Showing posts with label tribunjabar. Show all posts
Showing posts with label tribunjabar. Show all posts

Menyambungkan Polisi Turki dan TKI Ilegal

Artikelku di Tribun Jabar edisi cetak 24 April 2011


*******************

Menyambungkan Polisi Turki dan TKI Ilegal


Jumat (8 April 2011), saya mendapat telepon dari kantor Direktorat Keamanan Alanya (Emniyet Mudurluğu, tapi kantor ini suka disebut kantor polisi) untuk datang ke sana guna membantu mereka untuk menjadi penterjemah. Pertama pihak Emniyet menelpon saya ke rumah, tapi karena setiap Jumat saya membantu suami di toko jadi oleh ibu mertua diberi nomor telepon toko dan mereka pun menelpon ke toko.


Menjelang sore suami menerima telepon dari kantor polisi tersebut. Dengan singkat mereka menjelaskan perkaranya dan meminta saya untuk datang kesana untuk membantu mereka. Beberapa saat setelah telepon tersebut saya pun dijemput oleh seorang polisi dengan menggunakan mobil sipil. Kami pun pergi menuju kantor Emniyet.


Disana saya dipertemukan dengan 4 orang wni asal Bali. Mereka adalah tenaga kerja ilegal yang bekerja di sebuah spa. Mereka ditangkap hari itu di spa tempat mereka bekerja, karena diketahui bahwa mereka adalah pekerja ilegal. Lalu mereka dibawa ke kantor Emniyet Alanya. Ketika akan diinterogasi terdapat kesulitan bahasa yang mana para pekerja tersebut minim dalam bahasa Turki dan bahasa Inggris. Tapi ada salah satu dari mereka yang menurut saya bagus bahasa Inggrisnya. Dan pihak Emniyet, mereka tidak bisa berbahasa Indonesia dan juga mereka minim dalam bahasa Inggris. Jadi sudah pasti mereka tidak akan nyambung untuk urusan interogasi.


Pihak Emniyet lalu mencari di database mereka mengenai daftar wni yang ada di Alanya. Mereka menemukan saya di list tersebut karena hanya saya wni yang menetap di Alanya. Lalu mereka pun menghubungi saya.


Alhamdulillah, saya bisa membantu mereka menjadi penterjemah hari itu. Kasihan mereka sudah menjadi korban dan bukan tidak mungkin jika mereka tidak ditangkap oleh polisi, hal-hal buruk lainnya dapat menimpa mereka seperti menjadi korban human trafficking.


Pihak Emniyet mewanti-wanti saya untuk meyakinkan mereka agar mau dipulangkan ke Indonesia. Karena sebetulnya mereka sudah menjadi korban dan pihak Emniyet hanya ingin membantu mereka. Saya pun menyampaikan hal itu pada mereka tapi mereka tetap ingin bekerja di Turki karena mereka akan menanggung malu jika pulang ke kampung halaman. Saya pun menyampaikan keinginan mereka pada pihak Emniyet, tapi pihak Emniyet bilang bahwa mereka hanya melakukan tugas mereka untuk dapat memulangkan 4 pekerja itu ke tanah airnya.


Kenapa mereka malu jika dipulangkan ke tanah air? Alasan utama adalah uang. Untuk bisa bekerja di Turki mereka harus membayar sebesar 10 juta rupiah. Mereka diajak oleh seorang wanita Bali sebut saja ibu X. Ibu X meminta mereka untuk membayar uang sebesar itu agar mereka dapat bekerja di Turki. Mereka pun membayar uang itu dengan jalan meminjam atau hutang dari orang lain. Lalu mereka pun dapat datang dan bekerja di Turki berbekal visa turis 90 hari. Padahal untuk bekerja legal di Turki diperlukan visa kerja, sedangkan mereka hanya diuruskan visa turis yang sudah tentu tidak mempunyai hak untuk bekerja.


Sesampainya di Turki pada bulan Januari 2011, mereka dipekerjakan di sebuah spa (sebagai tenaga pijat) di daerah Alanya. Mereka digaji 300 dolar per bulan dan komisi 3 dolar untuk setiap orang yang mereka pijat. Satu bulan pertama mereka tidak dibayar sepeserpun karena boss nya bilang bahwa sebulan itu adalah tahap training. Bulan berikutnya mereka diberi gaji dan komisi tetapi bulan-bulan berikutnya tidak dibayarkan. Ada satu orang dari mereka yang mendapat gaji dua kali.


Sudah dengan gaji yang sangat minim, tidak dibayarkan pula. Dengan melihat jumlah gaji 300 USD mungkin terlihat besar untuk ukuran gaji di Indonesia. Tapi untuk hidup di Turki, uang sebesar itu tidak cukup. Bisa dibilang gaji 300 USD di Turki sama saja dengan gaji 300 ribu rupiah di Indonesia. Jadi jangankan mereka dapat mengirimkan uang untuk keluarga di kampung, untuk mereka hidup disini pun tidak cukup.


Kembali ke masalah pemulangan mereka. Jika mereka pulang otomatis mereka tidak punya uang. Gaji yang belum dibayarkan katanya akan diusahakan untuk diminta kepada boss mereka. Jika berhasil pun belum cukup untuk membayar hutang mereka sebesar 10 juta rupiah sebagai modal awal mereka. Dan apa yang akan dikatakan kepada orangtua mereka. Tidak mungkin jika mereka mengatakan hal sebenarnya pada orangtua mereka. Itulah mengapa mereka tidak ingin pulang.


Saya merasa iba kepada 4 wni ini dan juga saya merasa malu karena keadaan Indonesia seperti ini. Sewaktu interogasi berlangsung kami disana tidak merasa dalam suasana interogasi. Karena pihak Emniyet pun hanya ingin membantu jadi memperlakukan mereka seperti orang asing lainnya yang memerlukan pertolongan bukan sebagai tahanan. 4 wni asal Bali pun merasa senang bisa dibantu oleh saya dan mereka bisa tertawa saat itu berbeda sebelumnya ketika saya belum datang. Mereka diberi makan oleh pihak Emniyet karena sepertinya dari pagi mereka belum makan. Dan kami pun disuguhi teh dan biskuit.


Mereka bilang “mba kami tuh sekarang bisa ketawa, tapi di hati tetap aja sedih”. Kesedihan pasti ada di hati mereka. Bagaimanapun mereka telah tertipu. Entah kapan mereka akan dipulangkan. Karena setelah introgasi selesai kami pun berpisah. Saya diantarkan kembali oleh dua orang polisi sipil, sedangkan mereka akan menjalani tes kesehatan lalu akan dibawa ke Emniyet Antalya (ibukota provinsi Antalya, Alanya adalah bagian dari Antalya). Disana mereka akan di tempatkan di guest house kepolisian hingga saatnya mereka dipulangkan. Waktu kepulangan pun tergantung dari kapan boss mereka akan memberikan tiket pulang bagi mereka karena biaya kepulangan mereka dibebankan pada si pemberi kerja. Saya harap mereka dapat secepatnya pulang ke Indonesia dan tentunya gaji mereka pun dibayarkan terlebih dahulu.


Hal seperti ini pun pernah terjadi di kota lain di Turki, yaitu di Konya. Teman saya di sana sama seperti saya diminta bantuan untuk menjadi penterjemahnya.


Memang sayang sekali, masih ada orang-orang yang memanfaatkan orang lain untuk memperkaya diri sendiri. Sudah sewarjarnya ibu X dan sindikatnya diberantas, karena ini menyangkut keselamatan warga Indonesia dan juga harga diri negara Indonesia.


Alanya, 9 April 2011

Dian Akbas

Pengumuman Pun Bisa Terdengar ke Seluruh Kota


Ada yang unik di kota Alanya, di perempatan yang strategis terdapat corong speaker terpasang di tiang listrik atau tiang lampu jalan. Semula saya tidak memperhatikan hal itu. Ketika ada pengumuman orang meninggal, saya menyangka pengumuman itu berasal dari mesjid setempat. Seperti halnya di Bandung, jika di suatu daerah ada yang meninggal dunia maka akan diumumkan oleh mesjid setempat dan pengumuman itu hanya akan terdengar oleh daerah sekitarnya saja. Dan daerah lain di Bandung tidak akan tahu kecuali ada teman atau saudara yang memberi tahu.


Lain dengan di Alanya. Ternyata pengumuman tentang orang meninggal yang sering saya dengar datangnya dari pemerintah kota Alanya. Corong-corong speaker yang ada di perempatan jalan adalah sarana untuk memperdengarkan pengumuman tersebut. Corong speaker dipasang di perempatan yang strategis dalam artian suara yang keluar dari speaker dapat didengar oleh beberapa area sekaligus. Misal di jalan Kuturup tempat saya tinggal ini ada yang meninggal dunia, maka pihak keluarga akan melaporkan berita itu pada suatu biro di pemerintah kota untuk diumumkan. Maka seluruh kota Alanya akan mengetahui berita kematian tersebut.


Waktu ayah saya di Bandung meninggal dunia, suami bilang ke saya “kalau saja beritanya diumumkan, pasti orang di seluruh Alanya yang mengenal keluarga suami akan datang ke rumah” tapi karena ayah saya meninggal di Bandung bukan di Alanya jadi kami tidak melaporkan hal tersebut untuk diumumkan. Jadi ketika itu hanya tetangga dekat saja yang datang menyatakan belasungkawa pada saya. Itu pun karena pada hari itu seharusnya seorang tetangga saya datang ke rumah untuk belajar membaca Al-Quran, tetapi hari itu saya sedang berduka dan kondisi saya tidak memungkinkan untuk mengajarnya oleh karena itu saya meminta ibu mertua untuk memberitahukan pada tetangga tersebut untuk tidak datang ke rumah hari itu karena saya tidak dapat mengajar. Ibu mertua pun memberitahukan hal tersebut pada tetangga yang dimaksud dan memberitahukan alasannya karena saya sedang berduka karena ayah saya meninggal. Maka pada siang hari setelah dzuhur tetangga tersebut bersama suaminya serta satu keluarga lain (masih tetangga dekat) datang ke rumah untuk menyatakan bela sungkawa. Hari-hari berikutnya pun ada tetangga yang datang untuk menyatakan bela sungkawa. Sedangkan kerabat dan teman keluarga suami mengetahuinya dari mulut ke mulut saja dan mereka menyatakan bela sungkawa ketika ada kesempatan bertemu dengan saya.


Pantas saja waktu kakek suami meninggal, tamu yang datang untuk menyatakan belasungkawa tidak habis-habisnya padahal sudah hampir satu bulan. Orang-orang yang mengenal keluarga yang ditinggalkan ataupun kenal dengan orang yang telah meninggal tersebut akan datang melayat atau mengantarkan ke pemakaman pada hari diumumkannya berita kematian itu dan yang tidak sempat datang pada hari itu akan datang untuk menyatakan bela sungkawa pada hari-hari berikutnya. Rupanya orang-orang yang tinggalnya jauh dari daerah ini dan masih dalam kota Alanya, mereka mendengar berita kematiannya dari speaker itu dan konfirmasi pada pihak keluarga via telepon lalu mereka pun datang ke rumah.


Tidak hanya pengumuman kematian saja yang diumumkan via corong speaker tersebut. Tetapi jika ada event-event yang diselenggarakan oleh pemerintah kota yang dalam hal ini untuk mengundang warga untuk hadir pada event tersebut, maka pengumuman akan diperdengarkan via corong speaker tersebut. Seperti halnya pada hari sabtu (29 Mei 2010) akan dilangsungkannya pembukaan festival pariwisata dan seni Alanya ke-10, saya mendengar pengumuman tersebut dan dijabarkan tentang acara apa saja yang dapat dinikmati pada hari pertama festival, untuk itu pemerintah kota mengundang warga untuk hadir pada acara tersebut. Saya telah mengetahui tentang acara tersebut dari poster yang di tempel di dalam bus, bahwa acara festival akan berlangsung selama 4 hari yaitu dari tanggal 29 Mei – 1 Juni. Saya bersama suami dan anak pun berkunjung ke festival tahunan tersebut pada hari ke-2 (minggu, 30 Mei 2010).




artikelku di tribun jabar: 

http://tribunjabar.co.id/read/artikel/23419/pengumuman-pun-bisa-terdengar-ke-seluruh-kota

kesibukan ugd di alanya pada musim panas

MUSIM panas di Alanya sepertinya identik dengan suara ambulans yang lalu lalang di jalan. Karena setiap musim panas ambulans laku keras yang menyebabkan UGD pun menjadi penuh sesak. Mengapa demikian? Semenjak saya baru datang ke Alanya, ketika musim panas tiba setiap hari selalu terdengar sirine ambulans yang hilir mudik di jalan raya. Sehari bisa terdengar berkali-kali. Saya berasumsi bahwa terjadi kecelakaan.

Ternyata menurut suami memang setiap musim panas banyak terjadi kecelakaan bisa karena memang murni kecelakaan dan juga mungkin karena turis-turis yang mabuk. Berbicara soal turis, Alanya memang selalu penuh oleh turis ketika musim panas tiba karena Alanya merupakan salah satu tujuan wisata turis domestik atau mancanegara terutama dari Eropa. Jadi tidak aneh jika pada musim panas UGD akan penuh oleh turis pula.

Tahun-tahun yang lalu saya belum berpengalaman datang ke UGD saat musim panas, jadi belum tahu kondisi sebenarnya bagaimana. Tapi musim panas tahun 2009 anak saya mengalami panas tinggi sehingga menjelang tengah malam suami dan bapak mertua membawanya ke UGD di salah satu rumah sakit swasta. Asalnya saya tidak ikut karena saya pikir hanya dengan ayahnya pun bisa.Ternyata sudah sampai di sana anak saya merengek memanggil-manggil ibunya, oleh karena itu bapak mertua pun menjemput saya di rumah. Sesampainya di UGD barulah saya mengetahui keadaan UGD pada musim panas yang mana memang benar penuh oleh turis.

Ketika anak saya diperiksa oleh dokter di ruangan dengan pintu terbuka, salah satu dokter melihat-lihat keluar yang mana pasien turis yang baru berdatangan lagi, lagi, dan lagi. Dokter pun bilang “bu gece erken başladı” (malam ini lebih awal dimulainya). Mungkin biasanya pasien-pasien mulai berdatangan setelah tengah malan tapi malam itu sebelum tengah malam pun sudah kebanjiran pasien.

Ketika sedang menunggu hasil test lab (karena anak panas tinggi jadi langsung test urine dan test darah), melihat pasien turis yang lalu lalang di UGD, ada yang diplester jidatnya, ada yang tangannya diperban, ada yang jalan sempoyongan, ada yang menggunakan kursi roda, wah macam-macam pemandangannya turis semua. Macam-macam saja kelakuan para turis, bukannya menikmati liburan dengan baik malah nyasar ke UGD.

----------------------------

artikelku di tribun jabar: 
 

Lomba Sepeda Internasional di Alanya

MINGGU (18/4) lalu lintas jalan di Alanya terganggu karena lomba sepeda. Jalan-jalan menuju pusat kota diblokir. Angkutan kota dalam hal ini bus yang melewati jalan tersebut tidak berjalan hingga dibukanya blokir setelah rombongan lomba melewati jalan tersebut sore hari menjelang pukul 05.00. 

Lomba sepeda ini adalah lomba internasional tahunan yang memerebutkan Piala Presiden yang diorganisir oleh Türkiye Bisiklet Federasyonu (Federasi Sepeda Turki), terdiri dari 8 etape dan memakan waktu 8 hari dengan total jarak tempuh 1257 km, yang mana tahun ini dimenangkan oleh Giovanni Visconti pebalap asal Itali.

Start dilakukan di Istanbul pada 11 April yang merupakan etape pertama sepanjang 5,8 km. Etape kedua sepanjang Kusadasi-Turgutreis (181 km) pada 12 april. Etape ketiga sepanjang Bodrum - Marmaris (166 km) pada 13 April. Etape keempat sepanjang Marmaris-Pamukkale (209 km)  pada 14 april. Etape kelima pada 15 April sepanjang Denizli - Fethiye (221 km). Etape keenam sepanjang Fethiye - Finike (194 km) pada 16 April. Etape ketujuh pada tanggal 17 April, sepanjang Finike - Antalya (114 km). Etape delapan atau etape terakhir sepanjang Antalya-Alanya (166 km) pada 18 April.

Ini memang acara tahunan dan sudah 3 kali saya ikut merasakan akibat dari pemblokiran jalan. Yang pertama pada tahun 2008. Saat itu benar-benar tidak ada pemberitahuan bahwa hari itu (minggu) akan ada pemblokiran jalan karena lomba sepeda. Sopir-sopir bus pun seperti biasa menjalanankan busnya sesuai jadwal. Saya pun seperti biasa minggu sore ke centrum. Ketika di jalan raya (jalan utama Alanya yang menghubungkan Alanya-Antalya yang terdiri dari dua jalur), satu jalur yang menghubungkan ke pusat kota ditutup. Jadi tidak ada kendaraan yang dapat melewati jalan tersebut. Sopir bus pun bingung karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya, dan  memutuskan untuk menurunkan para penumpang di dekat underpass (penyebrangan bawah tanah) karena tidak pasti sampai kapan pemblokiran jalan akan dibuka. Kami para penumpang bingung karena harus berjalan kaki ke tujuan. Akhirnya saya harus berjalan kaki ke centrum (kurang lebih 2 km) yang kadang harus menggendong anak yang kelelahan karena harus berjalan kaki. 

Pengalaman kedua adalah pada 2009. Saat itu hari Minggu. Kali ini sudah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak terkait kalau jalan akan diblokir dari jam sekian hingga jam sekian. Jadi para supir bus tidak beroperasi pada jam-jam tersebut. Saya pun telah diberitahu suami kalau jam tersebut bus tidak akan ada yang lewat. Tapi karena anak sudah tidak sabar ingin segera pergi, apa boleh buat sebelum blokir jalan dibuka saya dan anak sudah keluar rumah dan menunggu bus di pinggir jalan sambil melihat rombongan melewati jalan tersebut. Kami melihat dari arah bukit, karena rumah kami berada di bukit pinggiran Alanya.


Pengalaman ketiga adalah kemarin. Sama seperti tahun lalu, tahun ini pun sudah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak terkait bahwa hari Minggu 18 April akan ada lomba sepeda. Untuk itu jalan-jalan yang akan dilewati akan diblokir pada jam sekian hingga jam sekian. Bus pun tidak beroperasi pada jam-jam itu. Saya  menyaksikan lomba sepeda dari jendela rumah. Saya berusaha mengambil video tapi sayang karena zoom camera kurang tinggi alias tidak bisa zoom lebih dekat jadi tidak bisa jelas untuk mengambil video. Hanya lalu lalang helikopter pemantau lomba yang dapat tertangkap jelas di video.

Setelah rombongan pebalap dan lainnya beres melewati jalan raya lalu blokir pun dibuka, saya dan anak pun keluar rumah untuk menunggu bus di pinggir jalan untuk pergi ke centrum. (*)

Salam dari Alanya
19 april 2010
-dian akbas-

artikel ini dimuat di tribun jabar kolom mancanegara

link: http://tribunjabar.co.id/read/artikel/19590/lomba-sepeda-internasional-di-alanya

di edisi cetak tribun jabar: minggu 25 april 2010

Menikmati Ankara dari Atakule



Atakule adalah menara yang terdapat di kompleks Atakule shopping center. Berlokasi di distrik Çankaya provinsi Ankara, Turki. Shopping center ini merupakan yang kedua di Turki dan merupakan yang pertama di Ankara. Menara yang tingginya 125 meter dan shopping center-nya yang diresmikan pada tanggal 13 Oktober 1989 diarsiteki oleh Ragıp Buluç. Sama halnya dengan Monas di Jakarta - Indonesia, kita bisa masuk ke Monas dan naik ke teras menara jika sudah membeli tiket. Untuk naik ke Teras Atakule pun seperti itu, kita harus membeli tiket yang mana tiket masuk Atakule saat ini (tahun 2009) adalah 3 TL.

