Showing posts with label turis arab. Show all posts
Showing posts with label turis arab. Show all posts

Nawar harga atau ngajak gelut?


Suatu hari saat summer last year ada bapa arab datang ke toko. Katanya ingin beli abaya (sepertinya untuk oleh-oleh. Saya kasih lihat modelnya dan si bapa udah ok. Harganya 150. Si bapa nawar 50 😳
Speechless
Saya bilang ga bisa dan si bapa pergi. Tak lama kemudian si bapa datang lagi dan menaikkan tawarannya. Saya sudah ilfil dan jadinya tidak berniat menurunkan harga.
Di hari yang lain saat summer this year. Datang sekeluarga bangladesh dibawa oleh hanut. Mereka terdiri dari 3 wanita (ibu di kursi roda dan 2 anak) dan 1 pria (bapaknya). Mereka ingin membeli longdress untuk summer (daster kali 😁).
Saya tunjukkan modelnya dan fix akan membeli 4. Sewaktu saya bilang harganya 150 per pcs. Eh si ibu bilang gini.
150 for 2 pcs.
😳

I love you my love

Bukan suami saya lo yang mengatakan itu pada saya. Tapi kalimat itu dikatakan oleh customer arab yang pernah saya ceritakan tempo hari.
Tahun ini, pasangan ini baru datang ke toko saya di bulan mei yang bertepatan dengan ramadan. Minggu lalu mereka datang dan langsung ngeborong produk baru untuk hadiah.
Petang itu, saya lagi mojok di dalam. Eh, terdengar suara orang yang lagi ngobrol di depan toko. Saya keluar, ternyata pasangan yang saya kenal. Saya sambut di pintu. "Haiiiii, assalamualaikum," sapanya sambil memeluk saya. Kemudian cipika cipiki. Bertanya kabar dan masih tetap di pintu. Kemudian si suami yang ada di belakangnya udah ga sabar mau masuk. "Udah udah cepetan masuk," sepertinya itu yang dikatakannya.
Kami pun masuk. "I miss you," tambah si istri ketika berada di dalam toko.
"I miss you too," ucap saya.
Tanpa basa basi mereka langsung berbelanja. Dan meminta good price dari saya. Saya berikan harga yang bagus itu. Si suami yang biasanya nawar alot, kali ini baik banget.
"Its ok harga segitu. Ini sedang ramadan," kata si suami.
Saya bungkus barangnya dan berikan pada si istri. Si istri langsung pergi keluar dengan teman cewenya. Bagian si suami yang bayar. Lalu kami pun say goodbye.
Hari jumat lalu, saya lihat si suami sedang memilih sepatu di toko sebelah. Kami pun saling melambaikan tangan. Ternyata si istri ada di dalam toko sepatu.
Hari ini saya lagi nongkrong di pintu, si istri datang lagi untuk membeli 1 hadiah lagi untuk ART nya.
Kami saling ber say hai dan salam. Saat bertemu dan berpisah, ia memeluk saya erat sambil berkata "I love you my love".

Belanja lagi

barusan suami nelpon dari toko. ternyata itu customer arab sedang ada di toko dan mau belanja lagi, masyaAllah. alhamdulillah. suami nanya harga, takutnya salah ngasih harga ke mereka. karena mereka nanyain beberapa baju yang kemaren ga jadi dibeli. padahal kemaren udah beli baju untuk menghadiahi 3 orang. sekarang buat hadiah siapa lagi ya? coba kalo mereka datangnya sore hari, pasti ketemu saya lagi. minggu hari libur buat saya. jadi suami yg di toko. tapi ntar sore mau pergi ke festival hari maritim di pelabuhan.

Khamsin (lima puluh)

"do you have khamsin khamsin (lima puluh lima puluh maksudnya)?" tanya saya pada customer arab langganan sambil nunjukin uang seratus lira yang mereka kasih. karena saya ga punya uang lima puluhan buat kembaliannya
"your arabic good," kata si suami sabari seuri 
"yes I am still learning arabic," ucap saya malu.

Kelakuan Orang Kaya

kemaren pulang dari mushola abis solat duhur, ada mobil sedan berhenti depan saya. pengemudinya melihat saya dan memberi isyarat tangan kalo mereka akan ke toko saya.
saya bingung dan mikir, siapa yang di dalam mobil itu. lalu saya langsung klik kalo yang di dalam mobil adalah customer arab langganan saya yang pernah saya ceritakan itu.
"loh bukannya mereka udah pergi. tempo hari mereka bilang akan pergi lusa. tapi kok sekarang udah ada di sini lagi?"
ya memang kemaren saya liat mereka datang ke toko sebelah. mereka pun menyapa saya saat itu. bingung saya dengan kelakuan mereka ini 
sesampainya di toko saya, langsung mereka milih milih baju untuk hadiah. "di mana anak kalian?" tanya saya.
"anak anak di bagdad," jawab si istri.
hah, bagdad. jadi bengong saya. bukannya mereka ini tinggal di jordania?
"waktu itu saya dan anak anak pergi ke bagdad. mereka tinggal di sana dulu dan saya kembali ke sini sendiri," tambah si istri.
saya jadi merasa kenal sama orang kaya yang diceritain oleh mantan asisten itu. yah mereka ini model modelnya orang kaya di cerita itu.
customer saya ini si istri orang irak, suami orang saudi dan mereka tinggal di jordania. di bagdad pastinya ada keluarga dari si istri. sekarang anak anak libur sekolah jadi bisa saja mereka liburan di bagdad setelah dari alanya.
ini suami istri ngapain ya sering banget di alanya? kayaknya buat mereka ini, alanya bagaikan down town saja. ketika perlu beli baju dan sepatu, dengan gampangnya mereka datang ke alanya.
ketika mereka masih di toko, datang customer lain dari maroko. bahasa inggris mereka terbatas. bisanya arabic dan french. alhamdulillah, si istri membantu saya untuk menterjemahkan ke bahasa arab. customer maroko ini pun sukses memborong di toko saya, alhamdulillah.

From expensive become friend


Masih ingat kan pasangan turis arab yang saya ceritakan tempo hari? Nah iya, yang waktu H+4 bawa kedua anaknya untuk kenalan.
Mulanya, tahun lalu atau dua tahun lalu, lupa tepatnya. Pokoknya awal ke toko saya saat summer. Saat itu mereka nanya nanya harga pakaian yang dipajang depan toko. Berapa in berapa itu? Ketika diberi tahu harganya, mereka bilang expensive dan pergi. Sepertinya mereka keliling ke toko lain. Dann ternyata mereka balik lagi, lupa apakah masih hari yang sama atau keesokan harinya. Ceritanya mereka balik lagi dan mencoba nawar nawar. Akhirnya mereka sukses belanja di toko saya. Sampe sekarang, jika mereka datang ke alanya (dalam setahun bisa berkali kali), pasti mampir ke toko saya untuk belanja.
"She is my friend," ucap si istri pada suami saya sambil menunjuk saya.
Tapi sayang, kami ga pernah punya waktu khusus untuk ngobrol dengan si istri. Palingan saya membuka percakapan tipis tipis ketika mereka memilih baju. Mereka tuh kalo datang, pilih pilih baju, nawar, beres transaksi langsung pergi.

We Love You


Baru kali ini ada customer yang menyatakan cintanya pada saya, hehehe.
Customer ini sejak summer tahun lalu belanja di toko saya. Mereka pasangan arab yang berlibur di alanya. Si istri asal irak dan suami asal saudi, mereka tinggal di jordania.
Dalam setahun bisa berkali kali datang ke alanya. Setiap kalinya, mereka selalu mampir ke toko saya untuk belanja. Mereka belanja tidak hanya untuk diri sendiri dan anaknya, tapi juga untuk menghadiahi ART dan pengasuh anak anaknya.
Tahun lalu, terakhir bertemu, si istri bilang kalo ia pengen pindah ke alanya. "Goodbye my love," ucapnya pada pertemuan terakhir tahun lalu.
Awal tahun ini, mereka datang lagi. Terakhir, awal Ramadan. Saat itu, dia bilang akan kembali lebaran.
Ternyata H+4 mereka datang lagi. Menjelang asar, si istri dan anak perempuannya menyapa saya di toko.
"Hello, assalamualaikum," sapa keduanya sambil masuk ke dalam toko.
Saya pun menjawab salamnya dan kami saling berpelukan #bukanteletubiesheheh
Si anak cewe (12 tahun) terlihat exciting bertemu saya. Si ibu memeluk saya erat. Cipika cipiki, mengucapkan selamat lebaran yg telah berlalu 4 hari dan kembali berpelukan.
Si ibu terlihat sangat senang bertemu kembali dengan saya. Saya pun senang bisa bertemu kembali dengannya.
Lalu saya dan anaknya saling menyapa dan berpelukan.
"I will come back," ucap si ibu sambil melangkahkan kakinya keluar.
Saya kembali duduk dan ngobrol dengan anak. Saya ceritakan siapa ibu dan anak barusan.
Tak lama, suaminya dadah dadah di luar. Saya pun keluar menyapanya. Ternyata ada anak lelakinya juga. Si anak (kalo ga salah 14 tahun) tampak malu malu. Saya dan anak lelakinya pun saling menyapa.
Rupanya kedatangan mereka kali ini utk mengajak anak anaknya berkenalan dengan saya. Karena selama mereka bolak balik ke alanya selalu berdua saja, tanpa anak anaknya.
Rupanya saat itu, mereka sedang belanja sepatu di toko sebelah.
"My mom loves you," kata si anak cewe.
"We love you," kata si ibu.
Tentunya saya mengucapkan terima kasih atas rasa cintanya ini.
Aduhh keluarga ini bikin saya tersanjung aja 
Ketika ibu bapanya sibuk di toko sebelah, kedua anaknya sengaja datang ke toko saya.
"My mom always talking about you," kata si anak cewe, yang mana kalimatnya diajarin dulu sama abangnya di luar.
"Yes, my mom always spent one hour to talk about you with her," kata si abang.
Si ibu ngomongin apa aja ya tentang saya ke anak cewenya? Sampe sampe si anak bulak balik datang ke saya terus meluk.
Jadi GR 😊

Turis Arab dan English

Summer tahun lalu, ada seorang turis arab (cowo) belanja di toko saya. Ia ditemani oleh temannya orang turki (cowo juga). si temannya ini yg terjemahin ke turkish. Saya pikir cowo arab ini ga bisa english, saya pun ngomongnya turkish ke temennya ini. Setelah beres pembayaran, barangnya saya masukin kantong dan kasih ke turis arab ini seraya bilang "thank you very much". Si turis bengong dan bilang gini, "oh you can speak english." 
"Yes," ucap saya.
"Tau gini, dari tadi kita ngomong english," katanya.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...