Panik di Jumat Pagi

Bangun tidur langsung lihat jam di HP, ternyata sudah menunjukkan  7.46. Secepatnya menuju kamar Emine untuk membangunkannya.

"Emine cepet bangun!" sedikit berteriak saking paniknya karena biasanya jam segini jemputan lewat.

Emine membuka mata dengan santainya.

"Cepetan sudah jam 7.46!" lanjut saya.

"Apaaaaa?" jawabnya sambil cepat-cepat bangun dan langsung menuju toilet.

Yang biasanya Emine pake seragam dan kaos kaki sendiri, saat itu saya membantunya supaya cepat.
Terus saya menyuruhnya cepat keluar untuk menunggu jemputan di pinggir jalan.
Alhamdulillah ternyata jemputan belum lewat. Setelah itu saya merasa bersalah karena tidak memberinya sarapan dulu dan juga tidak ngasih uang untuk sarapan di kantin saking paniknya. Biasanya kalau ga sempat sarapan, saya kasih uang buat beli makanan.

Tiap pagi memang sih Emine susah kalo disuruh sarapan jadinya harus dipaksa. Dan pagi tadi, Emine tidak mengeluh lapar meskipun tidak sarapan. Tapi saya ingat kalau dia bawa uang 5 TL untuk membayar buku bulmaca. Yang mana harga buku 4 TL, jadi ada uang kembali 1 TL yang bisa dipakainya untuk jajan di kantin.

Saya juga tidak keburu sarapan karena harus segera pergi ke toko. Di toko saya gak enak hati karena Emine gak sarapan. Waktu istirahat siang, saya telpon ke rumah dan bicara sama Emine (karena istirahat siang Emine pulang ke rumah untuk makan siang). "Jajan apa di kantin?" tanya saya. Emine bilang kalau dia punya uang lebih jadi ditambah dengan yang 1 TL tadi bisa buat beli roti toast dan ayran. Alhamdulillah :)





Comments

Popular posts from this blog

Tips Backpacker Aman di Turki untuk Para Cewek

Bundel Revisi yang Raib

Menikah di Turki