Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

[Jual e-book] Aktivitas Seru Ramadan



Ramadan sebentar lagi...


Kita sambut Ramadan dengan suka cita :)

Ini lo ada ebook aktivitas yang seru untuk Ramadan.

***

Aktivitas Seru Ramadan
Fun Ramadan Activities
Eğlenceli Ramazan Etkinlikleri

Ebook aktivitas 3 bahasa (Indonesia-English-Türkçe)

Penulis: Dian Akbas
Ukuran: 29,7 x 21 cm, 43 Halaman
Harga: Rp 50 Ribu
Isi: Mewarnai, mencari jalan, menghitung, dan masih banyak lagi.

Ebook ini dapat menemani anak-anak dalam menjalankan ibadah puasa. Bisa banget ngisi buku ini saat ngabuburit ;)

Yuk segera dipesan sebelum masuk bulan Ramadan!

Pemesanan via DM facebook: Dian Akbas

Keluarga Besar



Keluarga besar (dibaca banyak anak) yang saya tahu secara langsung (maksudnya tidak baca di berita) adalah keluarga mamah saya. Kakek saya beristri satu dan anaknya 13, 2 mati dan 11 hidup.

Keluarga besar yang lainnya adalah salah satu customer saya di sini (dibaca Alanya). Suatu hari datang seorang ibu diantar tiga gadis cantik, bertujuan beli baju untuk si ibu. Sewaktu si ibu mencoba baju di fitting room, saya ngobrol dengan tiga gadis ini.
saya: kalian adik kakak?
Gadis: iya
Saya: masih ada sodara yang lain?
gadis: masih ada.
Saya: berapa orang? Cewe or cowo?
Gadis: kami semua 7 cewe dan 7 cowo.
Saya: wow masyaAllah. Kalian semua dari satu ibu?
Gadis: ya
:)


Marah marah pada ibu



Beberapa tahun lalu, ada customer lokal (seorang ibu datang bersama anak cewenya) ke toko. Bermaksud membeli baju untuk ibunya. Si ibu pendiam dan sepertinya manut saja sama si anak. Si anak terlihat sok (karena dia yang akan membayarkan baju ibu karena dia kerja).

Ibu kelihatannya bingung mau pilih baju yang mana. Biasanya yang seperti ini suka dibelikan baju dan tinggal pake saja, maksudnya si ibu ga pernah diajak ke toko. Begitu perkiraan saya.
Melihat ibu yang bingung dan cendetung diam, si anak malah marah. Ngata ngatai ibunya di depan kami. Tapi si ibu diam aja.
Saya ingin negor dan marah ke anak itu. Tapi suami saya yang langsung bergerak cepat. Dia marahi si cewe itu.

Suami: kamu ga berhak memarahi ibu kamu. Tambah di depan orang lain pula. Nanti kamu akan ngerasa kalo udah punya anak.

Cewe: apa hubungannya dengan punya anak?

Suami: hubungannya nanti akan kamu rasakan. Anak kamu akan memperlakukan kamu seperti kamu memperlakukan ibu kamu sekarang.


Anak bangga pada emak

#verylatepost
#Bukanmaksudsombong
#Anakbanggasamaemak

Suatu hari waktu masih kelas 5, Emine pulang sekolah manyun. Ternyata dia abis dibully teman sekelasnya.
Dia cerita ke teman sekelasnya kalo emaknya penulis yang menulis beberapa buku. Eh malah dibully. Dibilang bohong lah inilah itulah.
"Nih bawa buku buku ini, tunjukkin ke mereka," ucap saya sambil ngasihin 4 buku tulisan saya yang ada di rumah.
Besoknya dia bawa buku buku itu ke sekolah dan ditunjukkin ke teman sekelasnya. Mangap dech mereka semua. Dia juga menuliskan nama saya di google search pada smartboard (di depan kelas) yg konek ke internet. Muncul foto saya dan cover buku buku saya. Tambah mangap dech mereka.


Gara-Gara Sop Buntut


Akhirnya dibelikan buntut sapi oleh suami. Beberapa tahun yang lalu, saya minta dibelikan buntut pada suami. Namun katanya ga ada yang jualan buntut,malah suami ditertawakan oleh tukang daging.

Beberapa waktu lalu, salah satu teman ngasih tau bahwa di salah satu hipermarket ada dijual buntut. Dan beberapa hari lalu juga ada seorang teman yang posting foto sop buntut buatannya. Itu menandakan dijualnya buntut di Turki. Saya pun meminta suami menanyakan apakah ada buntut di supermarket. Ternyata ada dijual buntut tapi hari itu sedang kosong. Kemarin saya tanya lagi pada suami tentang buntut ini dan ternyata kemarin sedang tersedia buntut lalu suami pun membelikan untuk saya.

Siang ini saya merebus semua buntut itu dengan menggunakan panci presto. 50 menit saja sudah empuk. Anak saya yang mengetahui saya memasak buntut, membuatnya enggan untuk makan. Karena buntut gitu lho. Jijik mungkin ya, hmmmm...

Setelah sop buntut matang, saya berikan padanya semangkok tanpa buntut tentunya. Tapi ia enggan memakannya. Saya paksa untuk menghabiskannya toh itu kan tanpa buntut.

Untuk makan malam, suami udah pesan untuk memasak kebab buntut alias buntut dimasak di oven. Jadinya menu makan malam pun buntut lagi. Anak saya sudah gelisah dengan menu itu. Dan hal ini menuntunnya membuat keputusan untuk belajar memasak :)

Setelah saya beres memasukan kebab buntut ke dalam oven, lalu saya pun mulai menuntun anak saya untuk belajar memasak. Sebagai permulaan, saya mengajarkan yang paling mudah yaitu memasak spageti bumbu tomat.

Saya ajarkan dari mulai menyalakan kompor, merebus air untuk spageti, menuangkan minyak untuk menumis tomat, meniriskan spageti lalu dituangkan ke dalam tumisan tomat dan mengaduknya. Jadilah spageti bumbu tomat seperti pada foto di atas. Alhamdulillah pelajaran pertama berjalan lancar. Sepiring spageti bumbu tomat pun habis dilahap oleh Emine.

Anak masak sendiri makan sendiri. Itulah yang terjadi gara-gara saya memasak buntut. Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Dan itulah hikmah yang terjadi di balik buntut sapi :D Anak saya jadi bisa memasak. Alhamdulillah :)




Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...