Showing posts with label masker. Show all posts
Showing posts with label masker. Show all posts

Supir bus marah-marah


Sabtu lalu saya pulang naik bus yang pukul 15. Semua penumpang udah menunggu di pintu bus. Supir bus datang langsung sewot lihat banyaknya kereta bayi yang mau ikut naik bus, ada 4 kereta bayi.

"Ini bus untuk orang, bukan untuk kereta bayi," kata supir sewot.
"Suruh ditutup aja kereta bayinya, baru boleh naik," ucap salah satu penumpang.

Peraturan untuk naik bus di Alanya memang seperti itu untuk kereta bayi, harus ditutup agar tidak memakan tempat.

Satu per satu para penumpang naik bus. Ketika naik, langsung gesek kartunya di mesin dekat supir. Sebelum saya naik, ada seorang bapak tua yang ngomong gini ke supir, "pake maskernya."

Eh si supir langsung marah-marah. "Emang kalo saya ga mau pake masker, kamu mau apa? Terserah saya mau pake masker atau kagak."

Si bapak juga ga diem, dia ngelawan omongan si supir. Mungkin niat si bapak cuma mengingatkan, tapi si supir rupanya sedang eror jadinya dia ga terima diingatkan begitu. 

Si supir tambah marah karena si bapa lanjut ngomong. "Ayo kamu turun. Saya ga akan ngejalanin bus ini kalo kamu ga turun. Biarin saya bakal bayar denda," ucap supir sambil matiin kontak dan dia berlalu keluar. Supir duduk di bangku taman dan merokok.

Semua penumpang heboh. Ada yang membenarkan si bapak, ada juga yang menyayangkan kenapa dia ngomong gitu ke supir. Iya sih emang si bapak bener, tapi jadi merugikan semua penumpang. Apalagi bayi-bayi kalo kelamaan di bus jadi rewel.

Ada satu bapak (A) berusaha membujuk supir agar dia mau jalan. Tapi supir keukeuh ga mau jalan kalo si bapak tadi ga turun. Si bapak jg ga mau turun karena merasa dia benar. Si bapak pun (ga tau) nelpon siapa dan menceritakan kejadiannya. Mungkin dia lapor ke pihak terkait, entahlah. Salah satu penumpang jg menyarankan untuk lapor polisi saja.

Semua penumpang bermasker kecuali ada satu bapak tidak pake masker. "Kamu kenapa tidak pake masker? Lihat yang lain pake masker semua," tanya salah satu penumpang.
"Ya saya lupa dan ga bawa masker pula," jawab si bapak.
"Kamu turun dulu beli masker di apotek."
"Ada yang punya masker lebih ga?"
"Nih saya punya," ucap saya sambil ngasih masker.

Si bapak A kembali berusaha untuk ngebujuk supir supaya mau jalan dan akhirnya berhasil.
"Sebenernya saya ga mau jalan kalo dia ga turun, tapi ok lah," kata supir sambil berlalu ke tempatnya. Supir pun menyetir setelah memakai maskernya.

Euhhh atuh kalo mau pake masker mah kenapa pake marah-marah segala. Bilang aja mau ngerokok dulu di luar huhhh
Lumayan tuh, ada kali 10 menitan terlambat maju busnya.

Masker dan Orang Bebal


Menurut KBBI:
bebal/be·bal/ a sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu (tidak tajam pikiran); bodoh;
kebebalan/ke·be·bal·an/ n kebodohan.
Jadi sepakat, bahwa bebal = bodoh. Orang bebal = orang bodoh.
Selama pandemi ini, saya pergi ke toko pukul 7:30 atau 10:00. Dan pulang pukul 17:00. Setiap naik bus jam segitu, pasti ada orang-orang yang sama (langganan) karena bekerja dan ada orang-orang yang berbeda.
Kalau saya pergi pukul 7:30 dan pulang 17:00, selalu barengan satu orang bodoh (laki-laki). Orang ini tidak mau pake masker. Jika diberitahu orang lain, pasti sewot.
Ada beberapa supir yang tegas memperingatkan orang ini, tapi ada juga supir yang ga peduli. Padahan di pintu masuk bus dipasang stiker "Demi kesehatan kita semua, dilarang masuk tanpa masker". Ada juga penumpang yang tegas pada orang ini.
Suatu waktu, orang ini masuk bus tanpa masker, si supir diam tapi sepertinya udah ngedumel. Di perjalanan, orang ini ngoceh aja dan si supir merasa digurui olehnya. Di tengah perjalanan, supir mengusir orang ini dari busnya. Supir memohon maaf pada penumpang yang lain karena peristiwa ini. Asalnya saya ga ngeh kenapa supir mengusir si orang bodoh ini. Beberapa hari kemudian, bapak gendut (langganan juga suka bareng), ngobrol sama supir yang lain tentang kejadian ini. Baru deh saya tahu alasan si supir mengusir orang ini.
Pandemi belum berakhir, korban positif di Alanya bertambah. Bahkan walikota Alanya pun baru-baru ini dikabarkan menjadi korban positif juga. Orang bodoh ini terlihat makin tidak peduli dengan keadaan pandemi ini.
Setiap pulang pukul 17:00, keadaan bus selalu penuh. Apalagi hari Kamis dan Jumat, Bus pasti penuh sesak karena banyak orang yang pulang dari pasar Jumat. Dan orang bodoh ini, lagi dan lagi ga pake masker. Dengan cueknya dia ngunyah permen karet di dalam bus dan meniup permen karet itu menjadi balon dan mengunyahnya lagi. Ketika diperingatkan untuk memakai masker, orang ini selalu berkomentar seperti ini: "Kalian ini berlebihan. Kalau udah waktunya mati ya mati aja."
Semua orang di dalam bus yang penuh sesak itu memakai masker, dan cuma dia yang bodoh ga pake masker. Semua orang ikut bicara agar si bodoh memakai masker. Dengan terpaksa dia pakai masker. Tapi tak lama kemudian, dia turunkan maskernya sampe ke dagu.
Supir yang tegas, sebelum dia naik, pasti disuruh pakai masker dulu. Supir ini tak mengizinkan dia masuk tanpa masker. Kalau dia maksa masuk tanpa masker, supir ini tak akan mengoperasikan bus sampe si bodoh ini pake masker.
Tadi, saya pergi naik bus jam 10. Orang bodoh ga ada karena dia pergi jam 7:30. Tapi ada bapak gendut. Si bapa gendut ngobrol sama supir tentang orang bodoh ini. Semoga saja semua supir bisa bertindak tegas sama orang bodoh ini. Semua penumpang yang barengan udah muak sama si bodoh. Kita maunya si bodoh ga boleh masuk bus lagi. Tapi apa boleh buat, keputusan ada di tangan supir.
Semoga pandemi coivd19 ini segera berakhir.
Stay safe everyone

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...