Showing posts with label jualan. Show all posts
Showing posts with label jualan. Show all posts

[Jual e-book] Aktivitas Seru Ramadan



Ramadan sebentar lagi...


Kita sambut Ramadan dengan suka cita :)

Ini lo ada ebook aktivitas yang seru untuk Ramadan.

***

Aktivitas Seru Ramadan
Fun Ramadan Activities
Eğlenceli Ramazan Etkinlikleri

Ebook aktivitas 3 bahasa (Indonesia-English-Türkçe)

Penulis: Dian Akbas
Ukuran: 29,7 x 21 cm, 43 Halaman
Harga: Rp 50 Ribu
Isi: Mewarnai, mencari jalan, menghitung, dan masih banyak lagi.

Ebook ini dapat menemani anak-anak dalam menjalankan ibadah puasa. Bisa banget ngisi buku ini saat ngabuburit ;)

Yuk segera dipesan sebelum masuk bulan Ramadan!

Pemesanan via DM facebook: Dian Akbas

Kenapa diskon?


Kemaren ada turis swedia yang bertanya kenapa dikasih diskon 😀
Menjelang asar, ada seorang cewe cantik datang ke toko saya dengan maksud membeli longdress harian alias daster ya kalo di indonesia 😊
Setelah saya tanya asalnya, ternyata cewe pirang ini berasal dari swedia. Daster yg disukainya bermotif bunga bunga dengan dua warna dasar yang tersedia yaitu hijau dan hitam. Dia menanyakan harga, saya pun menjawab harganya sekian. Lalu dia meminta keduanya untuk dipantaskan.
"Menurut kamu mana yang lebih cocok dengan warna rambut saya?" tanya nya pada saya sambil memantaskan kedua dasternya.
"Menurut saya sih keduanya bagus buat kamu," jawab saya. Karena dia berkulit putih dan kedua warna itu bagus untuk dia, jadi saya berpendapat demikian. Lalu dia menanyakan letak cermin untuk melihatnya sendiri.
Setelah beres bercermin, dia keluar dengan sebuah keputusan. "Saya mau ngambil uang dulu ya. Saya mau beli keduanya ukuran paling kecil," ujarnya riang.
Tak lama dia kembali dengan membawa uang dua lembar. Seperti anak kecil yang kegirangan, dia tunjukkan uang dua lembar itu pada saya.
Saya menerima uangnya dan melipat dasternya untuk kemudian dimasukan ke kantong. Saya berikan kembalian 20 lira sebagai diskon. "İni diskon untuk kamu," ucap saya sambil memberikan uang 20 lira padanya.
"Kenapa diskon?" tanya nya heran.
Lah dikasih diskon malah heran. "Karena kamu beli dua, jadi saya kasih diskon," jawab saya. İa pun berterima kasih. Tak lupa saya kasih kartu nama sebelum dia pergi.
***
Prinsip saya dalam memberi diskon seperti ini:
* jika customer tidak meminta diskon malah saya lebih senang kasih diskon.
* Jika customer tanya harga terus merasa kemahalan dan tanpa bilang mahal dia bilang gini "nanti kamu kasih diskon ya" atau "give me good price", its ok pasti saya kasih diskon.
Saya ga akan kasih diskon sama customer model gini
* Orang yang nanya harga, pas dikasih tahu langsung bilang MAHAL, padahal belum tau kualitasnya belum nyoba dll. Orang model gini mending go to hell aja
* Orang yang suka ngebandingin dengan toko lain. Ya udah beli aja di toko sana. Ga rugi kok ga dibeliin kamu.

Wow seksi


Kemaren ada ibu rusia bersama beberapa orang datang ke toko, termasuk anak kecil cowok salah satunya. Mereka bermaksud membeli baju big size. Sepertinya mereka melihat tulisan 'bolshoi razmir' (big size) di depan toko saya, jadi mereka memutuskan untuk masuk.
İbu rusia ini yang mau beli bajunya karena dia big size lady. Pertamanya nanya tunik big size. Saya kasih yang paling besar, ternyata ga cukup. Terus mereka lihat lihat blus tangan panjang. Lalu terdengar salah satunya bilang 'futbolka' yang artinya t-shirt. Saya langsung menunjukkan t-shirt big size warna ungu. Dia suka lalu minta ukuran paling besar. Saya kasih nomor 5, it means 5xl. Si ibu mencobanya tanpa membuka bajunya dulu, jadi langsung dirangkap. "Wow seksi," kata si anak cowo. Aduh eta budak geus nyaho seksi sagala hehe.
Saya tunjukkan t-shirt krem model lain dengan ukuran sama. Dia pun mencobanya. Tapi pilihan jatuh ke t-shirt ungu.
"Very nice t-shirt," kata si bocah sambil nenteng kantong isi t-shirt ungu 😁

Tawar menawar sunat rasul


Itu yang sering saya dengar dari orang turki yg menawar.
Saya malas mendengar orang yg nawar dengan membawa bawa nama Allah dan rasul. Kalo ga ada uang cukup ya udah jangan beli barang yg itu. Sudah ada pilihan barang yang harga sekian dan sekian. Barang A harga A (mahal), barang B harga B (murah). Dari harga sekian saya kasih diskon hingga last price. Sudahlah tak usah merengek minta barang A dengan harga B.
Janji akan mendoakan jika diberi harga tawarannya. Untuk apa mendoakan tanpa rasa ikhlas.
Barusan ada dua cewe turki adik kakak yg mau beli tunik buat hadiah mother day. Saya ga kasih tawarannya utk barang A. Mereka bilang "mahal mahal" dan keluar. Ntah mungkin cari ke toko lain tapi ga nemu yg lebih murah. Beberapa menit kemudian balik lagi ke sini. Saya tau di toko sekitar lebih mahal harganya.
Mereka bikin jebakan. Pas udah dibungkus barangnya, mereka kasih uang kurang 5 lira dan minta dihalalkan. Saya ga mau harga segitu. Lalu mulailah nama Allah dan Rasul dibawa bawa. Sunat lah inilah itulah. Aduhhh pokoknya repot dan suaranya kenceng kayak lagi berantem sama saya. Jadi ya sudah lah saya kasih tapi hati saya mangkel.
Saya sebelnya dia udah ngomong mahal mahal tanpa lihat di toko sekitar. Buktinya dia balik lagi. Tapi kalo awalnya biasa aja menanggapi harga segitu lalu minta diskon, saya juga pasti kasih.
Prinsip saya ga akan ngasih diskon sama orang orang yg langsung ngejudge mahal, tanpa melihat atau ngerti kualitas barang. Karena harga itu berbanding lurus dengan kualitas.

Turis Heboh

Barusan kedatangan segerombolan turis cowo (6 orang kalo ga salah) berbahasa jerman, ada seorang yg bisa turkish. Setiap yg masuk mengucapkan salam. Saya pun menjawab salamnya.
Awalnya menanyakan hijab, saya tunjukan yg ada di etalase. Kemudian nanyain harga rok dan tunik karena mereka tertarik dengan tunik dan rok yg ada di toko saya. Ketika saya kasih tau harganya, mereka berusaha menawar serendah mungkin.
Saya lagi sakit kepala, tambah nyut nyutan aja dengan tawaran mereka. "Hadi abla, hadi abla," bujuk salah satunya yg ingin tunik dengan harga murah.
Satunya lagi pengen beli 3 rok ukuran 40, tapi cuman dua rok ukuran itu dengan harga yg diinginkannya.
Sebagian dari mereka merasa harganya kemahalan, mereka segera keluar dari toko saya. "Cuzzzz," katanya saying goodbye pada saya.
Si abang satu ini yg berbahasa jerman masih bertahan tapi dia mau ikut temennya dulu katanya nanti balik lagi. Dan bener aja beberapa menit kemudian, si abang ini balik lagi. Setelah melalui tawar menawar yang sangat alot, akhirnya saya bungkus 2 rok, 1 tunik, dan 1 pasmina.

Turis Irak dan Penjahit


Dua hari lalu sepasang turis Irak belanja di sini. Si istri membeli ferace. Awalnya sih ingin ferace yang pake kancing. Dia ga peduli mau model gimana, asal cukup aja di badan. Saya kasih tunjuk yang berkancing. Dicobanya yang warna hitam no 48. Menurut saya ukurannya pas. Tidak terlalu ngepas di badan, juga tidak terlalu longgar. Jadi tidak memperlihatkan bentuk tubuh. Tapi menurut suaminya, ukuran segitu kurang gede. Si istri minta model lain yg ukuran lebih besar. Ketika saya mau nurunin no 52 sesuai permintaan, eh dia minta no 56 aja. Saya sih nurut aja, toh dia yang akan pake.
Saya berikan no 56 dan dicobanya. Suaminya ok dengan ukuran itu. Hanya bagian bawah perlu dipotong dikit. Saya bilang bahwa urusan potong gratis. Dia minta diukur seberapa dipotongnya. Saya bilang kita ke penjahit sama sama, sekalian di sana diukurnya. Coz kalo saya yang ngukur takut salah.
Suaminya nanya apakah penjahitnya cewe atau cowo. Saya bilang ke istrinya bahwa penjahitnya cowo tapi istrinya ada di sana membantu. Dan nanti si istri yang akan mengukur. Saya ngomong ke si istri karena istrinya yang lancar inggris. Kemudian si istri terjemah arabic ke suami.
Si suami tampak enggan utk ke penjahit cowo. Saya yakinkan ke istrinya bahwa nanti istrinya penjahit yang akan ngukur. Si istri juga kelihatan tampak kesal ke suaminya. Akhirnya ok kita pergi ke penjahit.
Pas mau nyampe ke penjahit, saya mulai deg degan, takutnya istri penjahit lagi ga ada, bisa aja kan dia lagi ada perlu keluar. Ternyata istri penjahit lagi ngobrol di toko sebelahnya. Langsung saya panggil dan minta mengukurnya. Alhamdulillah urusannya beres.

Turis cowo berbahasa rusia

Barusan kedatangan turis cowo berbahasa rusia. Wajahnya sih seperti dari negara pecahan soviet.
Dia liat liat ferace di luar. Saya samperin. trus dia nanya harganya pake bahasa rusia. "Skol ko?" tanya si cowo.
Saya jadi blank angka angka dalam bahasa rusia. "Lir?" saya balik nanya ke dia. Apakah harganya dalam lira maksudnya. Saat itu saya cuma inget angka 100 yaitu sto. Tapi ferace yang ditanya harganya bukan segitu. Pelan pelan ingatan angka mulai muncul. angka 20 (dvasat) yang pertama muncul. Ya udah saya bilang "sto dvasat/120," jawab saya. Lalu dia tanya harga ferace yang lain. Saya pun mempersilakan untuk melihat lihat ke dalam.
Saya tunjukkan ferace ukuran besar. Lalu saya juga menunjukkan ferace yang harga 100 dengan ukuran 48. Rupanya dia mencari ferace ukuran 50 dengan harga yg relatif murah. Dia nunjuk ferace ukuran 50, nanya berapa harganya. Saya bilang kalo yang itu 150. "Ada diskon?" tanya nya. Lalu saya kasih 140. "120 aja," katanya.
Ferace big size itu ga bisa 120, tapi saya tunjukkan ferace ukuran 50 yang lain yang bisa dibeli dengan harga 120. Dia pun ok untuk membelinya.
Dia ngeluarin dompet dan menunjukkan uang lira hanya 100, lalu dia minta ijin utk nuker dolarnya ke money changer. Barang barang dan jaketnya nitip dulu katanya.
saya tunjukin arah ke money changer. Sekembali dari money changer, feracenya saya masukin kantong dan transaksi pun beres. Spasiba 
alhamdulillah

Doa nenek pembeli

Suatu hari di musim panas tahun lalu. Datang seorang nenek berbadan pendek dan bongkok ke toko saya. Beliau ingin membeli jaket. Saya tunjukkan yang sesuai untuknya. Beliau coba dan langsung menyukainya. Saat menanyakan harga, tidak sesuai dengan uang di kantongnya. Jaket ini harganya 50 lira. Si nenek mengeluarkan uangnya, hanya ada selembar 20 lira dan beberapa koin 1 lira. "Maaf nek, saya ga bisa ngasih harga segitu," ucap saya. "Kalo 40 boleh," tambah saya.
Si nenek membuka jaketnya meskipun enggan dan beliau keluar.
Saya pikir si nenek udah pergi jauh, ternyata beliau duduk di kursi di depan toko saya. Jadi kasian melihat si nenek. Saya nelpon suami yang sedang ada kuliah di kota konya untuk nanya apakah boleh jaket itu dijual 20 lira? Sepertinya suami sedang di kelas, ga kedengaran dia ngomong apa. Saya pikir doi setuju dengan 20 lira dan saya tutup telepon. (Padahal doi ga setuju)
Lalu saya meminta si nenek masuk lagi dan saya kasih jaket itu dengan harga 20 lira. Si nenek seneng banget. Si nenek pun melangitkan doa doa untuk saya, lalu pergi.
Selepas duhur hari itu, beberapa turis belanja di toko saya dalam jumlah lira dan dolar yang lumayan. Pokoknya hari itu saya capek tapi seneng.
Alhamdulillah Allah mengabulkan doa si nenek secara kontan 

Melangitkan Doa

MasyaAllah barusan didoakan seorang nenek
doanya bagus banget
Beliau datang ke toko saya bertujuan ingin membeli jaket.
saya tunjukan jaket yang ada
Kemudian beliau suka salah satu jaket untuk summer, dicoba ternyata panjangnya melebihi lututnya karena beliau pendek.
Sebelumnya beliau minta kursi untuk duduk. Saya kasih kursinya. Trus beliau duduk dan nanya apakah saya pemilik baru toko ini. saya pun bilang bahwa ini toko suami. Trus beliau nelpon seseorang dan saya pun mainin tablet daripada bete nungguin yang nelpon.
Seberes nelpon baru dech lanjutin liat liat jaketnya. Trus si nenek bilang kalo dia suka sama saya dan memuji saya. Dia berusaha nyari baju yang pas untuk dibeli. Setiap cust yang datang ke sini dan udah merasa cocok ama saya, selalu berusaha mencari baju untuk dibeli. Tapi kalo Allah tidak menitipkan rezeki saya pada mereka, apa boleh buat? Ada aja yang ga pas. Udah ada warnanya tapi ukuran ga pas. Ukurannya ada tapi warnanya ga suka. Begitu juga dengan nenek ini. Sebelum beliau keluar, bertubi tubi doa dilangitkan olehnya, agar saya dapat banyak customer yang membeli. Doa yang paling keren darinya tadi adalah semoga setiap tanah yang kamu injak membawa keberkahan buat kamu, aamiin YRA.

Customer Ngeyel dan Rezeki

Kapan hari ada customer yang ngeyel, ibu dan anak ceweknya. Mereka bermaksud membeli blus untuk si ibu. Ngakunya udah langganan di toko ini dan di toko mertua bla bla bla. Kalo udah langganan, berarti tahu donk berapa harga di toko ini dan berapa harga diskonan.

Si ibu suka dengan salah satu blus dan dicobanya, ternyata cukup. Harga blus 40 lira. Mereka minta diskon karena merasa sudah langganan. Saya kasih 30, last price dan bisa dibilang ini harga beli yg sudah ditambah biaya biaya. Mereka ngeyel minta dikurangin harganya. Minta 28 lira. Kalo dikasih harga segitu akan didoakan katanya. Tapi kalo saya ga kasih, mereka ga akan beli dan ga akan pernah beli di toko saya lagi. Saya ga kasih harga tawaran mereka. Biarin ga jadi beli dan ga akan pernah beli di sini lagi juga. Rezeki Allah yang ngatur, bukan mereka. Menurut saya lebih baik ga punya customer kayak gitu. Ngapain selalu minta diskonan yang sangat rendah. Bukankah jualan itu untuk mendapatkan keuntungan?

Tadi, selepas adzan duhur, saya keluar bertujuan ke mushola untuk salat duhur. Baru jalan beberapa langkah, ternyata ada customer mau masuk ke toko saya. Saya pun balik lagi melayani mereka dulu. Customer ini menyukai blus yang kapan hari ditawar 28 lira itu. Customer ini tidak banyak menawar. Saya menjual blus ini seharga 35 lira pada mereka. Alhamdulillah :)


Jual Syal Rajut



Bahagia itu ketika orang yang pesan syal rajutanku datang dan membayarnya.
Kamis yang lalu, ibu berkhimar hitam membeli sweater (untuk anaknya) di toko saya. Si ibu melihat syal rajutanku di etalase.
"Ini semua kamu yang rajut?" tanya si ibu.
"Iya," jawab saya.
Si ibu Minta dikeluarkan yg berwarna campuran kuning, merah, hijau, coklat. "Saya pengen warna ini untuk anak saya," kata si ibu sambil nunjuk warna merah. "Kamu bisa buatkan?" tanyanya menambahkan.
"Untuk kapan?" tanya saya.
"Kamis depan saya ke sini lagi. Soalnya untuk dipake ke Istanbul oleh anak saya," jawabnya.
"Bisa...tapi saya lihat dulu ke toko benang. Kalo ada benang warna itu saya beli dan buatkan," jawab saya.
"Nanti ibu telpon aja ya, takutnya ga ada warna itu," tambah saya sambil memberikan kartu nama.
Sore hari ketika anak saya datang ke toko, saya langsung ke toko benang untuk membeli benang yang dimaksud. Saya juga membeli dua warna lain.
Sepulang dari toko langsung saya rajut penuh semangat. Besok malamnya udah beres dirajut tapi belum disambungkan. Saya lanjut merajut syal dengan benang warna lain. Kemarin semuanya beres dirajut dan beres disambung.
Ternyata tadi si ibu dan anaknya datang untuk mengambil syalnya. Alhamdulillah 

Bahasa Campur Aduk


Sekitar 3 minggu lalu toko saya kedatangan turis bosnia dan temannya orang turki yang sama sama tinggal di jerman.
Saat itu hanya lihat lihat dan coba coba aja karena buru buru pengen ke hamam (turkish bath) katanya. Yang orang turki nanya ke saya di mana hamam khusus cewe. Saya pun kasih tahu hamam khusus cewe dan kasih tunjuk arahnya.
Beberapa hari kemudian turis bosnia datang lagi ke sini dengan temannya yang lain (bahasanya campur rusia teman yang ini). Hari itu mereka masing masing beli rok di toko saya. Karena mereka berdua bahasa inggrisnya sangat minim, berarti saya yang harus praktek bahasa jerman yang very very minim. Untung udah bikin contekan tentang colors dan numbers jadi waktu ditanya harga dan diminta warna bisa sedikit nyontek. Cuek aja saya baca contekan waktu ditanya harga total 
Nah tadi turis bosnia datang lagi sendirian. Aduhh saya rada bengong karena dia ngomong full jerman. Hapalan saya kan baru colors dan numbers. Meski kalo cuman guten tag doank sih ngerti tapi ke sananya saya tulalit. Ah cuek aja saya ngomong campur aduk, turkish english jerman. Abisnya contekan juga ketinggalan di rumah hehe.
Katanya dia datang utk say hai dan say goodbye. Teman temannya udah pulang duluan ke jerman. Tinggal dia sendirian yang akan pulang besok. Jadi mampir dulu ke toko saya buat say goodbye. Padahal hotelnya belasan km jauh dari toko saya yang berlokasi di pusat kota Alanya.

Belum rezeki


"Teh, celana jeans ini ada nomor gede?" tanya seorang customer.
Saya langsung ngambil jeans paling bawah karena saya urutkan yang terkecil paling atas dan terbesar paling bawah. Yang saya ambil tersebut no 44. Kurang besar untuk customer ini. Saya ga periksa yang paling atas berapa karena saya yakin yang terbesar di bawah. Ketika customer pergi, saya bereskan lagi jeans tersebut dan melihat yang paling atas ternyata lebih gede dari yang tadi. Duhhh meuni gondok. Kemungkinannya ini ada customer lain yg melihat lihat dan saya tidak perhatikan. Atau ketika suami jaga, ada yang lihat lihat tidak dibereskan lagi. Ahhh memang belum rezeki.
"Jaket ini ada ukuran L?" tanya seorang turis. Saya cari cari di setiap gantungan, ga ada. Ehhh setelah turis itu pergi, saya lihat jaket itu menggantung di atas pintu depan toko. Dasar emang kalo belum rezeki suka begini.

Tetangga bikin ilfeel


Ibu ini baru datang sekali ke toko saya, yaitu kali ini. Bilangnya sih anak tetangga saya. Kalo dianya ga bilang siapa dirinya, saya ga tau tuh.
Tanya tanya harga tunik, saya bilang sekian.
"Ayo kamu pilih aja, nanti kita minta harga tetangga," begitu katanya pada si anak.
Ilfeel saya punya tetangga model gini. Baru juga nanya harga udah begini, ini pun belum tentu jadi beli. Saya cuman kasih senyum kecut saja.
Kemudian mereka keluar, karena tujuan utamanya bukan cari tunik tapi ferace dan di toko saya ga ada ferace yang diinginkan si anak.
Untung aja ga balik lagi ke sini, karena saya ga niat kasih diskon ke tetangga dan orang model gini. Mending kalo udah sering belanja di sini, baru dech pantas minta diskon.
Saya punya prinsip utk ga kasih diskon ke orang orang yang suka minta diskon. Tapi kasih diskon ke orang yang ga pernah minta diskon, itu pun kalo belanja lebih dari satu item.
Dengan tidak minta diskon, berarti orang itu menghargai jerih payah kami sebagai pedagang. Coz kami berdagang bukan sekedar senang senang mengisi waktu luang. Tapi berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ada customer kami dari jerman, mereka orang trabzon (kerabat suaminya Asti Aktas Nurdin ). Setiap tahun mereka ke alanya. Dalam setahun bisa beberapa kali. Selalu belanja di toko kami, tidak hanya satu item tapi ngeborong. Ga pernah tanya harga apalagi minta diskon. Kalo ada kembalian, ga pernah diambil. Dan masih banyak customer kami yang model begini, notabene mereka bukan tetangga ataupun teman. Tapi setelah itu beberapa dari mereka menjadi teman kami.

My woman is turkish


"I want to buy headscarf like that," kata bapa bule sambil nunjuk kerudung saya. "Kamu punya?" tanyanya.
Saya persilakan masuk ke dalam. "Yang kami punya kerudung Turki," jawab saya sambil menunjukkan koleksi di etalase.
Si bapa terlihat suka dan tertarik untuk melihat modelnya. "I want to buy for my woman, which one do you think?"
Saya menanyakan berapa usia dan warna kulitnya. Setelah tau dari jawaban si bapa, lalu saya perlihatkan beberapa model.
"My woman is Turkish," tambahnya.
"Where are you from?" tanya saya penasaran.
"Belgium. And my woman live in Belgium." jawabnya.
Si bapa setuju sama dua pilihan saya dan membeli dua kerudung.
Transaksi beres tanpa adegan menawar. Saya bungkus kerudungnya pake plastik kado. Lalu dimasukan ke plastik yang bertuliskan nama toko.
"Hope she will like it," harap saya.
"Yes of course, she will like it," katanya pasti.
Akhir kata "thank you very much and have a nice day"
Eh sebelum keluar si bapa nanya di mana kalo mau beli kerudung seperti yang saya pake. Saya kasih tau satu toko yang menjual kerudung seperti ini.

Too expensive



Ternyata ga cuman orang indonesia di luar negeri kalo beli apa apa dikonversi ke rupiah. Orang asing juga begitu di alanya. Kalo beli apa apa di sini, mereka selalu konversi ke dolar atau euro dan ke mata uang negaranya. Termasuk turis uk asal india yang satu ini.

Mereka belanja di toko saya. Suaminya ga terlalu perhitungan meskipun dia juga konversi ke poundsterling. Tapi istrinya itungan banget.

Si istri suka sama salah satu long dress. Suami udah ok dengan harganya. Saya dan si istri pergi ke penjahit utk sedikit mengecilkan long dress tsb. Di perjalanan dia nanya harganya trus dia konveresi ke pound. "Too expensive," katanya. Kami balik lagi ke toko.
Pas datang ke toko, si suami heran kenapa balik lagi. Trus mereka rada perang mulut masalah harga. Akhirnya si istri nurut suaminya dan kami balik lagi ke penjahit. Kami ga ngecas biaya jahit lagi.

Perbaikan akan selesai dalam dua jam tapi mereka ga punya waktu utk nunggu. Jadi keesokan harinya, suami nganterin baju itu ke hotel tempat mereka nginap, sebelumnya si suami ngasih no wa yg bisa dihubungi.

Minggu depannya mereka datang dan belanja lagi termasuk beli jaket utk oleh oleh anaknya.

"İnsyaallah tahun depan ke sini lagi with your daughter," ucap saya.

"İnsyaallah taun depan ke sini lagi dan istri saya sudah berhijab," harapan si suami.
İnsyaallah, aamiin YRA.

--- 

 ---

Rezeki dititip Allah ke Turis Rusia

Ada baju setelan sisa 3 pcs. Harganya 50 lira each. Pernah ditawar murah banget ma orang lokal, sampa di bawah setengah harga. Tentunya ga saya kasih. Sama turis irak ditawar 60 lira utk dua setel. Ga kira kira ya nawarnya. Saya ga kasih juga donk.
Barusan ada sepasang turis rusia. Saya kasih liat setelannya ke mereka. Dicoba sama si ibu. Cukup di badannya. Nanya harga. Saya bilang 50 lira. Tanpa tawar menawar langsung bungkus.
Memang sudah rezeki dari Allah sudah dititip ke turis rusia :)

Customer Pamungkas Hari ini

Kamis minggu lalu
Turis Finlandia menjadi customer pamungkas hari ini

Sehabis maghrib sebelum suami datang, toko saya kedatangan turis turis cantik asal Finlandia. Salah satu dari mereka ingin membeli rok big size. Untung di toko saya masih fresh rok big size. Dicobanya rok paling besar dan cukup. Harga rok tersebut 90 lira. Turis cantik ini hanya meminta diskon 10 lira. Tentu saja saya langsung bungkus roknya :D

Turis Denmark dan Kerudung



Kemarin setelah adzan ashar, datang dua bule cantik ke toko saya. Mereka ingin membeli kerudung. "I want to buy scarf for my mom-in-law, she is a muslim," ucap salah satunya.

Saya pun menunjukkan koleksi kerudung yang tinggal sedikit di etalase. Kemudian ia menunjuk salah satu warna serta bermotif, saya pun mengambil dari dalam etalase dan memperlihatkannya. Begitu hingga beberapa kali. Saya pun memperlihatkan kerudung polos tanpa motif yang mana tersedia empat warna, putih, coklat, oranye dan ungu.

Mereka menanyakan harga kerudung kerudung ini. "Yang ini 20 lira," ucap saya sambil menunjuk kerudung bermotif merek Piramit. "Dan yang ini 5 lira," tambah saya sambil menunjuk kerudung polos.

Mereka pun kembali memilih kerudung di etalase. Sambil milih milih, saya tanya asal mereka. Ternyata mereka dari Denmark. Bumernya orang Makedonia.

Akhirnya pilihan tertuju pada piramit pink bermotif dan piramit hitam marun bermotif serta kerudung polos warna coklat. Mereka minta rekomendasi saya kerudung yang cocok untuk bumernya. Saya sedikit tanya gimana warna kulit bumer dan karakter wajahnya. Lalu saya pun merekomendasikan piramit hitam marun bermotif dan yang polos coklat, mereka pun menyukainya.

Setelah ok dengan pilihan tiga kerudung ini, saya pun membungkusnya. "Saya bungkus pake ini ya?" ucap saya sambil menunjukkan plastik kado. "Ya perfect," ucapnya setuju.

Setelah beres bungkus, si bule mau bayar uangnya 50 lira. Saya nyari 5 lira buat kembalian ternyata ga ada. Saya tukerin dulu uang ke teteh di lapak depan.

Waktu mau kasih barangnya, si bule yang satu deketin saya lalu bilang gini, "your skin looks like my friend, she is from Philliphines."
"I am Indonesian," jawab saya.
"Ohhhh," mereka terpana.
"Sama sama Asia jadi kulitnya sama," tambah saya.
"Ya ya betul," kata mereka.

Mereka tampak senang telah membeli kerudung di toko saya. "Susah ini nyarinya. Banyak sih memang yang kayak gini tapi kualitasnya beda," ungkap si bule sambil megang kerudung di atas etalase.
Btw mereka ga nawar sedikit pun harga kerudung ini. Dan sayangnya saya juga ga bisa ngasih diskon karena ini udah harga standar dan kami memang ga ngambil untung banyak utk kerudung. Tapi memang turis Denmark dan skandinavia secara umum, mereka ga suka menawar.

Akhir kata saya pun ucapkan "thank you very much dan have a nice evening pada mereka."

Konsumen adalah raja


Pepatah ini berlaku juga dalam perdagangan di Turki. Meskipun konsumen kurang ajar dalam menawar, sbg pedagang harus bisa menahan diri.
Suatu hari ada customer lokal yang datang ke toko ingin membeli blus. Terjadi percakapan seperti ini:
cust: blusnya berapa?
saya: 40 lira
cust: kalo beli dua ada diskon ga?
saya: boleh dech jadi 70. ini berarti saya kasih diskon 10
cust: 50 buat 2 blus lah
saya: 😡😡😡
Dengan tawaran seperti itu, ingin rasanya saya langsung mengusirnya dengan berkata seperti ini "DEFOLLLLLLLLL" (get out of here). Gitu kasarnya. Tapi pastinya tidak mungkin saya berkata seperti itu. Saya harus bisa menahan diri. Teringat juga pepatah di atas.
Saya berusaha sabar melayaninya tapi senyum sudah tidak mewarnai wajah saya lagi.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...