Showing posts with label pasarjumat. Show all posts
Showing posts with label pasarjumat. Show all posts

Pacar Indonesia?

"Mba kamu asalnya dari mana?" tanya si abang sayur langganan di pasar jumat.
"Indonesia," jawab saya.
Terus si abang ngebuka fb di hpnya.
"Mba liat ini. Indonesia bukan?" pinta si abang sambil memperlihatkan akun fb seorang cewe di hpnya.
Tertulis Cibinong di akun itu dan terlihat foto cewe berhijab kuning.
"Katanya dia guru," kata si abang.
"Iya itu Indonesia," ucap saya.
Ehemmm ini mah tanda tanda apa ya
Kalo belanja ke si abang itu pasti dikasih diskon.
Tadi si abang kaget liat saya belanja pake masker.
"Hallo bang," sapa saya sambil ngambil plastik.
"Eh kamu siapa?" katanya bari seuri.
Saya ngambil brokoli yang harganya 2 lira.
"Mba ambil 3 jadi 5 lira," katanya.
Tadinya mau beli 2. Ya udah jadi 3.
Terus nanya lagi, "Indonesia itu jauhnya segimana. Naik pesawat berapa jam?"
Mendengar jawaban saya, si abang agak mikir. "Jauh banget," katanya.
Si abang sama cewe itu komunikasi pake bahasa apa?
Si abang ga bisa bahasa inggris. Kemungkinan besar pake google translator.
Kalo misalnya si abang mau nikah sama cewe ini dan si cewe terbuai dengan turki terus datang ke sini, sanggupkah untuk jualan di pasar?

Lupa bahasa turki


Tadi ke pasar belanja di satu lapak aja. Beli wortel, kacang panjang, leek, dan daun bawang.
Pertama ngambil kacang panjang seiket. Terus minta leek setengah kilo. Terus ngambil wortel. Terakhir mau minta daun bawang tapi lupa bahasa turkinya.
"O ne abi?" (Itu apa bang) tanya saya.
"O ne?" (Itu apa?) tanya si abang bingung.
Saya juga bingung mau ngomong apa. Terus aja "o ne" sambil ngeliatin daun bawang.
Aduh ini memori rada lola. Setelah beberapa detik baru deh inget.
"O taze soÄŸan," (itu daun bawang) ucap saya.
Si abang pun menimbang daun bawang yang saya minta.

Tambahan Apel

Jumat, 15 Maret 2019
Di pasar Jumat, saya suka beli apel di lapak bapak Y. Lapaknya di seberang toko saya. Suami kenal baik dengan bapak Y ini, jadi beliau pun mengenal saya. Di lapak beliau ada juga seorang bapak yang lebih tua dari bapak Y, saya sebut saja bapak tua. Nah bapak tua juga sudah kenal saya karena saya udah langganan di lapak mereka. Setiap winter saya suka beli apel, jamur, dan kadang pear. Kalau summer, saya suka beli peach, plum, dan kadang apricot.
"Hoşgeldin kara kız," (selamat datang Nyi Iteung) begitu sapaan bapak tua pada saya setiap saya datang ke lapaknya.
Kemarin, saya udah beli jamur di lapaknya. Hari ini saya datang lagi untuk membeli apel. Setelah beres memilih apelnya, saya berikan kantong berisi apel pada bapak tua untuk ditimbang.
"2 kilo," katanya sambil menunjukkan 2 jari.
"OK," kata saya.
Kantong berisi apel tidak langsung diberikan pada saya, melainkan ia menambhkan 4-5 apel ke dalamnya sambil berkata, "Ini untuk dimakan di toko ya."
Seperti halnya minggu lalu, saya membeli 2 kilo apel, eh si bapak menambahkan apel yang banyak. Ada kali tuh 1 kilo tambahnya. Sebelumnya si bapak nanya, "Kamu di toko ya?"
"Iya," jawab saya.
"Ini makan ya di toko," ucap si bapak sambil menambahkan apel.

Yang berbeda di keramaian pasar jumat


Suasana di pasar jumat kemaren ada yang sedikit aneh.
Hari masih pagi, saya duduk sendiri di depan toko. Melihat orang lalu lalang di pasar jumat. Tiba tiba mata saya tertuju pada dua orang turis cowo yang jalan berduaan. Ada yang aneh dari mereka di mata saya. Yang satu cowo berjenggot (sebut saja A), yang satunya berwajah putih bersih tanpa jenggot dan sedikit gemulai (sebut saja B).
Mereka berjalan ke arah utara sambil melihat lihat dagangan pasar. Posisi pertama si B berjalan di sebelah kiri si A. Tangan si B melingkar ke lengan si A. Kemudia mereka berganti posisi. Si B berada di sebelah kanan. Kemudian mereka berpegangan tangan erat, saling menyilangkan jari jemarinya seperti layaknya pasangan kekasih lelaki dan perempuan.
:-|

Akan turun salju?


Kamis sore, seperti biasa nongkrong di lapak si teteh di depan toko. Saat itu ngobrol bertiga, saya, si teteh, dan seorang bapak. Sambil ngobrol, si teteh mantengin prakiraan cuaca di hp nya.
"Wah nanti sabtu malam jam 11 sampe minggu jam 6 pagi akan turun salju," kata si teteh kaget.
"Hah, berarti entar minggu pagi di mana mana putih donk," ujar saya ikutan kaget.
"Itu beneran prakiraan cuaca di alanya?" tanya si bapak.
"Iya, saya sih liat alanya," ucap si teteh sambil berusaha mencari nama kota di prakiraan cuaca tersebut.
"Sini saya cariin," timpal saya sambil mengambil hp nya.
Ternyata yang dilihatnya adalah prakiraan cuaca untuk wilayah LONDON hehehe 
Saya pun mengembalikan kota alanya untuk prakiraan cuaca di hp si teteh.
Padahal udah seneng aja akan melihat alanya memutih di minggu pagi. Tapi untuk sekarang hanya bisa menghayalkan saja 

Melon Mini Imut


Melon mini imut 1 lira
Melon = kavun (dibaca: ka-wun)


Melon imut (segede jeruk washington)
Maniissss, tak berbiji.
Tadi pagi beli lima, 1 lira/buah.
Satu biji udah dinikmati berdua sama si pirang.


Indonesium


Kemaren (kamis) sore, lagi duduk duduk di lapak si teteh (depan toko), tiba tiba dengar sesuatu yg mengejutkan. Emang di lapak sebelah kanan si teteh mencoba berkomunikasi english seadanya dengan sepasang turis. Kemudian si turis cewek sepertinya menyebutkan kalimat syahadat. Yang terdengar oleh saya bagian akhirnya saja. "...Muhammadarrasululllah, insyaAllah," kata si turis dan berlalu dari sana.

Saya perhatikan pasangan turis ini. Kemudian mereka mampir ke lapak seorang nenek di sebelah kiri si teteh. Mereka tertarik dengan cengek. Mereka coba komunikasi dengan bahasa turki seadanya dan campur inggris. Si nenek ga ngerti inggris, lalu saya samperin mereka. Saya coba bantu terjemahkan.

Pasangan turis ini seperti familiar melihat muka saya. "Indonesium?" tanya mereka pada saya.
"Ya, Indonesia," jawab saya sambil tersenyum. "Where are you from?" tanya saya.
"From Russia," jawabnya.
Mereka senang mendengar jawaban saya, dan lanjut bercakap. "Kami pernah tinggal di Indonesia 2 tahun," katanya.
"Wow, di kota mana?" tanya saya.
"Bali, Surabaya,...," jawab mereka.
"Saya dari Bandung," ucap saya.

Kembali ke masalah cengek, ternyata ga sepakat harganya. Menurut mereka kemahalan. Katanya di Indonesia murah, 2$ bisa dapet sekilo hehe. Ga tau mereka tahun berapa tinggal di Indonesia.

Lalu saya kasih tahu bahwa saya pemilik toko di belakang lapak ini. "That is my shop," ucap saya pada mereka sambil menunjuk ke toko.

Semoga aja lain waktu mereka bisa mampir untuk sekedar berbagi cerita tentang Indonesia 

Sepertinya ada yang bertengkar

Sepertinya ada suami istri bertengkar. Suaranya terdengar datang dari salah satu rumah di apartemen sebrang toko. Beberapa bulan lalu saya pernah nulis status yang senada seperti ini. Sepertinya yang sekarang bertengkar pun pasangan yang sama.
Terdengar ribut ribut dari arah depan, kata "tokat" (tampar) terdengar jelas dalam suara ribut itu. Saya langsung keluar dari toko. Para pegawe toko sebelah pun mendengar suara ribut tersebut. Mereka melihat ke arah atas apartmen sebrang itu mencari sumber suara, saya pun begitu.
Sama seperti peristiwa sebelumnya, kami hanya bisa mendengar suara tanpa bisa melihat orangnya. Seperti mendengar sandiwara radio saja.
Kami menebak nebak rumah yang mana dan apa yang sedang terjadi di dalam sana. Barusan terdengar perempuan berteriak. Ntah berkata apa karena suara tidak jelas.

si Teteh Jualan lagi

Setelah dua bulan off (ngadem di yayla) dagang di pasar, hari ini (tepatnya kemarin), si teteh mulai jualan lagi. Seperti biasa, saya pun nongkrong lagi di lapaknya sekalian ngebantuin.
Nah tadi ada bapa turis (ngomong inggris) yang beli kacang tanah. Harganya 5 lira per kilo. Si bapa turis belinya setengah kilo. Dia ngasih uang 5 lira. Pas mau dikasih kembalian si bapa nolak. "No, no," katanya sambil ngambil beberapa biji kacang lalu pergi.

Menyaksikan Kesombongan

Lokasi: pasar jumat alanya.

Dalam suasana hiruk pikuk kamis sore, para pedagang mempersiapkan lapaknya untuk pasar jumat. Sebuah mobil mendekat ke sebuah lapak. "Kenapa mobil itu tidak berhenti?" pikir saya. Terus saja mobil itu melaju dan menggilas buah-buahan yang merupakan barang dagangan seorang ibu.

