Showing posts with label mudik. Show all posts
Showing posts with label mudik. Show all posts

Setahun yang lalu…

 

17 Agustus 2023
“Teh, mamah ga ngerespon,” ucap adik di ujung telpon.
“Ga ngerespon gimana? Kemarin masih telponan,” tanya saya penasaran.
“Ga tau. Nia mau ke Bandung,” jawabnya.
“Ya, udah nanti kasih tahu,” pinta saya.
Saat itu saya sedang bersiap-siap untuk pergi ke toko.
Tak lama kemudian ada wa call lagi, kali ini dari Bunda (istri sepupu saya) di Bandung.
Saya jadi berprasangka buruk bahwa terjadi sesuatu pada mamah.
Saya angkat call-nya sembari nangis sejadinya, “Bunda, mamah kenapa?”
Ternyata saat itu Bunda ngasih tahu mau manggil dokter dan mamah udah bisa ngerespon. “Saya mau pergi ke toko, update aja ya Bun,” pinta saya.
Saya pun pergi ke toko. Sampe di toko kami vidio call kembali.
Saat vidio call ini , saya bisa melihat mamah. Tapi mamah udah ga bisa bicara. Dokter udah datang dan meriksa mamah. Katanya mamah struk sebelah (badan bagian kanan).
Saat itu saya melihat tangan kiri mamah melambai ke saya seakan meminta saya untuk pulang. Dan vidio call ini menjadi kali terakhir utk saya melihat mamah.
Hari itu, saya di toko harap-harap cemas. Oni dan adik senantiasa memberikan update tentang kondisi mamah. Mamah pun dibawa ke RS Advent dan masuk ke ruang HCU.
Saya melayani customer tapi pikiran saya gak konsen. Tgl 17 ini saya kedatangan turis belanda yg dibawa oleh hanut. Ternyata mbak turis ini orang Indonesia, namanya mba Yanthy Marks-Murtiningsih. Kami tentunya ngobrol bahasa Indonesia.
.
.
.
Sepulang dari toko, suami nelpon agar saya segera cari tiket ke Indonesia utk besok. Saya segera mencari tiket murah. Semurah-murahnya tiket di pertengahan musim panas seperti ini tetap aja mahal toh.
Saya dapat tiket Oman air utk tgl 18 Agustus pukul 13.00. Tapi bagaimana ke istanbul secepat kilat?
Penerbangan dari Gazipaşa-istanbul atau Antalya-istanbul tidak ada yg singkron utk mengejar flight oman air ini. Sedangkan saya pun berada di alanya yg membutuhkan waktu utk ke Gazipaşa atau ke Antalya.
Akhirnya suami minta saya pergi ke Indo tgl 19 aja. Jadi tgl 18 saya ke Istanbul by bus. Saya pun membeli tiket oman air utk tgl 19 Agustus dan suami membeli tiket bus utk besok sore.
18 Agustus 2023
Seperti biasa saya ke toko. Saya mengabari adik bahwa saya akan pulang dengan kirim foto etiket oman. “Jangan bilang siapa-siapa ya. Ini surprise.”
Ya, saya berpikir utk memberi kejutan buat mamah. Tapi, ….
Sore hari, suami mengantar saya ke terminal bus antar kota. Dari sana, saya naik bus ke Istanbul sendirian. Sampe istanbul esok pagi.
19 Agustus 2023
Istanbul - Muscat - Jakarta
Ketika akan boarding, saya berkenalan dgn Pak Mualimin Erdi (mahasiswa S3 di Sakarya). Waktu transit di muscat pun kami bertemu lagi. Kami menyantap bala bala buatan beliau di bandara muscat 😃
20 Agustus 2023
Sesampainya di Jkt, hp saya low bat. Karena harus ngisi form bea cukai di webnya, maka saya minta bantuan ke petugas yg ada di sana. Saya disambungkan dgn wifi gratis. Ketika terhubung dgn internet, terlihat banyak notif dari kerabat di bdg. Tapi saya tidak bisa membukanya karena saya fokus isi form dulu utk dapetin square code dan segera keluar dari sana. Hati saya sudah tdk enak dgn melihat banyak notif itu.
Lalu saya menuju counter travel dan menunggu di bangku yg tersedia. Keberangkatan saya ke bdg pukul 16 tapi molor 30 menit. Tepat pukul 19 saya sampe di bdg dan turun setelah melewati jembatan pasupati, di jl. Cikapayang
Dari sana saya jalan kaki menuju rumah. Saya tidak minta dijemput oleh siapa pun karena tidak mau merepotkan dan rencananya mau kejutan.
Sesampainya di gang, dua emak tetangga saya langsung memeluk saya dan menangis. Saya udah merasa pasti mamah udah ga ada.
Saya pun masuk ke rumah, semua adik mamah dan beberapa sepupu saya ada di sana. Saya tidak melihat ada jenazah di sana. Saya ga berani utk bertanya.
Lalu suami saya nelpon, “udah dikuburin?”
Saya bingung mau jawab apa karena ga tahu.
“Udah dikubur?” tanya saya pada sepupu.
“Udah,” jawabnya.
Saya pun memberi tahu suami bahwa mamah sudah dikubur. Suami saya uring-uringan, “kenapa ga nunggu kamu datang dulu baru dikubur…bla bla bla,”
Ya, ternyata vidio call yg 3 hari lalu itu adalah terakhir kalinya saya melihat mamah. 3 hari itu saya berpacu dgn waktu, dan saya kalah. Saya ga keburu melihat mamah lagi.
Innalillahi wa innailaihi rojiun. Al fatihah utk mamah.

wajah sunda?

 #throwbackmudik2016


waktu itu saya mudik naik etihad, transit di abu dhabi.
ketika transit, tiba-tiba ada seorang perempuan yang menghampiri saya dan langsung berbicara bahasa sunda, "Teteh, punten ieu teu ngartos (teteh, maaf ini ga ngerti)," ucapnya sambil menunjukkan boarding pass.
saya sedikit kaget. karena saat si teteh menghampiri, saya sedang tidak berbicara bahasa sunda dengan anak. itu berarti si teteh hanya dengan melihat wajah saya sudah tau bahwa saya orang sunda dan dia pun pede ngomong sunda pada saya 😃
saya melihat boarding pass nya, "leres teh, antosan weh di dieu. engke tabuh ieu teteh ka lebet (betul teh, tunggu aja di sini. nanti jam ini teteh masuk ke dalam)," jelas saya sambil menunjukkan waktu di boarding pass.
si teteh pun berterima kasih dan kembali menunggu di tempatnya. saya dan anak berlalu pergi mencari makanan.

Pernah ada maling

 

Menjelang mudik tahun 2016 lalu, suami saya mencari orang untuk menjaga toko kami selama saya mudik. Dapet deh seorang cewe namanya B, kami kenal keluarganya. Sebulan sebelum saya mudik, dia harus sudah mulai kerja, agar saya bisa memberitahu dari a sampe z.
Beberapa hari sebelum dia mulai kerja, datang kerabatnya (sebut saja H) ke toko saya. Mba H ini pernah kerja di toko saya beberapa tahun yang lalu.
"Si B mau kerja di sini ya?"
"iya, ntar senin mulainya."
"Hati-hati ya sama dia."
"kenapa gitu?"
"pengalaman di tempat kerjanya yg terdahulu, dia suka mencuri."
Saya kaget dong denger berita ini.
"yah pokoknya dia harus diawasin."
Iya sebulan sebelum mudik bisa diawasin. Lah nanti dua bulan saya mudik, siapa yang awasin dia. Ga mungkin juga dibatalkan. Susah nyari orang sekarang ini.
Sebulan semasa kami kerja bareng, ga ada kelakuan aneh dari si B. Ketika saya sedang berada di Indonesia, beberapa hari menjelang kepulangan saya, suami ngasih kabar buruk.
Beneran deh kejadian si B maling di toko kami.
Hari minggu, suami saya sedang di toko. Datang turis yang ingin menukarkan longdress yang dibelinya di toko kami. Si B tidak menuliskan penjualan longdress tersebut di buku penjualan dan uangnya diambil.
Jika saja turis tidak datang untuk menukarkan longdress tersebut, maka suami tidak akan pernah tahu kalo si B sudah maling di toko kami. Suami saya emang ga pernah ngecek stok sih. Jadi dia tergantung sama apa yg ditulis di buku penjualan aja. Kalo saya pasti cek satu-satu. kalo ada yang hilang pasti ketauan.
Keesokan harinya, suami tanyakan tentang longdress yang dibeli si turis, kenapa dia tidak mencatatnya. Dia coba berkelit. Untung saja uangnya masih ada dan dikembalikan oleh si B. Suami pun langsung memberhentikannya. Ia dibayar sesuai dengan perjanjian.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...