Menengok Teman Anak yang Menderita Leukemia

Hari ini, Selasa (22 Jan 2013) menengok teman sekelasnya Emine yang terkena Leukemia.
Ketika akan pergi ke sekolah setelah istirahat makan siang di rumah, Emine memanggil-manggil dari bawah.
Saya pun menghampiri jendela dan bertanya ada apa. Katanya nanti jam 12.30 gurunya mengajak wali murid untuk menjenguk Efe (teman sekelas yang menderita leukemia) ke rumahnya, murid-murid juga boleh ikut.

"Anne cepat ganti baju, kita pergi ke sekolah sama-sama".

Saya masih berpikir apakah nanti dia tidak ada pelajaran atau bagaimana, kok pergi menengok jam 12.30. Sedangkan jam 1 harus masuk kelas untuk melanjutkan pelajaran. Tapi bagaimana kalau yang dikatakannya itu benar, karena ada ibu temannya juga sudah bersiap untuk pergi. Saya pun bergerak cepat untuk ganti baju dan meluncur ke jalan.

Tadinya saya akan pergi naik bus saja karena takutnya jemputannya Emine penuh sama anak-anak. Tapi kata Emine jemputannya kosong. Jadi saya pun ikut naik jemputan.

Sampai di sekolah, wali murid yang ada hanya saya dan ibunya Merve (tetangga). Ketika gurunya datang, saya langsung menghampirinya dan bertanya tentang apakah benar akan menengok dan kapan. Guru membenarkan bahwa akan menengok tapi nanti sepulang sekolah yaitu jam 14.30.

Ah dasar Emine suka salah kalau kasih informasi. Jadi apa boleh buat, saya tunggu saja di halaman sekolah sampai waktu pulang.

Waktu pulang sekolah pun tiba, guru mengkoordinir kendaraan yang akan dipakai. Beliau meminta kesediaan salah satu jemputan (yang memang kosong) untuk mengantarkan kami ke rumah Efe. Jemputan tersebut memang tujuan akhirnya di dekat rumah Efe, karena rumah salah satu murid yang ikut jemputan tersebut berlokasi di sana.

Kami pun tiba di rumah Efe, ibunya menyambut kedatangan kami. Seperti biasa jika menjenguk ke rumah seseorang di sini, pasti disuguhi macam-macam (teh dan kue-kue, salad). Guru bertanya tentang keadaan Efe dan ibu-ibu yang lain juga (tidak semua wali murid di kelas Emine ikut menjenguk, hanya beberapa orang saja termasuk saya). Ibunya Efe menjelaskan bahwa Efe sekarang di Rumah Sakit di Antalya, kemungkinan kami akan pindah ke sana, karena tidak baik untuk Efe jika harus pulang pergi Alanya-Antalya.

Bagaimana Efe diketahui menderita leukemia? "salah seorang ibu bertanya". Ibunya Efe pun menjelaskan seperti ini bahwa ini diketahui tiba-tiba saja. beberapa waktu lalu ada pemeriksaan secara umum dan gratis di sekolah. Dokter memberitahu bahwa Efe menderita anemia, harus diperiksakan ke rumah sakit untuk lebih detailnya. Wali kelasnya langsung memberitahukan hal ini pada orangtua Efe. Lalu mereka pun membawa Efe ke rumah sakit untuk diperiksa, ternyata dokter di rumah sakit memvonis Efe menderita Leukemia. Kemudian Efe pun dibawa ke rumah sakit di Antalya untuk ditindaklanjuti dan sampai sekarang Efe berada di sana.

Untuk memberikan dorongan kepada Efe, gurunya meminta teman-teman di kelasnya untuk membuat gambar yang mana gambar tersebut akan diberikan pada Efe. Emine pun membuat gambar untuk Efe. Tadi saat ke rumah Efe, gurunya memberikan semua gambar buatan teman sekelasnya kepada Ibunya Efe untuk disampaikan pada Efe.

Semoga saja Efe dapat berjuang melawan penyakitnya dan semoga lekas sembuh, Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki