Showing posts with label tradisi. Show all posts
Showing posts with label tradisi. Show all posts

Sanggupkah dengan tradisi? (2)


Kemarin, di bagian akhir saya tulis tentang filosofi teh Turki. OK sekarang saya ulas sedikit lagi tentang teh (çay).
Gelas teh di Turki ini bentuknya unik seperti bunga tulip dan rata-rata ukurannya kecil (meski sekarang sudah ada yang berukuran agak besar), jadinya OT kalo minum teh ga cukup segelas. Selalu minta tambah.
Jika menyuguhi teh, tanyakan pada yang disuguhi mau minum teh pekat (demli) atau bening (açık). Kalo kita sebagai orang yang disuguhi juga bisa minta demli atau açık.
OT yang suka demli çay akan menggerutu kalo dikasih açık çay. "Bu ne abdest suyu?" (apa ini air wudu).
Begitu juga OT yang suka açık çay kalo disuguhi demli çay tidak akan diminum karena pahit.
Sebagai orang yang menyuguhi tamu, harus jeli melihat gelas teh yang sudah kosong. Jika sendok tehnya dimasukkan ke dalam gelas, menandakan orang itu masih ingin minum teh. Segera ambil gelasnya untuk diisi kembali (bisa ditanya dulu).
Jika sendok tehnya ditaruh di atas gelas membentuk jembatan, menandakan tidak ingin minum lagi.
Minum Kopi
Selain tradisi minum teh, ada juga tradisi minum kopi. Membuat kopi Turki tidak ditinyuh air panas seperti meninyuh kapal api. Melainkan harus direbus di sebuah coffee pot khusus bernama CEZVE (dibaca jezwe). Coffee cup nya juga unik, bentuknya kecil.
Untuk minum teh ada 2 pilihan demli dan açık, sedangkan minum kopi ada 3 pilihan: şekersiz (tanpa gula), orta (manis sedang), şekerli (sangat manis). Jadi kalo mau menyuguhi kopi, tanya ke orang yang disuguhi mau minum kopinya macam mana, şekersiz, orta, atau şekerli.
Saat acara lamaran, calon gelin harus membuatkan kopi untuk calon suami dan seluruh keluarga yang hadir (biasanya ini keluarga inti saja). Nah, biasanya si calon suami dikerjain oleh si calon gelin. Kopi khusus untuk calon suami suka dikasih garam.
Oturmaya gitmek / oturma (bertamu ke tetangga/kerabat)
Biasanya gelin baru suka diajak "manggung keliling" untuk oturma ke tetangga dan kerabat dekat. Tentunya ibu mertua yang ngajak oturma ini. Karena oturma dilakukan siang hari, maka hanya kaum hawa saja yang menghadiri. Kaum adam tidak ada urusan dengan oturma, karena mereka kerja di siang hari.
Oturma ini semacam plonco untuk gelin baru. Apalagi jika belum ngerti bahasa Turki. Beruntung jika di antara mereka ada yang bisa English, jadi bisa ada yang bantu terjemahin. Tapi kalo semuanya ga bisa English, ya udah bablas aja hehe. Makan aja apa yang disuguhin. Iya, oturma ini kegiatannya cuma makan dan ngobrol. Gelin baru biasanya ditanya-tanya hal yang udah umum palingan. Kalo gelinnya orang asing, paling yang ditanya-tanya ibu mertua dan ibu mertua bakal menjawab setau dia aja 😃
Dan biasanya juga saat oturma ini ibu-ibu suka bawa rajutannya masing-masing. Mereka ngobrol sambil merajut dan bertukar model rajutan.
Nanti, setelah selesai "manggung keliling" memperkenalkan gelin baru, acara oturma ini terus berlangsung. Gantian, misalnya hari ini di rumah A, besok di rumah B, begitu seterusnya. Saya ngalamin acara "manggung keliling", saya sih enjoy makan aja. Malah suka ada yang ngasih hadiah seperti yazma (kerudung tradisional Turki) atau handuk kecil yang pinggirannya diberi renda rajutan dan ada juga yang kasih uang 😃
Untuk oturma selanjutnya saya ga pernah ikutan karena saya malas dan suami saya ga suka kegiatan oturma kayak gitu dan suami saya gak suka kalo saya gaul dengan ibu-ibu OT hehe. Saya sih mending di rumah berkarya menulis. Untungnya sejak tahun 2012 (setelah 7 tahun sendirian di Alanya), ada mak Muthiya Rini di Alanya. Jadi kita saling oturma aja 😃
Merajut
Sepertinya merajut udah merupakan hobi nasional ibu-ibu Turki. Mereka jago merajut berbagai model. Di kampung dan di kota masih bertahan sampai sekarang. Ada yang dijadikan mata pencaharian, tapi kebanyakan sebatas hobi. Mereka membuat rajutan untuk digunakan sendiri dan untuk dijadikan hadiah, juga untuk hantaran ketika anaknya menikah nanti.
Kuaci bunga matahari
Kuaci ini bisa dibilang camilan nasional Turki 😃
Nonton tv sambil makan kuaci sekeluarga. Piknik bawa kuaci. Bahkan nonton bangunan juga sambil makan kuaci 😃
Masih banyak OT yang tidak sadar akan kebersihan lingkungan, buang kulit kuaci sembarangan.
Bertamu sampe tengah malam
Kalo ada OT bertamu ke rumah saat malam, jangan harap mereka akan cepat pulang. Sebelum kereta sinderela berubah jadi labu, maka acara bertamu belum selesai. Iya, mereka itu betah banget kalo bertamu.
Piknik bikin kebab
OT kalo piknik segala dibawa. Kompor gas kecil harus bawa buat bikin teh. Bawa daging atau ayam mentah yang udah dibumbui (beli di butcher ayam/daging untuk kebab udah bisa langsung minta dibumbui). Bawa alat pembakaran dan arangnya untuk bakar kebabnya. Roti bawa segambreng. Bawa buah-buahan dan juga kuaci ga ketinggalan. Kadang ibu mertua saya suka bawa meja bundar kecil dan tongkat penggiling adonan untuk buat gözleme.
Bersih-bersih sampe kinclong
Ibu-ibu OT terkenal dengan kebersihan rumahnya. Iya, mereka ini kalo bebersih juara deh.
Bersambung lagi ya 😃

Sanggupkah dengan tradisi?

Kita lanjutkan belajar tentang Turki yuk 😃
Sekarang saya mau nulis tentang tradisi di Turki. Tapi mulai dari mana ya? Hmmm...
Saya mulai dari sinetron aja ya 😃
"Mau nulis tentang tradisi kok mulai dari sinetron?" mungkin ada yang nanya begitu di pojokan sana. Iya, saya suka nonton sinetron. Tapi ga semua dan sembarang sinetron saya tonton. Dari sinetron yang saya tonton ini, saya pun jadi tau banyak tentang tradisi di Turki. Saya kan tinggal di Alanya, jadi saya hanya tau tradisi yang berlaku di Alanya. Nah, dengan nonton sinetron, saya jadi tau tentang tradisi di kota-kota lain. Walaupun sebenarnya, banyak pula yang tradisinya sama di seluruh Turki.
Dari sinetron Zerda yang settingnya di Gaziantep, saya jadi tau ada tradisi turun ranjang. Ketika suami meninggal, si gelin (mantu cewe) harus menikah dengan adik iparnya. Tradisi ini tertulis juga di novel Dürtü yang pernah saya baca. Horor juga ya ada tradisi macam begini.
Itu salah satu pelajaran tradisi dari sebuah sinetron. Jadi kalo nonton sinetron Turki itu jangan fokus pada yang gantengnya aja 😃
Berat ya langsung ngomongin tradisi turun ranjang hehe
Ada tradisi apa lagi?
Hidup dekat atau dengan mertua
Begini, kebanyakan keluarga Turki itu sukanya tinggal bersama-sama sampe tua. Kalo di Alanya nih ya, orang tua bikin apartemen yang banyaknya lantai sesuai dengan banyak anaknya. Misal si ortu punya anak 6, maka akan dibuat apartemen 7 lantai (1 lantai = 1 rumah). 6 lantai untuk masing-masing anak dan 1 lantai untuk si ortu. Atau dibuatkan 4 lantai, dengan hitungan 1 lantai = 2 rumah. Jadi total ada 8 rumah, kelebihan 1 rumah bisa dikontrakkan.
Nah, anak-anaknya setelah menikah berarti akan tinggal masih satu gedung, hanya beda lantai saja. Makanya di tulisan sebelumnya saya tuliskan agar mengenal keluarga si OT. Maksudnya agar nantinya kamu ga kaget kalo harus tinggal dekat atau serumah dengan mertua dan adik kakaknya.
Ada enak dan tidaknya tinggal serumah atau dekat dengan keluarga suami. Enaknya, kalo perlu bantuan bisa cepat dibantu. Tidak enaknya mungkin akan direcoki kehidupanmu heheh. Tentang merecoki ini tentunya tergantung sifat dari orang-orangnya. Ada yang suka merecoki, ada pula yang acuh tak acuh.
Sangat beruntung jika keluarga suami baik dan selalu membelamu. Tapi malapetaka jika kamu "jatuh" pada keluarga yang zalim.
Kita memang menikah dengan suami, tapi kita pun secara tidak langsung menikah dengan keluarganya. Maksudnya, kita harus berhubungan baik dengan keluarga suami. Karena sejatinya pernikahan itu menikahkan dua keluarga.
Tradisi menjamu tamu dan minum teh
OT ini kalo menjamu tamu bagai menjamu raja. Pemilik rumah yang cewe kebagian menghidangkan makanan sampe dirinya seperti tak ada kesempatan untuk duduk manis. Misal ada tamu datang untuk makan malam, tentunya disajikan makan malam terlebih dulu. Ibu dan gelin yang menghidangkan makanan. Setelah beres makan malam, semua cucian piring harus beres dicuci saat itu juga. Kalo ada mesin cuci piring sangat terbantu. Setelah itu lanjut ngeteh. Minum teh di Turki tidak cukup segelas. Kamu sebagai gelin harus bolak balik ke dapur untuk menuangkan teh di gelas para tamu. Biasanya teh ditemani dengan kue-kue. Setelah itu lanjut makan buah. gelin juga yang harus menyiapkan dan menyajikan buah-buahannya.
Udah kepanjangan ya tulisannya. Sebelum saya akhiri episode ini, saya mau nulis tentang filosofi Teh
Segelas teh melambangkan satu keluarga.
Çaydanlık (teko teh bertingkat) melambangkan ibu mertua dan gelin.
Çaydanlık bagian bawah melambangkan ibu mertua, dan çaydanlık bagian atas adalah gelin. Semakin ditempa oleh ibu mertua, gelin akan menjadi ahli.
Gelas teh melambangkan suaminya gelin, ia diisi oleh ibu mertua dan gelin (ya gelas teh diisi teh dari çaydanlık atas dan air putih dari çaydanlık bawah).
Anak-anak adalah gulanya, memberikan rasa manis.
Sendok teh melambangkan görümce (saudara perempuan suami), mereka kadang datang ke rumah gelin untuk merecoki dan kemudian kembali pergi.
Piring teh (tatakan) melambangkan bapak mertua. Ia duduk memperhatikan dan menampung "tumpahan" kelakuan anggota keluarga yang lainnya.
Begitulah filosofi teh di Turki 😃

Riset Honor Killing dan Blood Feud di Turki



Sejak mengetahui adanya tradisi seperti ini di Turki, saya tertarik untuk meriset tentang ini. Riset literatur saja dengan membaca di internet. Saya melakukan riset ini sejak menjadi penduduk Multiply. Waktu itu saya mencari berita-berita tentang kasus dari tradisi ini. Sangat banyak kasusnya. Saya mengcopas beberapa kasusnya ke file word dengan font ukuran kecil supaya satu halaman A4 muat banyak, untuk selanjutnya diprint.
Sekarang, sudah banyak makalah, buku, bahkah tesis yang membahasnya. Saya donlod 1 makalah (tahun terbit 2017), 1 buku (foto di bawah) 128 halaman, dan 1 tesis tahun 2008. Belum saya baca semua.
Seperti gambar di atas adalah buku yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Turki tahun 2016.
Kalau ada pertanyaan, "Apakah tradisi ini benar-benar terjadi di Turki?" Jawabnya, "Ya."
Gak mungkin kan kementerian Agama membahas hal ini kalau kejadian ini cuman fiksi? Yang menulis di buku ini adalah para akademisi yang bergelar doktor dan profesor. Gak mungkin mereka hanya menuliskan imajinasi belaka, ya toh?
Juga yang menulis tesis tentang ini. Gak mungkin mereka menulis tesis dengan meneliti cerita fiksi, bukan?
Kasus-kasus seperti ini juga sering diangkat menjadi tema-tema sinetron, baik itu tema sinetron secara keseluruhan maupun tema satu episode. Ya, sinetron bisa jadi merupakan cerminan dari kehidupan sehari-hari.
Intihar ve Töre Cinayetleri Bağlamında Sosyal Sorunlar ve Islam
arti: Masalah sosial dan Islam dalam konteks bunuh diri dan pembunuhan demi kehormatan

Pernikahan yang Berakhir di Penjara

Kisah Nyata yang sedang happening di Antalya. 

Pernikahan yang dimimpikan oleh setiap perempuan adalah pernikahan yang bahagia tentunya. Impian ini hilang sudah ketika M berkenalan dengan seorang cowo psikopat. Melalui perantara temannya, ia berkenalan dengan cowo psikopat ini. 

Mereka bertunangan. Dalam masa pertunangan ini, si cowo sudah berani menyiksa M. Setelah mengetahui perangainya seperti ini, M ingin memutuskan pertunangannnya. "Saya punya cita-cita untuk diraih," dalih M ketika ingin putus. Si cowo pura-pura menyetujui keputusan M itu. Tapi dengan syarat harus bertemu dengannya untuk terakhir kali. M mengiyakan untuk bertemu terakhir kali. 

Si cowo membawa M ke sebuah danau yang sepi. Di sana M dinodai dengan dalih CINTA dan tidak mau putus. Dengan begitu M membatalkan niatan untuk putus. Setelah lulus SMA, M menikah dengan cowo psikopat ini. 

Pernikahan ini menjadi neraka baginya. Penyiksaan demi penyiksaan ia terima. M sempat melanjutkan ke universitas. Hanya bertahan 1,5 tahun karena suaminya cemburu. M hamil. Saat hamil dan mendekati lahiran, suaminya kerap melakukan a*** sex padanya. Ia pun membawa perempuan lain ke rumahnya. Setelah melahirkan dan pulang ke rumah, M melihat perempuan tersebut telanjang di kamarnya. 

Setelah ada anak, penyiksaan tidak berhenti. Sedang menggendong anaknya pun, M dipukuli dengan kabel. Penyiksaan lainnya masih banyak lagi. Anak-anaknya pun kerap mendapat siksaan dari ayah psikopatnya. 

M ingin bercerai. Tapi suaminya tidak habis akal. Ia selalu mengancamnya. Jika bercerai, ia akan memperkosa adiknya di depan matanya. Atau ia akan membunuh orang tuanya. 

Penyiksaan terakhir yang dialami M 
Ia ditelanjangi dan diborgol depan. Lalu psikopat ini menyiksanya selama berjam-jam, hingga matanya bengkak dan badannya biru-biru. Setelah puas menyiksa ia pergi keluar rumah. Tapi M tetap dalam keadaan telanjang dan diborgol. 

Menjelang pagi psikopat pulang ke rumahnya. M telah siap dengan senapan laras panjang di tangannya. Keadaannya masih telanjang dan tangan diborgol. M menembak psikopat tersebut. Kemudian M menelepon 112. Ambulans dan polisi datang. Mereka menemukan M dalam keadaan telanjang dan diborgol. Setelah dilepaskan borgol dan berpakaian, M ditangkap. 

Beberapa hari lalu, M bersaksi di pengadilan. Ia beberkan semua yang dialaminya sejak sebelum menikah hingga kejadian penembakan. M dijatuhi hukuman 24 tahun penjara 🙁 

sumber: https://www.sozcu.com.tr/2021/gundem/iskenceci-esini-olduren-melek-ipek-ilk-kez-hakim-karsisinda-6315250

[Terjemahan] Töre



Judul: Töre
Penulis: Ömer Çavuş
Penerbit: Truva Yayınları
Tahun terbit: Maret 2012


Sayfa 143

Töre

Sıradan bir günün ikindi saatleriydi köye ayak bastığında Kerem. Aylardan nisandı. Daha önce de geldiğinde yaptığı gibi önce hakim bir tepeye çıkıp kısa tedbirli yaşam sürmek nefes almaktan farksız olmuştu çünkü. Bu alışkanlığı o gün de işine yaramış ve dürbünüyle köyü yoklarken bir jandarma aracının köy meydanında olduğunu fark ermişti. Uzandığı yerde bir süre beklemesine rağmen jandarma bir türlü köyden ayrılmak bilmemişti. Çok sinirliydi. Sigara üstüne sigara içmişti ve köyü gözlediği zaman boyunca kendi kendine söylenirken devamlı sövmüştü. Havanın kararmasına az bir zaman kala da köyü ve jandarma aracını gözlemeyi bırakmış, geceyi köye girmeden arazide geçirmeye karar vermişti. Bunun için en uygun yer olarak da gözüne, Kanatlıgöl yolu üzerinde bulunan ve köylülerin Kösönü dedikleri mevkideki kayalıklar görünmüştü. Atına binerek uzaklaşırken birilerine gözükmemeye çalışmış ve bu saatte tarlalarından çok iyi bildiğinden geniş bir yay çizerek kayalıklara yaklaşmıştı.


Halaman 143

Tradisi

Kerem datang ke desa pada waktu asar di hari biasa. Saat itu bulan April. Seperti kedatangan sebelumnya, ia naik ke bukit, karena menjalani kehidupan yang singkat dengan berhati-hati tidak ada bedanya dengan bernapas. Kebiasaan ini juga hari itu sangat bermanfaat dan ketika ia melihat desa dengan teropongnya, ia melihat ada mobil polisi militer di alun-alun desa. Meskipun sudah menunggu beberapa saat di tempat itu, ternyata polisi militer belum pergi juga dari desa. Ia sangat marah. Ia merokok sambung menyambung dan ia tak berhenti mencaci dalam gerutuannya selama mengamati desa. Saat hari menjelang gelap, ia berhenti mengamati desa dan mobil polisi militer, ia memutuskan untuk menghabiskan malam di lahan yang dekat dengan desa. Untuk itu, tempat yang cocok adalah tempat yang disebut Kösönü oleh penduduk desa yaitu tempat bebatuan yang berada di jalan Kanatlıgöl. Ia menunggangi kudanya dan berusaha untuk tidak terlihat oleh orang-orang dan pada jam ini tahu betul sedang berada di ladang maka ia bergerak memutar sedikit jauh dan mendekati tempat bebatuan.






Belanja Calon Penganten

Peristiwa ini terjadi beberapa tahun lalu di toko kami.
Datang ke toko kami sepasang calon penganten diantar oleh ibu si cewe. Sudah tradisi di Alanya, setiap calon penganten cewe belanja baju dll dibayarin calon suaminya. Biasanya sih belanjanya rombongan jadi semua yg nganter akan ngasih komentar setiap baju yang dicoba sebelum membelinya. Kali ini untungnya yang nganter cuman ibu si cewe.
Di kasus ini, saya kasian ama si cowo karena si cewe terkesan memanfaatkannya (kayak yang aji mumpung). Si cewe membeli apa aja yang diinginkannya (hiperbolanya seisi toko dia beli). Ga tau sebetulnya dia butuh atau ga dengan yang dibelinya.
Kami sih sebagai pedagang seneng seneng aja diborong. Tapi liat si cowo menyedihkan. Setelah ditotalkan harganya ternyata uang si cowo ga cukup trus si cowo pinjam uang ke calon bumernya sambil ngomong gini..."ibu sekalian mau beli apa silakan."
#Miris

berbagi aşure pada bulan muharam

tulisan ini dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom mancanegara dan di edisi cetaknya minggu 1 februari 2009

**************************

Berbagi Aşure pada Bulan Muharam




BULAN Muharam baru saja berlalu. Bulan Muharam adalah bulan pertama pada kalender tahun Hijriah. Tanggal 10 Muharam dikenal sebagai hari Asyura. Di Turki terdapat tradisi menarik pada hari Asyura (Aşure dalam bahasa Turki). Pada hari itu dimulailah tradisi untuk membuat makanan yang diberi nama sesuai dengan nama harinya, yaitu aşure tatlısı.

Makanan aşure ini semacam bubur yang manis yang terbuat dari campuran berbagai macam bahan makanan. Di antaranya bahan makanan mengandung karbohidrat, protein nabati, buah-buahan, air, dan gula. Bahan karbohidrat biasanya dipakai buğday (gandum), tapi dapat diganti dengan beras. Protein nabati didapat dari kacang-
kacangan (seperti kacang tanah, kacang almond, dan lainnya) yang telah digoreng tanpa minyak. Buah-buahan yang dipakai dapat buah segar seperti anggur segar, aprikot, plum, apel, atau buah yang telah dikeringkan seperti kismis (anggur kering). Bisa juga ditambahkan delima (yang biasanya ditaburkan setelah masak). Bahan-bahan ini dicampur dengan air dan gula (atau  bisa pula ditambahkan susu).

Aşure dimasak dalam jumlah banyak karena tidak hanya untuk dikonsumsi orang rumah, tapi juga dibagikan kepada tetangga sekitar rumah. Setiap rumah hampir dipastikan memiliki aşure. Bisa karena pemilik rumah memasak sendiri menu ini, tapi bisa pula karena mendapat kiriman dari tetangga sekitar.

Jika tidak sempat memasak aşure pada hari Aşure (Asyura), menu ini dapat pula dimasak pada keesokan harinya atau pada hari lain selama masih dalam bulan Muharam (tradisi waktu untuk memasak aşure dimulai pada tanggal 10 Muharam sampai berakhirnya bulan Muharam).

Tidak terbayangkan jika tradisi untuk memasak aşure hanya satu hari, yaitu pada tanggal 10 Muharam. Semua orang akan memasak aşure secara bersamaan dan saling berkirim dengan tetangga. Pasti rumah kita akan kebanjiran aşure.

Menu aşure muncul begitu saja pada perayaan Asyura. Terdapat hikayat di balik makanan aşure ini. Konon pada saat terdamparnya kapal Nabi Nuh as di puncak sebuah gunung, maka semua orang di dalam kapal merasa gembira karena sudah selamat dari bencana. Mereka memasak masakan untuk merayakan kegembiraan dan untuk berterima kasih kepada Allah. Semua bahan makanan yang tersedia dalam kapal (seperti bahan-bahan yang telah disebutkan di atas) dibuatlah menjadi makanan yang lezat.

Di Turki, makanan itu dikenal dengan nama aşure tatlısı dan telah menjadi tradisi memasaknya pada bulan Muharam. Hingga kini, tradisi itu masih melekat di masyarakat Turki. Setiap tahun, di bulan Muharam (tanggal 10 sampai akhir bulan) masyarakat Turki akan merasa senang untuk memasak aşure dan berbaginya dengan tetangga.

Di samping tradisi itu, masyarakat Turki masih dapat menikmati lezatnya aşure selain pada bulan Muharam. Masyarakat Turki biasanya akan membelinya di toko-toko kue atau membeli aşure instan dalam paket dan memasaknya di rumah.
 
