Indonesia - Belanda - Swedia

Hari ini saya ketemu dengan turis Belanda yang tinggal di Swedia. Beliau kelahiran Indonesia, namanya Ian. Bahasa Indonesianya cukup bagus walaupun logatnya aneh heheh. Beliau senang sekali bisa ngobrol bahasa Indonesia dengan saya. Ketika saya bertanya dalam bahasa Inggris pun, beliau jawab dengan bahasa Indonesia.

Pertamanya, beberapa minggu lalu saya bertemu dengan istri Pa Ian. Si Ibu orang Iran. Ibu datang ke toko saya untuk melihat-lihat rok. Sambil melihat-lihat rok, saya mencoba membuka percakapan dengan Ibu ini.

Saya: Where are you from?
Ibu: I am from Iran. What about you?
Saya: I am from Indonesia.
Ibu: Ohh nice. My husband was born in Indonesia. He would be happy if he know about you. He can speak Indonesian language with you.

Lalu terjadi percakapan singkat di antara kami sebelum si Ibu pamitan untuk pergi dan berjanji akan kembali lagi di lain waktu.

Hari berlalu....tiba-tiba Jumat yang lalu suami cerita bahwa ada turis Belanda yang nanyain saya. Katanya istri si turis udah ketemu sama saya. Pikiran saya langsung teringat sama Ibu yang orang Iran ini. Saat mereka datang, saya sudah pulang dan suami bilang kalau saya akan datang lagi ke toko pada hari senin. Maka mereka pun berjanji akan ke toko lagi hari Senin.

Pa Ian menepati janji, tadi siang beliau datang ke toko (kali ini datang sendiri tanpa istrinya) khusus untuk bertemu saya. Kami asyik ngobrol berbahasa Indonesia. Yang sebelumnya Pa Ian minta ijin dulu ke suami saya apakah boleh kami ngobrol berbahasa Indonesia.

"Apakah suaminya tidak apa-apa kalo kita ngobrol pake bahasa Indonesia?" begitu tanya turis Belanda kelahiran Indonesia 73 tahun yang lalu. Seraya meminta ijin pada suami saya. Bagaimana pun saat itu kami bertiga dan suami saya tidak ngerti bahasa Indonesia. Jadi beliau ngerti, mungkin saja suami saya akan terganggu dengan obrolan kami. Begitu sopannya bapak turis ini dengan meminta ijin seperti itu pada suami saya yang lebih muda darinya. Pada saya pun beliau manggil IBU :)




>> bersambung <<



Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki