Showing posts with label pemilik toko. Show all posts
Showing posts with label pemilik toko. Show all posts

Hanger (gantungan baju)

 

Dua hari lalu, ada emak turki yg datang ke toko buat minta hanger.
"tuh, ambil aja di depan," pinta saya.
suka ada yg minta hanger dan saya suruh aja ambil sendiri. siapa yg suka minta? seperti tetangga sebelah, ada juga mahasiswa turki, santri indo. intinya bukan pemilik butik (toko baju).
di toko saya banyak hanger ga kepake karena turis-turis yg belanja di sini ga mau dikasih hanger. orang lokal ada yg mau ada yg engga. sedangkan hanger yg ada di toko kami tuh free dari produsen baju (setiap hanger ada merek bajunya). jadi ketika kami beli dress, tunik, rok, dan abaya, selalu dikasih hangernya (toko-toko lain juga begitu, dikasih free hanger oleh para produsennya). kami pun kasihin hanger-hanger itu ke customer kami yg membutuhkan. tapi banyak yg ga mau dikasih hanger juga termasuk para turis. jadinya banyak sisa hanger. makanya kalo ada yang minta, ya dikasih aja. terserah mau ngambil berapa. tapi paling juga max 10 biji.
kita balik ke emak turki yg minta hanger 2 hari lalu. dia ngambil hanger banyak banget. saya ga curiga kalo dia punya butik.
"ini saya ambil segini ya. ada plastik ga?" ucap si emak turki.
"iya gpp. tapi ga ada plastik," ucap saya.
pergilah si emak sambil berterima kasih dan bilang, "itu sisanya nanti saya minta juga ya."
trus saya liat kerdus hanger di luar. cuma sisa beberapa biji saja.
saya pikir mungkin ni emak punya baju banyak banget di rumahnya.
udah deh biarin aja. saya ga cerita ttg ini ke suami.
eh pas semalem suami cerita
"tadi ada bapak2 yg minta hanger. dia pemilik butik baru katanya. tapi ga saya kasih soalnya udah tinggal dikit lagi hangernya. ntar kalo kita butuh gimana?"
"kemaren ada emak2 ngambil hanger banyak banget." ucap saya.
"iya mungkin mereka suami istri. si bapak ini jg bilang kalo abla (saya) di toko ini ngasih," kata suami.
"ya, mana tau kalo si emak itu pemilik butik baru," ucap saya ga habis pikir.
duhhh si emak itu ternyata pemilik butik. kok ga malu ya minta-minta hanger ke toko lain.


Cobaan pagi

Barusan ada emak OT datang ke sini. wajahnya si seperti familiar. si emak juga nyapa ramah gitu dan sepertinya dia kenal saya. Dia bawa paper bag yang isinya rok.

"Saya beli rok ini di sini 2 tahun lalu," katanya sambil ngeluarin roknya. "Tapi ga pernah saya pake sekali pun. boleh ga ditukar dengan yang lain? atau bantu deh gimana caranya," tambah si emak.
whats?? 2 tahun yang lalu??
aduh ibu, itu beli rok 2 tahun yang lalu. kalo mau dituker kenapa harus nunggu sampe 2 tahun???
"ga bisa abla. udah 2 tahun lo. di toko manapun ga akan diterima kalo udah 2 tahun mah. meskipun belum pernah dipake," ucap saya tegas.
Ngomong ke ot harus tegas. jangan lembek. kalo kamu lembek, pasti bakal ditekan.

Nawar harga bikin baper

3 hari lalu datang turis sekeluarga (suami istri dan 2 anak). si istri mencoba dua tunik. Sebelum dicoba, si istri nanya harga dulu tapi belum menawar. Setelah dicoba, si suami nawarnya bikin saya bengong dan cenderung baper. tunik yang satu harganya 900, saya diskon jadi 800. tunik yang satu lagi harganya 750. belum sempat saya kasih diskon, si suami nawarnya "semuanya 1000 aja".
Tentu saja tidak saya kasih. terus dia nanya, "last price nya berapa?"
Saya bilang, semuanya bisa saya kasih 1400,
"udah deh 1200 aja semua," kata si suami.
keukeuh saya ga mau. "mendingan kalian lihat-lihat aja dulu ke toko lain". inilah cara saya mengusir secara halus. dan mereka pun pergi.
saya baper karena dia nawarnya kebangetan. tapi saya yakin, kalo dia bawa rezeki untuk saya, pasti dia balik lagi untuk membeli.
kemarin sore sepulangnya saya dari pasar, ternyata ada si istri sedang menunggu saya di depan toko.
akhirnya mereka jadi belanja 2 tunik. 1 tunik yang pernah dicobanya harga 750 dan 1 tunik lain yang harganya sama-sama 750. kali ini totalnya saya kasih diskon jadi 1200. dan dia menawar jadi 1100. ok lah saya kasih.
mereka ini orang afganistan yang tinggal di denmark. si suami bisa bahasa turki karena pernah tinggal di istanbul selama 5 tahun.
ternyata memang rezeki ga akan salah alamat


Penembakan berakhir pemecatan

 

Beberapa minggu lalu, di seberang toko saya terjadi penembakan. Saat itu saya sedang berada di dalam toko. Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Apakah itu benar suara tembakan pistol? Ah, mungkin itu hanya petasan.
“Polis!” teriak pemilik toko sepatu sebelah.
Mendengar suara itu, saya langsung keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Di seberang tepatnya di toko jam, banyak orang berkerumun. Hal ini membuat saya berpikir bahwa toko jam yang mengalami penembakan. Tak lama kemudian, seorang lelaki pegawe toko sebelah (sebut saja A) keluar dari toko jam dengan wajah yang pucat seperti ketakutan. Semakin heran saya dibuatnya. Ada apa dengan si A? Si A keluar dari toko jam dan langsung masuk ke toko sepatu yang berada di sebelah toko saya.
Pemilik toko sepatu langsung menelepon polisi dan menceritakan apa yang baru terjadi. Tak lama kemudian datang 3 orang polisi berpakaian sipil dan 2 orang polisi yunus (polisi bermotor). Si A ditanyai oleh salah satu polisi sipil dan si A pun menunjukkan luka di pahanya. Untungnya perluru dari tembakan tadi hanya nyerempet pahanya saja. Polisi sipil segera menelpon ambulans dan tak lama kemudian ambulans pun datang. Si A dibawa ke rumah sakit oleh ambulans tersebut. Polisi berseragam dan investigasi TKP pun berdatangan.
Ternyata kejadiannya di dekat kran air tepat di seberang toko saya. Di sana terdapat satu selongsong peluru. Investigasi TKP mengambil foto-foto di daerah itu. Jadi saat itu si A sedang mengambil air di kran lalu ada yang menembaknya. Tapi si A berhasil menghindar dan pelurunya nyerempet pahanya. Si penembak berusaha menembak lagi tapi sepertinya pistolnya macet, karena saat itu tidak terdengar suara tembakan lagi. Nah ketika si penembak sedang berusaha menembak untuk kedua kalinya, pemilik toko sepatu melihatnya, makanya dia berteriak “Polis” saat itu, dan si A pun berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke toko jam. Sedangkan pelaku berhasil kabur dan entahlah apakah sudah berhasil ditangkap?
Saya tidak tahu pasti apa penyebab terjadinya penembakan ini. Namun sejak kejadian itu, si A tidak pernah kembali lagi ke toko sepatu karena dia fix dikeluarkan dari tempat kerjanya itu. Padahal dia sudah belasan tahun bekerja di sana, pegawe paling lama. Dia sudah bekerja di toko itu sejak dia belum pergi wajib militer, hingga dia menikah dan sekarang sudah punya anak usia 2 tahun. Tapi menurut orang-orang, pemilik toko pastinya tidak mau tokonya mengalami kerugian jika si A masih tetap bekerja di sana. Karena tidak ada jaminan jika tidak akan terjadi lagi penembakan seperti itu.

Penembakan ini terjadi saat siang hari dan banyak orang lalu lalang di sekitar. Untung saja tembakan meleset dan peluru tidak nyasar ke orang lain.

Mana bosnya?

Seorang ibu diantar anak lelakinya datang ke toko saya. Si ibu kepincut dengan setelan kemeja putih dan rompi panjang berwarna marun. Rompinya cukup tapi kemejanya sempit.
Dia lihat-lihat kemeja merek lain yang bukan setelan dan ternyata ada yang cukup. Si ibu ingin kemejanya diganti dengan kemeja merek lain itu. Tentu saja tidak bisa karena baju setelan tidak bisa mix and match dengan yang lain dan juga mereknya beda dan harganya juga beda.
Si ibu ngotot dan karena menyangka saya hanya pegawe di sini, si ibu bilang gini dengan nada merendahkan,"Pemilik tokonya mana?"
"Saya sendiri," jawab saya.
Mendengar jawaban saya ini sepertinya si ibu malu. Tanpa bilang apa-apa, si ibu langsung melipir keluar dari toko.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...