Showing posts with label cuma pazari. Show all posts
Showing posts with label cuma pazari. Show all posts

Melon Mini Imut


Melon mini imut 1 lira
Melon = kavun (dibaca: ka-wun)


Melon imut (segede jeruk washington)
Maniissss, tak berbiji.
Tadi pagi beli lima, 1 lira/buah.
Satu biji udah dinikmati berdua sama si pirang.


Indonesium


Kemaren (kamis) sore, lagi duduk duduk di lapak si teteh (depan toko), tiba tiba dengar sesuatu yg mengejutkan. Emang di lapak sebelah kanan si teteh mencoba berkomunikasi english seadanya dengan sepasang turis. Kemudian si turis cewek sepertinya menyebutkan kalimat syahadat. Yang terdengar oleh saya bagian akhirnya saja. "...Muhammadarrasululllah, insyaAllah," kata si turis dan berlalu dari sana.

Saya perhatikan pasangan turis ini. Kemudian mereka mampir ke lapak seorang nenek di sebelah kiri si teteh. Mereka tertarik dengan cengek. Mereka coba komunikasi dengan bahasa turki seadanya dan campur inggris. Si nenek ga ngerti inggris, lalu saya samperin mereka. Saya coba bantu terjemahkan.

Pasangan turis ini seperti familiar melihat muka saya. "Indonesium?" tanya mereka pada saya.
"Ya, Indonesia," jawab saya sambil tersenyum. "Where are you from?" tanya saya.
"From Russia," jawabnya.
Mereka senang mendengar jawaban saya, dan lanjut bercakap. "Kami pernah tinggal di Indonesia 2 tahun," katanya.
"Wow, di kota mana?" tanya saya.
"Bali, Surabaya,...," jawab mereka.
"Saya dari Bandung," ucap saya.

Kembali ke masalah cengek, ternyata ga sepakat harganya. Menurut mereka kemahalan. Katanya di Indonesia murah, 2$ bisa dapet sekilo hehe. Ga tau mereka tahun berapa tinggal di Indonesia.

Lalu saya kasih tahu bahwa saya pemilik toko di belakang lapak ini. "That is my shop," ucap saya pada mereka sambil menunjuk ke toko.

Semoga aja lain waktu mereka bisa mampir untuk sekedar berbagi cerita tentang Indonesia 

Sepertinya ada yang bertengkar

Sepertinya ada suami istri bertengkar. Suaranya terdengar datang dari salah satu rumah di apartemen sebrang toko. Beberapa bulan lalu saya pernah nulis status yang senada seperti ini. Sepertinya yang sekarang bertengkar pun pasangan yang sama.
Terdengar ribut ribut dari arah depan, kata "tokat" (tampar) terdengar jelas dalam suara ribut itu. Saya langsung keluar dari toko. Para pegawe toko sebelah pun mendengar suara ribut tersebut. Mereka melihat ke arah atas apartmen sebrang itu mencari sumber suara, saya pun begitu.
Sama seperti peristiwa sebelumnya, kami hanya bisa mendengar suara tanpa bisa melihat orangnya. Seperti mendengar sandiwara radio saja.
Kami menebak nebak rumah yang mana dan apa yang sedang terjadi di dalam sana. Barusan terdengar perempuan berteriak. Ntah berkata apa karena suara tidak jelas.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...