Showing posts with label kbri. Show all posts
Showing posts with label kbri. Show all posts

FENOMENA LELAKI TURKI (PART 2)


Minggu lalu, KBRI mengadakan webinar di zoom tentang seluk beluk pernikahan di Turki. Saya ga sempat mengikuti webinarnya, tapi saya nonton rekamannya di youtube chanel KBRI.
Webinar ini diikuti tidak hanya wni yang berada di Turki, melainkan ada beberapa calon gelin. Iya, ada beberapa penanya yang mengaku bahwa mereka akan melangsungkan pernikahan dengan lelaki turki. Ada yang menarik perhatian saya dari pertanyaan salah satu calon gelin.
Pertanyaannya seperti ini kurang lebih: Apakah boleh rekening koran calon suami bukan yang 3 bulan terakhir, tetapi bulan-bulan sebelumnya?
Apa maksud pertanyaan ini? Begini, untuk menikah di turki diperlukan surat pengantar dari KBRI. nah, syarat untuk membuat surat pengantar ini salah satunya adalah harus ada slip gaji calon suami atau jika suami freelancer maka bisa memakai rekening koran 3 bulan terakhir. Kenapa KBRI memberi syarat seperti ini? Sebetulnya ini untuk kebaikan si calon gelin sendiri. Dengan menunjukkan rekening koran 3 bulan terakhir menandakan bahwa si calon punya uang untuk membiayai istrinya nanti. Untuk bayar ikamet dan biaya-biaya lainya yang akan muncul nantinya.
Eh, si calon gelin malah bertanya seperti itu. KBRI berniat melindungi warganya, tapi si warga malah seperti tidak peduli dengan dirinya sendiri.
Kalau menunjukkan rekening koran bulan-bulan sebelumnya untuk apa? Iya saat itu dia punya uang. tapi sekarang rekening korannya zonk untuk apa? Setelah menikah, si gelin harus bikin ikamet. uang dari mana? apakah pake uang si gelin sendiri? jangan-jangan datang ke turki pun beli tiket dengan uang sendiri.
Aduhhh plis deh, jangan dimurahkan seperti itu harga dirimu. Pakailah akal dan pikiranmu, jangan mengutamakan kebucinan. Kalau dia sedang tidak punya kerjaan dan tidak ada uang sekarang ini, undurlah sampai dia punya uang dulu. Kalau memang jodoh, sampai kapan pun dia akan tetap jadi jodohmu dan menikah denganmu.

Menikmati Ankara dari Atakule



Atakule adalah menara yang terdapat di kompleks Atakule shopping center. Berlokasi di distrik Çankaya provinsi Ankara, Turki. Shopping center ini merupakan yang kedua di Turki dan merupakan yang pertama di Ankara. Menara yang tingginya 125 meter dan shopping center-nya yang diresmikan pada tanggal 13 Oktober 1989 diarsiteki oleh Ragıp Buluç. Sama halnya dengan Monas di Jakarta - Indonesia, kita bisa masuk ke Monas dan naik ke teras menara jika sudah membeli tiket. Untuk naik ke Teras Atakule pun seperti itu, kita harus membeli tiket yang mana tiket masuk Atakule saat ini (tahun 2009) adalah 3 TL.

Senin (6 juli 2009), saya diantar suami ke Ankara dengan tujuan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memperpanjang paspor. Setelah mengisi formulir untuk perpanjangan paspor dan menyerahkan semua persyaratannya kepada petugas di KBRI, beliau bilang bahwa hari itu sangat sibuk tapi akan diusahakan secepatnya tapi daripada saya menunggu di KBRI mungkin bosan maka beliau menyarankan agar saya jalan-jalan saja dulu dan kembali lagi pukul 2.30 siang. Maka kami pun menuruti sarannya dan jalan-jalan di sekitar KBRI saja. Dan kebetulan Atakule letaknya dekat dengan KBRI jadi kami pun berkunjung ke Atakule. Tujuan utama adalah ke menaranya setelah itu barulah ke shopping centernya. Di puncak menara Atakule terdapat cafe dan bar, teras untuk melihat panorama, dan juga restoran berputar seperti halnya restoran Panyawangan yang terdapat di hotel Panghegar Bandung (the first rooftop revolving restaurant in Indonesia).


Kami pun membeli dua tiket, 3 TL per tiket. Ketika akan membeli tiket, di depan kami ada seorang ibu yang juga sedang membeli tiket untuk naik ke menara. Ibu tersebut berbahasa Inggris yang ternyata beliau adalah orang Kanada yang bekerja di Kedutaan Besar Kanada. Beliau bertanya kepada kami, “are you going to the top?”. Saya pun menjawab “yes”. Lalu beliau bilang, “ok then, I will go with you”. Saat itu terdapat 5 orang pengunjung, kami berdua, ibu kanada, dan dua orang laki-laki lain, dengan dibantu seorang petugas maka elevator pun meluncur menuju teras Atakule. Naik dan turun elevator Atakule harus didampingi oleh petugas. Ketika kami datang ke teras, di sana ada seorang laki-laki memakai setelan jas rapi. Saya pikir seorang turis karena sesekali melihat sesuatu menggunakan alat keker (teropong). Ketika suami mengobrol dengan lelaki itu, barulah diketahui bahwa beliau adalah seorang polisi keamanan Perdana Menteri Turki. Memang ketika dilihat-lihat beliau memakai perlengkapan bak seorang intel. Beliau berada di teras Atakule karena sedang bertugas mengawasi rumah dinas perdana menteri yang berada tidak jauh dari situ. Beliau pun menunjukkan rumah dinas yang dimaksud. Lalu beliaupun menunjukkan tempat-tempat pemerintahan Turki seperti Pembe Köşkü dan tempat pemerintahan lainnya. Seperti halnya seorang guide, beliau sedikit menerangkan tentang tempat-tempat pemerintahan tersebut. Meskipun itu bukanlah tugas beliau tapi karena suami mengobrol dengannya dan bertanya-tanya mengenai itu maka beliau pun dengan senang hati menjelaskan. Kami pun meminta ijin untuk memotret rumah dinas perdana menteri dan beliau pun mengijinkannya.

Dari teras Atakule kita dapat menikmati panorama Ankara. Di sana pun terdapat satu teleskop untuk dapat melihat objek lebih jelas, dengan memasukan uang koin 1 TL kita dapat mengoperasikan teleskop tersebut, tapi sayang pada saat saya kesana teleskop tersebut tidak dapat digunakan karena sudah kepenuhan koin dan petugas belum memeriksanya. Teras tersebut dipagari kaca, jadi kita dapat menikmati dan memotret pemandangan dari balik kaca. Ada beberapa bagian kaca yang dilapisi warna gelap dan ditempeli tanda dilarang memotret. Rupanya dibagian sana terlihat tempat kepresidenan yang mana tidak boleh dipotret. Tidak lupa kami mengabadikan panorama Ankara dengan memotretnya, saya dan ibu Kanada pun berfoto yang nantinya saya kirimkan foto itu via email. Rupanya ibu Kanada tersebut berencana untuk mengunjungi shopping center lain yang letaknya lumayan jauh dari Atakule. Ibu tersebut mengajak kami tapi sayang kami tidak dapat menemani karena kami berkeputusan untuk tidak jauh-jauh dari KBRI, karena jika ada telepon dari KBRI kami dapat cepat datang kesana. Setelah bertukar email, kami dan ibu Kanada pun berpisah di teras menara.
 

Tidak lama dari perpisahan dengan ibu Kanada, setelah puas memandangi panorama ankara dari teras Atakule, kami pun memutuskan untuk turun ke shopping center. Ada bioskop juga disana tapi pagi-pagi belum buka bioskopnya. Kami pun hanya berkeliling saja di dalam shopping center. Membeli minum dan sedikit makanan di supermarket. Karena HP diset tidak bersuara maka ketika ada telepon dari KBRI kami tidak mengetahuinya. Tahu-tahu sudah ada 3 panggilan tidak terjawab dari KBRI. Saya pun langsung menelpon petugas yang menangani paspor saya. Beliau bilang bahwa paspor saya akan selesai setengah jam lagi. Wah ternyata paspor saya cepat kelarnya. Kami pun langsung kembali ke KBRI dan dapat menerima paspor saya yang berlaku hingga 5 tahun mendatang. Setelah saya mendapatkan paspor baru, kami pun bergegas segera kembali pulang ke Alanya.



****
tulisan ini dimuat di tribun jabar edisi online (www.tribunjabar.co.id)

[flashback] trip to ankara 2006.....lapor diri ke KBRI


 

ketika saya datang ke turki di april 2005, saya tidak langsung lapor diri ke KBRI....tapi cuma nelpon2 aja ke bagian konsultasi. pertama nelpon nanya dimana bisa beli indomie. pegawe KBRI bilang, klo di turki ga ada yang jualan indomie...tapi saya disuruh cepet2 datang ke KBRI untuk ngecap paspor bagian halaman belakang yang menandakan klo saya emang berada di turki, katanya klo ada terjadi apa2 sama saya disini apalagi bermasalah dengan hukum, maka pihak KBRI setidaknya tau keberadaan saya dan bisa membantu.

saya sih mau-mau aja lapor diri ke KBRI di ankara, tapi suamiku blum ada waktu buat nganter kesananya, jadinya atas saran dari salah satu pegawe KBRI juga saya kirm fax kesana tentang paspor, surat nikah, dan ijin tinggal.

september 2006 suamiku bilang klo dia bisa minta ijin dari kerjaannya untuk nganter saya ke KBRI...wah seneng banget dech...akhirnya saya bikin janji ama orang KBRI nya biar nanti langsung ketemu blio dan suami pun beli tiket. lalu pada hari minggu dengan bis malam jam 11 kami pun meluncur ke ankara, nyampe sana hari senin jam 7 pagi. dari terminal kami naik taxi ke KBRI abdullah cevdet sokak no 10. tukang taxinya ga bener nih....waktu mau naik taxi kebetulan ada seorang mba turki yang mau naik juga dan tujuannya searah jadinya kami naik barengan. klo naik taxi kan harganya satu untuk semua, tidak dipisah2..misalnya klo harga argonya 10 ribu berarti 10ribu untuk semua yang ada di taxi...nah tukang taxi ini lain.....masa di argo 10 YTL, trus si mba itu turun duluan dan bayar 5 YTL dan itu pun masih kembalian, trus dia bilan kembaliannya buat mereka aja (maksudnya saya dan suami) karena saat itu argo blum 10 YTL...nah waktu kami sampe tujuan argo mencapai 10 YTL....harusnya kan suami saya tinggal nambahin aja kekurannganya untuk menjadi 10 YTL...eh ini bukan, malah suami saya harus bayar 10 YTL..... dasar tukang taxi gila

biarin dech.......rezeki mah ga akan kemana....

sampe disana KBRI masih tutup coz bukanya mulai jam 9 pagi. jadinya kami nyari dulu rumah makan dekat situ untuk sarapan. nemu dech rumah makannya, lalu kami pun makan "mercimek çorbası" (lentil soup), emine yang saat itu masih 5,5 bulan tapi sudah mulai dikasih soup2an....jadinya ga ada masalah sama makannya.

selesai sarapan kami kembali ke KBRI tapi masih tutup pula, gerbangnya masih ditutup, tapi para pegawe sudah mulai berdatangan. sama petugas yang bersihin gedungnya belum boleh masuk, tapi sama orang indonya udah disuruh masuk lagian bawa bayi kasian di luar dingin.....maklum udara di ankara meskipun summer tetep aja dingin seperti di bandung.

teng jam 9.....saya masih nunggu pegawe yang mana saya sudah bikin janji...dia blum datang, tapi akhirnya datang juga namanya pa budi, dia di bagian konsultasi dan visa.

saya kasihin paspor saya dan langsung di cap dan ditulisnya alamat rumah saya disni di halaman paspor tersebut. sebelum pa budi datang saya udah dilayani oleh ibu2 dan diberi form lapor diri untuk diisi.

kami pun disuguhi teh. bukan memakai tea glass nya turki tapi memakai cangkir keramik, yang waktu saya lihat bawahnya ternyata "made in spain"...and u know....KBRI itu emang bersebelah sama kedutaan spain.

setelah selesai di KBRI kami tidak langsung pulang, tapi kami harus pergi dulu ke Mode Collection (coz baba nelpon untuk lihat kesana dan ambil model klo ada yang bagus). lalu kami pun nunggu jemputan dari moda collection, kami nunggu di ATA KULE (semacam shopping center), jemputan pun datang lalu kami pun pergi ke mode collection. disana suamiku liat2 model, dan emine diajak jalan2 sama seorang cewe pegawe di mode collection katanya sih dia sekretaris disana. saya sih duduk2 aja......selesai dari sana dan ternyata ga ada model yang baru kami pun diantar ke terminal bus ankara.

nyampe terminal langsung beli tiket..tapi bus yang nyampe alanya sudah penuh semua, adanya cuma nyampe manavgat, ya udah gpp nanti sampe manavgat sambung pake bus lain. di perjalanan pulang ini emine nangis terus sambil gigit2 jari, karena emang giginya mau tumbuh. tapi waktu perjalanan perginya adem2 aja.

di bus itu ada seorang ibu marah karena tangisan emine.....padahal ini kan orok.....emang susah bepergian jauh bawa orok. tapi penumpang yang lain mungkin sudha maklum namanya juga orok. waktu si ibu itu marah, suami saya juga ga tinggal diam, dia pun balas marahnya ibu itu. seperti biasa dalam perjalanan panjang, bus suka berhenti2 di pom bensin, yang mana setiap pom bensin di turki selalu ada mini market, restoran kecil atau besar, dan mushola...tapi klo perjalanan alanya-ankara ini berenti di pombensin cuma bentar2 aja....nah berenti yang lama di terminal bus konya...berenti setengah jam disana...

ketika kami melanjutlkan perjalanan, eh si ibu yang marah tadi sudah tidak di bus kami lagi, tadi sih saya lihat dia pindah bus yang lain...dan ternyata setelah si ibu itu tidak ada, emine tidak nangis2 seperti tadi lagi...saya pikir...mungkin karena ada si ibu itu emine nangis hehhhehe...sepanjang perjalanan emine bermain2 dengan para penumpang lain yang duduknya berdekatan dengan kami....alhamdulillah semuanya suka emine....

kami pun sampe di manavgat, dan disambung denga bus lain sampe alanya...sampe alanya jam 11 malam dan minta dijemput baba....baba pun datang lalu kami pun meluncur ke rumah...hmmm nyampe rumah capeeee...its really 24 hours trip

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...