Metallica dan Bom di Istanbul

tulisan ini dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom community - mancanegara dan di edisi cetak 10 agustus 2008

******
Metallica dan Bom di Istanbul


MINGGU
, 27 Juli, Istanbul digemparkan oleh dua bom yang meledak di daerah Güngören, juga digoyang gempa skala ringan, bukan gempa sungguhan. Episentrum gempa terletak di Stadion Ali Sami Yen. Di sana memang grup band heavy metal asal Amerika, Metallica, tengah menggelar konser.  

Ini adalah untuk kali ketiga Metallica manggung di Istanbul. Sebelumnya, sembilan tahun lalu, yakni tahun 1999, dan 15 tahun lalu, yakni tahun 1993, pembawa lagu Master of Puppets ini menggelar konser.

Kali ini 40 ribu fans memadati Stadion Ali Sami Yen untuk menikmati performans pujaan mereka. Selama konser berlangsung, mereka ikut bernyanyi bersama karena mereka hafal semua lagu yang dilantunkan sang pujaan.

Untuk Metallica, dibuatkan panggung sebesar kurang lebih 800 meter persegi dengan steel konstruksi yang dipakai untuk festival-festival skala besar yang didatangkan dari luar negeri. Sound system pun didatangkan dari Jerman.

Dengan mengenakan kostum serba hitam, grup Metallica selalu tampil pede dan para fans pun tak ketinggalan berkostum hitam untuk menikmati konsernya.

Konser ini adalah konser yang tidak terlupakan untuk para fans Metallica di Istanbul dan mereka berharap agar Metallica dapat datang dan menggelar konser lagi untuk mereka di kemudian hari.  Minggu 27 Juli juga, menjelang tengah malam, Istanbul digemparkan oleh dua bom yang meledak di daerah Güngören. Dalam kejadian itu 17 orang meninggal dunia dan 154 orang luka-luka.

Para korban dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans yang segera datang ke lokasi kejadian. Di jalanan daerah Güngören pada pukul 21.50 bom pertama meledak. Karena suara ledakan itu, banyak warga yang penasaran dan datang ke lokasi kejadian. Lalu 10 menit kemudian bom kedua meledak, tempatnya kurang lebih 50 meter dari tempat bom pertama. Di lokasi ini terdapat korban yang cukup banyak.

Setelah dilakukan penyidikan oleh pihak yang berwajib, maka diketahui, bom tersebut ditempatkan di tempat sampah dan teori peledakannya ada dua kemungkinan, pertama bom tersebut telah diset waktu peledakannya dan kedua dimungkinkan juga diledakkan dari jarak jauh menggunakan remote control.

Disinyalir ini adalah perbuatan grup teroris Partai Pekerja Kurdi yang kerap membuat  kekacauan di Turki. Kini Isntabul mendapat gilirannya, dan warga sipil yang tidak berdosa yang menjadi korban. (Dian Akbas)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Menikah di Turki

Kejutan Malam