Senin (6 juli 2009), saya diantar suami ke Ankara dengan tujuan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memperpanjang paspor. Setelah mengisi formulir untuk perpanjangan paspor dan menyerahkan semua persyaratannya kepada petugas di KBRI, beliau bilang bahwa hari itu sangat sibuk tapi akan diusahakan secepatnya tapi daripada saya menunggu di KBRI mungkin bosan maka beliau menyarankan agar saya jalan-jalan saja dulu dan kembali lagi pukul 2.30 siang. Maka kami pun menuruti sarannya dan jalan-jalan di sekitar KBRI saja. Dan kebetulan Atakule letaknya dekat dengan KBRI jadi kami pun berkunjung ke Atakule. Tujuan utama adalah ke menaranya setelah itu barulah ke shopping centernya. Di puncak menara Atakule terdapat cafe dan bar, teras untuk melihat panorama, dan juga restoran berputar seperti halnya restoran Panyawangan yang terdapat di hotel Panghegar Bandung (the first rooftop revolving restaurant in Indonesia).


Kami pun membeli dua tiket, 3 TL per tiket. Ketika akan membeli tiket, di depan kami ada seorang ibu yang juga sedang membeli tiket untuk naik ke menara. Ibu tersebut berbahasa Inggris yang ternyata beliau adalah orang Kanada yang bekerja di Kedutaan Besar Kanada. Beliau bertanya kepada kami, “are you going to the top?”. Saya pun menjawab “yes”. Lalu beliau bilang, “ok then, I will go with you”. Saat itu terdapat 5 orang pengunjung, kami berdua, ibu kanada, dan dua orang laki-laki lain, dengan dibantu seorang petugas maka elevator pun meluncur menuju teras Atakule. Naik dan turun elevator Atakule harus didampingi oleh petugas. Ketika kami datang ke teras, di sana ada seorang laki-laki memakai setelan jas rapi. Saya pikir seorang turis karena sesekali melihat sesuatu menggunakan alat keker (teropong). Ketika suami mengobrol dengan lelaki itu, barulah diketahui bahwa beliau adalah seorang polisi keamanan Perdana Menteri Turki. Memang ketika dilihat-lihat beliau memakai perlengkapan bak seorang intel. Beliau berada di teras Atakule karena sedang bertugas mengawasi rumah dinas perdana menteri yang berada tidak jauh dari situ. Beliau pun menunjukkan rumah dinas yang dimaksud. Lalu beliaupun menunjukkan tempat-tempat pemerintahan Turki seperti Pembe Köşkü dan tempat pemerintahan lainnya. Seperti halnya seorang guide, beliau sedikit menerangkan tentang tempat-tempat pemerintahan tersebut. Meskipun itu bukanlah tugas beliau tapi karena suami mengobrol dengannya dan bertanya-tanya mengenai itu maka beliau pun dengan senang hati menjelaskan. Kami pun meminta ijin untuk memotret rumah dinas perdana menteri dan beliau pun mengijinkannya.

Dari teras Atakule kita dapat menikmati panorama Ankara. Di sana pun terdapat satu teleskop untuk dapat melihat objek lebih jelas, dengan memasukan uang koin 1 TL kita dapat mengoperasikan teleskop tersebut, tapi sayang pada saat saya kesana teleskop tersebut tidak dapat digunakan karena sudah kepenuhan koin dan petugas belum memeriksanya. Teras tersebut dipagari kaca, jadi kita dapat menikmati dan memotret pemandangan dari balik kaca. Ada beberapa bagian kaca yang dilapisi warna gelap dan ditempeli tanda dilarang memotret. Rupanya dibagian sana terlihat tempat kepresidenan yang mana tidak boleh dipotret. Tidak lupa kami mengabadikan panorama Ankara dengan memotretnya, saya dan ibu Kanada pun berfoto yang nantinya saya kirimkan foto itu via email. Rupanya ibu Kanada tersebut berencana untuk mengunjungi shopping center lain yang letaknya lumayan jauh dari Atakule. Ibu tersebut mengajak kami tapi sayang kami tidak dapat menemani karena kami berkeputusan untuk tidak jauh-jauh dari KBRI, karena jika ada telepon dari KBRI kami dapat cepat datang kesana. Setelah bertukar email, kami dan ibu Kanada pun berpisah di teras menara.
 

Tidak lama dari perpisahan dengan ibu Kanada, setelah puas memandangi panorama ankara dari teras Atakule, kami pun memutuskan untuk turun ke shopping center. Ada bioskop juga disana tapi pagi-pagi belum buka bioskopnya. Kami pun hanya berkeliling saja di dalam shopping center. Membeli minum dan sedikit makanan di supermarket. Karena HP diset tidak bersuara maka ketika ada telepon dari KBRI kami tidak mengetahuinya. Tahu-tahu sudah ada 3 panggilan tidak terjawab dari KBRI. Saya pun langsung menelpon petugas yang menangani paspor saya. Beliau bilang bahwa paspor saya akan selesai setengah jam lagi. Wah ternyata paspor saya cepat kelarnya. Kami pun langsung kembali ke KBRI dan dapat menerima paspor saya yang berlaku hingga 5 tahun mendatang. Setelah saya mendapatkan paspor baru, kami pun bergegas segera kembali pulang ke Alanya.



****
tulisan ini dimuat di tribun jabar edisi online (www.tribunjabar.co.id)

Festival Pariwisata dan Seni Alanya ke-9

Minggu sore (31 Mei 2009), saya, suami, dan anak mengunjungi Festival Pariwisata dan Seni Alanya ke-9 yang berlokasi di daerah pelabuhan Alanya. Festival ini merupakan acara tahunan yang mana tahun ini digelar selama empat hari, dimulai pada tanggal 30 Mei hingga 2 juni.

Pada festival ini terdapat bazzar dan pagelaran pentas seni. Pada bazzar terdapat stan pariwisata yaitu stan dari berbagai daerah yang menunjukkan keunikannya, stan kerajinan tangan seperti kerajinan tangan su kabak, stan penjualan makanan Turki, dan stan-stan yang mendukung dunia pariwisata dan seni. Serta pada festival ini pun terdapat pameran foto-foto Alanya tempo dulu. Pada acara pagelaran kesenian, menampilkan tarian-tarian tradisional yang dibawakan oleh anak-anak dan bahkan menampilkan penari anak-anak dan tarian dari negeri tetangga yang mana pada hari kedua ini menampilkan tarian dari negara Georgia (salah satu negara pecahan dari Uni Soviet). Karena anak saya menyukai pakaian yang mereka kenakan, saya pun meminta berfoto dengan mereka. Sewaktu suami meminta ijin untuk berfoto dengan mereka menggunakan bahasa Turki, mereka mengijinkan. Entah mereka mengerti bahasa Turki atau tidak tapi ketika sudah berfoto kami mengucapkan terima kasih dengan bahasa Turki ternyata mereka menjawab dengan bahasa lain (bukan bahasa Inggris) yang mana kami pun tidak mengerti. Tapi itulah indahnya seni, meskipun berbeda bahasa tetapi dapat bersatu dalam seni.

Perihal pelaksanaan festival ini sudah saya ketahui jauh-jauh hari dari poster pengumuman yang dipajang di sekitar kota. Saya dan suami pun sudah merencanakan untuk mengunjunginya karena memang setiap tahun kami selalu menyempatkan untuk datang ke festival ini.

Ketika minggu siang saya mengecek handphone ternyata ada pesan masuk yang berisi seperti in: Alanya Turizm ve Sanat senligi kapsamında bugun saat 21 de Kızıl Kule tarasında grup Tango Del Sol'un Astor Piazzola konseri ve Uc dans, muzik dinletisi saat 22 de Belediye sarayı arkasında Volkan Konak konser verecektir. Tum halkımız davetlidir (Minggu, 31 Mei 2009)

Itulah pesan yang saya terima yang artinya: dalam rangka Festival Pariwisata dan Seni Alanya, hari ini pukul 21.00 di Red Tower akan digelar konser dari grup Tango Del sol dan pada pukul 22.00 di belakang Kotamadya akan digelar konser dari grup Volkan Konak, pihak penyelenggara mengundang seluruh warga untuk menghadiri acara tersebut.

Sayang acaranya malam hari, jika acaranya sore hari mungkin kami pun dapat menyaksikannya. Kunjungan kami di festival pun tidak bisa lama-lama karena suami harus kembali mengurus tokonya, yang mana tokonya bertempat di daerah pusat kota. Pokoknya setiap tahun acara ini digelar, asal sudah mengunjungi walaupun sebentar tidak apa-apa jadinya tidak penasaran.

Pertama kali saya mengunjungi Festival Pariwisata dan Seni Alanya adalah pada tahun 2005, ketika saya baru datang ke alanya. Saat itu di area festival dibangun Red Tower dari buah portakal (jeruk sunkis) tapi tahun ini tidak dibuat lagi seperti itu karena setiap tahun dekorasinya berbeda-beda. Seperti halnya tahun ini terdapat dekorasi mobil yang dihiasi dengan berbagai sayuran dan buah-buahan dan juga dekorasi lainnya.

Alanya adalah kota wisata yang mana saat musim semi (Maret-Mei) dan musim panas (Juni-Agustus) selalu penuh dikunjungi oleh turis-turis, baik itu turis domestik maupun mancanegara (meskipun pada saat musim gugur (September-November) dan musim dingin (Desember-Februari) turis masih ada yang datang tapi tidak sebanyak musim semi dan musim panas). Jadi sudah sepantasnya acara festival seperti ini selalu digelar setiap tahun agar dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan datang ke Alanya.

****
dimuat di web tribun jabar kolom mancanegara (www.tribunjabar.co.id), dan tribun jabar edisi cetak hari minggu 5 juli 2009.

Musim Asker, Ramai Konvoy dan Bising Klakson

Asker dalam bahasa Turki berarti militer atau wajib militer atau tentara. Laki-laki warga negara Turki yang sudah berumur 20 tahun ke atas wajib mengikuti asker (wajib militer) untuk beberapa bulan. Jika seorang pemuda sudah lulus sma dan tidak akan meneruskan kuliah dan sudah cukup umur untuk asker, maka pemuda tersebut dapat langsung mendaftarkan diri untuk wajib militer pada saat musim asker tiba. Jika ingin kuliah dulu, maka sesudah lulus kuliah diwajibkan untuk mengikuti asker, atau mungkin ingin bekerja dulu maka nanti pasti ada surat panggilan untuk mengikuti asker.

Di setiap kota, jadwal pendaftaran dan pemberangkatan wajib militer berbeda-beda dan biasanya terdapat beberapa tahap dalam setahun. Seperti halnya di Alanya tempat saya tinggal ini, menurut suami bahwa di Alanya setiap empat bulan terdapat jadwal untuk pendaftaran dan pemberangkatan asker. Seperti sekarang ini akhir Mei dapat disebut musim asker, karena banyak pemuda Alanya yang pergi asker ditandai dengan ramainya jalan oleh mobil-mobil yang konvoy membunyikan klakson sepanjang jalan mengantarkan pemuda yang akan pergi asker sampai ke terminal bus. Dari terminal bus, si pemuda yang akan melanjutkan perjalanannya sendiri dengan menggunakan bus sampai ke kota di mana dia akan melaksanakan wajib militernya.

Di Turki sudah menjadi kebiasaan atau tradisi, jika ada pemuda yang akan pergi asker maka keluarga, kerabat, teman dan tetangga akan mengantarnya hingga ke terminal bus sambil berkonvoy dan membunyikan klakson sepanjang jalan. Dalam sehari bisa saja siang malam ada yang pergi asker, pernah dalam sehari ada tiga kali terdengar ribut klakson di jalan depan rumah. Saya pikir ada yang nikah, karena jika selesai resepsi pernikahan, sudah tradisi konvoy keliling kota menuju pulang ke rumah. Ternyata ketika saya tanya suami, suami bilang itu bukan yang konvoy nikahan tapi konvoy mengantar asker karena bulan ini bulannya pemberangkatan asker di Alanya.

Sewaktu saya akan mudik di akhir November 2007, saya satu bus dengan pemuda yang akan pergi asker. Dari Alanya, saya menggunakan bus sampai ke Istanbul, yang mana bus akan berhenti di terminal-terminal bus di setiap kota yang dilewati. Salah satunya di terminal bus Antalya. Rupanya bulan itu di Antalya sedang musim asker. Ketika itu di terminal bus Antalya banyak pemuda yang akan pergi asker, banyak pengantarnya dan mereka akan menunggu bus yang digunakannya meninggalkan terminal. Sambil menunggu biasanya teman-teman pemuda akan bernyanyi-nyanyi atau bahkan menari-nari. Pokoknya keadaan terminal bus sangat ramai.

Di terminal bus Antalya, bus kami istriahat selama setengah jam, maka kami pun keluar bus untuk ke toilet dan membeli makanan. Ketika akan masuk bus lagi, bus kami sedang dikerumuni banyak orang dan kami pun susah untuk masuk ke dalam bus. Ternyata orang-orang tersebut adalah para pengantar pemuda yang akan pergi asker yang satu bus dengan kami. Mereka berteriak-teriak mengeluk-elukan si pemuda asker tersebut.

Ketika bus yang kami naiki meninggalkan terminal bus Antalya, saya melihat ada sebuah mobil sedan yang mengikuti bus kami. Tiba-tiba tidak jauh dari terminal, bus kami dihadang oleh mobil tersebut. Bus kami pun berhenti mendadak. Supir bus dan crew (supir cadangan dan pramugara bus, dalam bus antar kota di Turki terdapat pramugara atau pelayan yang mana tugasnya melayani para penumpang seperti halnya memberikan minuman), mereka turun untuk menghadapi orang-orang yang terdapat di dalam mobil yang menghadang bus kami. Ternyata di dalam mobil itu adalah teman-teman pemuda yang akan pergi asker yang ada di bus kami. Si pemuda yang akan pergi asker pun turun dari bus untuk menemui teman-temannya dan naik bus kembali. Rupanya mereka belum puas untuk mengucapkan selamat jalan, dan entah mungkin perihal ini sudah direncanakan mereka untuk mencari sensasi.

Supir bus dan crew pun kembali ke bus. Supir bus marah-marah, marah terhadap mereka yang menghadang bus dan pemuda asker pun kena marah juga karena yang menghadang adalah teman si pemuda. Si pemuda yang akan pergi asker pun bilang pada supir bahwa dia tidak mengetahui hal ini akan terjadi. Supir bus pantas untuk marah, karena tindakan mereka sangat berbahaya. Bagaimana kalau supir bus tidak sempat mengerem bus maka bus kami akan mengalami kecelakaan dan mereka pun akan celaka. Tapi alhamdulillah Allah masih melindungi kami yang mana supir bus cepat tanggap dalam hal itu.

Begitulah musim asker, tak peduli siang atau malam, kebisingan akan terjadi. Jika malam hari, maka siap-siap saja waktu tidur kita akan terganggu.


******

dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom mancanegara



berbagi aşure pada bulan muharam

tulisan ini dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom mancanegara dan di edisi cetaknya minggu 1 februari 2009

**************************

Berbagi Aşure pada Bulan Muharam




BULAN Muharam baru saja berlalu. Bulan Muharam adalah bulan pertama pada kalender tahun Hijriah. Tanggal 10 Muharam dikenal sebagai hari Asyura. Di Turki terdapat tradisi menarik pada hari Asyura (Aşure dalam bahasa Turki). Pada hari itu dimulailah tradisi untuk membuat makanan yang diberi nama sesuai dengan nama harinya, yaitu aşure tatlısı.

Makanan aşure ini semacam bubur yang manis yang terbuat dari campuran berbagai macam bahan makanan. Di antaranya bahan makanan mengandung karbohidrat, protein nabati, buah-buahan, air, dan gula. Bahan karbohidrat biasanya dipakai buğday (gandum), tapi dapat diganti dengan beras. Protein nabati didapat dari kacang-
kacangan (seperti kacang tanah, kacang almond, dan lainnya) yang telah digoreng tanpa minyak. Buah-buahan yang dipakai dapat buah segar seperti anggur segar, aprikot, plum, apel, atau buah yang telah dikeringkan seperti kismis (anggur kering). Bisa juga ditambahkan delima (yang biasanya ditaburkan setelah masak). Bahan-bahan ini dicampur dengan air dan gula (atau  bisa pula ditambahkan susu).

Aşure dimasak dalam jumlah banyak karena tidak hanya untuk dikonsumsi orang rumah, tapi juga dibagikan kepada tetangga sekitar rumah. Setiap rumah hampir dipastikan memiliki aşure. Bisa karena pemilik rumah memasak sendiri menu ini, tapi bisa pula karena mendapat kiriman dari tetangga sekitar.

Jika tidak sempat memasak aşure pada hari Aşure (Asyura), menu ini dapat pula dimasak pada keesokan harinya atau pada hari lain selama masih dalam bulan Muharam (tradisi waktu untuk memasak aşure dimulai pada tanggal 10 Muharam sampai berakhirnya bulan Muharam).

Tidak terbayangkan jika tradisi untuk memasak aşure hanya satu hari, yaitu pada tanggal 10 Muharam. Semua orang akan memasak aşure secara bersamaan dan saling berkirim dengan tetangga. Pasti rumah kita akan kebanjiran aşure.

Menu aşure muncul begitu saja pada perayaan Asyura. Terdapat hikayat di balik makanan aşure ini. Konon pada saat terdamparnya kapal Nabi Nuh as di puncak sebuah gunung, maka semua orang di dalam kapal merasa gembira karena sudah selamat dari bencana. Mereka memasak masakan untuk merayakan kegembiraan dan untuk berterima kasih kepada Allah. Semua bahan makanan yang tersedia dalam kapal (seperti bahan-bahan yang telah disebutkan di atas) dibuatlah menjadi makanan yang lezat.

Di Turki, makanan itu dikenal dengan nama aşure tatlısı dan telah menjadi tradisi memasaknya pada bulan Muharam. Hingga kini, tradisi itu masih melekat di masyarakat Turki. Setiap tahun, di bulan Muharam (tanggal 10 sampai akhir bulan) masyarakat Turki akan merasa senang untuk memasak aşure dan berbaginya dengan tetangga.

Di samping tradisi itu, masyarakat Turki masih dapat menikmati lezatnya aşure selain pada bulan Muharam. Masyarakat Turki biasanya akan membelinya di toko-toko kue atau membeli aşure instan dalam paket dan memasaknya di rumah.
 
Jika para pembaca ingin membuat aşure, gampang saja. Masaklah bubur dari bahan-bahan yang disebutkan di atas kecuali kacang-kacangan karena kacang-kacangan tersebut akan ditaburkan ketika bubur sudah masak.

***********************



musim dingin telah tiba

tulisan ini dimuat di tribun jabar edisi cetak 9 november 2008


**************
musim dingin telah tiba

minggu (26 oktober 2008) dimulainya penyesuaian waktu untuk musim dingin 2008 di turki, ditandai dengan diperlambat 1 jam pada waktu yang sedang bergulir, contoh jika sekarang waktu menunjukan pukul 01.00 maka dimajukan satu jam menjadi 00.00.


Dengan setting waktu seperti itu menandakan musim panas telah berakhir karena waktu siang sudah semakin pendek dan berganti waktu malam yang menjadi panjang pertanda musim dingin telah tiba.

Dengan demikian perbedaan waktu dengan indonesia pun menjadi tambah lambat satu jam. Jika di musim panas perbedaan waktu indonesia – turki hanya empat jam maka di musim dingin menjadi beda lima jam.


Di musim dingin saya merasa waktu-waktu bergulir sangat cepat, misalnya baru saja saya mendengar adzan maghrib berkumandang lalu saya pun melaksanakan shalat maghrib, tidak lama kemudian adzan isya sudah berkumandang lagi.


Matahari cepat sekali meninggalkan hari yang mana pukul empat hari sudah redup, pukul lima adzan maghrib berkumandang dan sekitar pukul enam adzan isya pun berkumandang, menandakan hari sudah berganti malam.


Disamping waktu siang yang pendek dan waktu malam yang panjang, cuaca pun sudah mulai berubah sangat dingin. Meskipun di siang hari matahari bersinar terik tapi angin yang berhembus dinginnnya mampu menusuk kulit kita.


Hampir empat tahun saya disini tapi kulit tropis saya masih belum bisa beradaptasi dengan musim dingin. Setiap musim dingin kulit saya menjadi sangat kering dan pecah-pecah bahkan sampai mengeluarkan darah. Berbeda dengan keadaan kulit saya di musim panas yang mana selalu berkeringat menjadikan kulit saya berminyak. Untuk mengatasi masalah kulit di musim dingin, saya sudah siapkan cream lotion yang ampuh untuk kulit saya. Sudah banyak cream yang saya coba disini tapi hanya satu yang cocok untuk masalah kulit saya tersebut, yaitu nivea baby soft creme. Bukan bermaksud untuk promosi atau beriklan tapi saya hanya ingin berbagi tips untuk orang indonesia (atau dari negeri tropis) yang mungkin akan berkunjung ke turki di musim dingin atau akan menetap di turki dan mungkin akan menghadapi masalah yang sama terhadap kulitnya.


Menurut siklus pergantian musim dalam satu tahun, sebetulnya bulan ini masih termasuk dalam musim gugur dan musim gugur akan berakhir pada akhir bulan november sedangkan musim dingin akan dimulai pada bulan desember hingga bulan februari. Tetapi cuacanya sudah seperti musim dingin saja, padahal menurut penduduk setempat cuaca dingin seperti ini belum apa-apa dibanding pada bulan-bulan januari dan pebruari yang akan sangat dingin.


Beruntung sekali negara indonesia berada di daerah katulistiwa yang beriklim tropis yang mana musim dingin tidak terlalu dingin dan musim panas pun tidak terlalu panas dan panjangnya waktu siang dan malam pun tidak pernah mengalami perubahan.


Sekarang pukul tujuh, matahari sudah bersinar terang dan hangat seraya memanggil orang-orang yang akan beraktifitas untuk segera melaksanakannya sebelum awan-awan gelap yang setiap saat mungkin akan datang menutupi sinarnya.


Salam hangat dari alanya – turki, 29.10.2008


-- Berburu Permen pada Hari Lebaran --

tulisan ini dimuat di tribun jabar edisi cetak 12 oktober 2008.

bicara tentang permen dan anak2, ada tradisi menarik mengenai hal tersebut di turki.
silakan diklik linknya untuk mengetahui salah satu tradisi unik berlebaran di Turki

eid mubarak dari alanya
-dian akbas-

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berburu Permen pada Hari Lebaran

TAHUN ini adalah Lebaran Idul Fitri keempat untuk saya di Turki, tepatnya di kota Alanya, kota kecil di provinsi Antalya yang berada di pesisir laut mediterania. Berlebaran di turki sudah tentu ada bedanya dengan di Indonesia, tapi ada juga persamaannya. Seperti halnya memakai baju baru, saling berkunjung dan bersalam-salaman di Turki pun sama seperti itu. Sedangkan perbedaannya, ketupat lebaran sudah pasti tidak ada di sini. Itu berarti sudah empat kali lebaran saya tidak dapat menikmati ketupat di pagi hari setelah salat Id.

Untuk menyuguhi tamu di Hari Lebaran, ibu-ibu turki akan membuat tatli (sweet) seperti baklava atau kadayif. Suguhan lain untuk tamu yang penting selalu ada di hari lebaran adalah permen, coklat, dan lokum (turkish delight).

Berbicara tentang permen dan tradisi, ada tradisi unik mengenai itu. Di hari lebaran, anak-anak akan sibuk mengumpulkan permen. Mereka akan mendatangi rumah-rumah tetangganya dan mengetuk pintunya dengan harapan akan diberi permen.

Rumah saya pun setiap lebaran selalu ramai didatangi anak-anak yang akan meminta permen. Mereka akan mengetuk pintu rumah, ketika kita membuka pintu, mereka akan mengucapkan "iyi bayramlar (selamat lebaran)" atau ramazan bayram kutlu olsun atau ramazan bayram mubarek olsun (selamat hari raya idul fitri)" dan kita pun harus sudah siapkan permen untuk dibagikan pada mereka.

Jika yang tidak berkesempatan untuk melakukan itu pada lebaran hari pertama, maka mereka akan melakukannya di hari kedua.

Mereka akan datang berkelompok maupun sendirian dengan membawa kantong untuk wadah permen yang mereka kumpulkan. Entah sejak kapan tradisi ini dimulai, yang pasti tradisi ini menjadi keunikan tersendiri untuk suasana lebaran di Turki.

Anak-anak terlihat gembira ketika mereka berburu permen dari rumah ke rumah. Meskipun mereka hanya diberi satu permen tapi keceriaan tetap terpancar di wajah mereka. Satu atau banyak permen yang mereka dapatkan dari rumah tetangganya tidaklah masalah, yang penting mereka senang dengan perburuannya.

Hari lebaran di Turki jatuh pada Selasa, 30 september 2008, lebih cepat satu hari dari indonesia. Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan "ramazan bayram mubarek olsun" untuk semua pembaca Tribun Jabar dimanapun berada, mohon maaf lahir dan bathin. (*)

Eid mubarak dari Alanya - Turki.
29.09.2008

Metallica dan Bom di Istanbul

tulisan ini dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom community - mancanegara dan di edisi cetak 10 agustus 2008

******
Metallica dan Bom di Istanbul


MINGGU
, 27 Juli, Istanbul digemparkan oleh dua bom yang meledak di daerah Güngören, juga digoyang gempa skala ringan, bukan gempa sungguhan. Episentrum gempa terletak di Stadion Ali Sami Yen. Di sana memang grup band heavy metal asal Amerika, Metallica, tengah menggelar konser.  

Ini adalah untuk kali ketiga Metallica manggung di Istanbul. Sebelumnya, sembilan tahun lalu, yakni tahun 1999, dan 15 tahun lalu, yakni tahun 1993, pembawa lagu Master of Puppets ini menggelar konser.

Kali ini 40 ribu fans memadati Stadion Ali Sami Yen untuk menikmati performans pujaan mereka. Selama konser berlangsung, mereka ikut bernyanyi bersama karena mereka hafal semua lagu yang dilantunkan sang pujaan.

Untuk Metallica, dibuatkan panggung sebesar kurang lebih 800 meter persegi dengan steel konstruksi yang dipakai untuk festival-festival skala besar yang didatangkan dari luar negeri. Sound system pun didatangkan dari Jerman.

Dengan mengenakan kostum serba hitam, grup Metallica selalu tampil pede dan para fans pun tak ketinggalan berkostum hitam untuk menikmati konsernya.

Konser ini adalah konser yang tidak terlupakan untuk para fans Metallica di Istanbul dan mereka berharap agar Metallica dapat datang dan menggelar konser lagi untuk mereka di kemudian hari.  Minggu 27 Juli juga, menjelang tengah malam, Istanbul digemparkan oleh dua bom yang meledak di daerah Güngören. Dalam kejadian itu 17 orang meninggal dunia dan 154 orang luka-luka.

Para korban dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans yang segera datang ke lokasi kejadian. Di jalanan daerah Güngören pada pukul 21.50 bom pertama meledak. Karena suara ledakan itu, banyak warga yang penasaran dan datang ke lokasi kejadian. Lalu 10 menit kemudian bom kedua meledak, tempatnya kurang lebih 50 meter dari tempat bom pertama. Di lokasi ini terdapat korban yang cukup banyak.

Setelah dilakukan penyidikan oleh pihak yang berwajib, maka diketahui, bom tersebut ditempatkan di tempat sampah dan teori peledakannya ada dua kemungkinan, pertama bom tersebut telah diset waktu peledakannya dan kedua dimungkinkan juga diledakkan dari jarak jauh menggunakan remote control.

Disinyalir ini adalah perbuatan grup teroris Partai Pekerja Kurdi yang kerap membuat  kekacauan di Turki. Kini Isntabul mendapat gilirannya, dan warga sipil yang tidak berdosa yang menjadi korban. (Dian Akbas)

denda 500 ytl

tulisan ini dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom community - mancanegara, dan di edisi cetak 27 juli 2008

******

denda 500 ytl

PEDAGANG
asongan di kota-kota menjadi salah satu permasalahan sosial. Terdapat dilema dalam menertibkannya. Di satu sisi, mereka berdagang karena untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di sisi lain, pemerintah kota harus menertibkan karena pedagang asongan dapat mengganggu ketertiban kota.

Beberapa tahun yang lalu, di Alanya masih terdapat banyak pedagang asongan yang dianggap mengganggu ketertiban kota. Alanya sebagai salah satu pusat pariwisata Turki tentu terlihat tak nyaman jika banyak pedagang asongan berkeliaran.

Untuk menertibkan para pedagang asongan, pemerintah kota Alanya menetapkan peraturan sebagai berikut: "Küçük yastaki çocuklardan ve belediyenin izni olmayan seyyar saticilardan alis veris yapanlar ve satisi yapanlara 500 YTL para cezasi verilecektir". Artinya, membeli dari pedagang asongan yang tidak mempunyai izin dari pemerintah akan didenda 500 YTL.

Di bus-bus, di hotel-hotel, dan di pusat turistik dipasang poster yang bertuliskan peraturan tersebut dalam tiga bahasa, yakni bahasa Turki, bahasa Inggris, dan bahasa Jerman.

Daripada didenda 500 YTL, lebih baik tidak membeli pada asongan. Pedagang asongan pun, jika tidak ada pembelinya, tidak akan berdagang lagi.

Sekarang di Alanya bisa dibilang tidak ada pedagang asongan karena jika ada pedagang asongan, kalau terlihat Zabita yang sedang berpatroli, akan segera diamankan. Zabita adalah petugas kamtib alias centengnya pemerintah kota.

Meskipun begitu, masih ada saja yang bandel. Pedagang asongan yang ini mungkin berpikir asal tidak ketahuan. Mereka biasanya ada di tempat resepsi (pernikahan atau khitanan). Di sana mereka menjual balon karena biasanya di acara resepsi banyak anak-anak yang menginginkan balon.

Suatu sore di hari Minggu, Wali Kota Alanya berjalan-jalan di sekitar area centrum (pusat kota) yang terdapat gedung resepsi. Kebetulan suami saya ngobrol-ngobrol sebentar dengan Pak Wali karena beliau lewat depan toko kami. Sesaat Pak Wali pergi ada pedagang balon yang akan mangkal di gedung resepsi di dekat toko kami.

Suami saya pun memanggilnya dan memberitahukan bahwa Pak Wali sedang  jalan-jalan di area sini. Pedagang itu pun berterima kasih telah diberi tahu dan segera pergi. Dia pergi ke tempat lain untuk kembali lagi setelah Pak Wali meninggalkan gedung resepsi itu.

Dalam hal ini, tidak fair jika pedagang asongannya saja yang dihukum sebab mereka berdagang karena ada permintaan (demand). Sebaiknya pembelinya pun mendapat hukuman. Sebab, jika tak ada pembeli, para pedagang bakal susah menjual barangnya. (Dian Akbas)

turki kalah, alanya berduka

tulisan ini dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom community - mancanegara, dan di edisi cetak tgl 29 juni 2008

*****
turki kalah, alanya berduka

RABU (25/6) malam, Turki harus bertekuk lutut di hadapan Jerman karena pada menit-menit terakhir, kiper Rustu Recber tak mampu menangkap bola hasil tendangan bek Jerman Philipp Lahm. Gol ketiga Jerman tersebut membawa petaka buat Turki yang harus kalah 2-3 dan gagal ke babak final Euro 2008.

Hasil tersebut membawa Turki berduka. Malam seusai pertandingan pun tampak sepi. Sangat berbeda dengan situasi malam sebelumnya. Malam-malam yang lalu selalu diwarnai dengan kegembiraan untuk merayakan kemenangan.

Di segenap penjuru Kota Alanya juga begitu. Ketika Turki berhasil lolos ke babak perempatfinal, di kota tempat saya tinggal ini kerap terdengar sorak-sorak kegembiraan. Dan langit malam gemerlapan bermandikan kembang api.

Ketika Turki berhasil lolos ke semifinal, suasana malam tambah meriah. Para pendukung berkonvoi keliling kota di tengah malam. Mereka membunyikan klakson di sepanjang jalan seakan mengajak semua penduduk kota untuk merayakan kegembiraan.

Tapi malam ketika tim "Bulan Bintang" Turki tidak mampu menahan serangan tim "Panser", Alanya hening.  Padahal ketika di awal pertandingan, Turki dapat membuahkan goal kesatu dan kedua, suasana malam sangatlah meriah, langit Alanya kembali gemerlapan bermandikan kembang api.

Kemeriahan berakhir seketika ketika Lahm mencetak gol ketiga untuk Jerman. Pendukung Turki di Kota Alanya berduka, seakan tidak bisa menerima kekalahan. Apa boleh buat, keberuntungan saat ini tidak berpihak pada Turki.

Rumah saya berlokasi di bukit pinggiran Kota Alanya. Di tempat ini seluruh Kota Alanya dapat terlihat. Oleh karena itu, ketika Turki berhasil memenangi pertandingan, saya dapat melihat bagaimana maraknya Kota Alanya di malam hari. Dan, ketika Turki harus menerima kekalahan, saya juga bisa menyaksikan Kota Alanya menjadi sepi dan hening.

Alanya adalah sebuah kota kecil di Turki yang terletak di pinggiran Laut Mediterania. Seperti halnya di kota-kota lain di Turki, setiap merayakan sesuatu yang bersifat  nasional, seluruh warga kota akan sangat ramai. Mereka bahkan menembakkan senjatanya ke udara yang kerap kali tembakan itu memakan korban karena terkena peluru nyasar.

Jika perayaan di malam hari, langit malam pun akan gemerlapan bermandikan kembang api. Konvoi keliling kota dengan membunyikan klakson sepanjang jalan bukanlah hal yang aneh meski di tengah malam sekalipun.

Jadi, bersiap-siaplah untuk tidak bisa tidur nyenyak ketika di tengah malam warga bergembira seperti halnya ketika Turki berhasil lolos ke babak perempatfinal dan semifinal. Suasana di luar sangatlah bising, tidur pun jadi terganggu. Viva Turkiye! (Dian Akbas)

*****

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...