turki kalah, alanya berduka

tulisan ini dimuat di web tribun jabar (www.tribunjabar.co.id) kolom community - mancanegara, dan di edisi cetak tgl 29 juni 2008

*****
turki kalah, alanya berduka

RABU (25/6) malam, Turki harus bertekuk lutut di hadapan Jerman karena pada menit-menit terakhir, kiper Rustu Recber tak mampu menangkap bola hasil tendangan bek Jerman Philipp Lahm. Gol ketiga Jerman tersebut membawa petaka buat Turki yang harus kalah 2-3 dan gagal ke babak final Euro 2008.

Hasil tersebut membawa Turki berduka. Malam seusai pertandingan pun tampak sepi. Sangat berbeda dengan situasi malam sebelumnya. Malam-malam yang lalu selalu diwarnai dengan kegembiraan untuk merayakan kemenangan.

Di segenap penjuru Kota Alanya juga begitu. Ketika Turki berhasil lolos ke babak perempatfinal, di kota tempat saya tinggal ini kerap terdengar sorak-sorak kegembiraan. Dan langit malam gemerlapan bermandikan kembang api.

Ketika Turki berhasil lolos ke semifinal, suasana malam tambah meriah. Para pendukung berkonvoi keliling kota di tengah malam. Mereka membunyikan klakson di sepanjang jalan seakan mengajak semua penduduk kota untuk merayakan kegembiraan.

Tapi malam ketika tim "Bulan Bintang" Turki tidak mampu menahan serangan tim "Panser", Alanya hening.  Padahal ketika di awal pertandingan, Turki dapat membuahkan goal kesatu dan kedua, suasana malam sangatlah meriah, langit Alanya kembali gemerlapan bermandikan kembang api.

Kemeriahan berakhir seketika ketika Lahm mencetak gol ketiga untuk Jerman. Pendukung Turki di Kota Alanya berduka, seakan tidak bisa menerima kekalahan. Apa boleh buat, keberuntungan saat ini tidak berpihak pada Turki.

Rumah saya berlokasi di bukit pinggiran Kota Alanya. Di tempat ini seluruh Kota Alanya dapat terlihat. Oleh karena itu, ketika Turki berhasil memenangi pertandingan, saya dapat melihat bagaimana maraknya Kota Alanya di malam hari. Dan, ketika Turki harus menerima kekalahan, saya juga bisa menyaksikan Kota Alanya menjadi sepi dan hening.

Alanya adalah sebuah kota kecil di Turki yang terletak di pinggiran Laut Mediterania. Seperti halnya di kota-kota lain di Turki, setiap merayakan sesuatu yang bersifat  nasional, seluruh warga kota akan sangat ramai. Mereka bahkan menembakkan senjatanya ke udara yang kerap kali tembakan itu memakan korban karena terkena peluru nyasar.

Jika perayaan di malam hari, langit malam pun akan gemerlapan bermandikan kembang api. Konvoi keliling kota dengan membunyikan klakson sepanjang jalan bukanlah hal yang aneh meski di tengah malam sekalipun.

Jadi, bersiap-siaplah untuk tidak bisa tidur nyenyak ketika di tengah malam warga bergembira seperti halnya ketika Turki berhasil lolos ke babak perempatfinal dan semifinal. Suasana di luar sangatlah bising, tidur pun jadi terganggu. Viva Turkiye! (Dian Akbas)

*****

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki