Showing posts with label KDRT. Show all posts
Showing posts with label KDRT. Show all posts

Jangan Tertipu

Hai para OT buciners, apa kabarnya hari ini? Udah lama ya saya ga nulis tentang cowo OT. sekarang saya mau menulis tentang OT untuk mengingatkan kalian agar jangan tertipu dengan penampilan OT yang kamu kenal di dunia maya. Dengan melihat fotonya yang memakai jas rapi terus kamu kelepek-kelepek teu puguh.


Kamu mungkin berharap untuk bertemu dengan OT yang

Berpendidikan

Kaya raya

Dari keluarga baik-baik


Iya, pastinya ada OT yang baik-baik dan seperti yang kamu harapkan itu.

Tapi, please buka mata dan telingamu lebar-lebar. Di Turki juga ada (banyak) mafia, pengedar narkoboy, penjual perempuan, penjudi, dan pelaku kejahatan lainnya.


OT yang berjas rapi tidak selalu orang yang berpendidikan dan orang baik-baik.

Banyak pelaku KDRT bahkan pembunuh wanita, mereka datang ke pengadilan berjas dan berdasi, dan akhirnya DIBEBASKAN.


OT kalo pergi ke kondangan itu rata-rata pake jas. Jadi ga bisa dibedakan mana yang berpendidikan dan yang tidak. Mana yang orang kaya dan yang tidak (mungkin kalo ditanya merek jasnya baru ketahuan mana yang orang kaya).


Setelan jas sudah menjadi tradisi untuk pakaian lebaran dan kondangan bagi para cowo. Seperti pakai batik kalo di Indonesia mah. Jadi jangan menilai OT dari pakaian jasnya. Dan yang pasti OT pakai jas ketika menjadi DAMAT (pengantin lelaki). Jadi mungkin saja si OT mengirimkan fotonya sedang kawinan. Dalam hal ini kamu akan menjadi istri keduanya.


Yah ini mah saya menulis tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk saja. Supaya kamu-kamu para buciners menjadi waspada dan selalu berhati-hati ketika berkenalan dengan OT yang ganteng. Ingat ya, penjaga toilet dan tukang sayur di pasar juga ganteng-ganteng di sini mah.


So HATI HATI YA

DIKKAT ET!!!


Bibit KDRT, segera HINDARI!!

 

Beberapa hari lalu, teman saya (cewek OT) gagal menikah. Selasa siang, dia datang ke toko saya dengan wajah yang sumringah. Iya, dia happy karena saat itu dia baru saja resmi jadi seorang istri. "Saya baru beres nikah di nikah dairesi (KUA kalo di Indonesia)." Catat ya, mereka sudah menikah secara resmi otomatis sudah jadi suami istri menurut hukum negara.
Saya ikut bahagia, namun ada yang ga sreg di hati saya tentang suaminya itu. Ga tau deh pokoknya ada yang ngeganjel aja.
Hari Rabu, harusnya resepsi pernikahannya dilaksanakan. Tapi, Selasa malam, saya dapat kabar kalo dia besok akan bercerai. Beneran deh ga habis pikir.
Ternyata Selasa sore terjadi pertengkaran antara kedua keluarga mempelai. Pertengkaran yang tidak mungkin selesai dengan kata maaf. Dari pertengkaran ini terlihat bibit-bibit KDRT dari si suami. Tanpa memikirkan rasa malu atau apa kata orang, dia dan keluarga sepakat untuk dilakukannya gugatan cerai ke pengadilan esok hari. Jika sudah melihat ada gelagat atau bibi-bibit KDRT, sebaiknya lepaskan saja. LET IT GO. Memang sih, pasti ada rasa malu. Dan tidak bisa dipungkiri mungkin akan menjadi bahan gosip tetangga. Biasa deh itu mah bisik-bisik tetangga. Ya, karena semua hal untuk resepsi sudah siap. Gedung, makanan, gaun pengantin sudah siap. Undangan pun sudah tersebar. Rumah (dan segala isinya) sudah siap untuk ditinggali. Tapi apa mau dikata. Semoga temanku ini mendapatkan ganti yang lebih baik dari Allah, aamiin.


Berita Sedih Setiap Hari

 

Tadi, pagi-pagi udah disuguhi berita sedih dan sekaligus bikin muak. Karena kasus seperti ini selalu terjadi dan sepertinya tidak ada hukum yang bisa membela kaum wanita di sini.
Berita tadi pagi begini
3 pembunuhan wanita di 3 kota yang berbeda. Di kota Duzce, Mardin, dan Niğde. Semua wanita ini dibunuh oleh suaminya, karena mereka ingin bercerai. Ketiga kasus ini semuanya sedang proses cerai.
Berita seperti ini bukan berita baru. Berita ini selalu ada. Suami membunuh istrinya atau ex suami membunuh ex istrinya karena cemburu.
Kemaren saya posting istri yang membunuh suaminya karena membela diri. Kalau saja dia tidak menembak si suami, kemungkinan dia yang akan mati.
Saya pernah membaca novel Turki bertema namus cinayeti (honor killing). Di cover belakang novel tersebut bertuliskan seperti ini:
"Koca evine gelinlikle giden ancak gelinlikle çıkardı.
Ancak ikinci gelinliğin birincisinden farkı duvaksız olmasıydı...
Töre böyledi.
Böyle gelmiş böyle gidecekti..."
Terjemahan bebasnya begini:
Cewe yang sudah terikat pernikahan dan masuk ke rumah suaminya memakai gelinlik (wedding gown), maka "keluar" dari rumah itu pun memakai "gelinlik".
Namun gelinlik yang kedua ini adalah kain kafan...
Begitulah tradisi.
Berlaku seperti itu dan akan terus berlangsung...
Jadi intinya, hanya kematianlah yang bisa mengeluarkan istri dari rumah suaminya.
Makanya banyak kasus perceraian yang berakhir kematian karena masih banyak laki-laki (Turki) di luar sana yang menganut tradisi ini.

Pernikahan yang Berakhir di Penjara

Kisah Nyata yang sedang happening di Antalya. 

Pernikahan yang dimimpikan oleh setiap perempuan adalah pernikahan yang bahagia tentunya. Impian ini hilang sudah ketika M berkenalan dengan seorang cowo psikopat. Melalui perantara temannya, ia berkenalan dengan cowo psikopat ini. 

Mereka bertunangan. Dalam masa pertunangan ini, si cowo sudah berani menyiksa M. Setelah mengetahui perangainya seperti ini, M ingin memutuskan pertunangannnya. "Saya punya cita-cita untuk diraih," dalih M ketika ingin putus. Si cowo pura-pura menyetujui keputusan M itu. Tapi dengan syarat harus bertemu dengannya untuk terakhir kali. M mengiyakan untuk bertemu terakhir kali. 

Si cowo membawa M ke sebuah danau yang sepi. Di sana M dinodai dengan dalih CINTA dan tidak mau putus. Dengan begitu M membatalkan niatan untuk putus. Setelah lulus SMA, M menikah dengan cowo psikopat ini. 

Pernikahan ini menjadi neraka baginya. Penyiksaan demi penyiksaan ia terima. M sempat melanjutkan ke universitas. Hanya bertahan 1,5 tahun karena suaminya cemburu. M hamil. Saat hamil dan mendekati lahiran, suaminya kerap melakukan a*** sex padanya. Ia pun membawa perempuan lain ke rumahnya. Setelah melahirkan dan pulang ke rumah, M melihat perempuan tersebut telanjang di kamarnya. 

Setelah ada anak, penyiksaan tidak berhenti. Sedang menggendong anaknya pun, M dipukuli dengan kabel. Penyiksaan lainnya masih banyak lagi. Anak-anaknya pun kerap mendapat siksaan dari ayah psikopatnya. 

M ingin bercerai. Tapi suaminya tidak habis akal. Ia selalu mengancamnya. Jika bercerai, ia akan memperkosa adiknya di depan matanya. Atau ia akan membunuh orang tuanya. 

Penyiksaan terakhir yang dialami M 
Ia ditelanjangi dan diborgol depan. Lalu psikopat ini menyiksanya selama berjam-jam, hingga matanya bengkak dan badannya biru-biru. Setelah puas menyiksa ia pergi keluar rumah. Tapi M tetap dalam keadaan telanjang dan diborgol. 

Menjelang pagi psikopat pulang ke rumahnya. M telah siap dengan senapan laras panjang di tangannya. Keadaannya masih telanjang dan tangan diborgol. M menembak psikopat tersebut. Kemudian M menelepon 112. Ambulans dan polisi datang. Mereka menemukan M dalam keadaan telanjang dan diborgol. Setelah dilepaskan borgol dan berpakaian, M ditangkap. 

Beberapa hari lalu, M bersaksi di pengadilan. Ia beberkan semua yang dialaminya sejak sebelum menikah hingga kejadian penembakan. M dijatuhi hukuman 24 tahun penjara 🙁 

sumber: https://www.sozcu.com.tr/2021/gundem/iskenceci-esini-olduren-melek-ipek-ilk-kez-hakim-karsisinda-6315250

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...