Jika para pembaca ingin membuat aşure, gampang saja. Masaklah bubur dari bahan-bahan yang disebutkan di atas kecuali kacang-kacangan karena kacang-kacangan tersebut akan ditaburkan ketika bubur sudah masak.

***********************



oleh-oleh haji dan cerita tentang haji indonesia


tulisan ini dimuat di web tribun jabar (http://tribunjabar.co.id) kolom community - mancanegara, dan juga di tribun jabar edisi cetak minggu, 4 januari 2009


*****

Oleh-oleh Haji dan Cerita tentang Haji Indonesia
dian akbas

IBADAH haji termasuk dalam rukun islam yang ke-5, wajib dilaksanakan jika kita telah mampu. Seperti tertulis dalam al-qur'an surat Ali Imran ayat 97: "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."

Musim haji telah berakhir untuk tahun ini, para tamu Allah pun berangsur-angsur pulang ke negaranya masing-masing. Begitu pula dengan kerabat suami di Alanya yang pergi haji, telah pulang dengan selamat dan insyaAllah menjadi haji yang mabrur.

Seperti halnya di Bandung, kampung halaman saya, jika ada kerabat atau tetangga yang pulang dari haji maka para kerabat dan tetangga akan datang mengunjunginya. Begitu pun di sini, tradisi itu telah melekat. Semua kerabat dan tetangga mengunjungi yang pulang dari haji. Di rumahnya kami dijamu dengan disuguhi air zam zam dan kurma. Dan juga kami diberi oleh-oleh baik itu oleh-oleh yang dibeli di tanah suci atau pun oleh-oleh lokal.

Kami mendengar berita bahwa kerabat yang pergi haji telah kembali maka kami pun berkunjung ke rumahnya Kamis malam (18 desember 2008). Seperti biasa di rumah yang pulang haji kami disuguhi air zam zam dan kurma dan juga tersedia cincin oleh-oleh untuk kami pilih. Untuk para lelaki dapat juga memilih kopiah haji dan tasbih. Ketika akan pulang kami pun diberi satu kantong oleh-oleh yang isinya sejadah, tasbih, kopiah haji, dan yazma (kerudung khas Turki).

Mendengar cerita-cerita orang yang pergi haji bahwa terdapat peraturan tidak diperbolehkan membawa kamera ke dalam masjid al Haram. Ternyata kerabat suami saya berhasil membawa kamera ke dalam masjid al Haram, rupanya kamera yang beliau bawa lolos dari pemeriksaan petugas di pintu masuk masjid. Sehingga beliau dapat mengabadikan kegiatan tawaf dan beliau pun mengabadikan kegiatan haji lainnya melalui kameranya. Jadi malam itu kami dapat menonton video ketika mereka sedang tawaf mengelilingi Ka'bah dan kegiatan haji lainnya.

Setiap orang Turki yang pulang haji maka akan selalu membawa cerita tentang haji dari Indonesia. Karena mereka tahu bahwa saya adalah orang Indonesia maka mereka bilang jika haji Indonesia itu adalah teman atau saudara saya. Begitu pun dengan kerabat suami yang kami kunjungi malam itu. Mereka bercerita tentang itu bahwa banyak sekali haji dari indonesia dan para haji indonesia adalah orang-orang baik yang ramah dan sangat sopan. Dalam kesempatan itu mereka bilang seperti ini, "Dian, di sana kami bertemu saudara-saudara kamu dari Indonesia, mereka orang yang baik." Mereka pun bilang bahwa haji indonesia tidak pernah sikut-sikut dalam aktifitas berhajinya dan juga haji Indonesia sangat rajin dalam melaksanakan salat sunatnya. Sebagai orang Indonesia, saya pun merasa bangga akan hal itu.

Subhanallah, indahnya melaksanakan haji. Semua orang yang telah mampu untuk melaksanakan haji dari seluruh penjuru dunia datang secara bersamaan ke tanah suci untuk melaksanakan rukun Islam ke-5. InsyaAllah kita yang belum berkesempatan untuk berhaji, suatu hari nanti mendapat giliran untuk bertamu ke rumah Allah, amiin. (*)

Alanya, 19.12.08

*****




-- Berburu Permen pada Hari Lebaran --

tulisan ini dimuat di tribun jabar edisi cetak 12 oktober 2008.

bicara tentang permen dan anak2, ada tradisi menarik mengenai hal tersebut di turki.
silakan diklik linknya untuk mengetahui salah satu tradisi unik berlebaran di Turki

eid mubarak dari alanya
-dian akbas-

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berburu Permen pada Hari Lebaran

TAHUN ini adalah Lebaran Idul Fitri keempat untuk saya di Turki, tepatnya di kota Alanya, kota kecil di provinsi Antalya yang berada di pesisir laut mediterania. Berlebaran di turki sudah tentu ada bedanya dengan di Indonesia, tapi ada juga persamaannya. Seperti halnya memakai baju baru, saling berkunjung dan bersalam-salaman di Turki pun sama seperti itu. Sedangkan perbedaannya, ketupat lebaran sudah pasti tidak ada di sini. Itu berarti sudah empat kali lebaran saya tidak dapat menikmati ketupat di pagi hari setelah salat Id.

Untuk menyuguhi tamu di Hari Lebaran, ibu-ibu turki akan membuat tatli (sweet) seperti baklava atau kadayif. Suguhan lain untuk tamu yang penting selalu ada di hari lebaran adalah permen, coklat, dan lokum (turkish delight).

Berbicara tentang permen dan tradisi, ada tradisi unik mengenai itu. Di hari lebaran, anak-anak akan sibuk mengumpulkan permen. Mereka akan mendatangi rumah-rumah tetangganya dan mengetuk pintunya dengan harapan akan diberi permen.

Rumah saya pun setiap lebaran selalu ramai didatangi anak-anak yang akan meminta permen. Mereka akan mengetuk pintu rumah, ketika kita membuka pintu, mereka akan mengucapkan "iyi bayramlar (selamat lebaran)" atau ramazan bayram kutlu olsun atau ramazan bayram mubarek olsun (selamat hari raya idul fitri)" dan kita pun harus sudah siapkan permen untuk dibagikan pada mereka.

Jika yang tidak berkesempatan untuk melakukan itu pada lebaran hari pertama, maka mereka akan melakukannya di hari kedua.

Mereka akan datang berkelompok maupun sendirian dengan membawa kantong untuk wadah permen yang mereka kumpulkan. Entah sejak kapan tradisi ini dimulai, yang pasti tradisi ini menjadi keunikan tersendiri untuk suasana lebaran di Turki.

Anak-anak terlihat gembira ketika mereka berburu permen dari rumah ke rumah. Meskipun mereka hanya diberi satu permen tapi keceriaan tetap terpancar di wajah mereka. Satu atau banyak permen yang mereka dapatkan dari rumah tetangganya tidaklah masalah, yang penting mereka senang dengan perburuannya.

Hari lebaran di Turki jatuh pada Selasa, 30 september 2008, lebih cepat satu hari dari indonesia. Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan "ramazan bayram mubarek olsun" untuk semua pembaca Tribun Jabar dimanapun berada, mohon maaf lahir dan bathin. (*)

Eid mubarak dari Alanya - Turki.
29.09.2008

ganti musim......cuci carpet ganti carpet


ganti musim, ganti carpet.....begitulah kira2 salah satu kebiasaan di turki.
turki termasuk negara 4 musim. tapi dalam 1 tahun hanya ganti carpet 2x saja, saat akan musim dingin dan saat akan musim panas.

seperti saat sekarang ini akan memasuki musim panas, banyak orang-orang yang sibuk mencuci carpet2 tebalnya dan mengganti dengan menggelar carpet yang tipis untuk rumahnya, atau banyak juga yang menggelar kilim. kilim adalah semacam carpet yang tipis, tepat digelar di rumah saat musim panas.

roti pide khas ramadhan di turki


bulan puasa di turki sangatlah berbeda dengan di indonesia, yg mana di indonesia selalu ada sajian khusus untuk berbuka seperti kolak. di turki, makanan berbuka sama seperti makanan di hari2 yang lain, paling2 diawali dengan makan kurma (itu pun klo beli kurma). tapi ada satu yang khas pada bulan ramadhan di turki, yaitu roti pide bundar (bertabur wijen). roti pide ini hanya tersedia di bulan ramadhan saja. klo di hari2 lain ingin makan roti pide ini, akanlah sangat sulit mencari, meskipun ada yg menjual tapi jarang sekali. tapi jika bulan ramadhan tiba, di setiap toko, warung, market akan menyediakan roti pide bundar ini.

yazma (kerudung tradisional turki)

wanita turki klo sehari2 di rumah sudah terbiasa memakai yazma, ada pula yang bepergian pun tetap memakai yazma. meskipun ada wanita turki yang bepergian tidak berkerudung tapi di rumah dia suka memakai yazma.

bisa dibilang yazma adalah kerudung tradisional wanita turki karena hampir semua wanita turki memakai ini. yazma ini lebarnya sama seperti kerudung biasa tapi sangat tipis (bisa dibilang transparan), tapi tidak terlihat transparan karena bermotif macam2.

yazma ini dijual ditoko2 polos pinggirannya (tidak berdantel/tdk ada rajutan pinggir), tapi sekarang sudah ada yang dijual berdantel pinggir tapi buatan mesin. tapi wanita turki sudah terbiasa membeli yang polos pinggirannya lalu mereka rajut sendiri dengan berbagai macam motif.

mereka membeli yazma lalu memberi dantel pinggirannya untuk dipakai sendiri ataupun untuk dihadiahkan kepada seseorang.

seperti yazma2 yang saya punya ini adalah hadiah dari mertua dan kerabat2 disini.

memakai yazma ini tidak bagus menggunakan peniti, jadi hanya ditalikan begitu saja, wanita turki klo di rumah or berkebun memakainya dengan cara ditalikan ke belakang (jadi lehernya kemana2). dulu memang suka saya pakai yazma ini, tapi saya merasa tidak comfortable, jadinya back to basic, memakai kerudung jadi yang saya bawa dari indonesia :D

dijual: yazma dengan dantel buatan pabrik di http://yazma-house.blogspot.com

tradisi belanja di alanya

belanja kebutuhan sehari2 biasanya kan belinya di pasar...klo di indo tuh pasar kan sudah ada tempatnya dan kita tuh di indo klo belanja biasanya tiap hari....di alanya juga ada pasar yang tetap seperti di indo tapi harganya jauh lebih mahal daripada pasar yang seminggu sekali. jadinya orang alanya tuh tradisinya klo belanja buat kebutuhan masak sehari hari biasanya setiap hari jumat mereka pergi ke pasar jumat (cuma pazari)...beli ini itu berkresek2, trus sampe rumah kulkas jadi penuh coz isinya bahan makanan untuk satu minggu berjubel dech kulkas di tiap rumah hehe.

[flashback] KINA GECESİ



KINA GECESİ ini tradisi di turki yang dilaksanakan semalam sebelum pernikahan, tradisi untuk melepas calon pengantin oleh orang tuanya....
klo di indonesia sama seperti adat siraman....
pada acara ini ada 2 model, model 1 bernyanyi2 dengan memasang lilin pada KINA (pacar mekah) yang nantinya pacar mekah ini dipakaikan di tangan calon pengantin, model 2 membacakan puji2an untuk ALLAH dan yang nantinya calon pengantin dipakaikan pacar mekah di tangannya...biasanya acara ini dihadiri para undangan.....

saya kebetulan bukan orang turki tapi keluarga suami ingin mengadakan acara ini, jadi keluarga suami berperan sebagai keluarga saya.... karena kami muslim kami ingin secara islami oleh karena itu untuk KINA GECESİ ini kami memakai model 2, kami membacakan puji2an kepada ALLAH malam itu.....karena saat itu saya belum ngerti betul bahasa turki sedangkan pujı2an itu dibacakan dalam bahasa turki, makanya saya diam saja (hanya mendengarkan).. kata orang biasanya calon pengantin menangis saat KINA GECESİ apalagi dengan dibacakan puji2an seperti itu (tapi saya tidak menangis karena belum ngerti benar bahasa turki  tapi memang terharu mendengarkannya)......saat dimulai acara, calon pengantin dipakaikan kerudung merah transparan...kemudian setelah dipakaikan KINA ditangannya, lalu kedua tangan dipakaikan semacam sarung tangan berwarna merah pula...lalu dibuka kerudungnya (seperti terlihat pada foto)

tradisi lebaran di turki

sebagai muslim, tentunya senang donk dengan momen lebaran....baik lebaran idul fitri (ramazan/seker bayram) ataupun lebaran haji/idul adha (kurban bayram) yang mana tradisi tiap negara dalam merayakannya berbeda2. seperti yang akan saya ceritakan adalah tradisi lebaran di negara turki (karena saya sekarang tinggal di turki).

di turki setiap lebaran, baik ramazan/seker bayram or kurban bayram harus selalu ada permen or coklat dan lokum (turkish delight),  dan juga TATLI (sweet) seperti baklava (dibaca baklawa) or kadayif untuk disuguhkan ke para tamu....tidak seperti di indonesia yang mana di tiap rumah penuh dengan bermacam2 kue dan masakan khas lebaran seperti ketupat dan opor ayam. klo di turki makan saat lebaran sama saja seperti makan di hari2 yang lain.

tradisi yang lainnya sama saja yang tua membagikan angpao kepada yang muda (saya pun masih diberi angpao oleh mertua dan juga oleh suami).....dan tradisi untuk anak2, selain mereka sibuk mengumpulkan angpao dari family nya...mereka pun sibuk mengetuk pintu tetangga2nya dengan membawa kantong plastik (kresek) dengan tujuan untuk mengumpulkan permen or coklat...jadi klo ada anak2 tetangga mengetuk rumah kita, kita siapkan permen or coklat untuk dibagikan pada mereka.....(seperti halnya tradisi hallowen)..

begitu kiranya untuk tradisi berlebaran di turki yang mana hal lainnya masih sama seperti di indonesia seperti saling mengunjungi tetangga dan kerabat....dan tentunya pagi hari melaksanakan solat sunat ied.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...