Pengemis Kaget

Jumat (4 Januari 2013), ada seorang ibu dan seorang pemuda --kemungkinan besar anaknya-- (terlihat cacat mental) datang ke toko kami yang bertujuan untuk meminta-minta. Ketika mereka datang, di toko kami sedang ada seorang pelanggan.

Saat kedua orang tersebut mau masuk ke dalam toko, pelanggan ini posisi duduknya tidak melihat pintu yang berarti orang yang masuk tidak bisa melihat wajahnya. Karena tahu ada orang masuk, pelanggan ini pun memalingkan wajahnya ke arah pintu. Tanpa diduga dua orang tersebut mukanya berubah kaget melihat wajah pelanggan kami. Tapi karena tanggung sudah di mulut pintu, mereka pun melanjutkan masuk ke dalam.

Rupanya dua orang tersebut dan pelanggan kami ini ada hubungan kerabat. Si ibu adalah saudara suaminya. Sepertinya mereka tampak malu bertemu dengan pelanggan kami ini. Karena ia sudah tahu apa tujuan mereka datang ke toko kami, yaitu untuk mengemis. Dengan pertemuan tidak sengaja ini, mereka pun jadi kikuk di dalam toko. Ngobrol sebentar dengan pelanggan kami dengan sikap yang canggung lalu mereka pun keluar lagi.

Setelah mereka keluar, pelanggan kami ini menceritakan tentang mereka. Cerita punya cerita mereka ini kerjanya mengemis. Sudah diperingatkan oleh keluarga tapi mereka tetap melakukannya. Padahal jika membutuhkan bantuan, keluarga pun akan memberi. Tapi entahlah, mereka tetap melakukan perbuatan mengemisnya. Hal ini membuat hubungan kekeluargaan menjadi renggang. Katanya mereka tidak pernah bertegur sapa lagi. Makanya ketika bertemu di toko mereka kaget. Semoga saja, mereka dapat berubah tidak mengemis lagi dan hubungan kekeluargaan pun rekat kembali. Aamiin



Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki