Menikmati Ankara dari Atakule



Atakule adalah menara yang terdapat di kompleks Atakule shopping center. Berlokasi di distrik Çankaya provinsi Ankara, Turki. Shopping center ini merupakan yang kedua di Turki dan merupakan yang pertama di Ankara. Menara yang tingginya 125 meter dan shopping center-nya yang diresmikan pada tanggal 13 Oktober 1989 diarsiteki oleh Ragıp Buluç. Sama halnya dengan Monas di Jakarta - Indonesia, kita bisa masuk ke Monas dan naik ke teras menara jika sudah membeli tiket. Untuk naik ke Teras Atakule pun seperti itu, kita harus membeli tiket yang mana tiket masuk Atakule saat ini (tahun 2009) adalah 3 TL.

Senin (6 juli 2009), saya diantar suami ke Ankara dengan tujuan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memperpanjang paspor. Setelah mengisi formulir untuk perpanjangan paspor dan menyerahkan semua persyaratannya kepada petugas di KBRI, beliau bilang bahwa hari itu sangat sibuk tapi akan diusahakan secepatnya tapi daripada saya menunggu di KBRI mungkin bosan maka beliau menyarankan agar saya jalan-jalan saja dulu dan kembali lagi pukul 2.30 siang. Maka kami pun menuruti sarannya dan jalan-jalan di sekitar KBRI saja. Dan kebetulan Atakule letaknya dekat dengan KBRI jadi kami pun berkunjung ke Atakule. Tujuan utama adalah ke menaranya setelah itu barulah ke shopping centernya. Di puncak menara Atakule terdapat cafe dan bar, teras untuk melihat panorama, dan juga restoran berputar seperti halnya restoran Panyawangan yang terdapat di hotel Panghegar Bandung (the first rooftop revolving restaurant in Indonesia).


Kami pun membeli dua tiket, 3 TL per tiket. Ketika akan membeli tiket, di depan kami ada seorang ibu yang juga sedang membeli tiket untuk naik ke menara. Ibu tersebut berbahasa Inggris yang ternyata beliau adalah orang Kanada yang bekerja di Kedutaan Besar Kanada. Beliau bertanya kepada kami, “are you going to the top?”. Saya pun menjawab “yes”. Lalu beliau bilang, “ok then, I will go with you”. Saat itu terdapat 5 orang pengunjung, kami berdua, ibu kanada, dan dua orang laki-laki lain, dengan dibantu seorang petugas maka elevator pun meluncur menuju teras Atakule. Naik dan turun elevator Atakule harus didampingi oleh petugas. Ketika kami datang ke teras, di sana ada seorang laki-laki memakai setelan jas rapi. Saya pikir seorang turis karena sesekali melihat sesuatu menggunakan alat keker (teropong). Ketika suami mengobrol dengan lelaki itu, barulah diketahui bahwa beliau adalah seorang polisi keamanan Perdana Menteri Turki. Memang ketika dilihat-lihat beliau memakai perlengkapan bak seorang intel. Beliau berada di teras Atakule karena sedang bertugas mengawasi rumah dinas perdana menteri yang berada tidak jauh dari situ. Beliau pun menunjukkan rumah dinas yang dimaksud. Lalu beliaupun menunjukkan tempat-tempat pemerintahan Turki seperti Pembe Köşkü dan tempat pemerintahan lainnya. Seperti halnya seorang guide, beliau sedikit menerangkan tentang tempat-tempat pemerintahan tersebut. Meskipun itu bukanlah tugas beliau tapi karena suami mengobrol dengannya dan bertanya-tanya mengenai itu maka beliau pun dengan senang hati menjelaskan. Kami pun meminta ijin untuk memotret rumah dinas perdana menteri dan beliau pun mengijinkannya.

Dari teras Atakule kita dapat menikmati panorama Ankara. Di sana pun terdapat satu teleskop untuk dapat melihat objek lebih jelas, dengan memasukan uang koin 1 TL kita dapat mengoperasikan teleskop tersebut, tapi sayang pada saat saya kesana teleskop tersebut tidak dapat digunakan karena sudah kepenuhan koin dan petugas belum memeriksanya. Teras tersebut dipagari kaca, jadi kita dapat menikmati dan memotret pemandangan dari balik kaca. Ada beberapa bagian kaca yang dilapisi warna gelap dan ditempeli tanda dilarang memotret. Rupanya dibagian sana terlihat tempat kepresidenan yang mana tidak boleh dipotret. Tidak lupa kami mengabadikan panorama Ankara dengan memotretnya, saya dan ibu Kanada pun berfoto yang nantinya saya kirimkan foto itu via email. Rupanya ibu Kanada tersebut berencana untuk mengunjungi shopping center lain yang letaknya lumayan jauh dari Atakule. Ibu tersebut mengajak kami tapi sayang kami tidak dapat menemani karena kami berkeputusan untuk tidak jauh-jauh dari KBRI, karena jika ada telepon dari KBRI kami dapat cepat datang kesana. Setelah bertukar email, kami dan ibu Kanada pun berpisah di teras menara.
 

Tidak lama dari perpisahan dengan ibu Kanada, setelah puas memandangi panorama ankara dari teras Atakule, kami pun memutuskan untuk turun ke shopping center. Ada bioskop juga disana tapi pagi-pagi belum buka bioskopnya. Kami pun hanya berkeliling saja di dalam shopping center. Membeli minum dan sedikit makanan di supermarket. Karena HP diset tidak bersuara maka ketika ada telepon dari KBRI kami tidak mengetahuinya. Tahu-tahu sudah ada 3 panggilan tidak terjawab dari KBRI. Saya pun langsung menelpon petugas yang menangani paspor saya. Beliau bilang bahwa paspor saya akan selesai setengah jam lagi. Wah ternyata paspor saya cepat kelarnya. Kami pun langsung kembali ke KBRI dan dapat menerima paspor saya yang berlaku hingga 5 tahun mendatang. Setelah saya mendapatkan paspor baru, kami pun bergegas segera kembali pulang ke Alanya.



****
tulisan ini dimuat di tribun jabar edisi online (www.tribunjabar.co.id)

Comments

  1. 6 juli 2009, yang waktu itu aku nulis status gempor abis dari ankara...nah ini ceritanya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Menikah di Turki

Kejutan Malam