Hening satu menit


Pagi pagi udah kedengeran yang nyoba speaker dari balaikota. "Ses kontrol ses kontrol", begitu katanya.
Kupikir mau ada pengumuman kematian seseorang...ternyata...

Waktu menunjukkan 9.05 terdengar suara sirine dari speaker tersebut. Ohhh...hari ini tgl 10 nov, hari meninggalnya pendiri republik ini. Jadi setiap tgl ini jam segini, memperingati kematiannya. Seluruh Turki pada jam 9.05 setiap tgl ini serentak diperdengarkan sirine selama satu menit dengan tujuan untuk menghormatinya.

Semua orang di jalanan atau di mana pun akan berdiri diam untuk satu menit (gimana kalo lagi BAB ya). Semua kendaraan pun akan berhenti dan bahkan pengemudinya akan keluar dari mobil dan berdiri diam satu menit (ini yang saya lihat di berita tv).
─░ni pertama kali sejak berada di Turki saat 10 nov, saya berada di toko. Saya ingin melihat keluar bagaimana orang orang di luar sana saat satu menit tersebut. Tapi saya tentunya tidak bisa bebas lihat sana sini karena nanti dianggap tidak menghormati. 

Saya diam dekat pintu melihat keluar dari pintu kaca yang digantungi rok rok jadi ga ada yang tahu kalau saya ngintip.
Saya lihat pegawe pegawe toko sebelah dan sebrang berdiri diam depan toko masing masing. Ada juga pejalan kaki yang langsung diam di depan toko yang dilewatinya.
Tapi ada pengemudi motor yang cuek saja berkendara. Ada juga dua orang ibu biasa aja nyebrang jalan pada saat sirine terdengar. Mungkin mereka lupa ini moment apa atau mungkin memang tak peduli.

Namun meskipun begitu, saya tidak tahu apa yang ada di benak setiap orang yang berdiri diam tersebut. Apakah mereka benar benar menghormari atau mendoakan atau hanya sekedar keharusan atau mengutuk?
Entahlah ini hanyalah orang orang itu dan Tuhan yang tahu.
Sementara di tanah airku hari ini sedang memperingati Hari Pahlawan.
Semoga perjuangan para pahlawan tidak menjadi sia sia. 
Tetap bersatu Indonesia.
10 Nov 2016





Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Menikah di Turki

Kejutan Malam