Musim Asker, Ramai Konvoy dan Bising Klakson

Asker dalam bahasa Turki berarti militer atau wajib militer atau tentara. Laki-laki warga negara Turki yang sudah berumur 20 tahun ke atas wajib mengikuti asker (wajib militer) untuk beberapa bulan. Jika seorang pemuda sudah lulus sma dan tidak akan meneruskan kuliah dan sudah cukup umur untuk asker, maka pemuda tersebut dapat langsung mendaftarkan diri untuk wajib militer pada saat musim asker tiba. Jika ingin kuliah dulu, maka sesudah lulus kuliah diwajibkan untuk mengikuti asker, atau mungkin ingin bekerja dulu maka nanti pasti ada surat panggilan untuk mengikuti asker.

Di setiap kota, jadwal pendaftaran dan pemberangkatan wajib militer berbeda-beda dan biasanya terdapat beberapa tahap dalam setahun. Seperti halnya di Alanya tempat saya tinggal ini, menurut suami bahwa di Alanya setiap empat bulan terdapat jadwal untuk pendaftaran dan pemberangkan asker. Seperti sekarang ini akhir mei dapat disebut musim asker, karena banyak pemuda Alanya yang pergi asker ditandai dengan ramainya jalan oleh mobil-mobil yang konvoy membunyikan klakson sepanjang jalan mengantarkan pemuda yang akan pergi asker sampai ke terminal bis. Dari terminal bis, si pemuda yang akan melanjutkan perjalanannya sendiri dengan menggunakan bis sampai ke kota dimana dia akan melaksanakan wajib militernya.

Di Turki sudah menjadi kebiasaan atau tradisi, jika ada pemuda yang akan pergi asker maka keluarga, kerabat, teman dan tetangga akan mengantarnya hingga ke terminal bis sambil berkonvoy dan membunyikan klakson sepanjang jalan. Dalam sehari bisa saja siang malam ada yang pergi asker, pernah dalam sehari ada tiga kali terdengar ribut klakson di jalan depan rumah. Saya pikir ada yang nikah, karena jika selesai resepsi pernikahan, sudah tradisi konvoy keliling kota menuju pulang ke rumah. Ternyata ketika saya tanya suami, suami bilang itu bukan yang konvoy nikahan tapi konvoy mengantar asker karena bulan ini bulannya pemberangkatan asker di Alanya.

Sewaktu saya akan mudik di akhir November 2007, saya satu bis dengan pemuda yang akan pergi asker. Dari Alanya saya menggunakan bis sampai ke Istanbul, yang mana bis akan berhenti di terminal-terminal bis di setiap kota yang dilewati. Salah satunya di terminal bis Antalya. Rupanya bulan itu di Antalya sedang musim asker. Ketika itu di terminal bis Antalya banyak pemuda yang akan pergi asker, banyak pengantarnya dan mereka akan menunggu bis yang digunakannya meninggalkan terminal. Sambil menunggu biasanya teman-teman pemuda akan bernyanyi-nyanyi atau bahkan menari-nari. Pokoknya keadaan terminal bis sangat ramai.

Di terminal bis Antalya, bis kami istriahat selama setengah jam, maka kami pun keluar bis untuk ke toilet dan membeli makanan. Ketika akan masuk bis lagi, bis kami sedang dikerumuni banyak orang dan kami pun susah untuk masuk ke dalam bis. Ternyata orang-orang tersebut adalah para pengantar pemuda yang akan pergi asker yang satu bis dengan kami. Mereka berteriak-teriak mengeluk-elukan si pemuda asker tersebut.

Ketika bis yang kami naiki meninggalkan terminal bis Antalya, saya melihat ada sebuah mobil sedan yang mengikuti bis kami. Tiba-tiba tidak jauh dari terminal, bis kami dihadang oleh mobil tersebut. Bis kami pun berhenti mendadak. Supir bis dan crew (supir cadangan dan pramugara bis, dalam bis antar kota di Turki terdapat pramugara atau pelayan yang mana tugasnya melayani para penumpang seperti halnya memberikan minuman), mereka turun untuk menghadapi orang-orang yang terdapat di dalam mobil yang menghadang bis kami. Ternyata di dalam mobil itu adalah teman-teman pemuda yang akan pergi asker yang ada di bis kami. Si pemuda yang akan pergi asker pun turun dari bis untuk menemui teman-temannya dan naik bis kembali. Rupanya mereka belum puas untuk mengucapkan selamat jalan, dan entah mungkin perihal ini sudah direncanakan mereka untuk mencari sensasi.

Supir bis dan crew pun kembali ke bis. Supir bis marah-marah, marah terhadap mereka yang menghadang bis dan pemuda asker pun kena marah juga karena yang menghadang adalah teman si pemuda. Si pemuda yang akan pergi asker pun bilang pada supir bis bahwa dia tidak mengetahui hal ini akan terjadi. Supir bis pantas untuk marah, karena tindakan mereka sangat berbahaya. Bagaimana kalau supir bis tidak sempat mengerem bis maka bis kami akan mengalami kecelakaan dan mereka pun akan celaka. Tapi alhamdulillah Allah masih melindungi kami yang mana supir bis cepat tanggap dalam hal itu.

Begitulah musim asker, tak peduli siang atau malam, kebisingan akan terjadi. Jika malam hari, maka siap-siap saja waktu tidur kita akan terganggu.


******

dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom mancanegara



Comments

  1. hehe.. iya Dian, dari akhir Mei sampai sekarang di elazığ juga sama lagi musim 'pengiriman ASKER' gararandeeeennggg.....!!!!

    ReplyDelete
  2. selamat menikmati nu garandeng hehhehh :D

    ReplyDelete
  3. Garandeng nya....hihihi... siga akmilnya mun di dieu (indo) asker teh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. enya meuni gandeng teu inget waktu deui heheh
      akmil mah akademi militer
      ari asker mah wajib militer

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki