Pasangan Turis Muda

Di hari Kartini ini toko saya kedatangan pasangan turis muda. kalo ga salah dengar baru menikah seminggu atau sebulan lalu. Mereka tinggal di Jerman. si cowo asli dari Tunisia, si cewe campuran Turki dan Sri Langka. Ayahnya Turki dari Kutahya, tapi ia tidak pernah tahu ayahnya. Ibunya dari Sri Langka, non muslim. Jadi si cewe ini asalnya non muslim. Katanya baru 2 tahun yang lalu convert to Islam, alhamdulillah.

Mereka belanja di toko saya dan kami pun ngobrol-ngobrol.

"Kamu turkish?" tanya si cewe dengan mimik yang heran.
"Bukan," jawab saya. ketika saya mau menyebutkan asal negara, keburu ditimpal oleh si cowo.
"sebentar," timpal si cowo ingin menebak asal negara saya.
"Indonesia," tebaknya.

Mereka membeli 1 abaya hitam di toko saya. di toko lain sudah membeli 1 khimar hitam. mereka ingin beli khimar lagi tapi di toko saya ga ada. saya rekomen mereka untuk membeli di toko haji.

Sambil nunggu abayanya dipotong (di penjahit) karena kepanjangan, mereka pun pergi ke toko haji dulu dan barang-barang belanjaan yg seabreg dititip di toko saya. Ketika mereka datang kembali, abayanya sudah saya ambil dari penjahit. Sebelumnya kami sudah sepakat harga, namun harganya dalam Turkish Lira. nah ketika akan membayar, mereka minta dikonversi ke euro. si cowo menghitung di smartphone, saya menghitung di tablet. Ketika ia memperlihatkan hasil conversinya, ternyata sama dengan punya saya. Mereka pun membayar sesuai dengan harga yang tertera pada kalkulator. Setelah beres pembayaran, mereka pun pamitan. Mereka sopan banget. si cowo menginsyaratkan agar si cewe memeluk saya. Saya dan si cewe saling berpelukan, cipika cipiki sebagai tanda perpisahan. semoga di lain waktu bisa bertemu lagi dan kalian sudah punya momongan, aamiin.
Saya pun memberikan kartu nama toko kami, siapa tahu di lain waktu mampir lagi :)


Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki