Ngobrol Sunda di Alanya

Kemarin siang selepas adzan duhur, ada dua orang laki-laki muda melihat-lihat pakaian di luar toko. Kemarin saya kebagian jaga toko dari pagi karena suami pergi ke Antalya untuk ujian melanjutkan S2. Kemudian kedua laki-laki itu masuk ke dalam toko sambil berbicara satu sama lain. Bicaranya setengah berbisik tapi saya dapat mendengarnya meskipun samar-samar.

"Gunaydin..." sapa salah satu dari mereka seraya masuk ke dalam toko. Saya pun membalas sapaannya, "Gunaydin." Lalu mereka melanjutkan "bisik-bisiknya".

"Gede-gede ya..." kata-kata itu yang terdengar oleh saya ketika mereka mengomentari pakaian-pakaian yang digantung di toko. Selain kata-kata itu yang membuat saya yakin, saya pun sudah menduga dari wajah mereka yang familiar. Meskipun dugaan saya suka salah, tapi saya beranikan diri untuk bertanya. "Indonesia?" tanya saya pada mereka. "Ya," jawab mereka. Lalu terjadilah percakapan berikut:

Saya: Saya juga dari Indonesia.
Mereka: Oh... dari mana?
Saya: Bandung.
M1: Ini dari Bandung (sambil menunjuk M2)
M2: Bandungna ti mana Teh?
Saya: Tamansari.
M2: Abdi mah ti Antapani.
Saya: Ini tinggal di mana? (maksud saya mereka sekarang tinggal di mana)
M1: dari Makassar.
Saya: Maksud saya sekarang kalian tinggal di mana? di Turki?
Mereka: Ohhh... kami kerja di kapal pesiar.
Saya: Oohhhh...kerja di kapal yang sedang berlabuh itu ya? (Alanya menjadi salah satu destinasi kapal pesiar seperti salah satunya kapal pesiar tempat mereka kerja)
Mereka: Iya betul.
M2: Kamari tos ti Istanbul.
Saya: Di Istanbul mah seueur orang Indonesia. Aya Warung Nusantara oge di ditu.
M1 langsung mengeluarkan peta Istanbul berharap saya menunjukan letak Warung Nusantara. Tapi sayang, saya lupa alamatnya jadi saya tidak bisa menunjukannya :( dan saya pun tidak bisa konek internet saat itu jadinya tidak bisa lihat fanpage WarNus untuk melihat alamatnya.

Pembicaraan kami pun berlanjut:
Saya: Udah lama kerja di kapal?
M2: aahhh tos lami.
Saya: euleuh geuningan...betah di kapal?
M2: Sanes betah Teh, da kumaha atuh teu aya padamelan nu sanes. Teteh Tamansari-na di palih mana?
Saya: Terang ITB?
M2: Muhun.
Saya: Tah di caket ITB.
M2: Abdi ge apal daerah dinya mah. Istri abdi ge orang jalan Jurang :D

Mereka benar-benar ga nyangka bakal bertemu dengan orang Indonesia dan bahkan ngobrol bahasa Sunda di Alanya. Katanya malam itu kapal akan bertolak ke Cyprus, dilanjut ke Italy dan seterusnya mampir-mampir di semua pelabuhan yang dilalui, kemudian ke Amerika dan keliling dunia.

Ini bukan pertama kalinya pegawe kapal dari Indonesia mampir ke toko kami. Sebelumnya ada juga pegawe kapal asal Jakarta, namun saat itu bertemu dengan suami saya. Suami menceritakannya pada saya. Nanti akan saya tulis ceritanya ya ;)



Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Menikah di Turki

Kejutan Malam