[Sharing Grup] Proses Menulis Buku FTM vs WM



Tahun 2015, saya dipinang (lagi) sama teteh untuk nulis buku. Kali ini temanya yang sedang heboh mom war, FTM vs WM.
 "Dian, teteh punya ide ini. Bla bla bla," tulis teteh di chat.
Saya langsung klik dengan ide teteh dan kami membuatkan outline.
Setelah outline disetujui penerbit, saya mulai menulis.

Ga tau ya, saya suka klik dengan idenya teteh. Kalo teteh punya ide apa, saya langsung bisa menangkap dan memaparkannya. Alhamdulillah. Makanya sampe sekarang kami ga bosan kolaborasi.

Proses menulis buku ini sama seperti buku lainnya di Indscript yaitu satu bulan saja. Dan seperti biasa saya selalu mencari referensi bahasa inggris agar karya ini terjauh dari copas. Duet sama teteh ini asiknya lagi suka melengkapi tulisan dengan quote quote. Baik itu quote pribadi maupun public figure. Jadinya saya suka bikin quote yang menginspirasi.

Menulis buku tema ini bisa dibilang mudah karena saya sebagai ibu dan teteh juga seorang ibu dan mengamati fenomena mom war di jagat maya maupun nyata. Saya perhatiin status status di fb dan juga pertanyaan teman teman lama yang bertemu kembali di fb. Ya, buku ini adalah pengalaman pribadi penulisnya dan hasil pengamatan di kehidupan sehari hari.

Apakah ada kesulitan dalam menulis buku ini?
Tentu saja. Kadang saya mengalami writer block. Seakan habis kata kata untuk dituliskan. Saya sempat bingung ketika teteh menagih suatu bab. Karena bab yang ditagih belum saya tulis. Saya mau bilang apa sama teteh. Masa mau bilang belum ditulis. Malu donk. Padahal memang belum ditulis, karena saat itu writer block melanda.

Saya ulur waktu beberapa hari ga chat sama teteh. Akhirnya ketika sedang ngasuh ponakan di rumahnya (sambil bawa buku catatan), ide untuk bab tersebut muncul begitu saja. Saya langsung menuliskannya di buku. Alhamdulillah akhirnya bab itu bisa dikirimkan ke teteh.

Ketika draft udah dikirim ke penerbit, ga serta merta langsung diterbitkan. Panjang prosesnya. Proses editing salah satunya. Kalo penerbit beres ngedit, terus dikirim ke penulis untuk proofread. Setelah saya beres proofread, tak lama dari itu komputer saya rusak. Harus diservice yg ga tanggung tanggung 2 bulan bo.

Asli dua bulan itu saya ga bisa sering kontak sama teteh. Paling hari jumat nelpon di whatsapp punya suami. Kok punya suami? Ya, saya ini bisa dibilang penulis tanpa gadget. Sampe sekarang saya ga punya smartphone. Tablet ini aja minjem punya anak. Gadget saya cuma komputer desktop di rumah :D Nah ketika buku ini terbit di penghujung tahun 2015, saya dikasih tau sama teteh via wa. Dan yang bikin tambah girang adalah penjualan buku ini dalam 3 minggu mencapai 2000 eksemplar, 1000 terjual dan PO 1000. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat.

--Sharing di grup telegram "Happy Jadi FullTime or Working Mom" hari Sabtu 27 Mei 2017--
https://t.me/joinchat/AAAAAEKGVDEZtp73HcZYfQ


Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki