Showing posts with label cowoganteng. Show all posts
Showing posts with label cowoganteng. Show all posts

my darling

 

barusan tanpa sengaja saya mendengar seseorang yang sedang bicara di telepon. saya duduk di pintu toko, yang bicara di telepon duduk di bawah pohon di depan toko saya. namun saya tidak bisa melihatnya karena terhalang oleh manekin depan toko.
setahu saya yang duduk di bawah pohon itu adalah bapak (tua) OT. saya bisa mendengar percakapannya karena si bapak nelpon pake loud speaker.
si bapak bicara dengan seorang cewe, sepertinya pacarnya. mereka saling memanggil my darling. dan si bapak ini ngomong bahasa turki campur english yang seadanya.
saya coba figure out si cewe ini orang mana dari logat bicaranya. tapi susah juga karena suara si cewe ga jelas-jelas amat. cuma jelas saat bilang my darling. saya jadi terpikir, jangan-jangan cewe si bapak ini orang indo 😃
dalam pembicaraannya, si bapak cerita kalau di alanya panas banget. di rumahnya ga ada air dan listrik. sepertinya si bapak bukan orang alanya. soalnya si bapak bilang juga tentang diyarbakır (kota di tenggara turki).
"my darling, alanya very very sıcak (panas)," begitu kata si bapak dalam salah satu percakapannya.
sepertinya si cewe nanya ke si bapak, kenapa ga pake AC. si bapak jawabnya gini, "klima (AC) yes but no kumanda (remote)."
"no elektrik, no su (air). saya mandi pake beberapa botol air yg ukuran 5 liter," ini juga yang saya dengar.
saya jadi mikir kenapa kok ga ada listrik dan air? apakah si bapak belum bayar rekening listrik dan air jadinya diputus?
trus si bapak bilang jg tentang generator. "genertor not good my darling."
pokoknya mereka ini setiap akhir kalimat pasti ada my darling. dan telepon pun diakhiri dengan "seni seviyorum" (i love you).

Mengedukasi calon suami OT (orang turki)


Jika kamu sedang berpacaran atau berhubungan serius dengan cowo ot atau mungkin sedang menuju jenjang pernikahan, bicarakan hal-hal berikut dengan calon suami ot mu:
1. harus nikah resmi. jangan mau nikah imam (siri) saja. karena menikah di turki untuk yang beragama islam memang harus 2 kali. pertama nikah resmi (tidak islami), kedua nikah imam berdasarkan syariat islam.
2. jika calonmu duda. kamu harus melihat status duda tertulis di nufus kayit örneği (kartu keluarga di turki) atau minta lihat surat cerai yang menandakan dia sudah resmi bercerai. kalau dia tidak bisa menunjukkannya, berarti dia sedang proses cerai atau dia berbohong. jika dia sedang proses cerai, jangan mau cepat menikah. karena jika menikah saat proses cerai, hanya bisa nikah imam saja. bagaimana kalau kalian sudah nikah imam, kemudian si suami tidak jadi cerai?
Jadi, tunggu saja sampe sah cerai dulu, baru menikah.
3. misal akan tinggal di turki. apakah nanti akan tinggal serumah dengan mertua? di turki tidak ada kewajiban atau tradisi yang mengikat untuk tinggal serumah dengan mertua. hal ini tergantung kondisi dan keinginan pribadi saja.
4. bicarakan tentang ikamet (ijin tinggal). jika kamu akan tinggal di turki, maka sebagai warga asing kamu nantinya harus membuat ikamet. tentunya suamimu harus mengeluarkan sejumlah uang untuk biayanya. jangan sampe nanti kamu tidak dibuatkan ikamet oleh suami dan menjadi warga kaçak (ilegal)
5. anak kawin campur memiliki 2 paspor (dual citizenship) sampe umur 18 tahun. beritahukan pada calon suami tentang hal ini agar nanti ketika punya anak dia mengerti dan sadar untuk membuatkan 2 paspor untuk anaknya. tidak mengakui anaknya hanya berkewarganegaraan turki saja. ingat anak ini dilahirkan oleh ibu indonesia. oleh karena itu, si anak pun berhak untuk memiliki paspor indonesia.
6. Apakah harus jadi WNT?
setelah menikah kemudian tinggal di turki, maka pada tahun ketiga kamu bisa mengajukan menjadi WNT. ya, begitu peraturan untuk para kawin campur dengan wn turki yang tinggal di turki, pada tahun ketiga dibolehkan mengajukan kewarganegaraan turki. tapi ini tidak wajib lo. tergantung si WNA saja. jika mau jadi WNT silakan, tidak mau juga tidak apa-apa.
Nah, tanyakan pada calon suami ot-mu, apakah dia menginginkan kamu menjadi WNT nantinya?
pernah saya dengar sesuatu yang tidak mengenakan…
saat itu saya pergi ke acara ramah tamah dengan bapa duta besar di antalya. saya nebeng ke teman sesama pasangan kapur indoturki jg, karena kami sama-sama akan perpanjang paspor di warung konsuler sebelum acara ramah tamah.
pada saat acara di restoran, suami teman saya duduk dengan para suami ot juga. pas dalam perjalanan pulang, suami teman saya cerita kalau salah satu dari suami ot yang ngobrol tadi bilang gini: "kalau istri saya tidak mau jadi wnt, akan saya ceraikan."
padahal sewaktu mereka ngobrol, si istri ada di dekatnya. ntahlah si mba mengerti atau tidak apa yang diobrolkan oleh para suami itu.
7. pulang kampung
ini juga harus dibicarakan sebelumnya. jangan sampe setelah menikah nanti kamu tidak dibolehin pulkam oleh suamimu. Kalau kamu masih punya ortu, tentunya ortu ingin melihat kamu pulkam karena rindu. Meskipun sekarang sudah bisa vidio call tapi datang langsung itu sangat beda rasanya. Kamu pun pasti akan merindukan kampung halaman, keluarga dan tentunya makanan indonesia.
8. makanan indonesia
Banyak ot yang menyukai masakan indonesia, tapi banyak juga ot yang anti makanan asing. Tentunya kamu harus bisa memasak masakan turki setelah tinggal di turki nanti. Tapi pastinya kamu pun akan kangen untuk makan makanan indonesia. Kalau kamu pandai memasak, kamu bisa memasak dengan bahanbahan yang ada.bumbu-bumbu cukup kumplit di turki kecuali kemiri dan kencur tidak ada.
Kenalkan masakan indonesia pada calon suami. Kalau suami menyukai masakan indonesia, bisa memudahkan kamu dalam memasak nantinya. Tidak perlu masak dua menu yang berbeda, menu indo dan menu turki.
Seperti di rumah saya, suami dan anak sangat menyukai makanan indonesia, jadi saya cukup memasak satu menu setiap masak. Hanya dibagi saja kapan harinya bikin menu indonesia dan kapan harinya bikin menu masakan turki.
Kalau kamu tidak pandai memasak, bisa saja menikmati masakan indonesia dengan membeli di teman wni yang menjual masakan indonesia.
9. bolehkah bergaul dengan wni yang ada di daerah tempat tinggalnya nanti?
Bertemu dengan sesama wni di luar negeri sudah seperti bertemu dengan saudara sendiri. Bisa bebas ngobrol bahasa indonesia dan bahkan bisa masak dan makan bareng masakan indonesia.
Itulah hal-hal yang saya ingat untuk sekarang. nanti kalau ada lagi, saya bikin lanjutannya.
Mungkin teman-teman gelin ada yang mau ditambahkan? Silakan tulis di komentar


FENOMENA LELAKI TURKI (PART 2)


Minggu lalu, KBRI mengadakan webinar di zoom tentang seluk beluk pernikahan di Turki. Saya ga sempat mengikuti webinarnya, tapi saya nonton rekamannya di youtube chanel KBRI.
Webinar ini diikuti tidak hanya wni yang berada di Turki, melainkan ada beberapa calon gelin. Iya, ada beberapa penanya yang mengaku bahwa mereka akan melangsungkan pernikahan dengan lelaki turki. Ada yang menarik perhatian saya dari pertanyaan salah satu calon gelin.
Pertanyaannya seperti ini kurang lebih: Apakah boleh rekening koran calon suami bukan yang 3 bulan terakhir, tetapi bulan-bulan sebelumnya?
Apa maksud pertanyaan ini? Begini, untuk menikah di turki diperlukan surat pengantar dari KBRI. nah, syarat untuk membuat surat pengantar ini salah satunya adalah harus ada slip gaji calon suami atau jika suami freelancer maka bisa memakai rekening koran 3 bulan terakhir. Kenapa KBRI memberi syarat seperti ini? Sebetulnya ini untuk kebaikan si calon gelin sendiri. Dengan menunjukkan rekening koran 3 bulan terakhir menandakan bahwa si calon punya uang untuk membiayai istrinya nanti. Untuk bayar ikamet dan biaya-biaya lainya yang akan muncul nantinya.
Eh, si calon gelin malah bertanya seperti itu. KBRI berniat melindungi warganya, tapi si warga malah seperti tidak peduli dengan dirinya sendiri.
Kalau menunjukkan rekening koran bulan-bulan sebelumnya untuk apa? Iya saat itu dia punya uang. tapi sekarang rekening korannya zonk untuk apa? Setelah menikah, si gelin harus bikin ikamet. uang dari mana? apakah pake uang si gelin sendiri? jangan-jangan datang ke turki pun beli tiket dengan uang sendiri.
Aduhhh plis deh, jangan dimurahkan seperti itu harga dirimu. Pakailah akal dan pikiranmu, jangan mengutamakan kebucinan. Kalau dia sedang tidak punya kerjaan dan tidak ada uang sekarang ini, undurlah sampai dia punya uang dulu. Kalau memang jodoh, sampai kapan pun dia akan tetap jadi jodohmu dan menikah denganmu.

Jangan Tertipu

Hai para OT buciners, apa kabarnya hari ini? Udah lama ya saya ga nulis tentang cowo OT. sekarang saya mau menulis tentang OT untuk mengingatkan kalian agar jangan tertipu dengan penampilan OT yang kamu kenal di dunia maya. Dengan melihat fotonya yang memakai jas rapi terus kamu kelepek-kelepek teu puguh.


Kamu mungkin berharap untuk bertemu dengan OT yang

Berpendidikan

Kaya raya

Dari keluarga baik-baik


Iya, pastinya ada OT yang baik-baik dan seperti yang kamu harapkan itu.

Tapi, please buka mata dan telingamu lebar-lebar. Di Turki juga ada (banyak) mafia, pengedar narkoboy, penjual perempuan, penjudi, dan pelaku kejahatan lainnya.


OT yang berjas rapi tidak selalu orang yang berpendidikan dan orang baik-baik.

Banyak pelaku KDRT bahkan pembunuh wanita, mereka datang ke pengadilan berjas dan berdasi, dan akhirnya DIBEBASKAN.


OT kalo pergi ke kondangan itu rata-rata pake jas. Jadi ga bisa dibedakan mana yang berpendidikan dan yang tidak. Mana yang orang kaya dan yang tidak (mungkin kalo ditanya merek jasnya baru ketahuan mana yang orang kaya).


Setelan jas sudah menjadi tradisi untuk pakaian lebaran dan kondangan bagi para cowo. Seperti pakai batik kalo di Indonesia mah. Jadi jangan menilai OT dari pakaian jasnya. Dan yang pasti OT pakai jas ketika menjadi DAMAT (pengantin lelaki). Jadi mungkin saja si OT mengirimkan fotonya sedang kawinan. Dalam hal ini kamu akan menjadi istri keduanya.


Yah ini mah saya menulis tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk saja. Supaya kamu-kamu para buciners menjadi waspada dan selalu berhati-hati ketika berkenalan dengan OT yang ganteng. Ingat ya, penjaga toilet dan tukang sayur di pasar juga ganteng-ganteng di sini mah.


So HATI HATI YA

DIKKAT ET!!!


