Apakah di Turki ada tukang urut?
Setahun yang lalu…
Dikunjungi Teman Penulis dari Jerman
15 Agustus 2024 officially pake kacamata baca
See u?
Hati-hati
nanya harga dan tanpa banyak menawar langsung deh closing. Waktu mau saya masukin ke kantong abayanya, eh ternyata udah langsung dipake.
"mau dimasukin ke plastik?" tanya saya.
"engga, dipake aja," jawabnya.
Setelah beres transaksi dan sebelum mereka pergi, saya bilang gini ke mereka: "Kalian harus hati-hati sama cowo turki."
"Iya, makanya saya langsung pake abayanya karena kudu nutupin ini," katanya sambil nunjukkin dressnya yang ketat.
"Emangnya cowo turki berbahaya?" tanya mereka.
"Ya... banyak yang berbahaya," jawab saya. "Kalau misalnya ada yang nawarin mau jadi guide, bilang aja kalian udah tahu."
Mereka berterima kasih atas nasihat saya ini. mereka pun keluar dari toko dan pergi sambil terus-terusan mengucapkan terima kasih. Sampe saya kelupaan melepaskan brand tag yang masih menggantung di abaya.
pantas saja mereka masuk ke toko saya terburu-buru seperti sedang menghindari sesuatu. lalu abaya yang dibeli langsung dipakai untuk menutupi dressnya yang ketat. kemungkinan sih ada cowo turki yang ngeliatin mereka dan mereka merasa risih atau takut yang membuat mereka memutuskan untuk membeli abaya.
Cobaan pagi
Barusan ada emak OT datang ke sini. wajahnya si seperti familiar. si emak juga nyapa ramah gitu dan sepertinya dia kenal saya. Dia bawa paper bag yang isinya rok.
Nawar harga bikin baper
OT Pemabuk part 3
Tanjakan emen?
Beda Pemikiran Lokal dan Turis
Tadi pagi menjelang siang, ada 2 ibu (tua) lokal datang ke toko saya. Ga tau tujuan mereka ini mau apa. Apakah datang hanya sekedar mengomentari baju-baju yang ada di toko? Asli saya ga ngerti apa tujuan mereka. Soalnya mereka datang lihat-lihat trus berkomentar trus pergi lagi. Mereka sudah tua dan mereka sadar akan itu lalu mereka komentar begini, "ini mah baju untuk anak-anak muda." Trus komentarnya lagi, "Ini mah untuk orang-orang yang big size." Padahal satu dari mereka itu sangat big size dan yang satunya juga tidak bisa dibilang kurus.
Most of ibu-ibu lokal yang sudah berumur suka berkomentar bahwa bajunya untuk orang muda. Padahal orang muda lokal ga tentu juga bakal suka.Dan juga orang lokal itu biasanya ga mau ngaku kalau dia big size, padahal kelihatan dong dia itu gendut. Maunya mencoba baju ukuran kecil. Ketika saya kasih ukuran besar (misal 52), dia bilang gini, "Apakah saya sebesar itu?" pas bajunya dicobain ga cukup. Jadi aku harus bilang apa dong?
Beda dengan turis-turis yang datang ke toko saya. Mereka tidak mengkategorikan model baju dengan usia muda atau tua. Apalagi yang badannya big size mereka sadar diri bahwa susah mencari baju ukuran besar. Mereka itu kalau datang langsung bertanya: "Do you have dress that fit for me?"
Karena di toko saya tersedia baju big size berbagai ukuran, jadinya saya suka bertanya, "What size?"
Dan si turis pun menjawab, "You can see me, what size."
Jadi turis-turis itu ga mempermasalahkan model, yang penting ukuran cukup.
Jadi model pakaian yang ada di toko saya tidak tergantung pada usia muda atau tua. tapi tergantung pada ukuran saja. Jika saja orang yang sudah tua tapi masih berjiwa muda pastinya dia ingin memakai pakaian yang terlihat muda dong.
Satu lagi pikiran orang lokal yang aneh menurut saya:
Ketika cewe tidak berhijab masuk ke toko saya, "Ini toko khusus yang berhijab ya?" karena dia melihat baju-bajunya panjang dan tertutup semua. Padahal banyak juga cewe yang tidak berhijab tapi suka memakai rok panjang atau longdress.
Pernah ada cewe lokal yang berkomentar seperti ini, "Aduh saya ga bisa napas kalo pake baju yang begini." Emangnya cewe ini bernapas dengan kulit?
Sangat beda pemikirannya dengan turis asing yang bahkan banyak turis non muslim datang dan berbelanja di toko saya. Pernah ada seorang nenek Belgia, dia bertanya seperti ini:
"Apakah ini pakaian khusus untuk muslim?"
"Engga kok. Bagi siapa saja yang suka berpakaian panjang dan tertutup," jawab saya.
"Oh gitu. bagus-bagus ya. Saya juga suka," komentarnya.
Are u from Indonesia?
Orang Adıyaman
Kemaren, ada seorang ibu OT datang ke toko saya nanya baju atau harga lupa pastinya. Terus dia ngomong gini, "Herhalde sen Adıyamanlısın." (Kayaknya kamu orang Adıyaman)
Adıyaman adalah salah satu provinsi di Turki. Di sana ada gunung Nemrut yang terkenal.
Saya bilang gini ke si ibu, "Ben Endonezyaliyim." (Saya orang Indonesia)
Si ibu cuma ngerespon, "Oh."
Ga tau deh si ibu ngerti atau ga di mana Indonesia. Atau dia mikirnya Indonesia itu ada di Turki. Seperti OT di cerita ini https://turkiyeandmylife.blogspot.com/2018/01/sekedar-info.html
Entah dasar apa si ibu menyangka saya sebagai orang Adıyaman, aya-aya wae :D
I Like Blue
Kemarin datang mba turis dari Libanon (Beirut) belanja di toko saya. Awalnya dia menanyakan kerudung warna putih yang pinggirannya berenda. Sayangnya di toko saya tidak ada kerudung seperti itu. Kemudian dia melihat mukena atas bawah yang bermotif bunga kecil-kecil berwarna pink. Dia menyukainya dan menanyakan apakah ada yang warnanya polos saja?
"Yang model ini tidak ada warna polos. yang warna polos adanya model yang ini," jawab saya sambil menunjukkan model yang berwarna polos.
"Untuk yang bunga-bunga ini juga ada warna lainnya," tambah saya sambil menunjukkan warna ungu, hijau, dan biru.
"Saya mau deh model bunga-bunga ini," ucapnya sambil memegang mukena bunga-bunga tersebut.
"Tapi warna yang mana ya?" ia bingung memilih warnanya.
"Ini untuk siapa?" tanya saya.
"untuk saya," jawabnya.
"Kamu suka warna apa? I like blue," ucap saya.
"Ok then, I want this blue," ucapnya mantap.
Akhirnya mba turis membeli mukena motif bunga warna biru. Mba turis segera mengambil uang dalam dompetnya, "harganya segitu ya?"
"200 is OK," ucap saya memberikan harga diskon.
Mba turis pun membayarnya sambil mengucapkan terima kasih.
Saya menerima uangnya sambil memberikan kantong berisi mukena yang dibelinya. Mba turis meninggalkan toko dengan wajah yang happy dan saya pun mengantarnya hingga ke pintu.
Prinsip saya akan memberi diskon pada customer yang tidak menawar dan tidak meminta diskon.
Tugas Lagi, Lieur Lagi
Kemaren (Kamis), jadwalnya suami kuliah di Konya. Pulangnya pasti bawa tugas. Waktu dia ngomongin tugas, saya pura-pura tidur.
"Profesor ngasih tugas nerjemahin jurnal, terus nanti harus bikin power point buat presentasinya."
Saya ga respon karena pura-pura tidur.
"Hey, kamu denger kan? Hey, tugas nih tugas, hey."
Saya ga kuat pengen ketawa wkwkwk
"Emangnya gua pikirin."
"Kan kita lagi barengan S3. Jadi tugasnya juga harus kerjain bareng."
"EGP."
"Nanti ijazah buat kamu saya kasih deh."
lieeuuuurrrrrr
#catatanistrimahasiswaS3
ibu bosnia
Membongkar Tabir Hanut
Apakah di Turki ada tukang urut?
jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...
-
Copas dari status teman di FB. Mohon bagi para blogger utk bantu menyebarkannya, agar tidak ada yang jadi korban lagi. **** FYI... This...
-
jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...
-
berikut adalah daftar bumbu dapur serta rempah-rempah yang ada di turki, mudah2an dapat membantu temen2 atau ibu2 indo yang sedang ata...