Lomba Sepeda Internasional di Alanya

MINGGU (18/4) lalu lintas jalan di Alanya terganggu karena lomba sepeda. Jalan-jalan menuju pusat kota diblokir. Angkutan kota dalam hal ini bus yang melewati jalan tersebut tidak berjalan hingga dibukanya blokir setelah rombongan lomba melewati jalan tersebut sore hari menjelang pukul 05.00. 

Lomba sepeda ini adalah lomba internasional tahunan yang memerebutkan Piala Presiden yang diorganisir oleh Türkiye Bisiklet Federasyonu (Federasi Sepeda Turki), terdiri dari 8 etape dan memakan waktu 8 hari dengan total jarak tempuh 1257 km, yang mana tahun ini dimenangkan oleh Giovanni Visconti pebalap asal Itali.

Start dilakukan di Istanbul pada 11 April yang merupakan etape pertama sepanjang 5,8 km. Etape kedua sepanjang Kusadasi-Turgutreis (181 km) pada 12 april. Etape ketiga sepanjang Bodrum - Marmaris (166 km) pada 13 April. Etape keempat sepanjang Marmaris-Pamukkale (209 km)  pada 14 april. Etape kelima pada 15 April sepanjang Denizli - Fethiye (221 km). Etape keenam sepanjang Fethiye - Finike (194 km) pada 16 April. Etape ketujuh pada tanggal 17 April, sepanjang Finike - Antalya (114 km). Etape delapan atau etape terakhir sepanjang Antalya-Alanya (166 km) pada 18 April.

Ini memang acara tahunan dan sudah 3 kali saya ikut merasakan akibat dari pemblokiran jalan. Yang pertama pada tahun 2008. Saat itu benar-benar tidak ada pemberitahuan bahwa hari itu (minggu) akan ada pemblokiran jalan karena lomba sepeda. Sopir-sopir bus pun seperti biasa menjalanankan busnya sesuai jadwal. Saya pun seperti biasa minggu sore ke centrum. Ketika di jalan raya (jalan utama Alanya yang menghubungkan Alanya-Antalya yang terdiri dari dua jalur), satu jalur yang menghubungkan ke pusat kota ditutup. Jadi tidak ada kendaraan yang dapat melewati jalan tersebut. Sopir bus pun bingung karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya, dan  memutuskan untuk menurunkan para penumpang di dekat underpass (penyebrangan bawah tanah) karena tidak pasti sampai kapan pemblokiran jalan akan dibuka. Kami para penumpang bingung karena harus berjalan kaki ke tujuan. Akhirnya saya harus berjalan kaki ke centrum (kurang lebih 2 km) yang kadang harus menggendong anak yang kelelahan karena harus berjalan kaki. 

Pengalaman kedua adalah pada 2009. Saat itu hari Minggu. Kali ini sudah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak terkait kalau jalan akan diblokir dari jam sekian hingga jam sekian. Jadi para supir bus tidak beroperasi pada jam-jam tersebut. Saya pun telah diberitahu suami kalau jam tersebut bus tidak akan ada yang lewat. Tapi karena anak sudah tidak sabar ingin segera pergi, apa boleh buat sebelum blokir jalan dibuka saya dan anak sudah keluar rumah dan menunggu bus di pinggir jalan sambil melihat rombongan melewati jalan tersebut. Kami melihat dari arah bukit, karena rumah kami berada di bukit pinggiran Alanya.


Pengalaman ketiga adalah kemarin. Sama seperti tahun lalu, tahun ini pun sudah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak terkait bahwa hari Minggu 18 April akan ada lomba sepeda. Untuk itu jalan-jalan yang akan dilewati akan diblokir pada jam sekian hingga jam sekian. Bus pun tidak beroperasi pada jam-jam itu. Saya  menyaksikan lomba sepeda dari jendela rumah. Saya berusaha mengambil video tapi sayang karena zoom camera kurang tinggi alias tidak bisa zoom lebih dekat jadi tidak bisa jelas untuk mengambil video. Hanya lalu lalang helikopter pemantau lomba yang dapat tertangkap jelas di video.

Setelah rombongan pebalap dan lainnya beres melewati jalan raya lalu blokir pun dibuka, saya dan anak pun keluar rumah untuk menunggu bus di pinggir jalan untuk pergi ke centrum. (*)

Salam dari Alanya
19 april 2010
-dian akbas-

artikel ini dimuat di tribun jabar kolom mancanegara

link: http://tribunjabar.co.id/read/artikel/19590/lomba-sepeda-internasional-di-alanya

di edisi cetak tribun jabar: minggu 25 april 2010

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki