Showing posts with label bahasa turki. Show all posts
Showing posts with label bahasa turki. Show all posts

Belajar Bahasa Turki Online

 


Bagi teman-teman yang ingin belajar bahasa Turki, 
ini ada kursus singkat sebulan saja. per batch hanya 10 orang.

Investasinya murah aja kok. Hanya 50K Rupiah.

Investasi segitu akan mendapatkan apa saja?
modul bahasa turki
belajar budaya turki
belajar masakan turki
dan juga dapat edukasi ttg fenomena cowo OT

AYO tunggu apa lagi?
yuk buruan daftar ke nomor yang tercantum di flyer ya :)


[E-book gratis] Seri Lets Go

 


Let's Go Countries
by Dian Akbas

Activity book to learn Turkish language.
FEEL FREE TO DOWNLOAD (click the link below)
and share to your friends

download links:
https://www.slideshare.net/dianakbas/lets-go-countriespdf

https://t.me/tlbc1/853



Let's Go Cities
by Dian Akbas

Activity book to learn Turkish language.
FEEL FREE TO DOWNLOAD (click the link below)
and share to your friends

download links:
https://www.slideshare.net/dianakbas/lets-go-citiespdf

https://t.me/tlbc1/854


Let's Go Vacation
by Dian Akbas

Activity book to learn Turkish language.
FEEL FREE TO DOWNLOAD (click the link below)
and share to your friends

download links:
https://www.slideshare.net/dianakbas/lets-go-vacationpdf

https://t.me/tlbc1/855

#letsgoseries
#feelfreetodownload
#letsgocountries
#activitybook
#ebook
#freedownload
#englishturkish

Ingin Kursus Bahasa Turki

 


Minggu lalu, saya menerima email dengan subjek seperti ini "Ingin kursus bahasa turki".
Saya membalas email tersebut dan dilanjut saling memberi nomor wa. kami pun melanjutkan obrolan tentang kursusnya di wa.
tak lama kemudian, kami sepakat untuk melakukan kursus melalui video call di wa 2 hari yang akan datang. pada hari dan jam yang ditentukan, kami akhirnya bertemu di video call wa. saya sudah bilang bahwa modul kursus memakai ebook yang saya tulis "Mari Belajar Bahasa Turki". Dia bilang bahwa dia sudah mengunduh ebook tersebut.
"Bentar ya kak, saya ambil bukunya dulu," ucapnya saat akan dimulai kursus.
Saya pikir, dia hanya akan mengambil bundel kertas hasil ngeprint. ternyata, dia membawa sebuah buku. dia ngeprint dan menjilidnya (kelihatannya soft cover). seperti buku yang diterbitkan oleh penerbit.
Saya terharu melihat buku yang dipegangnya 😇

Satu Bahasa untuk Sebuah Hubungan

 


"Kamu belajar bahasa Turki dong," ucap seorang OT yang chating dengan cewe Indonesia.

"Ajarin dia bahasa Turki supaya bisa chating sama saya," ucap OT pada teman si cewe yang sudah pandai berbahasa Turki.

Saya ga respek samsek pada cowo OT seperti itu. Ngapain dia nyuruh-nyuruh temannya atau mungkin pacarnya untuk belajar bahasa Turki? Dia tidak ada hak untuk itu. Kalo mereka sudah berstatus suami istri dan tinggal di Turki, barulah boleh si suami minta istrinya untuk belajar bahasa Turki. Tapi kunci agar si istri belajar bahasa Turki adalah dari suaminya. Si suami yang harus membimbing dia berbahasa Turki. Itu berarti si suami harus konsisten berbahasa Turki dengan istrinya tersebut. atau kirimlah istrinya ke kursus bahasa Turki.

Tapi kalau statusnya masih berteman atau pacaran, si OT tidak ada hak untuk menyuruh-nyuruh si cewe untuk belajar bahasanya. Malahan si OT ini yang harus bisa berbahasa Inggris sebagai bahasa penengah. Jika berkenalan menggunakan bahasa Inggris, maka berkomunikasi selama relationship itu harus menggunakan bahasa Inggris. si OT jangan mau menang sendiri. Kenapa tidak dia yang belajar bahasa Indonesia?

Saya sebel kalo ada yang ceting antara cowo OT dan cewe Indonesia, terus si OT bilang gini, "Speak Turkish." Idih emangnya kamu siapa nyuruh-nyuruh orang untuk ngomong bahasa dia. 

