Kota yang Kehilangan Pesona


Kota ini terkenal sangat panas saat musim panas. Suhunya bisa mencapai lebih dari 50 deg. Suhu terpanas yang pernah saya rasakan adalah 55 deg, yang mana waktu itu bertepatan dengan bulan Ramadan.
Panasnya kota ini menjadi daya tarik tersendiri bagi turis Eropa. Seakan mengundang untuk selalu berjemur di pantainya.
Musim dingin di kota ini termasuk cetek bagi orang Turki dan turis Eropa yang berasal dari negara dingin.
Senyuman matahari yang hangat senantiasa hadir sepanjang tahun. Namun, meskipun cuaca dinginnya "cetek", matahari kadang menyerah pada sang hujan. Ketika hujan datang menyergap, rasanya kota ini kehilangan pesonanya, kehilangan wibawanya. Padahal jika kita berada di bukit yang berada di utara kota dan melihat panorama kota dan lautnya, kota ini tak pernah luntur pesonanya walaupun hujan tak henti mengguyurnya.
Terkadang matahari rela berbasah untuk melawan sang hujan. Seakan mereka berebut kuasa. Tergores lengkungan warna warni pelangi yang datang menetralkan suasana...bahkan menjadikannya indah.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki