Sebuah Bantuan


Tiga hari sebelum lebaran saya dan suami ke bank dengan tujuan untuk membuka akun tabungan untuk saya. Karena saya tidak membawa paspor meskipun ikamet sudah ditunjukan, tapi tidak diperkenankan untuk mengisi formulir hari itu. Padahal saya sudah mulai mengisi nama di formulirnya. Keesokan harinya saya pergi ke bank sendiri dengan paspor di tas dan ikamet tentunya.
No Antrian di Bank
Langsung saya menuju meja yang kemarin dengan berkata demikian “pardon, dün ben geldim”.  Petugasnya masih ingat saya “hesap açtırmak için” lalu Ia pun memberikan formulir yang kemarin sudah saya isi sedikit.
Formulir beres diisi lalu tandatangan di beberapa halaman formulir, di lembaran-lembaran buku dan di beberapa lembaran kertas. Petugas mengetik informasi tentangku di komputer. Saat itu juga saya mendapat sms dari bank tersebut yang berbunyi:
***** no. lu ****bank musteri numaranız olusturulmustur.
*****bank’a hosgeldiniz
Petugas yang menangani meminta bantuan satpam untuk mengambilkan nomor antrian untuk saya, nomornya 120. Lalu petugas bilang bahwa akun saya sudah dibuka dan saya dapat mengambil buku tabungannya di kasir. “Hayirli olsun” ucapnya.
Setelah mengucapkan terima kasih, saya pun mengantri. Saat itu antrian baru menunjukan 60-an. Berarti saya harus menunggu kurang lebih 60 lagi. Kursi untuk menunggu penuh semua, jadinya saya berdiri dekat pintu. Ketika orang yang duduk di pojokan tangga pindah, saya langsung duduk di sana.
Nomor antrian yang dipanggil berangsur naik dan tiba di nomor 92. Datang seorang ibu dan anak mendekati. Mereka sudah beres dari kasir lalu si ibu memberiku nomor antriannya yang belum terpakai, ternyata nomor 96.
Alhamdulillah, berarti saya hanya menunggu 4 orang lagi. Nomor 96  dipanggil, saya pun menuju kasir.
Saya: Saya ingin mengambil buku tabungan.
Kasir: Tabungannya sudah dibuka?
Saya: Ya sudah.
Kasir: Jenis tabungan apa, TL?
Saya: Ya TL.
Kasir: Mau pakai kartu ATM?
Say. Ya.
Kasir: Mau menabung?
Saya: Berapa? (di sini saya belum pengalaman jadi bertanya demikian karena siapa tahu ada minimalnya)
Kasir: Bebas. (Tapi doi tidak bilang kalau harus sekarang nabung, jadi eike belum ngasih uangnya)
Trus kasir ngasih slip yang menunjukan nomor akunnya tapi tidak memberi buku tabungannya. Jadi saya diam aja di situ. Padahal si kasir udah menangani konsumen yang lain. Ketika konsumen itu udah beres langsung saya tanya lagi, buku tabungannya mana?
Kasir bilang begini, buku tabungan akan diberikan kalau diisi dulu. yeee bilang donk dari tadi harus nabung sekarang gitu.
Saya pun memberikan 50 TL sebagai isian awal. lalu kasir mengisi di buku tabungannya dan memberikan pada saya. Sebelum lupa saya pun menanyakan kapan kartu ATM bisa saya ambil. Ternyata waktunya sama seperti di Indonesia yaitu 2 minggu kemudian kartu ATM bisa diambil. Setelah mengucapkan terima kasih pada sang kasir saya pun bergegas meninggalkan bank.
Tapi sebelum meninggalkan bank saya menghampiri seorang wanita berjilbab dan saya tanya berapa nomor antriannya. Ternyata di nomor 150-an, lalu saya berikan nomor antrian 120 padanya. Ia pun berterima kasih pada saya.
Jumat, 17 Agustus 2012

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Menikah di Turki

Kejutan Malam