Usia 18

 

Dulu waktu usia 18 ngapain sih?
a. Nerusin kuliah
b. kebelet pengen nikah
c. kerja
d. nganggur di rumah
Usia segini saya baru lulus SMA dan masuk Politeknik ITB untuk nerusin pendidikan.
Apakah terpikir buat menikah saat itu? Ga kepikiran sama sekali. Emang sih waktu itu ga ada calon. Kalaupun ada calon, ortu saya pasti ga kasih izin.
Waktu itu saya ga lulus UMPTN. Saya udah ga tahu mau ngapain. Mamah saya udah nawarin untuk kuliah di universitas swasta. Tapi saya ga mau kuliah di swasta karena biaya mahal. ga mau terlalu merepotkan ortu. Akhirnya ada kabar tentang pendaftaran ujian masuk Poltek ITB (sekarang Polban). Saya pun mendaftar dan alhamdulillah lulus ujiannya.
Untungnya zaman itu internet belum merebak. Jadinya belum ada kesempatan untuk berkenalan dengan cogan-cogan di luar sana yang bikin klepek-klepek.
OK kembali ke usia 18.
Apakah usia 18 cukup umur untuk menikah?
Untuk menikah resmi di Indonesia minimal usia 19 tahun, di Turki pun sama.
Kenapa terburu-buru untuk menikah di usia 18 tahun? Apakah sudah siap lahir batin? Menikah itu sebisanya sekali untuk selamanya.
Apakah tidak mau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi?
Apakah tidak mau merasakan dapat gaji dan belanja dengan gaji itu?
Apakah tidak mau merasakan travel dengan teman-teman?
Apakah apakah dan masih banyak pertanyaan apakah lainnya untuk anak usia 18 yang sudah kebelet pengen nikah.
Dan yang bikin khawatir karena ini kebelet nikah dengan cowo OT. Berarti kan nantinya si cewe akan diboyong ke turki. Kalau nikah dengan sesama orang Indonesia yang tinggalnya di Indonesia. Kalau misal pernikahannya zonk, ya tinggal balik ke rumah ortu dekat masih di kawasan nusantara. Tapi ini di Turki gitu lo. Kalau nikah dengan si cowo ot itu ternyata zonk, kamu mau ke mana? mau minta tolong (ngerepotin) sesama wni dan KBRI/KJRI? mau gimana nantinya? palingan gelin-gelin pada ogah nolongin kamu nantinya, karena kamu sakarep sorangan wae alias kamu ga bisa dikasih tahu.
Kenapa sih mikirnya yang buruk-buruk begini. Yah kita harus memikirkan sesuatu terburuk yang akan terjadi. Agar kita berpikir ribuan kali sebelum memutuskan.
Bisa saja dia beruntung dapat suami dan keluarga yang baik. Tapi kalau tidak beruntung? Inilah yang harus diantisipasi.
Banyak sekali yang harus diwaspadai. Salah satunya human traficking. Iya, ini masalah serius. Sudah banyak kasusnya. Janji mau dinikahi, ternyata DIJUAL.
Semoga adek yang usia 18 ini dapat berpikir jernih dan TIDAK BUCIN. Dan mau mendengar/membaca semua saran/komentar yang ditulis oleh para gelin. Saran-saran itu ditulis karena semuanya care sama kamu. Saya jadi kepo sama si cowonya.
Sekarang waktunya gelar tikar dan makan cekirdek (kuaci) buat nyimak perkembangannya 😃

FENOMENA LELAKI TURKI


Ehemmmm...
Ngapain ya saya ngomongin lelaki Turki. Suami saya sendiri orang Turki (OT). Iya memang. Tapi dulu saya ga ngebet sengaja nyari OT untuk dijadikan suami. Dulu saya ceting di mirc dengan tujuan pengen ngobrol dengan orang asing buat praktik bahasa Inggris. Eh ketemu suami saya ini yang juga ternyata sedang praktik bahasa Inggris. Dia nyapa saya yang waktu itu pake nickname "Diana007". Dia pikir saya orang Inggris. Setelah tau saya orang Indonesia, eh malah langsung ngelamar untuk jadi istrinya. Gitu cerita awalnya. Dan akhirnya 4 tahun kemudian, kami pun menikah.
OK, sekarang, kita balik ke judul di atas ya.
Semakin ke sini semakin banyak cewe Indonesia yang menikah dengan OT. Ya ini mungkin sudah jodoh dari Allah.
Menurut KBRI Ankara juga, sekarang ini, setiap hari ada saja yang datang ke KBRI untuk mengurus surat nikah. Dalam masa pandemi seperti sekarang ini, Indonesia belum menerima orang asing, maka banyak cewe Indonesia yang datang ke Turki untuk menikah dengan kekasih Turkinya di Turki. Bagaimana pun niat baik harus disegerakan, ya toh 😉
Apakah OT sebegitu menarik hingga membuat cewe Indonesia klepek klepek?
Apakah karena gempuran sinetron Turki di jagat tv Indonesia jadi membuat cewe Indonesia halu?
Apakah karena pengaruh yutuber pasangan kapur Indoturk yang kebanyakan kontennya seakan "menjual suaminya" dan menjual kebahagiaan, jadi membuat para pemirsanya berhayal untuk mendapat suami OT seperti itu?
Hidup di mana pun sama aja, pasti ada bahagia dan dukanya. Bersuamikan OT atau pun bangsa lain juga sama aja, bakal mengalami bahagia dan duka. Pasti ada suka dan duka dalam setiap kehidupan manusia di dunia ini.
Tidak semua OT baik dan tidak semua OT jahat. Iya manusia di dunia ini ada yang baik dan ada yang jahat.
Suatu hari ketika mudik, ada tetangga saya nanya begini: "Katanya OT mah ga ngebolehin keluar rumah ya?"
Saya jawab begini: "Tergantung orangnya aja. Kalau saya sih bebas aja mau keluar rumah. Selama jelas tujuannya."
Sama aja lah cowo Indonesia juga, kalo yang posesif pasti ga akan bolehin istrinya keluar rumah sendirian. Semua cowo posesif di mana pun berpotensi seperti ini.
Terus ada teman saya yang nanya begini: "Katanya OT suka mukul ya?"
Jawaban saya: "Yang pasti suami saya ga begitu."
Perkara cowo yang suka mukul itu tidak hanya OT tentunya. Cowo Indonesia juga kalo psikopat mah pastinya suka mukul.
Apakah OT romantis? Mungkin kalo nonton yutuber terlihatnya romantis-romantis suaminya. Iya mungkin aja doi romantis. Atau mungkin dibuat-buat juga romantisnya demi "uang".
Yang pasti ga semua OT romantis. Buktinya suami saya ga ada romantis barang sedikit pun.
Tidak salah mempunyai keinginan untuk menikah dengan OT. Tapi jangan keukeuh. Kenapa jangan keukeuh? Iya lah. Jodoh kan di tangan Allah. Ga perlu terobsesi untuk menjadi istri orang Turki hingga membuat hidupmu halu.
Kalo misalnya kenalan dengan OT di ceting, ngobrol biasa aja dulu, jangan langsung berbunga-bunga dan jangan pake hati. Kalo dia manggil kamu dengan kata “canım” (sayang), “güllüm” (mawarku), dan kata sejenisnya, kamu jangan langsung klepek klepek. Kata-kata itu adalah panggilan biasa aja, seperti kata “say” kalo di Indonesia mah.
Lanjut ngobrol boleh aja. Iya berteman aja. Toh kalo misal ke depannya kamu berjodoh dengannya, ya pasti akan menikah. Tapi kalo misalnya tidak berjodoh, hati kamu tidak akan patah.
Tahun lalu, ada OT (setengah baya) yang punya gebetan cewe Indonesia. Eh si OT ini viral di yutub karena dia diwawancara oleh salah satu kantor berita Turki. Si OT ini katanya ngirim surat ke presiden Turki untuk meminta bantuan dana sebesar 20ribu TL. Untuk apa dia orang minta uang segitu? Katanya untuk datang ke Indonesia buat menikahi kekasih Indonesianya. Si OT ini seorang pensiunan yang tinggalnya di suatu kampung di Zonguldak. Entah suratnya sampe ke tangan presiden atau tidak. Yang pasti sampe saat ini mereka masih berharap untuk menikah. Ckckck. Jangan dibayangkan bahwa kehidupan di kampung itu akan seperti dunia mimpi. Bagi cewe yang suka ngemall dan sejenisnya, pasti akan membosankan tinggal di kampung. Tapi untuk cewe-cewe yang suka bekerja di kebun dan mengurus ternak, tentu tinggal di kampung akan menyenangkan.
Barusan baca status temen yang cerita tentang seorang tante dikirimin duit oleh pacar OT-nya sebesar 80TL. Duitnya itu dikirim pake wu. Ada biaya kirim 30TL. Jadi yang diterima cuma 50TL. Duit 50 TL kalo dirupiahin cuman 83ribuan. Katanya si OT ngirim duit segitu buat biaya kursus bahasa Turki. Ckckck. Buat beli bukunya juga ga cukup kali duit segitu mah.
Suatu hari di pasar Jumat. OT tukang pasar nanya ke saya sambil memperlihatkan sebuah akun FB di smartphone-nya. Akun Fb tersebut kepunyaan cewe Indonesia berhijab yang berprofesi sebagai guru. Hmmm... sepertinya mereka kenalan dan mungkin juga pacaran. Tapi sepertinya hubungan mereka ga bertahan lama. Karena si OT ga ada nanya-nanya lagi tentang itu. Bagus lah kalo hubungan mereka tidak berlanjut. Memang jodoh itu tidak mengenal “kasta”. Tapi apakah si cewe akan sanggup hidup di sini? Maksud saya, apakah dia akan sanggup untuk berjualan di pasar? Iya, di sini tuh sudah tradisi kalo istri bantuin suaminya. Kalo suaminya kerja di pasar, istrinya juga bantuin di pasar. Kalo suaminya punya toko, istrinya juga ngebantuin di toko. Buktinya saya juga sekarang jaga toko, sendirian malah.
Jangan salah duga juga sih, OT yang punya lapak di pasar itu banyak yang orang kaya. Tapi kalo cuma pegawenya, ya biasa aja.
Jadi buat kamu-kamu yang mendambakan OT untuk menjadi suaminya, sah-sah aja. Tapi hatimu jangan ditonjolkan. Otakmu harus berjaga di garda depan. Riset dulu siapa dia sebenarnya. Apa pekerjaannya, tinggal di kota mana, dan bagaimana keluarganya. Itu yang paling penting. Jangan kebanyakan nonton yutub yang bikin kamu halu.
“Kan bisa aja dia ngaku-ngaku begini begitu,” mungkin ada yang berpikiran seperti ini. Makanya saya bilang hati kamu jangan ditonjolkan. Dengan kata lain jangan langsung pake hati waktu kenalan sama OT. Jadi kamu bisa berpikir secara realistis. Banyak cara toh untuk menyelidiki seseorang walau orang itu jauh dan berbeda benua. Terus kalo misal kamu dikasih tau tentang kenyataan di Turki oleh orang-orang yang udah lama tinggal di Turki itu harus percaya ya. Jadikan info-info tersebut sebagai bahan pelajaran dan pertimbangan. Jangan malah kamu sok tau karena kamu udah sering nonton sinetron Turki dan nonton yutub.
Dan kalo memang benar kalian serius, kamu tentunya harus belajar bahasa Turki. WAJIB. Supaya nanti di Turki kamu ngerti apa yang dikatakan oleh orang-orang di sekitar. So kamu ga nyengir-nyengir ga puguh, padahal kamu sedang digibahin. Syukur-syukur kalo kamu bisa langsung cas cis cus.
Soooo... FENOMENA LELAKI TURKI yang ganteng-ganteng itu jangan sampe membuat hidup kamu jadi halu. Bermimpi boleh aja. Tapi kamu harus bangun untuk menjalani kenyataan ini.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...