Showing posts with label turis denmark. Show all posts
Showing posts with label turis denmark. Show all posts

Yes I am Old


Suatu malam di terminal bus. Saat itu hampir jam 9, sedang menunggu pintu bus dibuka utk tujuan pulang, saya mengobrol dengan seorang ibu bule di halte terminal.
Saya sudah sering melihat ibu bule ini sejak beberapa tahun lalu. Last year pernah ngobrol sekali, tapi sepertinya si ibu sudah lupa. Ibu bule ini temannya (bisa dibilang begitu) seorang ibu turki. Ibu turki ini tetangga saya yg bekerja (bersama suaminya) sbg pembersih toilet di belakang balai kota. Ibu turki ini mengaku kalo ibu bule ini temannya. Ya mereka sering bareng nunggu bus dan suka ngobrol walau dengan bahasa masing masing. Karena ibu turki ga bisa english dan ibu bule ga bisa turkish.
Nah malam itu mereka ngobrol sesuatu tapi sepertinya ibu bule bingung. Saya baru datang ke sana dan berdiri depan mereka. "Kamu bisa english?" tanya ibu bule. Saya pun mengiyakan. Lau saya menerjemahkan utk membantu percakapan mereka. Dari sana mulai nyambung ke percakapan lain. Ibu bule ngomong sesuatu dengan mimik dan gerakan tangan yang seperti sedih, lalu ibu turki bilang gini, "suaminya meninggal."
"Yes I am old," kata si ibu bule pada saya.
"How old are you?" tanya saya.
"Next year I will be 80," jawabnya.
Saya pun menerjemahkan pada ibu turki.
Ibu bule tinggal di sebuah rumah di kaki bukit tempat saya tinggal. Sepertinya blio membeli rumah di sana.
Karena ibu turki bilang kalo suaminya meninggal, saya pun menanyakan ke ibu bule secara tidak langsung.
"And your husband?" tanya saya.
"My husband will come on 13 (kalo ga salah dengar). I have 4 children older than you."
Dia pikir umur saya berapa hehehe
"How old are you?" tanya ibu bule pada saya.
"Next year I will be 40," jawab saya.
Baru dech ibu bule bilang kalo anaknya seumuran saya.
"And this is my daughter," ucap saya sambil menggandeng anak saya.
"Oh, kalian seperti adik kakak," ucapnya 
Kami pun lanjut ngobrol. Saya bilang kalo saya dari Indonesia. Lalu beliau nanya tentang bagaimana saya bisa berada di sini. Saya pun cerita bla bla bla. Lalu ketika beliau mulai cerita tentang asal beliau. "Saya lahir di greenland," ucapnya. Dan supir bus datang membuka pintu bus dan kami pun masuk ke bus lalu ngambil posisi masing masing. Cerita si ibu bule jadinya terputus.
Ya saya ingat, rasanya tahun lalu si ibu bule ini bilang kalo beliau berasal dari denmark. Mudah mudahan lain waktu ketemu lagi utk lanjut ceritanya 

Turis Denmark dan Kerudung



Kemarin setelah adzan ashar, datang dua bule cantik ke toko saya. Mereka ingin membeli kerudung. "I want to buy scarf for my mom-in-law, she is a muslim," ucap salah satunya.

Saya pun menunjukkan koleksi kerudung yang tinggal sedikit di etalase. Kemudian ia menunjuk salah satu warna serta bermotif, saya pun mengambil dari dalam etalase dan memperlihatkannya. Begitu hingga beberapa kali. Saya pun memperlihatkan kerudung polos tanpa motif yang mana tersedia empat warna, putih, coklat, oranye dan ungu.

Mereka menanyakan harga kerudung kerudung ini. "Yang ini 20 lira," ucap saya sambil menunjuk kerudung bermotif merek Piramit. "Dan yang ini 5 lira," tambah saya sambil menunjuk kerudung polos.

Mereka pun kembali memilih kerudung di etalase. Sambil milih milih, saya tanya asal mereka. Ternyata mereka dari Denmark. Bumernya orang Makedonia.

Akhirnya pilihan tertuju pada piramit pink bermotif dan piramit hitam marun bermotif serta kerudung polos warna coklat. Mereka minta rekomendasi saya kerudung yang cocok untuk bumernya. Saya sedikit tanya gimana warna kulit bumer dan karakter wajahnya. Lalu saya pun merekomendasikan piramit hitam marun bermotif dan yang polos coklat, mereka pun menyukainya.

Setelah ok dengan pilihan tiga kerudung ini, saya pun membungkusnya. "Saya bungkus pake ini ya?" ucap saya sambil menunjukkan plastik kado. "Ya perfect," ucapnya setuju.

Setelah beres bungkus, si bule mau bayar uangnya 50 lira. Saya nyari 5 lira buat kembalian ternyata ga ada. Saya tukerin dulu uang ke teteh di lapak depan.

Waktu mau kasih barangnya, si bule yang satu deketin saya lalu bilang gini, "your skin looks like my friend, she is from Philliphines."
"I am Indonesian," jawab saya.
"Ohhhh," mereka terpana.
"Sama sama Asia jadi kulitnya sama," tambah saya.
"Ya ya betul," kata mereka.

Mereka tampak senang telah membeli kerudung di toko saya. "Susah ini nyarinya. Banyak sih memang yang kayak gini tapi kualitasnya beda," ungkap si bule sambil megang kerudung di atas etalase.
Btw mereka ga nawar sedikit pun harga kerudung ini. Dan sayangnya saya juga ga bisa ngasih diskon karena ini udah harga standar dan kami memang ga ngambil untung banyak utk kerudung. Tapi memang turis Denmark dan skandinavia secara umum, mereka ga suka menawar.

Akhir kata saya pun ucapkan "thank you very much dan have a nice evening pada mereka."

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...