Showing posts with label turis pakistan. Show all posts
Showing posts with label turis pakistan. Show all posts

Turis Pelit atau Ga Tau Harga?


Tadi ada sepasang turis pakistan yang tinggal di uk datang ke sini. Si istri mencoba ferace, pas di badannya. Harganya 150 TL.
"Wah mahal banget," katanya.
"Di uk bisa dapat murah ini harganya," tambahnya.
Saya kasih tahu kalau harga segini tuh normal di sini.
"Give us a good price, we'll take it," katanya lagi.
"Kalian nyari yang harga berapa?" tanya saya.
"Give us 40," katanya
"What? 40 lira for this?" tanya saya kaget. Karena mungkin dikiranya saya ngasih harga dalam poundsterling. jadi saya tegaskan kalau ini dalam lira.
"Yes 40 lira," katanya.
nawar 100 aja belum tentu dikasih, ini nawar ga kira kira. setengah harga aja ga ada tuh 40 lira.
istigfar, nyebut ya Allah nyebut. jangan sampai keluar kata kata kasar.
antara pengen ketawa dan berkata kata kasar. gila aja ini turis. mana ada abaya 40 lira. harga blus aja udah 50 lira. ckckck
Kalau bisa dapat harga murah di uk, ya beli di uk aja, ngapain belanja di turki.

Horang Kaya


Barusan seorang hanut membawa customer sepasang turis asing ke toko saya.
"Jangan kasih harga terlalu tinggi, mereka pasti beli banyak," kata si hanut.
Yah saya mah ke siapa pun juga ngasih harga biasa aja toh. Kalau customer bawaan hanut mestinya saya kasih harga lebih coz nanti kan saya harus ngasih si hanut 10%. Tapi ga masalah, yang penting berkah.
OK kembali ke customer yang ini.
Kelihatannya pasangan turis ini seperti orang biasa aja, tapi ternyata mereka horang kaya. Sembari memilih pakaian yang ingin dibelinya, saya tanya asalnya. "We are from UK," jawab si istri.
Karena melihat wajahnya yang seperti orang Asia, saya pun menanyakan originnya. "Pakistan," jawabnya
Setelah pilih pilih pilih, fix mau beli 3 longdress. Tanpa dicoba si istri pede mau membelinya. Saya sarankan untuk dicoba karena takutnya ga pas ukurannya.
Ia mencoba longdress yang warna navy. Ternyata kekecilan. Akhirnya dua longdress yang lainnya pun dicobanya. Yang satu kekecilan, yang satu pas. Saya berikan ukuran lebih besar untuk yang kekecilan.
Saya pikir cuma mau beli longdress saja. Eh mereka milih milih pasmina dan fix beli 6 pcs. Di etalase ada cowl hasil rajutan saya. Mereka pun tertarik dan beli 3 
Terus si suami yang royal, malah meminta si istri untuk memilih jaket summer. Jadi beli juga satu jaket.
Mereka nanya harga untuk sekedar tahu saja, untuk diconvert ke poundsterling. Tidak keluar permintaan discount dari mulut mereka. Tapi saya juga ga kebangetan ngasih harga. Semua harga yang dikasih, sudah harga discount.
Setelah beres bayar pake kartu debit dan saya membungkus semua yang dibelinya, eh mereka masih milih longdress lagi. Tambah lagi dech satu longdress warna hitam harganya 150. Untuk yang ini mereka bayar pake uang cash. Si istri mengeluarkan 100 dan suami 100. Berarti saya harus ngasih kembalian 50. Ketika saya ngasih kembalian ke si suami, "It's OK. Keep it," katanya.
Saya rada melongo mendengarnya. Ini 50 lira lho, bukan 5 atau 15 lira.
"But it's too big," ucap saya sambil menyodorkan uang 50 lira.
"No no, keep it," kata si suami keukeuh.
Ya sudah, alhamdulillah, ga boleh menolak rezeki 
Setelah kami saling berterima kasih, mereka pun pergi keluar dari toko saya dengan membawa 4 tas hasil borongannya. Alhamdulillah.

Bapa pakistan


Tadi jam 6an ada seorang bapak turis masuk ke toko. Dia orang pakistan yang tinggal di uk. Si bapa mau beli 2 abaya dan 2 scarf (akhirnya beli pasmina).
Sembari milih milih ukuran dan model abaya, saya sambil nanya asal si bapa ini.
Selagi saya mencari ukuran yang diinginkannya, si bapa nanya asal saya.
Ketika saya jawab Indonesia, si bapa bingung. Aduh waktu pelajaran geografi kamana si bapa teh.
"Itu di perbatasan rusia?"
"'Cina?"
Saya jadi pengen beli atlas buat ditaro di toko. Jadi kalo ada customer yang ga tau Indonesia, saya kasih liat aja di atlas 
Untung aja si bapa jadi beli 2 abaya dan 2 pasmina. Padahal tadi udah ga setuju ama harga diskon yang saya berikan. Dia udah keluar, eh balik lagi. Katanya dia ga mau keliling tempat lain, udah capek.
Baru nih ketemu turis pakistan dan tinggal di uk pula yang ga tau Indonesia. Ckckck

Hadiah dari Turis Pakistan

Present from Pakistani (living in UK) tourist. They came to my shop to buy abaya for their daughter. Daughter tried a model of abaya with beige color. Too bad that no fit size for her. They feel sorry because cant buy anything from my shop. Before leaving my shop, the father gave me a box of dates. 
"This is for you," he said.
"No, thank you," I said.
"You must take this. This is gift for you," he said.
"Thank you," I said.
"I must give you something," he added.




Suami yang royal


Kemarin sepasang turis uk asal kashmir memborong di toko saya. Sang suami memakai kursi roda menunggu setia di pintu masuk. Sang istri terlihat patuh pada suaminya. Ia meminta saya memperlihatkan model model ferace warna apapun yang sesuai ukuran badannya. Saya pun memperlihatkan model yang ada dengan ukuran sesuai untuknya. Kemudian ia lihatkan pada suaminya. Jika suaminya suka, ia akan mencobanya.
Jika menuruti suaminya, ia harus mencoba hampir semua ferace yang saya tunjukkan. Karena si suami menyukai hampir semuanya. Bahkan warna warna yang tak disukanya pun si suami memintanya untuk mencoba. Setiap yang dicoba langsung dipisahkan untuk dibeli. Saya sih sebagai penjual asik asik aja diborong begini. Tapi saya merasa kasihan juga sama si istri kalo harus memakai baju yang warnanya tidak disukainya. Karena saya juga ga suka dipaksa memakai baju yang tidak suka warnanya.
Si suami memintanya untuk mencoba pardesu warna kuning tapi si istri nampak tak suka. Ya sudah saya cari akal agar mereka tak jadi membeli si kuning ini. Tak apalah mereka tak jadi membeli pardesu kuning, toh mereka sudah memborong banyak ferace. Yang penting si istri merasa nyaman dengan yang akan dipakainya.
Setelah cukup lelah si istri mencoba semua yang akan dibeli, lalu si istri minta ijin pada saya untuk numpang salat ashar. Saya pun mempersilakannya untuk salat di fitting room dan memberikan sejadah.
Selesai salat, kami menghitung yang harus dibayarkannya. Saya tulis di buku lalu diperlihatkan padanya. Kemudian ia lihatkan pada suaminya. Karena minta diskon lebih, saya hitung ulang dan kurangi diskon. Jika belanja banyak begini, normal meminta diskon lebih. Saya pun tidak akan pelit memberinya insyaallah. Mereka pun setuju dengan last price yg saya berikan. Si istri minta ijin utk menukar uang ke money changer. Sekembalinya, saya masukan barangnya ke beberapa kantong. Alhamdulillah sebagian rezeki dari Allah hari ini dikirim melalui pasangan turis ini.
Seperginya mereka, saya tulis tulis dulu transaksinya. Ehhh ada kalung tergeletak di meja. Rupanya saya lupa memasukan bonus kalung utk dress yang dibeli mereka. Langsung saya berlari keluar. Untung mereka sedang melihat lihat sepatu di toko sebelah. Kalung pun saya berikan pada mereka.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...