[Part 7] Tanya Sendiri ke Emniyet

Biasanya suami yang pergi ke Emniyet untuk menanyakan perihal ikamet saya. Hari ini saya sendiri yang pergi ke sana. Jam 8 pagi dari rumah, naik bus yang lewat sekitar 8.15. Disambung bus no.2 di sebrang RS Başkent. Saya udah lupa rute bus ini, karena terakhir kali naik bus no.2 yang mengarah ke Emniyet adalah tahun 2005 :D Jadi pagi ini saya salah turun yang mana mengharuskan saya jalan kaki kurleb 1 km. duhhh olahraga pagi dech. Sekitar jam 9.10, saya udah sampai di Emniyet.

Masuk gedung melewati pemeriksaan dulu. Tas saya diperiksa. Polisi cowo yang meriksa nanya gini, "orang sini bukan?" Suaranya kurang jelas, maka saya pun memastikan pertanyaannya "Efendim?" Si polisi pun mengulang pertanyaannya. "Suami saya orang sini," jawab saya sambil tersenyum. "Kamu orang mana?" pertanyaan tambahan darinya. "Endonezya," jawab saya. "Bahasa Turkinya bagus," pujinya. "Sudah 10 tahun di sini," timpal saya. Pemeriksaan pun selesai dan saya pun menuju lantai 2.

Di ruangan untuk mengajukan ikamet kosong melompong. Iya lah wong baru buka ga ada yang ngantri. Ada seorang petugas di sana, saya pun menuju ke meja nya. "Merhaba, saya mau tanya sesuatu," sapa saya. "Ke bapa ini saja," pintanya menunjuk seorang petugas yang baru masuk ruangan. Saya pun menuju petugas yang dimaksud. "Merhaba, saya mau tanya, kenapa ikamet saya belum datang juga?" tanya saya sambil memberikan bukti aplikasi ikamet. Petugas pun mengambilnya dan melihat file di komputer. "Nama kamu Dian?" tanyanya. "Iya," jawab saya. "Surnamenya?" tanyanya kembali. "Dian Andriany Sunaryo," suka bingung ditanya surname, malah jadinya nyebutin nama lengkap :D Si petugas pun bingung dengan nama panjang begitu. Lalu ia menuju ruang sebelah. Ketika kembali, ia meminta saya mengikutinya ke ruangan sebelah. "Ibu itu akan membantu kamu," ucapnya sambil menunjuk salah satu Polwan di dalam ruangan. Saya pun menuju ibu yang dimaksud. Tapi sepertinya ibu tersebut sedang sibuk dan ia meminta rekan polwannya untuk membantu saya, rekannya pun menyanggupinya. Saya dimintanya duduk dan menunggu karena dia sedang ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan.

Sambil menunggunya selesai, saya siapkan ikamet lama, paspor dan bukti aplikasi. Ketika si ibu sudah selesai dan siap membantu saya, maka saya berikan 3 dokumen yang telah saya siapkan barusan. si ibu pun mengeceknya di komputer. "Belum datang juga?" tanyanya. "Belum," jawab saya.

Saya melihatnya menuliskan tanggal 24-11-2014 di bukti aplikasi saya. Tanggal tersebut menandakan tanggal approval ikamet saya. Ibu ini membicarakan dengan polwan sebelah yang mana tanggal tersebut sudah di-approve berarti harusnya tanggal sekarang sudah datang pos nya. "Apakah ga ada di antara file yang datang?" tanya polwan sebelah. "Ga ada," jawab ibu yang membantu saya. bla bla bla --datang bapak berkacamata ke dalam ruangan dan duduk di tempat kerjanya, bapak ini biasa dipanggil "hoca" rupanya beliau bisa dibilang sesepuh--

"Ohhh ini uzun dönem (permanent)," ungkap si ibu sambil menuliskan uzun dönem di bukti aplikasi saya. "Sunaryo bukan," sahut si bapak berkaca mata. "Iya," jawab saya. "Kamu ngapain ke sini? saya kan udah bilang ke suami kamu. Kita masih menunggu," ungkapnya. Polwan yang membantu pun memberikan dokumen-dokumen saya sambil mengisyaratkan bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu. Tapi saya keukeuh ingin tahu kapan kartu ikamet saya akan datang, "jadi kapan akan datang?" tanya saya keukeuh. "Bekliyoruz," jawab si bapak berkacamata. "Kamu tidak usah ke sini lagi, nanti kartunya akan datang ke sini dan saya akan nelpon kamu untuk mengambilnya," tambahnya. "Ohh jadi kartunya akan datang ke sini?" tanya saya memastikan. "Iya, jadi kamu tunggu aja telpon dari saya," jawab si bapak. "OK kalo gitu terima kasih," ucap saya sambil berlalu keluar.

Saya pun sedikit tenang dengan pernyataan si bapak berkacamata bahwa ikamet saya akan datang ke Emniyet. Dan sekarang saya hanya menunggu telepon dari si bapak. Bismillah :)


Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki