Posts

Showing posts from October, 2016

Membaca bikin ngantuk

Image
Lanjutan kisah jurnal ilmiah semalam. Abstraknya belum selesai saya baca dan translate tapi mata rasanya berat dan menguap berkali kali pertanda saya mengantuk. Padahal saya sedang di toko. Jadi ga mungkin donk saya tidur. Ini berarti saya ga suka isinya dan juga saya menganggap isinya berat jadi udah sugesti duluan. Seperti halnya ketika membaca buku berbahasa turki untuk lomba kedua di sekolah anak dua tahun lalu. Baru baca beberapa halaman aja udah bete. Semakin dibaca saya semakin ngantuk. Padahal yang ditulis dı buku itu tentang keseharian yang dilakukan ibu ibu namun dikemas dalam segi psikologi. Beda ketika saya membaca buku yang ceritanya menarik perhatian dan bikin penasaran. Rekor beberapa hari lalu yang mana baru pertama kali saya membaca novel 300 halaman bisa tamat sehari. Biasanya buku segitu halaman baru akan tamat setelah berbulan bulan :D

Ini siapa yang orang Turki?

Barusan suami ngasih 4 lembar jurnal ilmiah (sesuai matkulnya) berbahasa Inggris yang harus ditranslate ke bahasa Turki. Suami: ini kamu yang translate ya... atau mau barengan?
Saya: barengan donk (wong ini pe-er kamu)
Suami: mau mulai sekarang atau besok?
Saya: ya udah besok aja.
Suami: ini bawa aja ke toko. Kamu mulai aja dulu translate...cobain gitu. Nih dimasukin ke tas. Duhhh ini siapa yang kuliah...siapa yang orang Turki???
Lieur ah... Balada istri yang sedang lieur #CatatanistrimahasiswaS2

Tidak Suka Dikoreksi

Pernah ada orang yang bilang bahwa saya orangnya tidak suka dikoreksi. Padahal bertahun tahun bekerjasama dengannya, pekerjaan desain yang saya kerjakan tak luput dari koreksinya walaupun satu huruf. Koreksi itu saya terima untuk kesempurnaan desain yang saya kerjakan. Entah bagaimana ia menilai saya hingga berkata seperti itu. Kalau saja saya tidak mau dikoreksi, mungkin saya akan memaksakan desain pada klien web desain saya. Kalau saja saya tidak mau dikoreksi, apakah saya bisa menerbitkan buku seperti sekarang ini? Sekarang aja lagi bolak balik koreksi oleh Pa @Deky Tasdikin di Bandung sana (maaf Pa rada Lola). Demi terlahirnya INOVASI 2017 kolaborasi dengan @Indari Mastuti

Mengejar bis kota

17-10-2016
Semenjak tinggal di alanya saya sering terburu buru pergi dari rumah untuk mengejar bis kota karena kalau ketinggalan risikonya harus menunggu setengah jam lagi. Sejak tahun 2007 angkutan umum di alanya diganti menjadi bis semua. Sebelum 2007, di beberapa rute termasuk rute ke rumah saya memakai minibüs (yang beroperasi setiap 15 menit).
Kita harus tahu jadwal bus lewat supaya bisa bersiap siap dan tidak terburu buru tapi kalo sedang kepepet atau kesiangan risikonya harus lari lari untuk ngejar bus.
Di bandung waktu mudik, sekali aja berlari ke halte karena dari kejauhan udah kelihatan Trans Metro Bandung tujuan Cicaheum mau lewat. Di Bandung, angkot ada setiap saat. Namun sekarang lebih nyaman naik Damri atau Trans Metro untuk beberapa rute.
Di Jakarta, pernah sekali lari lari ngejar metromini sama suami. Waktu itu baru sehari pernikahan, dengan suami abis ngurus visa di Turk Embassy di Rasuna Said. Saat itu mau ke hotel Sahid. Kata pegawai orang Indonesia di Kedutaan Tur…

Bandar: Keluarga, Darah, dan Dosa yang Diwariskan

Novel Karya: Zaky Yamani
293 halaman

Sinopsis

Hidup adalah serangkaian persimpangan. Setiap keputusan yang kau ambil membawamu ke situasi berikutnya. Suka atau tidak, itulah yang kau dapatkan. Lalu kehidupan pun berlanjut, dan kau dibenturkan pada persimpangan itu.

Dewi (Emak) tak pernah menyangka hidupnya sebagai perempuan kerap ditentukan kehendak banyak laki-laki, entak banpaknya, orang yang merenggut kegadisannya, bahkan suami-suami yang dia nikahi. Ketika tiba saatnya dia yang memegang kendali, giliran anak-anaknya yang akhirnya terjerumus ke lubang hitam.

Parlan, cucu Dewi, berharap memiliki kehidupan selain kehidupan yang dikenal keluarganya turun temurun selama ini: sebagai bandar ganja. Tapi dia pun akhirnya dihadapkan pada persimpangan celaka itu: menjadi ahli waris bisnis keluarganya kendati hati gelisah, atau meninggalkan kerajaan yang sudah melewati sejarah panjang air mata dan darah.

Summary

Wanaraja menjadi saksi bisu pembantaian yang dilakukan oleh gerombolan Darul …

A Great Woman Behind a Successful Man

Suami yang menjadi mahasiswa S2, kok saya yang repot ya?

Ceritanya suamiku resmi jadi mahasiswa S2 di Selçuk University di Konya. Perkuliahan dimulai bulan ini. Kamis yang lalu (6 Oktober) adalah kuliah pertamanya. Katanya, dua minggu sekali harus pergi ke Konya buat kuliah. Lumayan dech jarak Konya 5 hours by bus dari Alanya (kalo dengan mobil pribadi hanya 3 jam).

Pulang kuliah, udah dikasih PR oleh salah satu prof-nya. Dan PR itu diserahkan ke saya buat diketik. Lho, emangnya saya tukang ketik ya? Mentang-mentang punya istri penulis, jadi minta ditulisin juga tugas-tuganya. Emang sih sejak tahun kemaren (sebelum lulus masuk ujian lokal), suami udah bilang kalo nanti nerusin S2, saya yang diminta ngetik tesisnya. Dipikir-pikir ok lah tesis kan cuman sekali, itu pun di akhir perkuliahan.

Eh...nyatanya sekarang tidak begitu. Yang ada PR nya juga harus saya yang ketik. Tapi tak apalah, demi kesuksesan suami. Selain itu, dengan mengetik PRnya, otomatis saya membaca pelajarannya. Dengan …

Bundel Revisi yang Raib

Sepulangnya dari mudik, alhamdulillah mengantongi rezeki dengan membawa banyak proyek kerjaan. Tentunya kerjaan menulis sesuai dengan profesiku yaitu penulis. Sudah direncanakan sejak sebelum kepulanganku ke Turki bahwa semua proyek tersebut akan dikerjakan di Alanya.

Sesampainya di sini, tentu saya kerjakan satu per satu kerjaan itu. Namun, ada satu proyek yang sudah saya kerjakan sebelum mudik dan sudah dikoreksi oleh partner nulisku. Koreksiannya saya print dan saya revisi dengan tulisan tangan. Bundel revisian itu saya bawa mudik. Ketika kembali ke sini dan akan mengetik hasil revisian, ternyata bundelan tersebut raib... oh noooo :(

Saya bingung mencari keberadaan si bundel revisi. Padahal proyek ini sudah ditanyakan oleh penerbit. Apakah tertinggal di Bandung? Jangan sampe dech kalo ketinggalan di sana. Semua barang di koper sudah dikeluarkan sejak 3 minggu yang lalu. Dan koper serta anak-anaknya sudah dibereskan masuk kandang. Saya berpikir keras naro di mana si bundelan itu.

Ke…