Lailatul-Qadar di Turki

citizen journalism Tribun Jambi, selasa 7 September 2010

*******

Lailatul-Qadar di Turki


Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriyah, pada bulan ini umat muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa begitu pun dengan umat muslim di Turki. Ramadan tahun ini adalah Ramadan ke-6 untuk saya di Turki dan merupakan Ramadan kedua yang bertepatan dengan musim panas. Subhanallah panas terik tahun ini mencapai 55 derajat. Panas terik seperti ini membuat badan lemas tak bertenaga tapi alhamdulillah lapar dan haus tidak terasa. Musim panas dengan waktu siang relatif panjang yang menyebabkan waktu puasa pun menjadi lama. Setengah lima pagi adzan subuh sudah berkumandang sedangkan adzan maghrib baru berkumandang pukul delapan malam (awal Ramadan), makin mendekati akhir Ramadan waktu subuh semakin mundur dan maghrib pun semakin maju beberapa menit. Ada yang unik disini, setelah adzan maghrib berkumandang selalu diiringi dengan dentuman meriam. Dentuman meriam ini merupakan tradisi peninggalan dari zaman kesultanan Ottoman yang mana pada masa itu untuk waktu iftar ditandai dengan dentuman meriam.

Seperti hal nya di Indonesia, pada malam hari mesjid-mesjid akan penuh oleh orang-orang yang melaksanakan salat tarawih. Disinipun demikian kaum muslimin berbondong-bondong memenuhi mesjid-mesjid terdekat untuk melaksanakan salat tarawih.

Pada sepuluh malam terakhir terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam itu adalah Lailatul-Qadar yang mana dalam bahasa Turki disebut Kadir gecesi (malam kadir). Pada malam ini dipercaya sebagai permulaan diturunkannya Al Quran. Tidak ada yang tahu kapan Kadir gecesi itu berlangsung tetapi dipercaya akan terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dalam al-Quran, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) ini pada Malam Lailatul-Qadar, Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu? Malam Lailatul-Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Pada Malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut); Sejahteralah Malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!" (Quran, Al-Qadr 97: 1-5)

Tanda-tanda terjadinya malam mulia tersebut adalah sebagai berikut:

  • Malam itu tenang dan hening, keadaannya tidak dingin dan tidak panas

  • pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya yang tidak tajam

  • pada malam kadir tidak akan terdengar suara gonggongan anjing (jika di sekitar terdapat anjing)

  • air laut tidak terasa asin

Malam Kadir tidak diketahui pada malam keberapa akan terjadi tapi dalam beberapa hadits disebutkan bahwa malam Kadir terjadi pada bulan Ramadan yang dipercaya akan terjadi pada malam ganjil di 10 malam terakhir. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa malam Kadir akan terjadi pada malam ke-27.

Sementara menurut jumhur ulama, Lailatul Qadar berlaku pada malam yang sama pada setiap Ramadan yaitu pada malam 27 Ramadan. Ini berdasarkan hadis Rasulullah daripada Ubai bin Ka'ab yang diriwayatkan oleh Tirmizi dan hadis dari Mu'awiyah yang diriwayatkan Abu Dawud. "Saya mendengar Rasulullah bersabda carilah Lailatul Qadar itu pada malam 27."

Malam Kadir di Turki terlihat mengikuti hadits yang merujuk pada malam 27. Ramadan tahun ini, saya lihat pada jadwal imsakiyah sudah ditandai bahwa malam Kadir jatuh pada tanggal 5 september 2010 yang berarti 26 Ramadan (malam 27). Pada malam ini orang-orang akan lebih memperbanyak kuantitas ibadahnya dibandingkan dengan malam-malam yang lain karena malam ini lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini umat muslim Turki merayakan malam yang mulia dan saling mengucapkan selamat seperti halnya pada hari raya. Ucapan selamat sebagai berikut: Kadir gecemiz mubarek olsun (selamat malam kadir mubarak).

Di masjid-masjid setelah salat tarawih tidak langsung bubar melainkan melaksanakan ibadah lainnya seperti salat sunat, bertasbih, berdoa dan ada pula yang membaca Quran. Pelaksanaan salat sunatnya itu berbeda setiap masjid. Ada yang melaksanakan salat kadir gecesi (4 rakaat), ada pula yang melaksanakan salat tasbih dan ada pula yang hanya berdoa (untuk mengganti salat). Intinya pada malam itu kuantitas ibadah di masjid-masjid ditingkatkan.

Meskipun kadir gecesi sudah tentu waktunya, tetap saja tidak semua orang dapat merasakan Lailatul-Qadar karena itu adalah rahasia Allah dan hanya orang-orang yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam beribadah yang akan mendapatkannya.


Alanya, 27 Ramadan 1431 H

Dian Akbas


 

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki