Showing posts with label ramadan. Show all posts
Showing posts with label ramadan. Show all posts

[Jual e-book] Aktivitas Seru Ramadan



Ramadan sebentar lagi...


Kita sambut Ramadan dengan suka cita :)

Ini lo ada ebook aktivitas yang seru untuk Ramadan.

***

Aktivitas Seru Ramadan
Fun Ramadan Activities
Eğlenceli Ramazan Etkinlikleri

Ebook aktivitas 3 bahasa (Indonesia-English-Türkçe)

Penulis: Dian Akbas
Ukuran: 29,7 x 21 cm, 43 Halaman
Harga: Rp 50 Ribu
Isi: Mewarnai, mencari jalan, menghitung, dan masih banyak lagi.

Ebook ini dapat menemani anak-anak dalam menjalankan ibadah puasa. Bisa banget ngisi buku ini saat ngabuburit ;)

Yuk segera dipesan sebelum masuk bulan Ramadan!

Pemesanan via DM facebook: Dian Akbas

Saling Mengirim Makanan





"Tok...tok..." pintu rumah ada yang ngetok.

"Kim o (siapa)?" tanya saya setengah berteriak.

Yang ngetuk pintu menjawab pertanyaan saya, tapi suaranya kurang jelas. Saya pikir ponakan saya balik lagi.

Sambil ngedumel saya membuka pintu, "euh bulak balik aja."

Pas dibuka...eehh ternyata ibu yang ngontrak di bawah bawa sepiring makanan.

"Terima kasih," ucap saya sambil senyum dan mengambil kirimannya.

"Selamat berbuka," ucap si ibu sambil tersenyum dan berlalu pergi.

Hmmm, saya suka bingung kalau dikirimi makanan kayak gini. Menurut tradisi Turki, kalau dikirimi makanan, maka piring dikembalikan dalam keadaan penuh. Artinya kita ngirim balik pada si pengirim. Gak wajib sih, tapi malu aja kalo balikin piringnya kosong.

Piringnya tidak harus dikembalikan hari itu juga. Saya suka mikir mau masak apa supaya bisa dikirim ke mereka sambil balikin piring.

Tadi, saya lagi bikin chicken katsu. Untung saya bikinnya lebih, jadi lebihnya saya kirim pada mereka.

Minggu lalu, si ibu ngirim makanan juga. Saya balikin piringnya dengan isian bala bala. Sebelumnya juga si ibu ngirim sesuatu. Saya balikin piringnya kosong. Di lain waktu, saya masak borek dan mengirim beberapa potong pada mereka.

Saya pikir tradisi ini sama juga dengan di Indonesia. Saling mengirim makanan sesama tetangga. Piring kiriman tidak pernah kembali kosong 💖

Turun Gunung dan Pegal-pegal



Setelah 3 minggu lamanya tidak keluar rumah (sejak 1 april stay at home), 2 hari lalu baru keluar rumah lagi. Saya harus turun gunung untuk ke minimarket. Turun gunung di sini bukan bermakna konotasi, tapi makna sebenarnya. Rumah saya berada di atas bukit, dekat rumah ada sih warung seperti minimarket (lumayan lengkap barangnya) tapi yang saya butuhkan tidak ada di sana. Jadinya harus ke minimarket yang berada di kaki bukit, jaraknya kurleb 1km.

Saya dan istrinya adik ipar berjalan kaki menuju ke minimarket. Jalannya menurun, separuhnya menuruni tangga "seribu". Pulang dari minimarket, ogah jika harus jalan kaki, nanjak bo. Kami menunggu bus yang keluar dari terminal pukul 17:00.

Dari rumah, kami keluar pukul 15:00. Jalan kaki beberapa menit untuk sampai di kaki bukit. Terdapat 2 minimarket di sana. Kami masuki dua-duanya. Masuk ke dalam minimarket harus menggunakan masker, Jadinya tidak sanggup untuk berlama-lama di dalam. Dengan gesit mengambil apa-apa yang dibutuhkan, lalu mengantre di kasa dan cepat keluar. Ini menyebabkan kami harus menunggu bus selama kurleb 1 jam. 

Alhamdulillah, kegiatan belanja hari itu berjalan lancar, meskipun rada parno akan covid19. Tapi, kaki saya pegal-pegal sampe sekarang. 

Besok di Turki akan mulai puasa Ramadan, barusan pun sudah terdengar 3x dentuman meriam sebagai tanda memasuki bulan Ramadan. Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan:
Selamat berpuasa bagi teman-teman Muslim di seluruh dunia.

Semoga pandemi covid19 ini segera berlalu dan kita pun dapat beraktivitas normal kembali, aamiin

Munggahan dengan cilok ala tekwan


Rencana bikin cilok tapi kebanyakan ngasih air jadinya ga bisa dibentuk. Aci sudah abis, jadi saya pakai 2 sendok untuk membentuknya seperti tekwan.
16:44 terdengar 3x dentuman meriam menandakan esok hari dimulainya Ramadan di Turki. Alhamdulillah, tahun ini Allah masih memberikan umur untuk beribadah di bulan Ramadan ini. 
Ramadan mubarak everyone 

Tarawih di sini ga bagus


"Where are you from?" tanya saya pada turis lelaki yg melihat lihat baju utk ibunya.
"Saya lahir di beirut. Asal dari palestina. Di sini saya tinggal di apartment," jawabnya.
"Kamu tinggal di negara mana?" tanya saya kembali.
"Di sweden. Di sana puasanya lama. Jadi saya datang ke sini aja utk puasa supaya ga terlalu lama," jawabnya sambil memperlihatkan jadwal puasa di smartphone nya. Imsak pukul 2an dan maghrib hampir jam 10 malam. Solat isya jam 23:30-an.
"Tapi taraweh di sini ga bagus," tambahnya.
"Kenapa?"
"Terlalu cepat. Tidak bagus itu. Kami biasanya taraweh 8 rakaat (tanpa witir). Setiap taraweh imam membaca satu juz. Tapi di sini terlalu cepat. Taraweh itu kita harus mendengarkan bacaan quran imam hingga meresap ke hati. Waktu di maroko, masyaallah sangat bagus. Satu juz. Memang lama, tapi meresap ke hati."

Our grand daughter is muslim


Barusan saya kedatangan turis (non muslim sepertinya) yang belanja tunik utk cucunya yg muslim.
"can I help?" tanya saya.
"ya. Our grand daughter is muslim. We want to buy dress for her for Eid," jawab kakek turis.
Sebelumnya saya tanya ukuran badannya agar saya bisa menunjukkan ukuran yang tepat.
"She likes black," tambahnya.
Saya pun menunjukkan tunik hitam beberapa model sesuai ukurannya. Mereka pun memilih salah satunya. Saya tunjukkan lagi yg modelnya polos.
"This is for Eid. It must be nice model," katanya sambil memilih model yang pertama.
Mereka menanyakan harganya, saya pun menyebutkan harga normalnya.
"Untuk sekarang kami beli satu ini dulu," katanya sambil menyerahkan tunik hitam yang dipilihnya.
Sebetulnya mereka masih ingin memilih model lain untuk orang yg lebih dewasa dan lebih kecil tapi sepertina mereka dikejar waktu. Keluarganya menunggu di sebrang toko saya.
Saya bungkus tuniknya. Lalu si kakek mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Berapa itu?" tanya si nenek, yang mengingatkan bahwa uangnya masih kurang 10 lira.
Saya mendengarnya, lalu saya bilang, "its ok, thats enough."
Saya pun menyerahkan kantong berisi tunik dan sebuah kartu nama secara terpisah. Siapa tahu balik lagi untuk belanja 
Tidak berapa lama, mereka datang lagi. Namun sayang, yang mereka hendak beli, tidak ada di toko saya. mereka mencari pakaian untuk anak usia 8 tahun. Saya pun menunjukkan toko untuk pakaian anak yang berada di seberang toko.


Kenapa Pakai Mukena?

"Kamu kok pake baju lagi (maksudnya mukena), kan baju kamu sudah tertutup?" tanya seorang teteh pedagang pasar jumat sewaktu mau solat duhur di mushola.
"Kita kan solat ini istilahnya bertemu dengan Allah. Nah, harus pake baju bagus donk kalo ketemu Allah. Kalian aja kalo mau ke kawinan beli baju baru. Itu cuman ketemu manusia lo. Ini ketemu Allah, masa pake baju biasa sih," jawab saya sambil bisik bisik karena takut mengganggu orang lain yang sedang solat.
"Bener juga ya. Kita ga kepikiran sejauh itu," ucap si teteh pada teman pedagang yang lain.

Selamat Berpuasa Ramadan



Pic by Esih

Pic by Selina



Barusan (bada ashar) sudah terdengar 3x dentuman meriam, pertanda besok hari pertama Ramadan di Turki.
Marhaban ya Ramadan
Selamat memunaikan ibadah shaum bagi umat Islam
Mohon maaf lahir bathin

Ramazan Pidesi (Roti Pide Ramadan)


Ramadan sebentar lagi. Menu Ramadan yang paling khas di Turki adalah Ramazan pidesi, yaitu roti tawar berbentuk bundar dengan taburan wijen di atasnya. Ramazan pidesi banyak tersedia/dijual di warung-warung, supermarket, dan restoran-restoran.


Ceria Ramadhan Best Seller


Alhamdulillah buku ini dalam masa PO sudah tembus 20ribu order.
Terima kasih untuk para pemesan.

Tentunya ini adalah hasil dari kerjasama tim yang solid. Para kontributor, penerbit, dan reseller. Terima kasih semua.

Bagi yang belum order, masih bisa order kok. Karena telah dibuka PO tahap kedua.

#BestSeller
#BestSellingBook
#BestSellerBook
#BestSellerChildrenBook



Semangat Menyambut Ramadhan dengan Ceria Ramadhan

Alhamdulillah dapat berkontribusi untuk menulis buku ini. Semoga buku ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para pembacanya.
Lagi lagi alhamdulillah, dalam masa PO ini order buku sudah tembus belasan ribu eksemplar.
Buku ini siap menjadi teman Ramadan anak anak Indonesia.
Semangat menyambut Ramadan.
Thx to mak Efa (udah curcol dan jadi buku ini), neng Nova, Icha, mba Yeni (untuk vidionya), mba Diah, mba Mimie, mba Hera, mba Rara, mba Febri, mba Dian Ikha, mba Utami, mba Riana, mba Dery, mba Wulan, mba Alia, mba Tita, mba Ida, mba Nita, mba Sri, mba Adhya, mba Muyassaroh, mba Anindita, mba Yeti, mba Dian Restu.


Cowok aneh


H-4 menjelang iftar
Ada seorang cowok datang ke toko. Ia berkacamata tebal (sangat). Penglihatannya tidak bagus. Berjalan pun kakinya seperti meraba raba jalan. Ketika ia mau melihat baju yang dipasang di manekin, ia tempelkan matanya di baju itu.
Lalu ia masuk ke toko. Menanyakan apakah ada elbise (long dress) ukuran 44? Kami menurunkan baju yang dimaksud dari gantungan di atas. Dan ia ingin mencobanya. Hah...what? Saya pastikan padanya bahwa baju yang ingin dicobanya baju cewek. Mungkin ia salah masuk toko pikir saya karena matanya tidak awas. Ternyata pikiran saya salah. Memang ia ingin mencoba baju tersebut. Kami (saya dan asisten yg membantu khusus momen lebaran) tanya kenapa mau mencoba?
"Saya ingin coba aja," katanya.
Kami mencegahnya untuk mencoba.
"Apakah kamu mau membelikan untuk seseorang? tanya kami. Kali aja ia punya kekasih yg ukurannya 44 dan bisa dicoba olehnya. Ternyata tidak jawabnya.
Ia keukeuh ingin mencoba, tanya fitting room di mana dan udah buka kacamatanya.
Kami pun keukeuh tidak memberi kesempatan untuk mencoba.
"Kalo saya beli gimana? berapa?" tanyanya.
"Kalo mau beli silakan aja, bukan urusan kami mau diapakan bajunya. Tapi kamu ga bisa coba baju ini karena ini baju cewek," tegas asisten.
Si cowok masih keukeuh pengen mencobanya.
Saya lari ke luar bertujuan utk minta bantuan siapa aja pegawe (cowok) toko sebelah yang sedang nongkrong untuk menangani cowok ini.
Dari luar saya mendengar kalo cowok ini juga nanyain khimar. Aduhh cowok ini mau ngapain sih.
Selama dagang di sini, baru kali ini ada cowok mau coba baju cewek. Rasanya pengen langsung ngusir aja. Tapi harus sabar. Customer is a king.

#ceritaramadan

Selamat Lebaran untuk yang Berpuasa


Kemarin suami cerita tentang ucapan selamat lebaran ini. Sepertinya ini kejadian tahun lalu. Suami mengucapkan selamat lebaran pada pegawe toko sepatu di sebelah dan orang itu memang berpuasa.
Salah seorang yang tidak berpuasa sebut saja Y. Dia bilang gini pada suami, "kok ga ngucapin selamat ke saya?"
Suami pun menjawab begini, "Ramazan bayram (Idul fitri) itu untuk orang-orang yg selama bulan ramadan berpuasa. Kamu kan ga puasa. Berarti ga perlu ngasih ucapan selamat Idul Fitri (Ramazan bayram mubarek olsun) ke kamu."
Si Y dan mayoritas pegawe di toko itu memang ga puasa dan seenaknya saja merokok di mana aja. Malah sepertinya orang yang puasa malu kalo ada di sana.
Tahun ini si Y ga kerja di sebelah tapi teman temannya tetap ga puasa padahal pemuda pemuda yg sehat. kemajuannya tahun ini, mereka ga sembarangan ngerokok. Kalo mau ngerokok mereka ngungsi dulu ke restoran di pojok atau ke cafe di seberang. Semoga tahun depan, mereka diberi hidayah oleh Allah untuk berpuasa di bulan Ramadan, aamiin.

Puasa?

Barusan (siang bolong ramadan) lihat cowok sehat dan gagah yang di tangan kanannya pegang tasbih dan di tangan kirinya pegang rokok yg berasap alias sedang merokok. Pemandangan seperti ini bukan hal aneh di turki yg notabene bependuduk mayoritas islam (ktp).

#ceritaramadan

ga puasa dan ga bersih :(

Kemarin dalam perjalanan pulang di bus, menjelang iftar.
Saya duduk di baris kedua dari belakang.
Di belakang saya duduk seorang pemuda cakep, sepertinya usia sma.
Saya mencium bau makanan. Tengok sana sini mencari sumbernya. Eh ternyata cowo cakep di belakang saya lagi makan ciki dengan cueknya. Udah beres makan, dia buang bungkusnya ke jalan lewat jendela dekat saya.
Aduhhh ini anak cakep cakep ga puasa, ngotorin lingkungan pula.
Saya turun bus duluan. Pas nyampe rumah, adzan maghrib berkumandang. Alhamdulillah.


#ceritaramadan

Jam Mati yang Bikin Bablas Sahur


Peristiwa ini terjadi saat ramadan beberapa tahun yang lalu. Saat itu anak saya sedang belajar puasa sehari penuh.
Seperti biasa sebelum tidur alarm jam meja udah diset sesuai jam untuk sahur. Saya pastinya bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan sahur.
Dini hari itu saya terbangun karena alarm jam meja. Ketika menuju dapur, saya melihat jam dinding masih jam 1:30 (kalo ga salah ingat) yang berarti masih ada cukup waktu untuk tidur dan saya pun tidur lagi. "ahh jam meja rusak," gumam saya.
Tau tau saya terbangun ketika jam meja sudah menunjukkan lewat adzan subuh tapi masih ada waktu untuk salatnya. Lalu saya lihat jam dinding yang masih menunjukkan waktu yang sama kayak tadi. Duhhhhh ternyata jam dinding ini sudah wafat.
Jadilah kami bablas tidak sahur untuk puasa hari ini. Saya bangunkan suami dan anak untuk salat subuh.
Tapi alhamdulillah meskipun cuaca terik, kami bisa melewatinya dan anak pun puasanya tamat hari ini.

#ceritaramadan

Sahur Kedua Bikin Panik


Udah diniatin ga akan tidur sampe sahur tiba karena kalo tidur takutnya bablas ga sahur. Berdua sama anak selonjoran di sofa sambil nonton tv. si anak katanya mau tidur ah. saya seketika ngaleyep kalo kata orang sunda mah.
pas mata kebuka terlihat di tv jam menunjukan 00:02 (saya mengira ini udah jam 2). di tablet menunjukan 00:01 (saya pikir ini jam 1). sedangkan jam dinding jarumnya menunjuk jam 12.
kok ini jamnya beda semua ya? saya panik karena di tv saya pikir udah jam 2 sedangkan waktu imsak 3:49.
langsung saya nyalain kompor untuk angetin pilav (nasi ala turki) dan ngebangunin suami juga anak. setelah semua siap dan penghuni pun udah duduk manis, lalu terlihat di tv jam menunjukan 00:20. saya jadi bingung ini jam berapa sih???
"kok ini jam beda-beda ya? liat jam dinding masih jam 12 dari tadi. rusak tuh," kata saya pada suami.
"eehhh iya emang ini kan baru jam 12," jawab suami.
"waduhh masa jam 12 udah sahur ini," dalam hati.
niat hati mau sahur jam 1 tapi gara gara liat jam bari lulungu dan nyawa yg setengah ngumpul gini dech jadinya sahur jam 12 







D
#ceritaramadan

Pagi Pertama Ramadan yang Nano Nano


Jam 8an pagi saya keluar dari rumah sambil membawa sampah yang akan dibuang ke kontener sampah depan rumah. Langsung menuju halte yang berjarak kurleb 100meter. Saya duduk di halte dan mulai membaca quran kecil. Tak lama datang seorang lelaki dan duduk di sebelah, ngerokok pula. Bikin saya megap megap susah bernafas. Saya langsung berdiri dan sedikit menjauh sambil tetap membaca.
Aduh ga kuat. Pengen marah tapi harus bersabar. Mau negur tapi gimana. Padahal hati ini udh mengutuk orang itu.
Untung datang bus no 5 dan orang itu naik. Saya duduk lagi lanjut nunggu bus no 7. Tak lama datang si bus. Eh belum juga naik ke bukit, udah mogok bus ini :D
Dalam bus ada 8 penumpang termasuk saya. 5 Cewe 3 cowo.
pa supir ga tinggal diam,dia langsung nelponin teman supirnya. Setelah nelpon sana sini, ada temannya yang sedang kosong dan bisa datang. Pa supir pesan begini ke temannya, "cepetan datang ya, kasihan ini orang orang jangan sampe terlambat."
beberapa menit kemudian bus bantuan datang dan kami pun ditransfer untuk melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah.

#ceritaramadan

Besok Mulai Puasa Ramadan

Barusan sudah terdengar 3 kali dentuman meriam yang ditembakan dari alanya castle. Menandakan kami umat muslim yang berada di turki akan mulai berpuasa ramadan esok hari.
Ini tembakan meriam beneran lho, meriam yang dipake waktu zaman perang. Sekarang masih bisa dilihat bentuknya yang dipajang di bawah alanya castle.
Dentuman meriam ini merupakan tradisi untuk menandakan dimulainya ramadan. Juga pertanda iftar selama bulan ramadan selain tentunya adzan maghrib. Dan juga untuk menandakan 1 syawal.
Selamat menjalankan ibadah puasa ramadan bagi semua umat islam around the globe.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...