Kemudian seorang bapak (pengemudi) turun dari mobil. Dia bilang gini ke ibu yang dagangannya digilas, "ini bukan tempat kamu, bereskan dan pindah dari sini."

Kok sombong begitu si bapak itu. Meskipun itu bukan tempat si ibu untuk buka lapak, apakah perlu melindas barang dagangannya?

Geram melihat kejadian ini, banyak kata-kata tidak baik yang bisa keluar dari mulut ini jika saja hati ini tidak bersabar. Astaghfirullah

Diborong turis belgia

Jumat, 6 Mei 2011

dua turis belgia datang ke toko kami., mereka bahasa inggrisnya minim karena bahasa mereka adalah prancis dan jerman sedangkan suami hanya mahir inggris dan sedikit jerman dan saya pun hanya dapat berbahasa inggris (selain bahasa turki dan indonesia tentunya).

tapi meskipun kami masing-masing bingung dengan bahasa tapi urusan jual beli nyambung-nyambung saja dan mereka memborong di toko kami. bahkan awal pekan ini yaitu hari senin mereka datang kemari dan memborong juga saat itu. 

tanpa menawar-nawar harga terlebih dahulu mereka langsung mencoba baju yang mereka suka, jika ukurannya pas langsung mereka pisahkan untuk dibeli. 

waktu hari senin  mereka datang ke toko sebelum saya datang. setelah belanja di toko kami, mereka pergi jalan-jalan dulu tapi barang-barangnya mereka titip di toko kami. ketika saya datang beberapa saat kemudian salah seorang dari mereka datang ke toko untuk mengambil barang-barangnya. saya pun membantu membawakan barang sampe ke stasiun bus. karena mereka tidak tahu harus menggunakan bus jurusan mana untuk sampai ke hotel tempat mereka menginap. saya pun mengantarnya sampai mereka naik bus.

mereka janji akan datang lagi ke toko kami, saya pun bilang pada mereka jika datang hari jumat, di daerah ini ada pasar tradisional (yaitu pasar jumat). ternyata betul, hari jumat (hari ini) mereka datang ke toko kami lagi. ketika sampai di toko mereka bilang bahwa mereka tadi susah mencari toko kami. karena jumat saatnya untuk pasar jumat jadi di daerah ini sangat ramai oleh pedangang sayuran, buah2an, rempah2 dan souvenir.

mereka cerita bahwa baju-baju yang mereka beli waktu hari senin itu ketinggalan di bus. jadi hari ini pun mereka memborong lagi . suami saya menjelaskan jika barang2 mereka ditemukan oleh supir atau kondektur bus, maka barang2 itu mungkin disimpan oleh mereka dan kita dapat ambil kembali. tapi jika barang itu ditemukan oleh penumpang lain yang tidak bertanggung jawab ada kemungkinan barang2nya diambil oleh mereka. suami pun akan membantu mereka untuk menanyakan ke tempat bus tersebut tapi rupanya mereka udah ga peduli dengan barang yang hilang. setelah dari toko kami, mereka pun pergi jalan-jalan di area tersebut untuk berbelanja lagi rupanya 

keributan di pasar jumat Alanya - Turki

Jumat, 6 Mei 2011

Di tengah hiruk pikuk pasar jumat tiba-tiba terdengar suara-suara dengan nada tinggi. suara wanita yang sedang bertengkar. saya berpaling ke arah asal suara pertengkaran tersebut ternyata tepat di sebrang toko kami.

dua orang ibu (pedagang dan pembeli) yang tidak sependapat. seorang ibu membeli tomat, ketika tomat ditimbang oleh penjual, yang mana screen timbangan tidak menghadap pembeli yang membuat pembeli berfikir ibu penjual berbuat curang. lalu ibu pembeli berkata sesuatu yang tidak mengenakan hati ibu penjual dan pertengkaranpun terjadi.

orang-orang mulai berdatangan mengerumuni dan berusaha untuk memisahkan mereka tapi rupanya mereka berdua teguh dengan pendiriannya masing-masing.

pada saat itu terdapat dua orang polisi yang sedang berjalan di sekitar kejadian dan kedua polisi tersebut menghampiri mereka dan mencoba untuk menyelesaikan masalah. tetapi bukannya pertengkaran berhenti malahan si ibu penjual bertengkar dengan salah satu polisi. masalahnya ketika ibu penjual meminta polisi menunjukkan identitasnya, polisi bukannya menunjukkan tapi ia malah marah pada ibu penjual. kemudian polisi tersebut akan membawa ibu penjual ke kantor polisi dan si ibu penjual pun memaki-maki polisi dan polisi pun marah-marah.

orang-orang yang mengerumuni terus berusaha melerai mereka. dan akhirnya pertengkaran pun dapat diselesaikan dengan cara ibu penjual meminta maaf pada ibu pembeli dan polisi. lalu kerumunan pun bubar.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...