga (suami istri dan 2 anak). si istri mencoba dua tunik. Sebelum dicoba, si istri nanya harga dulu tapi belum menawar. Setelah dicoba, si suami nawarnya bikin saya bengong dan cenderung baper. tunik yang satu harganya 900, saya diskon jadi 800. tunik yang satu lagi harganya 750. belum sempat saya kasih diskon, si suami nawarnya "semuanya 1000 aja".
Tentu saja tidak saya kasih. terus dia nanya, "last price nya berapa?"
Saya bilang, semuanya bisa saya kasih 1400,
"udah deh 1200 aja semua," kata si suami.
keukeuh saya ga mau. "mendingan kalian lihat-lihat aja dulu ke toko lain". inilah cara saya mengusir secara halus. dan mereka pun pergi.
saya baper karena dia nawarnya kebangetan. tapi saya yakin, kalo dia bawa rezeki untuk saya, pasti dia balik lagi untuk membeli.
kemarin sore sepulangnya saya dari pasar, ternyata ada si istri sedang menunggu saya di depan toko.
akhirnya mereka jadi belanja 2 tunik. 1 tunik yang pernah dicobanya harga 750 dan 1 tunik lain yang harganya sama-sama 750. kali ini totalnya saya kasih diskon jadi 1200. dan dia menawar jadi 1100. ok lah saya kasih.
mereka ini orang afganistan yang tinggal di denmark. si suami bisa bahasa turki karena pernah tinggal di istanbul selama 5 tahun.
ternyata memang rezeki ga akan salah alamat


OT Pemabuk part 3


Teman-teman pernah membaca status saya tentang OT Pemabuk?
Nah, saya akan membahas si OT pemabuk ini.
Beberapa minggu lalu, saya dan suami naik bus bareng si OT ini. si OT selalu membawa walkie talkie (WT) dan selalu dinyalakan. Saya mikir, "apakah orang ini polisi yang sedang nyamar? tapi kalo nyamar masa WTnya dinyalakan sih? ntar ketauan dong penyamarannya."
OT ini juga selalu tampak akrab dengan para supir. dia selalu nyapa supirnya. di bagian ini, saya sempat menyangka dia teman para supir. karena supir-supir juga bersikap baik padanya.
Suatu malam, si OT ini duduknya sejajar dengan kami. kedengaran banget suara WTnya. Tanpa disadari, suami juga memperhatikan dia sejak malam-malam yang lalu.
Sesampainya di rumah, saya nanya ke suami, "orang yang tadi tuh apaan sih bawa-bawa WT. dia polisi gitu?"
"Dia tuh orang gila. Liat aja, dia selalu ngomong kalo dia polisi dan bahkan suatu waktu bilang kalo dia agen intelijen," jawab suami.
Ya ampun, ternyata si OT ini orang gila.
Pantes aja, suatu malam dia naik bus pas di seberang kantor polisi. mungkin biar lebih meyakinkan kalau dia polisi.

Tanjakan emen?

 

Tadi (sebelum jam 8 malam), sedang menunggu bus di halte terminal, ada cowo turki yang minta ijin untuk duduk di bangku bersama saya. Silakan aja duduk di ujung satunya. Jadi kita duduknya sama-sama di ujung (gak dempetan).
Si cowo ini ngajak ngomong aja dengan suara yang seperti orang mabuk. tapi saat itu dia tidak bau alkohol, hanya saja suaranya begitu.
Dia tahu saya orang asing trus nanya saya orang mana. Awalnya saya ga jawab tapi dia terus menebak-nebak. ya udah saya kasih tahu dari Indonesia. Lalu dah dia bilang bahwa punya teman orang Indonesia. yang pastinya cewe. dan sepertinya mereka pacaran. katanya mereka udah 2 tahun, tapi dia belum bisa pergi ke Indonesia.
"Kalo kamu punya uang, pergi aja ke sana."
"Karena saya pernah tertangkap mabuk sewaktu nyetir mobil, jadi saya dihukum ga boleh keluar negeri selama 5 tahun."
Oohh pantesan aja, suara dia kayak mabuk gitu. Ternyata pemabuk ni orang.
"oh, jadi nanti kalo udah 5 tahun, kamu bisa keluar negeri, gitu ya?"
"Iya."
"Emangnya cewe itu Indonesianya di mana?"
"itu lo daerah yang ada tanjakannya, yang di tanjakan itu sering terjadi kecelakaan."
yeee ga tau atuh. emangnya Indonesia cuman segede kecamatan. tanjakan mana maksudnya. tanjakan emen?
Aduh kasian amat sama si cewenya. jatuh cinta sama ot pemabuk begini.
Jadi mereka kenalan di FB. kata si ot ini, si cewe yang bilang kalo dia suka sama ot karena cakep, trus dia minta si ot untuk datang ke Indonesia. tapi karena si ot sedang ga bisa keluar negeri, jadi dia juga bingung harus gimana.
"Suruh aja si cewe datang ke sini."
"Ga dibolehin sama orang tuanya."
"Ya ke sininya sama orang tuanya dong."
Dan mereka ini komunikasi pake google translate yang banyakan ga nyambungnya. makanya si cowo waktu ditanya si cewe dari daerah mana di Indonesianya, dia cuman bilang daerah yang ada tanjakan begitu.
Jadi teman-teman, terutama yang bucin turki. kesamaan bahasa itu penting supaya bisa nyambung dalam berkomunikasi. terserah deh pake bahasa apa. yang penting ada kesamaan bahasa. jangan bilang bahasa tubuh ya.
Lihat aja contoh dua orang yang saya ceritain ini. Mereka ngobrol dua tahun tapi ngobrolnya pake google translate. ga tau sebanyak apa info yang mereka dapatkan di antara mereka. Apakah si cewe tahu kalo cowo ini pemabuk?

Beda Pemikiran Lokal dan Turis

Tadi pagi menjelang siang, ada 2 ibu (tua) lokal datang ke toko saya. Ga tau tujuan mereka ini mau apa. Apakah datang hanya sekedar mengomentari baju-baju yang ada di toko? Asli saya ga ngerti apa tujuan mereka. Soalnya mereka datang lihat-lihat trus berkomentar trus pergi lagi. Mereka sudah tua dan mereka sadar akan itu lalu mereka komentar begini, "ini mah baju untuk anak-anak muda." Trus komentarnya lagi, "Ini mah untuk orang-orang yang big size." Padahal satu dari mereka itu sangat big size dan yang satunya juga tidak bisa dibilang kurus.

Most of ibu-ibu lokal yang sudah berumur suka berkomentar bahwa bajunya untuk orang muda. Padahal orang muda lokal ga tentu juga bakal suka.

Dan juga orang lokal itu biasanya ga mau ngaku kalau dia big size, padahal kelihatan dong dia itu gendut. Maunya mencoba baju ukuran kecil. Ketika saya kasih ukuran besar (misal 52), dia bilang gini, "Apakah saya sebesar itu?" pas bajunya dicobain ga cukup. Jadi aku harus bilang apa dong?

Beda dengan turis-turis yang datang ke toko saya. Mereka tidak mengkategorikan model baju dengan usia muda atau tua. Apalagi yang badannya big size mereka sadar diri bahwa susah mencari baju ukuran besar. Mereka itu kalau datang langsung bertanya: "Do you have dress that fit for me?"
Karena di toko saya tersedia baju big size berbagai ukuran, jadinya saya suka bertanya, "What size?"
Dan si turis pun menjawab, "You can see me, what size."
Jadi turis-turis itu ga mempermasalahkan model, yang penting ukuran cukup.

Jadi model pakaian yang ada di toko saya tidak tergantung pada usia muda atau tua. tapi tergantung pada ukuran saja. Jika saja orang yang sudah tua tapi masih berjiwa muda pastinya dia ingin memakai pakaian yang terlihat muda dong.

Satu lagi pikiran orang lokal yang aneh menurut saya:
Ketika cewe tidak berhijab masuk ke toko saya, "Ini toko khusus yang berhijab ya?" karena dia melihat baju-bajunya panjang dan tertutup semua. Padahal banyak juga cewe yang tidak berhijab tapi suka memakai rok panjang atau longdress.
Pernah ada cewe lokal yang berkomentar seperti ini, "Aduh saya ga bisa napas kalo pake baju yang begini." Emangnya cewe ini bernapas dengan kulit?

Sangat beda pemikirannya dengan turis asing yang bahkan banyak turis non muslim datang dan berbelanja di toko saya. Pernah ada seorang nenek Belgia, dia bertanya seperti ini:
"Apakah ini pakaian khusus untuk muslim?"
"Engga kok. Bagi siapa saja yang suka berpakaian panjang dan tertutup," jawab saya.
"Oh gitu. bagus-bagus ya. Saya juga suka," komentarnya.

Are u from Indonesia?


Barusan ada pasangan turis muda yang kasep dan geulis belanja di sini. Awalnya mereka nanyain hijab instant, trus nanya mukena. Tapi akhirnya fix beli hijab instant.
waktu saya sedang ngambil uang kembalian, si cowo nanya gini, "Are you from Indonesia?"
"Yes," jawab saya sambil memberikan uang kembaliannya.
Saya menanyakan asal mereka. Si cowok dari Lebanon, ceweknya dari Jerman. Ternyata si cewe baru jadi mualaf 2 hari yang lalu, alhamdulillah. Dan ternyata juga mereka tinggal di Alanya.
"Kamu bisa bahasa Arab?" tanya si cowok.
"Sedikit," jawab saya.
"If you want, I can teach you," kata si cowo bageur.
euleuh euleuh. kalo saya masih single, udah klepek klepek ini mah 😃

Orang Adıyaman

Kemaren, ada seorang ibu OT datang ke toko saya nanya baju atau harga lupa pastinya. Terus dia ngomong gini, "Herhalde sen Adıyamanlısın." (Kayaknya kamu orang Adıyaman)

Adıyaman adalah salah satu provinsi di Turki. Di sana ada gunung Nemrut yang terkenal.

Saya bilang gini ke si ibu, "Ben Endonezyaliyim." (Saya orang Indonesia)

Si ibu cuma ngerespon, "Oh."

Ga tau deh si ibu ngerti atau ga di mana Indonesia. Atau dia mikirnya Indonesia itu ada di Turki. Seperti OT di cerita ini https://turkiyeandmylife.blogspot.com/2018/01/sekedar-info.html

Entah dasar apa si ibu menyangka saya sebagai orang Adıyaman, aya-aya wae :D

I Like Blue

Kemarin datang mba turis dari Libanon (Beirut) belanja di toko saya. Awalnya dia menanyakan kerudung warna putih yang pinggirannya berenda. Sayangnya di toko saya tidak ada kerudung seperti itu. Kemudian dia melihat mukena atas bawah yang bermotif bunga kecil-kecil berwarna pink. Dia menyukainya dan menanyakan apakah ada yang warnanya polos saja?

"Yang model ini tidak ada warna polos. yang warna polos adanya model yang ini," jawab saya sambil menunjukkan model yang berwarna polos.

"Untuk yang bunga-bunga ini juga ada warna lainnya," tambah saya sambil menunjukkan warna ungu, hijau, dan biru.

"Saya mau deh model bunga-bunga ini," ucapnya sambil memegang mukena bunga-bunga tersebut.

"Tapi warna yang mana ya?" ia bingung memilih warnanya.

"Ini untuk siapa?" tanya saya.

"untuk saya," jawabnya.

"Kamu suka warna apa? I like blue," ucap saya.

"Ok then, I want this blue," ucapnya mantap.

Akhirnya mba turis membeli mukena motif bunga warna biru. Mba turis segera mengambil uang dalam dompetnya, "harganya segitu ya?"

"200 is OK," ucap saya memberikan harga diskon.

Mba turis pun membayarnya sambil mengucapkan terima kasih.

Saya menerima uangnya sambil memberikan kantong berisi mukena yang dibelinya. Mba turis meninggalkan toko dengan wajah yang happy dan saya pun mengantarnya hingga ke pintu.

Prinsip saya akan memberi diskon pada customer yang tidak menawar dan tidak meminta diskon.


Tugas Lagi, Lieur Lagi

Kemaren (Kamis), jadwalnya suami kuliah di Konya. Pulangnya pasti bawa tugas. Waktu dia ngomongin tugas, saya pura-pura tidur.

"Profesor ngasih tugas nerjemahin jurnal, terus nanti harus bikin power point buat presentasinya."

Saya ga respon karena pura-pura tidur.

"Hey, kamu denger kan? Hey, tugas nih tugas, hey."

Saya ga kuat pengen ketawa wkwkwk

"Emangnya gua pikirin."

"Kan kita lagi barengan S3. Jadi tugasnya juga harus kerjain bareng."

"EGP."

"Nanti ijazah buat kamu saya kasih deh."


lieeuuuurrrrrr


#catatanistrimahasiswaS3

ibu bosnia

 

barusan ada ibu bosnia belanja di sini. si ibu beli mukena terusan. si ibu terlihat seperti turis, tapi karena si ibu ngomong bahasa turki, jadi saya pikir si ibu orang turki yang tinggal di eropa. sewaktu si ibu mencoba mukena, saya tanya asalnya. ternyata dia orang bosnia yang tinggal di jerman. dia punya rumah di alanya, jadi tiap tahun berlibur ke alanya. setelah selesai transaksi saya tawari minum teh, kami pun minum teh bersama.
kami ngobrol ngalor ngidul. ternyata ibu ini pernah belanja di toko saya, waktu itu suami saya yang ada di toko. suami cerita kalo istrinya orang indonesia. si ibu ingat banget dengan bagian ini.
nah tadi katanya dia agak kesulitan nyari toko saya. pas lewat toko ini, dia lihat saya yang duduk di dekat pintu, wajah saya beda dari orang turki. si ibu langsung ngeh kalau ini toko yang dicari 😃

Membongkar Tabir Hanut


Hanut itu apaan sih? Hanut itu seseorang yang membawa customer turis ke toko kita. Jika kita berhasil menjual ke si turis, maka orang itu dikasih persenan. Hanut biasanya orang yang berstatus sebagai pegawe di toko lain. Jadi misalnya ada turis datang ke toko tempat si hanut kerja. terus si turis perlu baju muslim, nah sama si hanut diantar ke toko saya.
Kemarin ada turis Inggris asal Banglades dibawa oleh si hanut ke toko saya. Turis belanja di toko saya, otomatis saya harus ngasih persenan ke si hanut atas penjualan ini.
Belum pernah ada turis yang nanya hubungan saya sama orang yang mengantarnya itu. Tapi turis kemarin sepertinya dia iseng nanya begini.
"Apa hubungan kamu dengan orang yang tadi ngantar saya. Apakah dia ada hubungan bisnis sama kamu?"
Saya pun buka kartu tentang hanut ke turis itu.
"Dia itu dapat persenan kalau saya menjual barang ke kamu."
Saya menjelaskan sedikit tentang hanut ke turis itu. Dia jadi speechles dan kayaknya dia merasa bersalah sudah menawar. Karena sekarang dia tahu kalau uang yang saya dapat darinya harus diberikan ke si hanut 10%.
Di Turki, sebenarnya hanut itu dilarang alias melanggar hukum. Tapi sepertinya hukum itu ada untuk dilanggar 😐
Hanut-hanut yang suka mengantar turis ke toko saya atau toko lain itu hanyalah kelas teri. adapun hanut kelas kakap yang pastinya lebih menguntungkan.
Tur-tur yang punya "perjanjian" dengan toko leather atau jewelry (biasanya toko besar), ini pun termasuk hanut (kelas kakap). Karena mereka selalu membawa rombongan turis ke toko leather dan jewelry. Di Alanya biasanya turis rusia yang suka dibawa ke toko-toko ini.
Jadi kepikiran, di paris ada hanut juga ga ya? kalo jadi hanut di sana, 10% dari toko channel misalnya 😃




Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...