Tadi saya sempat marah sama cowo OT yang maksa teman saya untuk ngomong Turki, padahal mereka cuman teman. "She is not your wife. You must speak English."

"I dont speak English," ucapnya.

"O zaman relationship BİTTİ," tegas saya.

Untuk mempelajari bahasa itu harus timbul dari keinginan sendiri. Kalau si cewenya memang berkeinginan untuk mempelajari bahasa Turki, itu sah-sah saja. Asal jangan karena disuruh oleh pacar OTnya itu.

Pengalaman saya, suami saya waktu LDR tidak pernah menyuruh saya belajar bahasa Turki. setelah menikah pun tidak menyuruh. Hanya saya merasa bodoh karena tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya, mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Saya tahu diri, sudah tinggal di Turki harus belajar bahasa Turki jika ingin bergaul dengan orang Turki. Suami saya tidak pernah menyuruh belajar bahasa Turki, tapi dia konsisten berbicara bahasa Turki dengan saya. Jadi saya terpaka untuk mengerti dan bicara. So saya pun terpaksa untuk belajar. Tapi ketika LDR, kami berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Dari pengalaman saya otodidak belajar bahasa Turki, makanya saya menulis buku belajar bahasa Turki ini untuk bisa membantu teman-teman yang ingin belajar bahasa Turki. link ada di bawah.

Bahasa yang sama dalam sebuah hubungan adalah kunci untuk lancarnya komunikasi dan lancarnya hubungan itu sendiri. Jika komunikasi mengandalkan google translate (GT), maka hubungannya tidak akan berjalan smooth. karena yang diterjemahkan oleh GT itu tidak selalu pas artinya. dan itu akan menyebabkan miskom. 

Sudah banyak terjadi hubungan yang kandas hanya karena miskom. Pasangan yang bahasanya sama saja bisa terjadi miskom. Apalagi jika bahasanya berbeda dan tergantung pada GT. Bisa disearch ya kasus cewe Indonesia menikah dengan cowo OT yang komunikasinya bermodalkan GT. Akhirnya pernikahan mereka kandas dalam waktu beberapa bulan saja. kasus ini sempat viral di jagad sosmed dan pertelevisian Turki.

Lain halnya jika hubungan kalian sudah serius, sudah merencanakan pernikahan, dan akan menetap di Turki, maka si calon istri memang harus mempelajari bahasa dan budaya Turki. Supaya tidak shock-shock amat ketika menjalani kehidupan di Turki nantinya. KBRI pun memberi syarat untuk calon pengantin dari Indonesia, agar memahami bahasa dan budaya Turki.

Nah, untuk teman-teman yang ingin belajar bahasa Turki, silakan donlod gratis ebook berikut: https://www.facebook.com/photo/?fbid=10160010167786182&set=pcb.10160010174696182


[Terjemahan Lagu] Ahtapotlar by Zakkum

Ahtapotlar / Gurita-gurita
Zakkum

Biz güzel olamadık, sorular soramadık
kita tidak bisa (baik-baik) bersama, tidak bisa saling bertanya

Birbirimizden başka bir cevap bulamadık
tidak bisa menemukan jawaban lain di antara kita

Biz hiç alışamadık, bir kalıba uyamadık
kita tidak pernah saling terbiasa, tidak bisa saling melengkapi

Birbirimizden başka bir dala konamadık
di antara kita tidak bisa menempati tempat lain (bersamaan)

Son bir gece daha çirkin olalım
kita bersama untuk malam terakhir

Aynalara değil birbirimize bakalım
bukan pada cermin, kita saling memandang

Bir hayattı tutunamadık
kita tidak dapat bertahan hidup bersama

Gel ona bir son yazalım
mari kita akhiri

(Gel ona noktayı koyalım)
(mari kita sudahi saja)

Biz güzel olamadık, dikiş tutturamadık
kita tidak bisa bersama, kita tidak bisa mempertahankannya

Birbirimizden başka bir siper bulamadik
tidak bisa menemukan pelindung yang lain di antara kita

Biz başa çıkamadık, kafa tutamadık
kita tidak bisa mengatasinya, kita tidak sepemikiran

Birbirimizden başka bir hayat bulamadık
tidak bisa menemukan kehidupan yang lain di antara kita

Gömleğim beyaz olsun, sen seç kravatımı
aku pakai kemeja putih, kamu pilih dasinya

Eteğin kırmızı olsun, açık bırak saçlarını
kamu pakai rok merah, rambutnya diurai saja

Son kez giyin benim için ve sen ütüle kravatımı
terakhir kali berpakaian untukku dan kamu setrika dasiku

Bir kağıt bir kalem bul, karala son satırlarını
cari secarik kertas dan pena, tulislah kata-kata terakhir

Ahtapotlar gibi son defa dolanalım birbirimize
kita saling berpelukan seperti gurita untuk terakhir kalinya

Ellerimde ellerin elele, elele, elele, elele
saling berpegangan tangan

menerjemahkan lagu


Saya suka menerjemahkan lagu bahasa turki ke bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. untuk chanel kursus bahasa Turki yang saya ampu di Telegram (t.me/tlbc1), saya menerjemahkan lagu dari bahasa Turki ke Inggris atau lagu bahasa Inggris ke Turki, sebagai bahan pelajaran di chanel tersebut.
Dalam proses penerjemahan, saya harus menonton klip dari lagu yang saya terjemahkan tersebut. Bahasa lagu biasanya ambigu, alias memiliki makna ganda. Dengan menonton klipnya, diharapkan bisa mengetahui makna dari kata-kata lagu tersebut.
Untuk lagu bahasa Turki, kadang saya minta anak saya mengartikan makna kata-katanya. Tentunya anak saya akan menjelaskan dengan bahasa Turki, dan saya akan menelaah artinya dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Kalau saya nanya ke suami, dia akan bilang gini, "kata-kata dalam lagu itu tidak ada artinya. penyanyinya juga mungkin ga akan ngerti." wkwkwkwk
Saya tentunya keukeuh untuk menerjemahkan lagu, sambil belajar bahasa Turki. Dalam menerjemahkan kata-katanya tidak asal saja menerjemahkan. Tapi harus mencari padanan kata yang tepat untuk setiap katanya atau mencari arti dari setiap kalimatnya.
Saya juga suka minta bantuan translator, tapi hasil terjemahannya tidak langsung dicomot, karena hasilnya suka aneh. Tapi ditelaah dulu setiap katanya.
Jadi, bagi yang suka nerjemahin pake translator, jangan langsung percaya begitu saja ya

Lupa bahasa turki


Tadi ke pasar belanja di satu lapak aja. Beli wortel, kacang panjang, leek, dan daun bawang.
Pertama ngambil kacang panjang seiket. Terus minta leek setengah kilo. Terus ngambil wortel. Terakhir mau minta daun bawang tapi lupa bahasa turkinya.
"O ne abi?" (Itu apa bang) tanya saya.
"O ne?" (Itu apa?) tanya si abang bingung.
Saya juga bingung mau ngomong apa. Terus aja "o ne" sambil ngeliatin daun bawang.
Aduh ini memori rada lola. Setelah beberapa detik baru deh inget.
"O taze soğan," (itu daun bawang) ucap saya.
Si abang pun menimbang daun bawang yang saya minta.

Berteriak untuk menjelaskan


Awal datang ke Turki (april 2005), saya tidak ngerti bahasa Turki. Saya hanya bisa "merhaba" (halo), "nasılsın" (apa kabar), "iyiyim" (i am fine), teşekkür ederim" (terima kasih), "evet" (ya), "hayır" (tidak), "tamam" (ok).
Orang Turki punya kebiasaan aneh untuk menerangkan pada orang asing yang tidak ngerti bahasanya. Mereka akan berteriak untuk menjelaskan. Seakan dengan berteriak, si orang asing akan mengerti apa yang dikatakannya. Padahal sama saja, malah bikin budeg telinga aja.
Adik ipar saya bilang gini sewaktu istri pamannya berteriak pada saya, "dia ini ga ngerti bahasa turki, bukannya kurang pendengaran. Jadi teriak juga percuma."

Bahasa turki belepotan


Saya kalo udah merasa capek dan suntuk, bahasa yang keluar dari mulut saya hanya bahasa ibu, yaitu sunda. Kemaren aja ngobrol ama si teteh yg di lapak depan, bahasa turki saya belepotan. Ga tau si teteh ngeh atau engga. Tapi saya kerasa banget. İni otak susah dikoordinasikan. Maksud hati mau ngomong turki tapi yang keluar sunda melulu. Untungnya saya ngomongnya rada cepet dan saya nyadar kalo salah ngomong. Jadi saya cepet cepet ngoreksi diri sendiri.
Kata "ceunah" ngikut aja 

Program Harian di channel TLBC

Sekarang udah ga bingung lagi mau ngebahas apa di channel TLBC setiap harinya. Saya udah bikin program harian seperti di gambar. Hayu yang mau belajar bahasa turki, klik aja link ini: http://t.me/tlbc1


Bingung Update Channel TLBC

Setiap pagi saya meng update bahasan di chanel belajar bahasa turki (www.t.me/tlbc1)
kadang suka bingung mau ngebahas apa. Untuk mengatasinya, saya bikin draft di buku agenda. Niatnya akan diketik di komputer saat pulang ke rumah. Sampe rumah malam hari malah ga ada waktu buat ngetiknya. Pagi pagi jadwal update bukan nulisin draft tapi malah datang ide dari kejadian sekitar. Jadi bahasan yang saya tulis spontan dari apa yang saya lihat atau dengar.
Misalnya waktu mau update terdengar pengumuman kematian, ya sudah saya bahas kata dan kalimat yang bersangkutan dengan kematian. Contoh lain, saya melihat poster tentang festival layang-layang, ditulislah bahasan yang berkaitan dengan festival layang-layang.
Jadi selalu ada bahasan fresh yang bisa dibagikan di chanel bahasa turki.

[Part 2] Buku Bacaan untuk Lomba Membaca


Dua hari yang lalu saya mendaftar untuk lomba membaca di sekolahnya Emine. Hari ini saat istirahat siang, Emine pulang ke rumah membawa buku "Milli Mücadele'de Kınalı Eller". Buku yang terdiri dari 143 halaman ini harus saya baca dan hafalkan sebagai bahan untuk lomba tanggal 21 Maret nanti.

Buku ini bercerita tentang jaman perjuangan di masa lalu. Perempuan-perempuan yang baru menikah pun ikut berjuang. Tangan mereka masih dihiasi hena (bahasa Turki "kına").

Baru sampai halaman 55 saya baca bukunya. Besok dilanjutkan lagi :)



[Part 1] Daftar Lomba Membaca

Di sekolahnya Emine diselenggarakan lomba membaca untuk para wali murid. Hari ini 17 Februari 2015 adalah hari pertama pendaftaran (batas pendaftaran 3 Maret 2015). Tadinya saya malas untuk ikutan lomba ini tapi Emine keukeuh kalo saya harus ikutan. Dan wali kelasnya juga menganjurkan saya untuk ikut, anjurannya disampaikan ke Emine. Suami juga mendorong saya untuk ikut, untuk menjajal kemampuan bahasa Turki saya.

Tadi sehabis istirahat siang, saya pun ke sekolah untuk daftar. Saya bingung daftarnya ke mana. Wali kelasnya Emine juga ga ketemu. Di flyer lomba yang Emine bawa, di sana tertulis 3 nama guru untuk mendaftar. Saya hanya kenal 1 nama dari 3 nama tersebut, tapi saya pun tidak melihatnya di ruang guru.

Saya coba naik ke lantai atas, ketika di tangga bertemu dengan wali kelasnya Emine. Beliau pun menunjukkan tempat pendaftaran. Katanya bertempat di ruangan yang paling ujung, yang ternyata adalah ruangan wakil kepala sekolah yang namanya terdapat di flyer itu.

Sebelum masuk ruangannya, ada seorang guru yang mau masuk ke ruangan itu. Saya bertanya dulu pada guru tersebut tentang pendaftaran lomba. Guru itu pun mengisyaratkan untuk masuk ke ruangan wakil kepala sekolah.

Saya masuk ke ruangannya dan bertanya lagi pada yang bersangkutan untuk memastikan. Beliau mengiyakan. Saya pun duduk di hadapannya dan beliau menuliskan nama serta nomor telepon saya. Untuk kepentingan lomba ini, wali diharuskan membeli satu buku sebagai bahan untuk lomba. Nah pihak sekolah yang akan mengkoordinir pembelian bukunya agar murah. Setelah terkumpul banyak pendaftar dan bukunya sudah ada maka beliau akan menghubungi saya.

Nanti para wali harus membaca buku tersebut sampai tamat. harus hapal apa yang tertulis di buku itu. 21 Maret 2015 adalah hari lombanya. Lomba ini berbentuk test tertulis pilihan ganda.

Menurut yang tertulis di flyer, lomba ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak. Sehubungan dengan itu, para wali murid pun dihimbau untuk membiasakan membaca. Jadi mungkin, jangan menyuruh anak-anak saja untuk membaca sedangkan walinya juga tidak pernah membaca :D Maka pihak sekolah tergerak untuk melaksanakan acara seperti ini.

Semoga saja wali murid yang lain pun antusias untuk mengikuti lomba ini :)

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...