bibiku sayang:-)

bibi adalah sebutan kami untuk orang yang bantu2 di rumah kami. memang bisa dibilang bibi adalah seorang pembantu tapi bagi kami, bibi sudah dianggap sebagai sodara, dan untuk saya bibi sudah seperti ibu. bahkan mamahku pun tidak keberatan jika saya sun tangan bibi

bibi yang bernama marsidah sudah ikut keluarga kami sejak lama. sewaktu ortu saya menikah tahun 1976, lalu kakek saya dari ayah membawa bibi dari desa langensari-ciamis untuk bekerja dengan papap dan mamahku, membantu2 mereka di rumah. bibi adalah seorang janda karena ditinggal mati suaminya dan juga anaknya yang masih bayipun meninggalkannya berpulang ke rahmatullah.

3 tahun setelah pernikahan ortuku, mamah pun hamil dan pada tanggal 2 january 1979 lahirlah saya.....karena mamah dan papap bekerja (mereka bekerja di LIPI....berjodoh disana) jadi sehari2 di rumah saya diasuh bibi. bibi senang bisa mengasuh saya, serasa mengasuh anak sendiri, sebelum bibi bersuami lagi...bibi tidurnya nginap di rumah kami...waktu kecil kadang klo malam pun saya tidur dengan bibi.

waktu saya belum bersekolah, saya pernah dibawa bibi mudik ke kampungnya. bibi minta ijin untuk membawa saya mudik ke ortu saya, dan ortu saya pun mengijinkannya. kok ortu saya mengijinkan, apa gak takut klo bibi berbuat jahat atau menculik saya?? ortu saya tahu bibi orang baik dan ortu saya udah percaya sama bibi makanya mengijinkan saya dibawanya mudik. dan lagian emang benar klo bibi emang bukan orang jahat. bibi menjaga saya seperti menjaga anaknya sendiri, klo emang bibi berniat jahat bisa saja bibi tidak kembali lagi ke bandung dan menculik saya, tapi tidak....bibi tidak mau berbuat jahat, dan lagi susah untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

saya senang sekali di kampung bibi, pergi bersepedah dengan bibi, berkunjung ke rumah2 keluarganya bibi dan mereka pun baik pada saya....tapi sayang tidak ada dokumentasi seperti foto saat itu, karena saya masih kecil dan blum ngerti kamera, dan bibi emang tidak punya kamera...tapi meskipun tidak punya foto2, kenangan itu selalu teringat di ingatan saya.

kira2 sewaktu saya SD, mamah kenalkan bibi kepada seorang laki2 di lingkungan tempat tinggal kami. lalu bibi pun menikah dengannya...dia namanya kosim, kami memanggilnya mang kosim....mang kosim bekerja sebagai tukang sampah di lingkungan tempat tinggal kami, mang kosim orangnya baik, dia tidak pernah marah pada bibi. mang kosim seorang duda beranak 2 (2 anak laki2 yang sudah dewasa), mang kosim bercerai dari istrinya yang pertama. setelah menikah dengan mang kosim otomatis bibi pun tinggal dengan mang kosim. hanya pagi sampe sore saja bibi di rumah kami untuk membantu2...malamnya bibi pulang ke rumah, tidak menginap seperti dulu lagi. tapi rumah bibi masih berdekatan dengan rumah kami.

waktu pun berlalu, saya pun tumbuh besar... dan saya sudah lulus kuliah...setelah lulus kuliah, uang jajan dan ongkos saya di stop oleh mamah, karena emang saya sudah tidak ada kegiatan di luar rumah. hanya kadang saja klo saya emang mau ke kampus atau mu pergi ngelamar kerja saya minta uang ongkos ke mamah, dan klo untu lamaran lewat pos, itu selalu mamah bayarin ongkos perangkonya. nah klo saya iseng2 pengen main sama temen2 dan ga punya uang, saya suka pinjem ke bibi "bi, pinjem uang..entar klo udah dapet kerja digantiin" bibi sih ga masalah "ambil aja di dompet"...kadang saya ambil duluan uangnya di dompet klo emang bibi lagi ga ada di rumah, baru klo bibi dateng saya bilang klo tadi saya ngambil uang...

akhirnya saya dapet kerja...gaji pertama langsung dech tepatin janji ke bibi, bayar hutanggg...coz dulu setiap pinjem saya minta bibi catet, meskipun ga dicatet sih sama bibi...tapi saya pun inget2 dan saya catat berapa hutangnya.

setelah kerja saya punya pacar yang via internet ini, lama2 bibi pun tahu klo saya punya pacar yang di tempat jauh...klo ngobrol tentang rencana menikah dengan pacarku ini, bibi selalu bilang "yang, gimana bibi nanti??" (karena orang rumah memanggilkku iyang).

dan akhirnya pacarku ini datang...bibi makin sedih...kata mamah setiap bibi ngobrol dengan mamah tentang pernikahan saya, bibi selalu nangis

saya pun menikah dan pergi ke turki.....ketika saya hamil, saya kabarkan ke bandung via telepon dan kebetulan sedang ada bibi disana..saya pun ngobrol dengan bibi, saya bilang "bi, saya hamil" spontan bibi bicara seperti ini "ya Allah alhamdulillah" berkali2 bibi bilang kalimat itu...terlihat klo bibi bahagia dengan kehamilan saya. lalu emine pun lahir....dan sekarang di bandung semua keluarga termasuk bibi menunggu kedatangan kami.

sekarang bibi sendiri lagi, saya dengar kabar klo suami bibi (mang kosim) meninggal dunia karena serangan jantung...saya dapet sms dari ponakan saya yang ngabarin hal ini. mang kosim meninggalkan bibi dengan 2 anaknya. anak yang satu sudah menikah dan punya anak, sedangkan yang satu lagi masih bujang, dia aktif di masjid al al-rief (mesjid di lingkungan kami).

berikut adalah foto bibi dengan si kum kum my kura, karena si kum kum dirawat oleh bibi, foto ini dan foto pertama di atas adalah foto terbaru bibi yang diambil bulan juli 2007.

bibi... i miss u so much and i miss ur food

Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki