[Part 8] Telepon dari Emniyet

Menjelang jam 10 pagi, suami nelpon dari toko. Meminta saya datang ke toko karena barusan ada telepon dari Emniyet yang meminta suami untuk datang ke sana. "Duhhh ada apa ini, apakah ikamet saya udah datang? Padahal kemarin saya baru dari sana," gumam saya. Saya pun segera ganti baju dan berlari keluar rumah untuk menunggu bus di halte dekat rumah.

Sesampainya di toko, suami udah siap-siap di luar akan pergi. Saya pun memberikan kentkart yang masih berisi uang pada suami.

Tak lama kemudian suami nelpon dari Emniyet, ternyata ini menyangkut penyakit yang pernah saya derita. 2013-2014 saya menderita TBC dan pengobatan berlangsung 6 bulan. Ketika awal-awal pengobatan, pihak klinik TBC Alanya memberikan laporan pada pihak Emniyet, yang mana laporan ini pun sampai ke Kemenlu Turki. Pihak KBRI mendapatkan laporannya dari Kemenlu Turki. Suatu hari pihak KBRI menelpon saya perihal ini, menyakan kabar saya dsb. Terima kasih sudah memberikan perhatian pada saya :)

Tapi sepertinya ketika pengobatan berakhir, pihak klinik tidak memberikan laporan lagi pada Eminyet. Jadi hal ini menjadi tanda tanya, apakah saya sudah beres pengobatan atau bagaimana. Maka hari ini, pihak Eminyet meminta dokumen resmi tentang hal ini.

Sepulangnya suami dari Emniyet, saya tidak bisa langsung pergi ke klinik TBC karena waktu istirahat siang. Menjelang jam 1, saya menuju dolmuş durağı --pemberhentian bus--. Jam 1 teng bus beroperasi, sekitar 1.10 udah nyampe di klinik. 4 petugas lagi pada nongkrong di teras klink termasuk suster yang menangani saya. "Dian gelmiş!" seru salah satu petugas. "Ada apa Dian, mau kontrol?" tanya suster.. "Engga, saya mau meminta sesuatu. Mau minta dokumen resmi yang menuliskan tentang kapan pengobatan saya berakhir. Pihak Emniyet memintanya, untuk keperluan ikamet saya," ungkap saya. "Oh itu mah dokter yang buat, kamu tunggu dulu bentar, dokternya belum datang," ucap seorang petugas yang laki-laki. Saya pun berlalu ke dalam dan menunggu.

Tak lama kemudian dokter datang, tapi rupanya mereka lupa tentang keperluan saya. Salah satu petugas mengingatkan suster tentang saya dan suster pun langsung memanggil saya ke ruangannya. Setelah mengambil berkas-berkas saya di lemari, kami langsung menuju dokter dan suster membicarakan tentang keperluan saya pada dokter. Dokter pun langsung mengetik dokumen yang dimaksud di komputer dengan melihat dokumen arsip (kok ga ada sekretaris ya :D). Untuk membuat dokumen ini, saya diminta membuat dilekçe --surat permohonan--. Dokter mendiktekan apa yang harus saya tulis dalam dilekçe tersebut. Serasa sedang ujian menulis Türkçe saja heheh. Dan saya pun menandatanganinya.

Setelah dokumen beres diprint dan ditandatangani oleh dokter, petugas yang laki-laki memasukannya ke dalam amplop dan memberikan pada saya. Setelah berterima kasih pada mereka semua, saya pun berlalu pulang.

Besok dokumen ini akan disampaikan ke Emniyet oleh suami.


Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Menikah di Turki

Kejutan Malam