Pengalaman, Menulis, dan Keluarga


Jika ditanya pernah bercita-cita untuk menjadi penulis, jawabannya TIDAK. Tapi ketika telah berhasil menulis untuk buku antologi alias jadi kontributor, saya pun bercita-cita ingin menjadi penulis terkenal. Boleh ya :D
Saya orangnya tidak suka menulis serius maupun membaca. Namun waktu masih sekolah sampe sebelum menikah saya suka curhat di buku diary. Ketika mulai menetap di Turki tahun 2005, saya merasakan perbedaan keseharian baik di sini maupun di Bandung (kota asal saya). Tahun 2006 setelah punya momongan, saya mulai ngeblog di Multiply (MP) yang sekarang sudah punah ditelan jaman. Sepertinya bergabungnya saya di MP (karena paksan sahabat), merupakan titik balik saya menjadi seorang penulis.
Saya menuliskan keseharian saya di blog MP. Menuliskan pengalaman hidup di negeri orang yang diharapkan bisa memberikan inspirasi untuk orang lain. Kemudian saya mencoba mencari media di tanah air yang bisa menerima artikel secara online. Saya pun menemukan Tribun Jabar. Rentang waktu 2008 – 2011, artikel saya sering mejeng di edisi cetak minggu pagi TRIBUN JABAR. Keluarga saya bisa membaca artikel saya, ini yang membuat saya semangat menulis di sana. Wakil Pemred Tribun Jabar ditugaskan ke Jambi dan menjadi pemred Tribun Jambi, saya pun diundang oleh beliau untuk nulis di sana. Beberapa tulisan saya mejeng juga di Tribun Jambi.
Seorang muslimah asal Malaysia meng-add saya di MP karena ia suka membaca artikel saya di web Tribun Jabar. Kami pun menjadi sahabat hingga sekarang. Dan ia lah yang men-support saya untuk mengirimkan artikel berbahasa Inggris ke koran nasional Turki berbahasa Inggris. Tahun 2010 – 2012, beberapa artikel bahasa Inggris yang saya tulis berhasil mejeng di koran tersebut.
Masih seputar MP, di sana salah satu kontak membuat undangan menulis dengan teman Long Distance Relationship. Saya pun dengan semangat menuliskan kisah cinta yang pernah dialami dan segera mengirimkannya. Alhamdulillah tulisan ini mendapat respon positif. Menjadi salah satu yang terpilih untuk ditulis dalam buku antologi Long Distance Love (Lingkar Pena - 2009).
MP bubar jalan, blog saya berpindah ke blogspot dan wordpress. Tentang saya dan Turki: www.turkiyeandmylife.blogspot.comwww.diarytomoko.wordpress.com, tentang Alanya: www.alanya-turkiye.blogspot.com, tentang Bandung: www.bandung-explorer.com, tentang resep masakan Turki: www.turkishfoodsrecipes.blogspot.com.
Meskipun MP telah bubar, pertemanan dengan teman-teman MP masih berlanjut di Facebook. Dan salah satu teman MP (mba Irawati Prillia di Jerman) mencemplungkan saya ke grup IIDN pada tahun 2012. Ketika saya dicemplungkan, di grup IIDN-LN sedang heboh dengan adanya proyek buku Traveling Around The World. Saya diajak salah satu anggota (Kak Di Rosdiana Ramli di Swedia) untuk mengikuti proyek ini. Saya pun mengikutinya dan berhasil. Bukunya terbit dua tahun kemudian dengan judul Best of Turki (duet dengan Lia Er). Buku ini meskipun proses penerbitan cukup lama, namun hasilnya cukup menggembirakan. Alhamdulillah sudah masuk cetakan tiga dan menjadi BEST TRAVELING BOOK versi Elex Media.
Best of Turki adalah buku saya yang ketiga. Ketika menunggu penerbitan buku ini, saya tidak diam dan tidak nanya-nanya ke Indscript (selaku agensi naskah) kapan buku saya akan diterbitkan. Namun cari-cari peluang lain untuk menulis buku. Mengikuti antologi yang lain dan berhasil masuk dalam antologi Storycake for Life – Mompreneur (GPU-2013).
Ketika Teh Indari menuliskan sebuah status yang mencari partner duet untuk nulis buku tentang Mompreneur, saya tentunya komen donk pengen diajak duet. Eeehhhh tak disangka saya terpilih untuk jadi partner duetnya. Seneng rasanya mau jadi partner duet penulis sekaliber beliau. Tapi di pertengahan proses penulisan buku ini, Teh Indari ngasih kabar bahwa buku ini akan menjadi buku solo saya. What? Senang? Tentu senang, karena bisa punya buku solo. Tapi kan saya ingin duet dengan penulis terkenal. Apakah buku saya akan laku nantinya? Siapa saya? Orang-orang tidak ada yang mengenal saya, kecuali pembaca blog dan pembaca buku antologi yang dua di atas. Ternyata setelah buku ini terbit –Muslimah Mompreneur (Pustaka Arafah-2013), dalam beberapa bulan sudah habis terjual 2900-an exemplar, alhamdulillah.
Padahal ketika selesai menulis buku ini, saya sakit keras hingga diopname 10 hari. jadi tidak sempat merevisi sebelum diterbitkan. Bapak mertua marah-marah karena disangkanya saya sakit karena terus-terusan menulis di komputer. Namun ketika buku ini terbit, beliau pun ikut senang.
Setelah buku ini terbit, saya mendapat tawaran lagi menulis buku bisnis. Saya terima juga karena background pendidikan saya Administrasi Bisnis dan saya pun di sini menjalankan bisnis baik offline (bisnis pakaian) maupun online (bisnis desain - www.dsplusmedia.com). Ketika mulai pengerjaan buku solo kedua ini, saya masuk rumah sakit lagi untuk 10 hari karena pneumonia dan hasil biopsi menunjukan bahwa saya terkena TBC (harus terapi obat selama 6 bulan). Meskipun sakit, saya tetap bisa menyelesaikan penulisan buku solo kedua yang terbit dengan judul Womenpreneur Checklist (Stiletto Book – 2014).
Keinginan duet dengan Teh Indari akhirnya terlaksana pada tahun 2015 terbit buku duet kami yang berjudul FullTime Mom VS Working Mom. Yang mana buku ini dalam tiga minggu saja berhasil terjual 1000 exemplar.
Sekitar tahun 2014, seorang penulis senior merekomendasikan nama saya pada Liputan Islam sehingga saya pun diundang untuk menulis di sana. Alhamdulillan beberapa tulisan saya bisa dibaca di liputanislam.com kolom travel.
Tahun 2014 juga saya mengenal Alda Trisda (alumni Sekolah Perempuan) yang punya usaha di bidang kepenulisan. Sampai sekarang saya menjadi translator di Trisda Literature Foundation.
Semua buku dan artikel yang saya tulis adalah dari pengalaman. Kita akan mudah menuliskan sesuatu jika kita mengalami secara langsung. Dan juga tentunya dukungan dari keluarga sangatlah penting. Suami dan anak saya sangat mendukung kegiatan menulis saya. Begitu pun dengan ibu mertua, beliau pun mendukung kegiatan menantunya ini.
Sekarang waktu saya untuk menulis sangat sangat pendek. Karena saya harus kerja full time di toko. Tambah sekarang suami meneruskan sekolahnya (S2). Setiap ada pekerjaan rumah alias PR, saya yang jadi penulisnya (ngerjain sendiri atau barengan). Mentang-mentang istrinya penulis jadinya dimanfaatin dech -_- but it’s ok, toh ini juga untuk masa depan kami. Untung saja tadi suami kasih kabar bahwa minggu ini tidak ada kuliah sampai dua minggu ke depan. Jadi PR translate jurnal ilmiah dari bahasa Inggris ke bahasa Turki bisa ditunda dulu sampe besok karena saya harus nulis sharing ini dulu tonite :D
Meskipun saya full time di toko, saya bawa buku catatan untuk menulis semua ide yang muncul (maklum belum punya laptop). Saya bawa tablet punya anak untuk tetap bisa komunikasi via Facebook atau Gmail. Dan sekarang saya sedang menunggu kelahiran Modul Bisnis INOVASI 2017. Sepertinya bulan ini sudah bisa PO dech.
Menetap di Turki membuat saya terpaksa untuk bisa berbahasa Turki. Alhamdulillah bahasa itu sudah saya kuasai. Saya pun mengajar bahasa Turki secara online via Skype, Gmail, FB Chat, atau yang mana aja yang available. Bagi yang tertarik ingin belajar bahasa Turki, bisa menghubungi saya langsung ke inbox. Saya juga sedang proses menulis buku belajar bahasa Turki. Mohon doanya ya.
Sudah cukup panjang saya menulis. Sampai di sini sharing dari saya. Semoga bisa memberikan sedikit inspirasi bagi ibu-ibu semua.
Salam sayang dari Alanya
Dian Akbas

Tulisan ini merupakan sharing saya di grup Facebook Ibu-ibu Doyan Nulis-Interaktif

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Menikah di Turki

Kejutan Malam