Posts

Showing posts from July, 2015

[PGA] Kanuni Sultan Süleyman sang Penyair

Süleyman yang Agung adalah penakluk kreatif yang memegang pedang dan pena. Pada kematiannya, beliau meninggalkan kekuasaan Ottoman yang sangat luas—dan lebih banyak ayat daripada sultan yang lainnya. Berkat patronase dan lingkungan budaya dinamis pada Era Süleyman, puisi Ottoman, yang telah berkembang selama dua ratus tahun, mencapai puncak dari era klasik. Itu menjadi prestasi puncak.

Dengan bangga (yang dapat dibenarkan), Sultan Süleyman menyebut dirinya sebagai kaisar “lahan dan laut yang sangat luas” di sebagian besar komunike resminya dan dalam beberapa puisinya. Statusnya sebagai "penakluk Dunia" tetap utuh sejak paruh pertama abad ke-16. Dalam menggambarkan sebagian pendahulu dan penerusnya, Eropa menggunakan kata sifat netral atau istilah merendahkan, tapi untuk Süleyman digunakan nama "Grande Türke". Bagi orang Turki, beliau (dan masih) "Kanuni" (Pemberi Hukum atau Legislator), tetapi Eropa menyatakan kekaguman mereka untuk beliau dan aturan ceme…

[PGA] Mevlana Celaleddin Rumi: Cinta dari Konya untuk Dunia

Rumi, merupakan gambaran manusia sempurna, the deathlessness of the loving soul, gairah sukacita, dalam dimensi artistik keyakinan dan kemanusiaan. Telah memberikan “nilai-nilai kemurnian hati” pada Turki, Iran, dan negara Islam lainnya, serta dunia pada umumnya. Lahir di Afganistan dan menghabiskan 50 tahun hidupnya di Konya (Turki). Rumi meninggal pada tanggal 17 Desember 1273 (dikenal sebagai Şeb-i-Aruz), dan hari iitu dianggap sebagai “wedding night”, malam ketika ia pergi meninggalkan kehidupan dunia dan akhirnya bersatu dalam cinta dengan Ilahi.

Setiap tahun pada tanggal tersebut, Konya menyelenggarakan upacara peringatan bagi Mevlana Rumi yang berlokasi di Mevlana Kültür Merkezi (Mevlana Cultural Center).

Pengaruh Mevlana pada sastra Turki klasik adalah fakta yang tak terbantahkan, tulis seorang cendekiawan Turki modern tentang Rumi. Semenjak di masanya, Rumi telah memberikan pengaruh pada sastra dan masyarakat. Efeknya pada puisi Persia, yang berpuncak pada Jami, dan berlanjut…

[PGA] Yunus Emre, Penyair Sufi Cinta

Yunus Emre, salah satu tokoh terkenal dalam sejarah literatur Turki. Adalah seorang sufi yang tinggal di jantung Anatolia di akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14, yang berarti pada akhir Kesultanan Selçuk dan awal Kesultanan Ottoman. Yunus mengarang puisi dan himne tentang supremasi cinta manusia dan ilahi, serta tentang perlunya pemahaman antar bangsa, masyarakat etnis, dan agama.

Yunus emre yang sederhana, lembut, paduan lirik cinta dan kedamaiannya telah mengilhami Turki selama berabad-abad. UNESCO memberikan penghormatan kepadanya dengan menyatakan tahun 1991, sebagai " International Yunus Emre year," yang dirayakan di banyak negara.

Sangat sedikit yang diketahui tentang kehidupan Yunus Emre ini. Tidak ada dokumen yang dapat diandalkan. Apa yang kita ketahui tentang beliau, selain dari apa yang beliau sebutkan di dalam ayat-ayatnya, mungkin juga ditemukan dalam legenda yang telah turun temurun melalui tradisi lisan selama berabad-abad. Yunus mungkin terlahir sebagai peta…

Persaudaraan Indonesia

Kalau ga salah tiga hari sebelum lebaran, saya bertemu dengan orang Indonesia asal Bali. Saat itu menit-menit menjelang iftar. Saya sedang menyiapkan makanan untuk iftar di depan toko. Terlihat ada dua cewe berjalan akan melewati toko kami. Saya berpikir kalau wajah mereka mirip orang Indonesia. Saya melihat mereka dan mereka pun melihat saya (mungkin mereka berpikir sama seperti saya).

Setelah dekat, kami saling melempar halo. Dan kami pun bersamaan bertanya "Indonesia?" Setelah jawaban "Ya" saling kami lontarkan, kami pun refleks berpelukan. Senangnya bertemu dengan saudara senegara di negeri rantau ini.

Kami memang berasal dari pulau yang berbeda, kultur kami juga beda. Bahkan agama kami pun beda. Tapi atas nama Indonesia, kami merasakan persaudaraan.

Indonesia sedang mengalami ujian yang sangat berat.
Keramahan dan sikap toleransi yang sudah mendarah daging apakah sudah meluntur?
Apakah Bhinneka Tunggal Ika masih berlaku?

Marilah kita merenung bersama dan bersa…

Malam Lebaran yang Menggila

Kaki saya sudah tak kuat lagi untuk diajak berjalan, namun menjelang jam 2 pagi saya dan anak masih kelayapan di pusat kota Alanya untuk belanja beberapa kebutuhan makanan. Padahal tepat jam 00.00 saya sudah belanja permen dan coklat untuk persiapan lebaran.

Di Indonesia, saya tak pernah merasakan kegilaan seperti ini saat malam lebaran. Saya gak tahu keadaan malam lebaran sekarang ini di Indonesia di pusat-pusat perbelanjaan. Apakah jam 1 pagi masih ada pusat perbelanjaan atau toko-toko pakaian yang buka?

Di Alanya, semakin malam menjelang pagi, orang-orang semakin banyak yang shopping karena toko-toko masih buka seperti halnya toko kami yang berada di pusat kota. Sudah tradisi seperti ini di Alanya. Saya sudah merasakan tradisi ini sejak 10 tahun yang lalu. Sebagai pedagang sih kami senang-senang saja jika sampai pagi masih ada yang datang untuk belanja di toko kami. Memang capek yang sangat, itulah risiko untuk mendapatkan sekarung berlian :D

H-2, jam 9 pagi bergegas menuju toko un…