Showing posts with label pemabuk. Show all posts
Showing posts with label pemabuk. Show all posts

OT Pemabuk part 3


Teman-teman pernah membaca status saya tentang OT Pemabuk?
Nah, saya akan membahas si OT pemabuk ini.
Beberapa minggu lalu, saya dan suami naik bus bareng si OT ini. si OT selalu membawa walkie talkie (WT) dan selalu dinyalakan. Saya mikir, "apakah orang ini polisi yang sedang nyamar? tapi kalo nyamar masa WTnya dinyalakan sih? ntar ketauan dong penyamarannya."
OT ini juga selalu tampak akrab dengan para supir. dia selalu nyapa supirnya. di bagian ini, saya sempat menyangka dia teman para supir. karena supir-supir juga bersikap baik padanya.
Suatu malam, si OT ini duduknya sejajar dengan kami. kedengaran banget suara WTnya. Tanpa disadari, suami juga memperhatikan dia sejak malam-malam yang lalu.
Sesampainya di rumah, saya nanya ke suami, "orang yang tadi tuh apaan sih bawa-bawa WT. dia polisi gitu?"
"Dia tuh orang gila. Liat aja, dia selalu ngomong kalo dia polisi dan bahkan suatu waktu bilang kalo dia agen intelijen," jawab suami.
Ya ampun, ternyata si OT ini orang gila.
Pantes aja, suatu malam dia naik bus pas di seberang kantor polisi. mungkin biar lebih meyakinkan kalau dia polisi.

Pemuda OT Pemabuk

 


Apakah masih ingat postingan saya tentang pemuda OT pemabuk yang punya cewe orang Indonesia? (sepertinya sih bagian pacar cewe Indonesia ini bohong belaka, hanya untuk bahan obrolan aja dengan saya).
Nah, hari Sabtu lalu, saya melihat lagi si cowo ini. Hampir saja saya duduk sebangku lagi dengan dia. Setibanya saya di terminal, saya mau duduk di bangku halte yang ada cowo sedang duduk di salah satu ujungnya. Ketika saya mau nyampe ke bangku, saya merasa kenal dengan wajah si cowo yang sedang duduk ini. Saya segera balik badan dan berdiri di depan halte sambil mikir siapa cowo ini?
hmmm ternyata ini si cowo pemabuk itu. Segera saya pindah ke halte sebelah dan memperhatikan kelakuan si cowo ini. Kali ini si cowo membawa tas seperti pada gambar, hanya saja tas dia bewarna kuning. Tas ini adalah tas pendingin. Bisa ditebak apa yang dibawanya dalam tas pendingin ini. Ya, dia membawa bir. Saat itu pun dia sambil minum bir kaleng bermerek EF** (bir asli turki yang sudah diproduksi sejak tahun 1969).
Untungnya saat itu dia tidak mengenal saya. Kemungkinan besar sudah lupa. Karena orang waras yang masih ingat orang yang pernah ngobrol, walau dari arah belakang, ada kemungkinan untuk menyapa kembali.
Saat itu ada mba Turki berhijab yang datang ke ujung bangku itu (tadinya saya mau ke situ). Memang sih dia sebenarnya tidak akan duduk di situ, tapi perlu untuk memasukkan sesuatu ke dalam tas atau keperluan lain. Si cowo pemabuk membuka percakapan seperti ini: "Mbak, cincin yang kamu pake asli?"
Duh, aneh banget sih pertanyaannya, dan ditanyakan ke orang yang tidak dikenal. Jawaban si mbak tidak terdengar jelas. Kemudian si cowo berkata seperti ini, "Soalnya saya menemukan cincin yang sama persis dengan itu di .... (ga jelas)."
Lalu dia menambah pertanyaannya. "Boleh saya lihat?" Ini sangat tidak sopan.
"Tidak boleh," jawab si mbak dengan ketus dan menjauh dari sana.
"Ih, dasar orang aneh," ucap si cowo.
Entah apa pekerjaan cowo ini. melihat dari pakaiannya yang kotor, sepertinya dia buruh bangunan atau tukang cat.
Sambil tetap meminum bir, si cowo ini mengomentari apa-apa yang terjadi di sekitarnya. Yang kemungkinan besar dia tidak akan mengingat apa yang telah dia lakukan di terminal hari ini.

Tanjakan emen?

 

Tadi (sebelum jam 8 malam), sedang menunggu bus di halte terminal, ada cowo turki yang minta ijin untuk duduk di bangku bersama saya. Silakan aja duduk di ujung satunya. Jadi kita duduknya sama-sama di ujung (gak dempetan).
Si cowo ini ngajak ngomong aja dengan suara yang seperti orang mabuk. tapi saat itu dia tidak bau alkohol, hanya saja suaranya begitu.
Dia tahu saya orang asing trus nanya saya orang mana. Awalnya saya ga jawab tapi dia terus menebak-nebak. ya udah saya kasih tahu dari Indonesia. Lalu dah dia bilang bahwa punya teman orang Indonesia. yang pastinya cewe. dan sepertinya mereka pacaran. katanya mereka udah 2 tahun, tapi dia belum bisa pergi ke Indonesia.
"Kalo kamu punya uang, pergi aja ke sana."
"Karena saya pernah tertangkap mabuk sewaktu nyetir mobil, jadi saya dihukum ga boleh keluar negeri selama 5 tahun."
Oohh pantesan aja, suara dia kayak mabuk gitu. Ternyata pemabuk ni orang.
"oh, jadi nanti kalo udah 5 tahun, kamu bisa keluar negeri, gitu ya?"
"Iya."
"Emangnya cewe itu Indonesianya di mana?"
"itu lo daerah yang ada tanjakannya, yang di tanjakan itu sering terjadi kecelakaan."
yeee ga tau atuh. emangnya Indonesia cuman segede kecamatan. tanjakan mana maksudnya. tanjakan emen?
Aduh kasian amat sama si cewenya. jatuh cinta sama ot pemabuk begini.
Jadi mereka kenalan di FB. kata si ot ini, si cewe yang bilang kalo dia suka sama ot karena cakep, trus dia minta si ot untuk datang ke Indonesia. tapi karena si ot sedang ga bisa keluar negeri, jadi dia juga bingung harus gimana.
"Suruh aja si cewe datang ke sini."
"Ga dibolehin sama orang tuanya."
"Ya ke sininya sama orang tuanya dong."
Dan mereka ini komunikasi pake google translate yang banyakan ga nyambungnya. makanya si cowo waktu ditanya si cewe dari daerah mana di Indonesianya, dia cuman bilang daerah yang ada tanjakan begitu.
Jadi teman-teman, terutama yang bucin turki. kesamaan bahasa itu penting supaya bisa nyambung dalam berkomunikasi. terserah deh pake bahasa apa. yang penting ada kesamaan bahasa. jangan bilang bahasa tubuh ya.
Lihat aja contoh dua orang yang saya ceritain ini. Mereka ngobrol dua tahun tapi ngobrolnya pake google translate. ga tau sebanyak apa info yang mereka dapatkan di antara mereka. Apakah si cewe tahu kalo cowo ini pemabuk?

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...