oleh-oleh haji dan cerita tentang haji indonesia


tulisan ini dimuat di web tribun jabar (http://tribunjabar.co.id) kolom community - mancanegara, dan juga di tribun jabar edisi cetak minggu, 4 januari 2009


*****

Oleh-oleh Haji dan Cerita tentang Haji Indonesia
dian akbas

IBADAH haji termasuk dalam rukun islam yang ke-5, wajib dilaksanakan jika kita telah mampu. Seperti tertulis dalam al-qur'an surat Ali Imran ayat 97: "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."

Musim haji telah berakhir untuk tahun ini, para tamu Allah pun berangsur-angsur pulang ke negaranya masing-masing. Begitu pula dengan kerabat suami di Alanya yang pergi haji, telah pulang dengan selamat dan insyaAllah menjadi haji yang mabrur.

Seperti halnya di Bandung, kampung halaman saya, jika ada kerabat atau tetangga yang pulang dari haji maka para kerabat dan tetangga akan datang mengunjunginya. Begitu pun di sini, tradisi itu telah melekat. Semua kerabat dan tetangga mengunjungi yang pulang dari haji. Di rumahnya kami dijamu dengan disuguhi air zam zam dan kurma. Dan juga kami diberi oleh-oleh baik itu oleh-oleh yang dibeli di tanah suci atau pun oleh-oleh lokal.

Kami mendengar berita bahwa kerabat yang pergi haji telah kembali maka kami pun berkunjung ke rumahnya Kamis malam (18 desember 2008). Seperti biasa di rumah yang pulang haji kami disuguhi air zam zam dan kurma dan juga tersedia cincin oleh-oleh untuk kami pilih. Untuk para lelaki dapat juga memilih kopiah haji dan tasbih. Ketika akan pulang kami pun diberi satu kantong oleh-oleh yang isinya sejadah, tasbih, kopiah haji, dan yazma (kerudung khas Turki).

Mendengar cerita-cerita orang yang pergi haji bahwa terdapat peraturan tidak diperbolehkan membawa kamera ke dalam masjid al Haram. Ternyata kerabat suami saya berhasil membawa kamera ke dalam masjid al Haram, rupanya kamera yang beliau bawa lolos dari pemeriksaan petugas di pintu masuk masjid. Sehingga beliau dapat mengabadikan kegiatan tawaf dan beliau pun mengabadikan kegiatan haji lainnya melalui kameranya. Jadi malam itu kami dapat menonton video ketika mereka sedang tawaf mengelilingi Ka'bah dan kegiatan haji lainnya.

Setiap orang Turki yang pulang haji maka akan selalu membawa cerita tentang haji dari Indonesia. Karena mereka tahu bahwa saya adalah orang Indonesia maka mereka bilang jika haji Indonesia itu adalah teman atau saudara saya. Begitu pun dengan kerabat suami yang kami kunjungi malam itu. Mereka bercerita tentang itu bahwa banyak sekali haji dari indonesia dan para haji indonesia adalah orang-orang baik yang ramah dan sangat sopan. Dalam kesempatan itu mereka bilang seperti ini, "Dian, di sana kami bertemu saudara-saudara kamu dari Indonesia, mereka orang yang baik." Mereka pun bilang bahwa haji indonesia tidak pernah sikut-sikut dalam aktifitas berhajinya dan juga haji Indonesia sangat rajin dalam melaksanakan salat sunatnya. Sebagai orang Indonesia, saya pun merasa bangga akan hal itu.

Subhanallah, indahnya melaksanakan haji. Semua orang yang telah mampu untuk melaksanakan haji dari seluruh penjuru dunia datang secara bersamaan ke tanah suci untuk melaksanakan rukun Islam ke-5. InsyaAllah kita yang belum berkesempatan untuk berhaji, suatu hari nanti mendapat giliran untuk bertamu ke rumah Allah, amiin. (*)

Alanya, 19.12.08

*****




Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Menikah di Turki

Kejutan Malam