iyi bayramlar

Setelah berpuasa selama bulan Ramadhan, umat muslim seluruh dunia merayakan hari raya Idul Fitri pada 1 Syawal. Begitupun dengan umat muslim di Turki. Aura lebaran sudah terasa beberapa hari sebelumnya. Ditandai dengan semakin ramainya pusat-pusat pertokoan oleh orang-orang yang berbelanja baju lebaran serta kebutuhan-kebutuhan untuk lebaran. Seperti halnya di pusat pertokoan tempat kami berusaha. Tiga hari menjelang lebaran aktifitasnya meningkat hingga trotoar pun digunakan oleh para pemilik toko. Pusat pertokoan yang berkonsep city walk yang mana trotoarnya luas untuk kenyamanan para pejalan kaki maka pada tiga hari menjelang lebaran konsep itu sepertinya hilang.

Area tersebut terlihat seperti kawasan pedagang kaki lima padahal bukan. Dagangan yang terdapat di trotoar tersebut adalah dagangan dari dalam toko yang dikeluarkan oleh para pemilik toko agar dapat menarik pembeli lebih banyak. Jika pada hari biasa melakukan hal seperti itu tidak diperbolehkan oleh pihak pemerintah kota. Pada hari-hari menjelang lebaran pun sebetulnya juga tidak boleh tapi para pemilik toko tetap melakukannya karena sepertinya hal tersebut telah menjadi tradisi yang terselubung.

Biasanya sehari menjelang lebaran saya di rumah saja tidak pergi ke toko tapi tahun ini karena anak juga sudah agak besar jadi suami meminta saya untuk membantunya di toko. Menjelang iftar saya dan anak menuju toko, ketika sampai di area pertokoan saya kaget melihat suasananya yang sangat ramai dan area tersebut sudah seperti area pedagang kaki lima. Dagangan digelar seperti halnya lapak kaki lima.

Malam lebaran kali ini diguyur hujan lebat dan listrik pun beberapa kali mati yang mengakibatkan konsumen enggan masuk ke dalam toko karena toko gelap. Suami pun beberapa kali menelpon ke pengaduan listrik yang akhirnya listrik pun menyala kembali. Semakin malam suasana semakin ramai oleh orang-orang yang akan berlebaran. Di supermarket-supermarket pun tak kalah ramai. Menjelang tengah malam, saya pun ke supermarket untuk membeli beberapa bungkus permen dan coklat untuk persiapan lebaran. Karena tradisi di Turki setiap lebaran haruslah ada pemern atau coklat untuk disuguhkan ke para tamu yang datang ke rumah selain tentunya ada lokum (turkish delight) dan kue-kue manis khas Turki. Dan juga untuk dibagikan kepada anak-anak yang tradisinya berburu permen ke rumah para tetangga selain tentunya tradisi salam tempel alias angpaw dari orang tua dan para kerabatnya.

Indahnya lebaran sangat terasa, saling mengenal atau tidak, saling mengucapkan iyi bayramlar (selamat lebaran). ketika konsumen meninggalkan toko, konsumen dan pemilik toko akan saling mengucapkan iyi bayramlar. Ketika konsumen selesai membayar belanjaannya di kasa supermarket, kasir pun akan mengucapkan iyi bayramlar dan konsumen pun akan mengucapkan hal yang sama. Saya pun mendapat ucapan itu dari kasir ketika selesai membayar belanjaan dan saya pun membalasnya dengan mengucapkan hal yang sama sembari memasukan belanjaan ke kantong plastik dan saya pun berlalu keluar dari supermarket untuk kembali ke toko membantu suami dan pulang ke rumah menjelang subuh. Meskipun tidak saling mengenal tapi hal itu sudah menjadi tradisi disini.

Pada kesempatan ini yang mana masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1430 H, saya dan keluarga di Alanya ingin mengucapkan iyi bayramlar untuk teman2 semuanya, selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin.


Alanya, 24 September 2009

Dian Akbas

Comments

  1. dian..selamat lebaran ya...mhn maaf bila ada kata2 yg salah..:)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki